Banyak orang takut kalau melihat darah. Belum lagi kalau darah itu berasal dari badannya sendiri. Apalagi terjadi secara mendadak terasa tanpa penyebab sebelumnya, darahnya darah segar, mengucurnya deras… banyaaak lagi! Jika itu anda alami untuk pertama kalinya ketika anda buang hajat di toilet, wah..wah… yakin deh, anda pasti kaget!
Tapi jangan panik dulu! Anda sebaiknya tahu apa yang terjadi pada diri anda. Dari mana darah itu berasal, sudah seberapa parahkah, apa yang perlu anda lakukan dan apa yang kira-kira dokter bisa lakukan untuk menolong anda serta yang paling penting bisakah itu dihilangkan atau disembuhkan. Berak darah bisa berasal dari hal yang sepele, cuma luka kecil di anus sampai hal yang berat seperti kanker yang membuat kesempatan anda untuk hidup sudah bisa diprediksi…
Dari warna darah dan kenceng kucurannya bisa ditentukan dari bagian mana darah itu berasal. Jika darah yang keluar merah segar, tidak bercampur dengan tinja apalagi kucurannya kencang dapat dipastikan asalnya tidak jauh dari permukaan anus yang penyebabnya karena pembuluh darah yang pecah dan kebanyakan itu bersumber dari hemoroid atau wasir. Secara logika dapat kita perkirakan kalau darah itu menetes dan menyusul setelah keluarnya satu faeces yang keras. Lain halnya perdarahan yang bermula dari usus besar di bagian pangkal, akan hanya tampak faeces yang kehitaman. Atau darah kehitaman dengan bau yang sangat amis bisa diduga akibat perdarahan yang terjadi di lambung atau usus halus.
Lalu, bagaimana tahu hal itu secara pasti. Di dunia kedokteran ada beberapa tool atau alat bantu untuk mendeteksi sumber perdarahan tersebut, letak, bentuk bahkan sekalian mengetahui kandungan sel-selnya melalui jalan biopsi. Pemeriksaan penunjang itu adalah endoscopy berupa sigmoidoscopy, colonoscopy atau ada juga yang kurang invasive seperti ct scan cyclical multislice.
Apa saja penyakit yang memungkinkan gejala berak darah ini? Tentu di samping keluhan pasien, seorang dokter mengarahkan perkiraan ini berdasarkan juga data yang lain, seperti pola buang air besar sebelumnya, ada tidaknya rasa nyeri, usia, turunan dan keadaan fisik lainnya. Jika belum yakin kelainannya apa, barulah dibutuhkan pemeriksaan penunjang seperti di atas. Tidak kurang dari 80% kasus berak darah yang berasal dari anus pada orang dewasa berasal dari hemoroid. Kemungkinan lain adalah infeksi, divertichel, polips, ulcus dan lain-lain. Jika kejadiannya pada orang tua harus dipertimbangkan kemungkinan suatu keganasan atau kanker usus.
Untuk lebih jelasnya, temui dokter bedah yang terdekat…


selamat siang dok,,
saya pria berumur 22 tahun,,pagi ini ketika saya BAB tiba2 saja bercampur darah merah segar dan tidak menetes (hanya sedikit darahnya),,tetapi BAB nya lancar (pup tidak keras).. ini adalah kejadian yg pertama kali,,jd cukup shock!
malamnya saya sempat makan mie ayam dengan banyak sekali saus,,apakah ada pengaruhnya? krn sebelumnya saya sama sekali belum pernah mengalami ini dok..
mohon petunjuknya..
thx.
@mia :
Jangan disepelekan gejala ini. Saran saya, periksakan dan konsultasikan segera ke dokter. Sejauh pengetahuan saya, tidak ada penyakit yang berhubungan langsung antara batuk darah dan berak darah. Kecuali mungkin suatu tumor yang letaknya di bawah yang menyebar hingga ke paru, walaupun sangat2 kecil dugaan saya ke arah itu. ‘Sudah sering begitu’, saya perkirakan ini satu penyakit kronis yang mengenai paru. Apakah juga suami mbak Mia seorang perokok?
Akan dibutuhkan setidaknya pemeriksaan rongent (x-ray) paru sebagai alat bantu diagnostiknya. Sementara ini saya kok cenderung menilai lebih urgent pemeriksaan batuk darah ketimbang berak darahnya. Atau apa ada hubungan…? Makanya, dapatkan pemeriksaan langsung dari dokter !!
Hubungan batuk dan berak darah dengan infertilitas juga tidak ada. Perlu pemeriksaan analisa sperma atau setidaknya konsultasi ke ahli andrologi.
Semoga bisa dituntaskan kelainan yang dialami suami mbak Mia..
Selamat siang dok…
Langsung saja yachhh, suami saya berumur 26 th, trus setiap kali kelewat masuk angin, BAB nya mengeluarkan darah dan sudah beberapa hari ini batuk-batuk dan waktu meludah mengeluarkan darah. Sedangkan saya tanya sama suami saya katanya kalau masuk angin kelewat, dia sering begitu.
Apakah hal ini berbahaya, trus kira-kira suami saya sakit apa ya dok??Apakah penyakit itu menular dan apa kah mengakibatkan susah untuk punya keturunan?soalnya saya nikah sudah 1 th, tapi belum dikarunia anak.
Terima kasih sebelumnya dan mohon balasannya di kirim ke email saya juga..
@bayu :
Jangan cemas. Banyaklah makan buah hari ini, imbangi juga dengan minum air putih yang cukup. Masalah itu sudah jelas penyebabnya, kotoran yang keras dan kemungkinan juga karena jenis makanannya, seperti yang pedas2. Kalau dengan upaya perbaikan itu, perdarahan masih tetap berlangsung dan semakin banyak, sebaiknya sudah perlu memeriksakan diri ke dokter…
Masalah mag yang belum parah, asal tidak terlambat makan, itu juga belum merupakan penyakit yang perlu dikhawatirkan.
Salam !
Tulisan terakhir eka kusmawan : Kenapa Mesti Operasi di Luar Negeri
Pagi Dok, saya Pria berusia 20 th
Pagi ini (20/01) saya cukup dikagetkan saat saya BAB tiba2 keluar darah dari anus saya, karena hal ini baru pertama kali terjadi. Darah yang keluar berwarna cukup gelap namun tidak banyak, berbentuk sedikit menggumpal dan tidak berbau amis. Hal itu terjadi setelah saya mengeluarkan feses dan feses tersebut cukup keras. Biasanya saya BAB dengan teratur tiap pagi hari, namun kemarin seharian saya tidak BAB. Pagi ini saya sarapan dengan makan makanan pedas. Dan sekarang perut saya merasa penuh dan saya memiliki maag namun tidak dalam tahapan yang parah.
Apakah hal ini berbahaya bagi pencernaan dan tubuh saya? Pertolongan pertama apa yang harus dilakukan?
Terima kasih sebelumnya..
@hris :
Memang untuk memastikan sekali dari mana sumber perdarahan, harus dapat dilihat langsung dengan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan fisik tidaklah mudah mendeteksi lokasi itu secara pasti. Yang lebih real kelihatan adalah dengan pemeriksaan colonoscopy (memasukkan kamera fiberoptic kecil ke dalam liang anus dan terus menyusuri saluran usus besar).
Dari data dan pengalaman saya selama ini, setelah memastikan tidak ada sesuatu yang lebih serius di dekat anus -misal; tumor- melalui pemeriksaan colok dubur, untuk kasus seperti ini saya cenderung memberikan therapy obat yang berfungsi melembekkan dinding pembuluh darah vena dengan dugaan kuat perdarahan itu berasal dari pelebaran pembuluh vena dekat anus di bagian dalam.
Jangan dulu keburu panik. Termasuk sering juga itu dialami oleh banyak penderita. Teruskan mengkonsumsi makanan berserat tinggi. Datang ke dokter Bedah jika keluhan itu berlanjut hingga 3-4 hari atau lebih dari 1/2 gelas darah yang keluar seharinya. Daan bisa juga dicoba dengan berendam atau kompres dubur dengan air dingin 15-30 menit.
Semoga bisa membantu…