Apabila biaya menjadi kendala tindakan bedah
Last Updated on Monday, 8 September o 09:40 Written by eka-kusmawan Saturday, 9 August o 05:24
Sudah dengan berbagai upaya ribet serta pisimis untuk mendapatkan Surat Keterangan Tidak mampu, seorang Ibu sedang kebingungan mencari hutang ke para kerabat dan tetangga guna mendapat sejumlah dana lantaran si anak kesayangan telah diputuskan oleh dokter harus menjalani tindakan operasi terhadap kelainan hernia yang dialami. Ongkos untuk menjalani operasi dirasakan begitu besar dan bagi ibu yang sehari harinya berjualan bumbu serta sayuran di pasar tradisional ini jelas tidak siap menghadapi permasalahan seperti ini. Inilah fenomena kebanyakan yang bisa kita jumpai di tengah2 masyarakat kita yang belum sepenuhnya menyadari dan belum mampu mengakses apa yang namanya asuransi kesehatan. Sungguh berbeda jika dibandingkan dengan masyarakat yang hidup di negara yang sudah maju tingkat sosial ekonominya. Tapi apakah memang biaya pembedahan di negara ini begitu mahal? Jawabnya cukup relatif tergantung dari sisi mana dilihat. Sementara sampai saat ini biaya tinggi itu pun tidak sama antar satu rumah sakit dengan rumah sakit lainnya, apalagi dibandingkan antar satu kota atau daerah dengan daerah lainnya. Memang regulasi pemerintah serta pihak2 terkait sangat dibutuhkan sekalipun sudah ada upaya dari praktisi kesehatan untuk menstardarisasinya. Tarif yang ada sekarang lebih banyak ditentukan oleh dokter bedah sebagai tenaga ahlinya melalui organisasi profesi yang menaungi serta ditambah biaya2 rumah sakit sebagai penyedia jasa pelayanan.
Kembali pada cerita di atas, kalo saja si ibu mempercayakan anaknya untuk dioperasi di rumah sakit pemerintah mungkin dapat mengurangi pembiayaan karena telah memperoleh subsidi. Tapi dengan alasan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik, sekalipun biaya lebih tinggi ibu itu memilih rumah sakit swasta sebagai tempat perawatan anaknya. Tapi apakah memang betul demikian? Memang sesuai dengan dalilnya, jika memberi jasa yang lebih tentu membutuhkan imbalan yang lebih pula. Begitu pun terhadap kwalitas pelayanan di rumah sakit. Isue yang dipercaya menyatakan kwalitas pelayanan di rumah sakit swasta lebih baik dari RS negeri, padahal tidak sepenuhnya seperti itu! Sudah tidak jarang sekarang ini justru layanan kesehatan pemerintah yang lebih berkwalitas. Maka, berhubungan dengan biaya, cobalah mengambil perbandingan beberapa rumah sakit untuk mendapatkan biaya yang pas sesuai kemampuan dan keinginan. Sebab antar rumah sakit swasta pun untuk pengerjaan 1 kasus bedah yang sama bisa didapatkan tarif yang berbeda. Tidak beda dengan barang dagangan juga kan..?! Semua di atas akan lain lagi ceritanya kalau anda datang langsung ke dokter yang anda percaya dan dokter ini yang lalu merujuk anda ke satu rumah sakit yang ia percayakan juga sebagai tempat untuk menangani dan merawat anda.
Di beberapa rumah sakit swasta ada menyediakan tarif paket yang diperuntukkan bagi penderita kurang mampu sebagai salah satu perwujudan fungsi / tanggungjawab sosial kepada masyarakat. Jika memang ada di rumah sakit pilihan anda, tentu ini menjadi salah satu alternatif juga untuk mengurangi biaya perawatan. Kalau tidak ada, pilihlah kelas perawatan yang paling murah, toh tidak mengurangi kwalitas serta tata cara tindakan operasi-nya. Hal pembiayaan ini dapat ditanyakan dan dicermati terlebih dulu di bagian informasi atau administrasi rumah sakit bersangkutan. Pembiayaan akan berbeda sesuai dengan katagori / jenis operasi dan fasilitas kamar perawatan. Mintalah informasi prediksi pembiayaan total jika anda sedang menyiapkan diri untuk dioperasi.
Atau kalau pun hal di atas juga masih berat bagi keuangan anda, tidak perlu anda berkecil hati untuk menyampaikan terus terang ke dokter anda, siapa tahu sang dokter bisa membantu mengurangi penderitaan anda! Mungkin dipertimbangkan dari pemilihan obat, pemilihan material bedah di kamar operasi, mengurangi hari perawatan atau bahkan memotong atau menggratiskan honornya untuk disumbangkan kepada anda. Bukankah dokter itu juga manusia biasa seperti anda atau orang lainnya yang punya hati nurani untuk menolong sesama..?
Menegaskan kembali seperti pembicaraan awal, biaya tidak akan menjadi kendala kalau anda sudah dipayungi oleh asuransi. Apa pun bentuk dan cara penerapannya. Sekali lagi, asuransi kesehatan itu penting!
5 Comments
Leave a Reply
Recent Comments
- amanda
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - santi
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - rosaria
on Sekilas [lagi] tentang Tahap Penanganan Kanker - eka-kusmawan
on Consultation - eka-kusmawan
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien - eka-kusmawan
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - erlina
on Consultation - Arie
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien


mohon maaf dok
Saya mau tanya untuk operasi pengangkatan payudara
(mastectomy/breast removaL)
Apakah bisa didapatkan untuk orang yg tidak mempunyai probLem dgn payudaranya
(untuk transseksual FTM)
KaLau bisa prosedur apa yg hrus disiapkan dan berapa biayanya?mohon pencerahannya trima kasih
maaf dok,
Saya mau tanya
Apakah saya bisa menjalani operasi pengangkatan rahim waLaupun kondisi rahim saya normal dan sehat?
Untuk transseksual
Prosedur apa yang harus saya lengkapi?dan berapa biayanya?
@rich bastian :
Selama ini saya belum pernah dengar operasi pengangkatan payudara dengan alasan seperti itu. Kalau untuk mengangkat pertumbuhan berlebihan lemak dan kelenjar payudara dgn masih menyisakan putingnya pada seorang laki2, itu sudah relatif biasa saya kerjakan.
Untuk mengangkat payudara dan rahim begitu saja mungkin suatu tindakan yang relatif gampang dikerjakan oleh seorang dokter bedah atau dokter kandungan. Tapi yang menjadi masalah saya pikir adalah indikasi atau alasan pembedahan itu, karena pastilah dokter2 ini terikat dgn kode etik profesinya. Jika memang itu atas permintaan untuk tujuan alih-gender, saya kira juga tidak mudah. Banyak prosedur yang mesti ditempuh; baik dari pendekatan psikologis & sosial pasien, kondisi hormonal, prosedur operasi lain yg harus dijalankan, memperhatikan dampak klinis maupun psikisnya..dan lain2, dll. Belum lagi masalah biaya, yang sudah pasti hingga puluhan juta rupiah…
Saran & pertanyaan saya; apakah anda memang sudah siap menjalani itu dengan segala macam resikonya? Berkonsultasilah ke psikolog, ahli andrologi dan dokter bedah kosmetik yang sudah biasa menangani operasi transeksual ini…
Tulisan terakhir eka kusmawan : Persepsi Salah tentang Biaya Operasi
dokter yg terhormat,
Saya benar2 sangat menyangupi hal apapun yg akan saya haruz alami asaLkan saya tidak mjadi “cacat” dengan tubuh yg tidak spantas dngan jiwa saya
Umur saya 25tahun dan sudah 20tahun saya terpasung dalam tubuh yg benar2 salah
Tolong dok bantu saya mencari pencerahan dgn memberi petunjuk agar mempermudah jalan saya
Saya ini benar2 tidak sanggup lagi dgn 20 tahun hidup bagai terbuang begitu saja
Saya tau semua dokter mempunyai kode etik
Tapi pasti beLiau2 mempunyai hati nurani kan?dan bahkan tau dan sadar
Bahwa orang2 seperti saya
Butuh “bantuan”
Bukan mala dikucilkan atau mala lepas tangan
Saya juga tidak mau dilahirkan seperti ini
20 tahun bukan waktu yg sebentar..
Mohon dokter yg terhormat
Memberi saya petunjuk
Kemana saya haruz melangkah
(kiranya dokter bisa memberitahu Lewat email)
Saya akan sangat bersyukur
Apapun petunjuk dokter
Saya mengucapkan banyak terima kasih
@rich bastian :
Mohon dijelaskan lagi apa yang anda maksud dengan tubuh yang salah..
Jika ini hal yang sangat privasi, dapat juga hubungi saya lewat e-mail. Sedapat mungkin pasti akan saya bantu.
Salam..
Tulisan terakhir eka kusmawan : Persepsi Salah tentang Biaya Operasi