Archive for June, 2008
Diakui memang ada dokter yang berkarakter agak pelit untuk bercerita banyak ke pasiennya. Ada juga yang
justru banyak bicara tapi mempunyai banyak pasien sehingga memberi jatah waktu yang sedikit untuk anda dapat berkonsultasi atau memang kesempatan untuk bertanyajawab itu tidak ada atau jangan-jangan anda sendiri enggan untuk terlalu cerewet, tanya ini itu ke dokter anda… Tapi untuk urusan operasi, yang akan menyentuh dan melukai bagian dari tubuh anda, wajib kiranya anda menanyakan beberapa hal -kalau itu belum dijelaskan- kepada dokter Bedah anda.
Apa penyebab dan bagaimana bisa terjadi?
Terhadap suatu diagnose penyakit, entah itu yang sudah pasti ataupun masih persangkaan (suspected) tidak ada alasan bagi dokter untuk tidak menjelaskan penyebab dan perjalanan penyakit yang anda derita kenapa sampai terjadi seperti yang anda alami ini. Dokter yang baik akan bercerita hal-hal apa saja yang menyokong kenapa ia mendiagnosa penyakit tersebut. Tentu selain dari keluhan anda, analisanya juga ditunjang oleh pemeriksaan fisik serta akan lebih akurat jika diperkuat oleh pemeriksaan tambahan lainnya seperti pemeriksaan laboratorium, radiologis, patologis dll.
Adakah jalan lain, selain dibedah?
Jika bisa, mungkin semua orang tidak ingin badannya memiliki bekas operasi atau pun dihantui kecemasan menghadapi operasi. Tanyakan ke dokter anda apakah mungkin terhadap kasus yang anda derita tidak dilakukan pembedahan. Jika kemungkinan itu ada, apa saja kelebihan dan kekurangan di antara cara yang ditempuh itu. Pastikan juga resiko yang mungkin dihadapi jika cara pembedahan tidak dijadikan pilihan. Secara umum, areal abu2 ini mencakup penyakit atau kelainan yang bukan kasus emergency atau penyakit yang tingkat keparahan masih ada pada grade awal dan diperkirakan masih berespon dengan pemberian obat saja.
Bagaimana jaminan terhadap sembuhnya?
Sekalipun sembuh tidaknya seseorang dari penyakit ditentukan oleh yang di atas, tapi kita manusia bisa berichtiar ke arah itu. Dan bagi dokter yang menangani pasien akan bicara hal ini berlandaskan ilmu, data dan pengalamannya. Untuk menjamin ketenangan anda, cari dan gali informasi itu! Setidaknya dari data itu sang dokter bisa memprediksi berapa prosen tingkat kesembuhan atau perbaikannya. Adakah kemungkinan untuk terulang atau relaps kembali. Di dunia medis hal ini biasa disebut prognosa…
Bagaimana teknis pembedahan yang akan dikerjakan?
Tidak ada salahnya juga anda menanyakan prosedur pembedahannya, bagaimana dan di bagian mana tubuh anda nantinya akan diiris, seberapa banyak jaringan yang akan diangkat atau diperbaiki, berapa lama proses operasinya dan langkah-langkah apa yang perlu disiapkan sebelum pembedahan, baik untuk memperlancar pembedahannya sendiri ataupun memperlancar proses pembiusannya. Perlukah anda mondok di rumah sakit sebelumnya atau bisa langsung dikerjakan pada hari pertama anda masuk rumah sakit? Tanya saja! Beberapa dokter mebuat atau menunjukkan gambar2 untuk menambah pemahaman apa yang ingin dia jelaskan. Sekalipun mungkin anda tidak begitu mengerti tapi semoga hal ini bisa menggambarkan sekilas di benak anda bagian2 mana tubuh anda yang akan dipotong. Serem? Ah.., tidak ada lagi kata itu..!
Berapa lama masa pemulihannya?
Pemulihan dan seberapa lama mesti dirawat sangat bergantung sekali dengan jenis operasinya dan perkiraan komplikasi yang menyertainya. Untuk operasi yang berkatagori ringan atau sedang atas pertimbangan dokter Bedah-nya kemungkinan besar tidak memerlukan perawatan pasca operasi lebih lanjut. Ada kecenderungan perkembangan saat ini menyarankan pasien untuk bergerak sedini mungkin terbaas pada aktifitas ringan akan mempersingkat masa pulih. Sehingga sebetulnya anda tidak perlu takut untuk bergerak setelah menjalani operasi. Bahkan pada jenis operasi bersih, perawatan luka operasinya hanya diperlukan tidak lebih dari 2 kali selang beberapa hari sambil rawat jalan dan menjalankan aktifitas rutin di rumah. Tanya pada dokter anda sampai kapan bisa bekerja kembali, tentu supaya tidak terlalu lama absen di tempat kerja…
Apa yang mempercepat dan menghambat pemulihan?
Sudah biasa para pasien pasca pembedahan selalu bertanya ‘apa saja yang boleh saya makan dok..?’ atau apa yang tidak boleh saya konsumsi..? Selalukah semua pembedahan dihubungkan dengan pola makan seperti pertanyaan di atas? Jelas, tidak! Sekalipun pembedahan itu melibatkan saluran cerna justru lebih banyak hal2 yang perlu dikonsumsi dari pada hal yang harus dihindari. Lebih banyak mitos yang salah yang berkembang di masyarakat menyangkut masalah ini. Jadi, perlu diketahui apa saja yang harus dilakukan untuk mempercepat penyembuhan baik dari sisi makanan, gerakan, perawatan terhadap luka dan hal-hal lain yang berhubungan dengan aktifitas keseharian.
Adakah tahapan berikut setelah pembedahan?
Pastikan bahwa pembedahan yang anda jalani merupakan therapy akhir yang tidak berkaitan lagi dengan tahap tahap pembedahan lanjutan lagi atau mungkin pembedahan ini merupakan hanya salah satu rangkain dari penanganan berkelanjutan…
Anda atau keluarga anda sedang gundah akan menjalani operasi? Jika anda punya waktu untuk mempersiapkan diri, sebaiknya baca sekilas beberapa tips di bawah ini yang mungkin bisa menurunkan kecemasan anda.
- Minta penjelasan secara detail kepada dokter bedah yang akan mengoperasi anda. Dari alasan pembedahannya, persiapan yang diperlukan, perawatan pasca operasinya, masa penyembuhan termasuk mungkin teknis operasi dan bagian mana saja dari tubuh anda yang dilukai.
- Kenali Dokter Bedah anda lebih jauh. Tapi biasanya, anda datang berkonsultasi kepada dokter yang sudah anda pernah kenal sebelumnya bukan? Atau anda datang ke dokter ini dari rekomendasi teman atau orang lain. Kalau tidak, anda tentu boleh tahu dong reputasinya, bagaimana background-nya terutama pengalamannya mengambil operasi seperti pada kasus yang sedang anda alami. Apakah bisa dinilai dari penampilan atau cara memberikan konsultasi, terserah anda yang menilai…
- Cari informasi dari orang lain yang sudah pernah menjalani jenis operasi yang sama. Setidaknya anda mendapat tambahan bayangan bagaimana dan proses apa saja yang akan anda alami nantinya. Tentu ini tidak kalah penting karena infonya berasal dari orang yang mengalami langsung, bukan saja dari orang yang akan mengerjakan anda (dokter bedah).
- Pilih rumah sakit dan kelas perawatan yang pas untuk anda. Pada masa sekarang karena suatu aturan, seorang dokter hanya dibolehkan melakukan layanan pada tempat tertentu. Jadi sudah mejadi hubungan antara dokter yang anda pilih dengan rumah sakit dimana anda akan dirawat. Begitu pula kalau anda dicover oleh asuransi, biasanya tempat layanan beserta dokternya telah juga ditentukan. Kalau masih boleh memilih, tidak ada salahnya kalau anda membandingkan beberapa rumah sakit, terutama soal pembiayaan dan kwalitas pelayanannya.
- Jaga kondisi dan puasa yang cukup jika diperlukan. Jaga kesehatan anda dengan istirahat yang optimal dan makanan yang baik beberapa hari sampai sebelum anda masuk ke rumah sakit. Stabilkan kondisi fisik dan mental anda. Jika merasa ada suatu yang mengganggu kesehatan anda jangan segan2 menyampaikan hal ini kepada dokter anda karena keadaan badan pre-operatif sangat berpengaruh sekali terhadap jalannya dan hasil operasi yang akan dilakukan.
- Siapkan mental dan berdoa. Yakinkan diri anda akan membaik selesai operasi dan berdoalah untuk itu. Jangan sekali-kali anda merasa ragu atau tidak siap atau bahkan menanyakan hal yang sama berulang-ulang kepada dokter anda sesaat sebelum anda dibius. Ini akan menimbulkan beban psikologis kepada tim bedah anda yang bisa berpengaruh juga terhadap hasil operasinya. Percayakan dan berserahlah. Pasti dokter anda akan mengerjakan yang terbaik yang bisa ia kerjakan.
- Demi tenangnya juga, mintalah orang terdekat –suami, istri, saudara, pacar, anak atau siapa saja- untuk mendampingi anda sesaat sebelum masuk ruangan kamar operasi. Mungkin ada hal2 yang privasi perlu anda ungkapkan kepada mereka…
Banyak orang yang merasa cemas, begitu mendengar kata ‘operasi’. Berbagai pemikiran berkecamuk dalam benaknya. Tidak saja bagi si pasien yang secara langsung nantinya akan di’kerjain’ tubuhnya, juga oleh keluarga atau para orang tua yang anaknya divonis memerlukan pembedahan sebagai jalan menyelesaikan masalah kesehatan yang diderita. Jika saja permasalahan biaya dan waktu tidak menjadi beban utama untuk berlangsungnya operasi ini, ha-hal yang berkenaan dengan faktor psikologis seharusnya pada masa yang sudah begitu maju ini tidak lagi menjadi hambatan.
Dari saat sang dokter mendiagnosa penyakit yang anda derita dan diputuskan bahwa pembedahan menjadi jalan guna penyembuhan atau penyelamatan nyawa, tentu sudah banyak cerita yang perlu dan harus disampaikan oleh dokter pemegang pisau ini. Dari kenapa kelainan ini harus dioperasi, bagaimana prosedur tindakannya, berapa lama dirawat, apa saja komplikasi yang mungkin terjadi dll. Kesemuanya itu tentu sudah bisa mengurangi beban pimikiran, ditambah lagi jawaban dan penjelasan dari si dokter terhadap info info lain yang anda rasa belum jelas dan masih mengganjal.
Begitu pula di saat berada di rumah sakit menjelang akan dioperasi, pemikiran yang masih mengganggu akan dapat pula dihilangkan dengan pemberian obat-obat ansthesi. Dengan begitu cepatnya perkembangan ke-farmasi-an sehingga dengan formula yang diberikan oleh dokter bius, saat ini pembedahan terasa begitu nyamannya. Jauh lebih baik cara kerja obat-obatan ini dibanding produk sebelumnya dengan menghilangkan rasa cemas tanpa juga banyak diganggu oleh efek-efek yang tidak mengenakkan pasca operasi, seperti rasa nyeri, pusing, mual, mengigau dll. Sehingga anda dibuat tidur dengan nyenyak dan begitu bangun, anda dapati diri anda telah selesai menjalani peoses operasi tanpa ada keluhan2 seperti di atas…
RS yang baik dengan management yang profesional pasti menerapkan teknik2 sentuhan yang baik pula untuk costumer atau pasiennya. Dengan pemahaman bahwa para pasien yang akan diopersi memiliki beban mental yang lebih, biasanya mereka para staf di unit Kamar Operasi akan melayani dan menemani anda dengan baik pula selama proses berlangsungnya perawatan di lingkungan kamar operasi dengan harapan dapat menurunkan tingkat kecemasan anda. Anda tidak diperlakukan sebagai obyek semata, tapi anda termasuk orang penting di situ..!
Beban kekhawatiran ini sekarang juga sudah dapat dikurangi dengan prosedur atau teknik operasi yang lebih baik, sehingga pasien tidak perlu berlama lama di kamar perawatan dan tentu juga meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi pasca pembedahan. Dan bahkan sudah banyak rumah sakit yang menerapkan apa yang disebut ‘one day care surgery’ untuk kasus-kasus tertentu yang mebuat pasien sudah bisa pulang selesai dioperasi, tidak perlu lagi mondok di rumah sakit! Dari kemajuan peralatan, semakin banyak para pasien memilih cara minimal invasive surgery, yang tidak perlu lagi membuat torehan panjang di permukaan tubuh sehingga estetika anda tetap terjaga dan mengurangi hari rawat di rumah sakit.
LIngkungan yang nyaman, dengan tidak lagi diganggu oleh bau khas rumah sakit, bau obat -seperti keadaan sebagain besar rumah sakit daerah beberapa tahun sebelum ini- ditunjang pula oleh penataan ruangan yang elegan dengan memperhatikan konsep disaign interior membuat lingkungan di seputar kamar operasi tidak lagi menakutkan.
Sehingga kenapa mesti cemas…?

