Friday, September 03, 2010

Aksi Sosial bersama Sejawat dari Australia

Aku harus meninggalkan rumah sakit di hari kerja, pergi ke Sanur ke rumah John Fawceet dimana office YKI berlokasi, guna mengikuti acara evaluasi pre-op terhadap pasien yang besoknya akan menjalani operasi. Ya, sebelumnya dalam beberapa minggu kemarin telah ditandatangani MOU antara RS Surya Husadha dengan YKI (Yayasan Kemanusia Indonesia) untuk bekerjasama demi kepentingan social menyelenggarakan operasi kasus bedah untuk anak-anak kurang mampu. Kali ini YKI mendatangkan dr. Tony Moore dari  Adelaide Astralia untuk ikut membantu aksi sosial ini. Aku pun berkenalan dengan beliau, yang dari penampilan serta usianya tampak jauh lebih senior dariku. Ia begitu ramah dan sebagai seorang Ahli Bedah Plastik ia tidak bosannya menjelaskan kepadaku terhadap beberapa kasus sambil memeriksa pasien yang akan kami operasi besok. Rupanya dari beberapa pasien itu ada yang ia sudah pernah kerjakan, karena memang ia sudah pernah beberapa kali ke Bali mengikuti kegiatan ini di rumah sakit lain.

Tidak kurang dari 25 pasien kita evaluasi. Mempertimbangkan waktu yang ada dan kemampuan serta fasilitas yang nantinya tersedia di tempatku bekerja kami sepakati dalam 2 hari penyelenggaraan besok serta lusa akan digarap cuma 8 pasien. Empat pasien dikerjakan hari Jum’at … Juli dan empat lagi besoknya. Kebanyakan dari mereka menderita celah langit-langit atau palatoschisis. Aku sendiri tidak banyak pengalaman untuk mengambil kasus ini. Pengalaman yang minim itu pun kurasakan saat residen dulu. Untuk mengambil labioschisis (celah bibir) lebih mending, aku pernah mengerjakan lebih dari 10 pasien saat dilangsungkan operasi masal di Waikabukak Sumba bersama tim dari Singapura menjelang aku menyelesaikan pendidikan di PPDS dulu. Kali ini aku ingin belajar lagi! Karena maklumlah untuk mengerjakan kasus seperti ini di kota besar jelas digarap oleh rekan Bedah Palastik, ditambah lagi kasusnya jarang menimpa orang2 di kota dengan sosek yang relatiF lebih baik. Sehingga dalam pelaksanaan aksi social selama 2 hari ini aku lebih banyak mengambil posisi sebagai asisten dan untung sekali dr. Tony mengerti tentang itu dan memang enak gayanya dalam membimbingku.

Seperti pelaksanaan sebelumnya schedule untuk acara besok sudah final dibentuk di hari saat pre-op dijalankan. Empat pasien di hari pertama sengaja dipilih yang kemungkinan memiliki kesulitan dalam pengerjaannya. Satu di antaranya perempuan 10 tahun yang menderita kelainan congenital yang sebelumnyabelum aku pernah jumpai, semacam regresi dalam pembentukan tulang2 extremitasnya. Dan pasien lainnya dengan palate cleft (celah langit2) yang cukup lebar. Di hari kedua yang kasusnya relatif simple baru aku berani sedikit mulai beraksi, tentu juga didampingi dr. Tony. Singkatnya semua pekerjaan dapat kami selesaikan lebih awal dari prediksi. Di hari terakhirnya sebelum ia berangkat kembali ke Australia via Singapura, dr. Tony memvisite pasiennya di ruangan agar dia yakin dan betul tenang mengerjakan hasil pembedahannya kalau sewaktu-waktu membawa komplikasi. Tapi aku beri jaminan kepadanya bahwa tidak akan terjadi suatu yang serius dan toh aku rasanya masih bisa menangani berbagai kemungkinan yang akan terjadi…..

Sampai jumpa lagi di aksi sosial berikutnya…!

Leave a Reply




CommentLuv Enabled

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar