Thursday, March 11, 2010

Tidak perlu cemas lagi menghadapi pembedahan

Banyak orang yang merasa cemas, begitu mendengar kata ‘operasi’. Berbagai pemikiran berkecamuk dalam benaknya. Tidak saja bagi si pasien yang secara langsung nantinya akan di’kerjain’ tubuhnya, juga oleh keluarga atau para orang tua yang anaknya divonis memerlukan pembedahan sebagai jalan menyelesaikan masalah kesehatan yang diderita. Jika saja permasalahan biaya dan waktu tidak menjadi beban utama untuk berlangsungnya operasi ini, ha-hal yang berkenaan dengan faktor psikologis seharusnya pada masa yang sudah begitu maju ini tidak lagi menjadi hambatan.

Dari saat sang dokter mendiagnosa penyakit yang anda derita dan diputuskan bahwa pembedahan menjadi jalan guna penyembuhan atau penyelamatan nyawa, tentu sudah banyak cerita yang perlu dan harus disampaikan oleh dokter pemegang pisau ini. Dari kenapa kelainan ini harus dioperasi, bagaimana prosedur tindakannya, berapa lama dirawat, apa saja komplikasi yang mungkin terjadi dll. Kesemuanya itu tentu sudah bisa mengurangi beban pimikiran, ditambah lagi jawaban dan penjelasan dari si dokter terhadap info info lain yang anda rasa belum jelas dan masih mengganjal.

Begitu pula di saat berada di rumah sakit menjelang akan dioperasi, pemikiran yang masih mengganggu akan dapat pula dihilangkan dengan pemberian obat-obat ansthesi. Dengan begitu cepatnya perkembangan ke-farmasi-an sehingga dengan formula yang diberikan oleh dokter bius, saat ini pembedahan terasa begitu nyamannya. Jauh lebih baik cara kerja obat-obatan ini dibanding produk sebelumnya dengan menghilangkan rasa cemas tanpa juga banyak diganggu oleh efek-efek yang tidak mengenakkan pasca operasi, seperti rasa nyeri, pusing, mual, mengigau dll. Sehingga anda dibuat tidur dengan nyenyak dan begitu bangun, anda dapati diri anda telah selesai menjalani peoses operasi tanpa ada keluhan2 seperti di atas…

RS yang baik dengan management yang profesional pasti menerapkan teknik2 sentuhan yang baik pula untuk costumer atau pasiennya. Dengan pemahaman bahwa para pasien yang akan diopersi memiliki beban mental yang lebih, biasanya mereka para staf di unit Kamar Operasi akan melayani dan menemani anda dengan baik pula selama proses berlangsungnya perawatan di lingkungan kamar operasi dengan harapan dapat menurunkan tingkat kecemasan anda. Anda tidak diperlakukan sebagai obyek semata, tapi anda termasuk orang penting di situ..!

Beban kekhawatiran ini sekarang juga sudah dapat dikurangi dengan prosedur atau teknik operasi yang lebih baik, sehingga pasien tidak perlu berlama lama di kamar perawatan dan tentu juga meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi pasca pembedahan. Dan bahkan sudah banyak rumah sakit yang menerapkan apa yang disebut ‘one day care surgery’ untuk kasus-kasus tertentu yang mebuat pasien sudah bisa pulang selesai dioperasi, tidak perlu lagi mondok di rumah sakit! Dari kemajuan peralatan, semakin banyak para pasien memilih cara minimal invasive surgery, yang tidak perlu lagi membuat torehan panjang di permukaan tubuh sehingga estetika anda tetap terjaga dan mengurangi hari rawat di rumah sakit.

LIngkungan yang nyaman, dengan tidak lagi diganggu oleh bau khas rumah sakit, bau obat -seperti keadaan sebagain besar rumah sakit daerah beberapa tahun sebelum ini- ditunjang pula oleh penataan ruangan yang elegan dengan memperhatikan konsep disaign interior membuat lingkungan di seputar kamar operasi tidak lagi menakutkan.

Sehingga kenapa mesti cemas…?


7 Comments

  1. Comments  wennysetionoNo Gravatar   |  Thursday, 11 June 2009 at 12:34 pm

    kecemasan bukanlah ketakutan, namun ketakutan adalah sebuah manifestasi dari kecemasan.
    bedanya jika seorang takut, takut pada hal hal yang objektif.
    dan bila cemas, seseorang merasa terancam dengan hal hal yang bersifat subjektif.
    thank’s.
    the move adventure 1

  2. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Saturday, 13 June 2009 at 7:13 am

    @wennysetiono :
    Kecemasan yang berlebihan akan membawa ke ketakutan…

    Tulisan terakhir eka kusmawan : Solusi Sengketa Medis

  3. Comments  Oey Tjui KiongNo Gravatar   |  Saturday, 10 October 2009 at 10:37 pm

    Nice Blog Dok!
    Info aja dr sudut pandang sy sbg org awam, denger kata OPERASI aja udh bener2 bikin jantung kyk mau copot,belum lg kebykan Dokter Spesialis yg menangani,rata2 minim info, alias pihak pasien dan kel. Pasien harus “cerewet” banget, utk dpt pnjlsn panjang lebar ttg operasinya itu. (Utk yg ini sy yakin Dokter Eka tdk spt mereka). Mgkn ada baiknya bila Dokter2 Spesialis ini mau ber-Empati thd Pasiennya, dan mau memberikan informasi2 yg mmg perlu disampaikan kpd pasiennya,shg tdk akan trjd lg urusan saling menyalahkan di kemudian hari.
    Anyway I really love this blog, and please kindly spread your spirit to all of your mates.If all doctors act like you, I believe abroad Hospitals would run out of patients from Indonesia,hehehe

  4. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 11 October 2009 at 12:05 am

    @Oey Tjui Kiong :
    Thank’s unt atensinya..

  5. Comments  ArieNo Gravatar   |  Friday, 25 December 2009 at 9:23 pm

    if only i knew this blog and read this article before my last 2 surgeries, i might have not béen too worry on facing them…
    tapi Dok, selain pengetahuan secara “teoritis” mengenai proses surgery itu sendiri, pengalaman langsung n keyakinan akan kapabilitas sang eksekutor (baca:dokter bedah…;p) juga mengambil peran yang sangat penting dalam kesiapan mental pre surgery.
    Terbukti saat operasi kedua saya ngrasa jauh lebih tenang meski kategori operasi yg dijalani cenderung lebih berat kan…?

  6. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Saturday, 26 December 2009 at 12:27 pm

    @Arie :
    Ya, betul… Setuju!

  7. Comments  Arie   |  Saturday, 26 December 2009 at 5:08 pm

    Comment yang Singkat n’ Ngirit….~_^

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar