NOTES, pembedahan melalui lobang-lobang alami tubuh
Last Updated on Thursday, 27 August o 08:23 Written by eka-kusmawan Saturday, 23 August o 12:06
NOTES (Natural Orifice Transluminal Endoscopic Surgery) adalah pembedahan yang dikerjakan melalui lobang-lobang alami tubuh, seperti mulut, lobang kemaluan, lobang dubur, telinga dll. Jadi operasi jenis ini tidak membutuhkan torehan di permukaan tubuh melainkan insisinya dilakukan di lapisan tubuh bagian dalam sehingga tidak akan terbentuk scar/bekas luka di bagian kulit kita. Teknik ini merupakan terobosan baru yang tentu lebih advance dari minimal invasive surgery yang sudah banyak digunakan saat ini. NOTES masih dalam pengembangan dan yang pertama kali mempublikasikan istilah ini dan baru terbatas saat itu penerapannya hanya pada binatang adalah Tim Peneliti dari John Hopkins Univesity. Belakangan teknik ini pernah digunakan di India untuk operasi apendik pada manusia, melalui lambung atau apa yang disebut dengan transgastic appendectomy. Pada 25 Juni 2007 Swanstom dan kawan2nya melaporkan pengerjaan transgastric cholecystectomy yang pertama kali pada manusia. Setelah itu sekelompok dokter Bedah dari Portugal mencoba melakukan NOTES dengan mengkombinasi dari 2 akses untuk mempermudah dan memaksimalkan hasil pembedahannya. Dilaporkan mereka telah berhasil mengerjakan cholecystectomy secara transgastric dan trasvesical approach (operasi pengangkatan kandung empedu melalui mulut dan saluran kencing yang kemudian alatnya ditembuskan melewati lambung dan kandung kencing). NOTES dengan akses transvaginal dikatakan lebih aman dan lebih mudah diaplikasikan. Group peneliti NOTES dari Rio de Janeiro, Brazil dipimpin Dr. Ricardo Zorron pada awal bulan Maret 2007 telah melakukan serial pembedahan cholecystectomy transvaginal pada 4 orang pasien. Tentu pengerjaan ini hanya dapat dilakukan pada pasien wanita saja. Selain di bidang Bedah Digestif sampai saat ini NOTES sudah diterapkan di sub Bedah Urologi, Bedah Saraf dan lain-lain.
NOTES telah menjadi paradigma baru dalam dunia pembedahan. Jauh lebih mengungguli teknik laparoscopy yang menjadi trend pada era tahun 1980 dan 1990. Keunggulannya selain hanya membutuhkan anasthesi rendah, juga recovery pasien bisa dipercepat, mengurangi waktu tinggal di rumah sakit serta bisa terhindar dari komplikasi luka transabdominal seperti infeksi dan hernia. Selain itu NOTES akan mengurangi efek immunosupresif, mengembalikan dengan cepat fungsi paru dan diafragma pasca operasi. Dan yang paling mudah dinilai pasien, bahwa dengan NOTES tidak akan menimbulkan bekas luka pada permukaan tubuh…
Bagaimana perkembangannya di Indonesia? Laparoscopy saja masih tergolong teknik baru, walaupun sudah luas penggunaannya di kota-kota besar, apalagi NOTES!
Kita tunggu saja laporan dari center2 pendidikan Bedah Digestif, siapa tahu sudah ada senior kita yang berniat menerapkan teknik ini di Indonesia…
5 Comments
Leave a Reply
Recent Comments
- eka-kusmawan
on Mengenal Nyeri Pinggang akibat HNP - Arie
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien - ihwan
on Mengenal Nyeri Pinggang akibat HNP - eka-kusmawan
on Profile - eka-kusmawan
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - eka-kusmawan
on Pentingnya Bergerak Pasca Operasi - eka-kusmawan
on Waspada terhadap nyeri perut mendadak - anita
on Pentingnya Bergerak Pasca Operasi


Di Surya Husada bagaimana dok? Apakah sudah pernah diterapkan?
Ayo jadi Pioneer di Bali dok.
@Putu Adi
Jauuhh… Di! Sangat jauuhh untuk sampai ke situ. Belum soal alat, kemampuan dokter Bedah kita di sini, kesediaan pasien, faktor cost dll. Yang ‘minimal invasive’ saja kita belum familier! Kanggoang ningeh dan sekedar tahu aja dulu…
kira lira di bali gimana dok dengan perkembangan dunia wisata di bali gimana perkembangan tehnik tersebut dok
Pembedahan dengan teknik ini masih sangat baru dan masih dalam tahap pengenalan dan tentu terus disempurnakan. Sesuatu yang baru apalagi sangat canggih pastilah mahal!
bli eko, live demo yg di pluit itu (www dot gadingpluit-hospital dot com/symposium_on_minimal_invasive_surgery.htm) pake object coba apa ya..apa cuman video aja
@dani :
Pelatihan untuk ‘minimal invasive surgery’ saat ini sudah masuk dalam kurikulum PPDS Bedah Umum. Jadi diharapkan semua dokter Bedah di Indonesia bisa menggunakan alat ini atau paling tidak pernah merasakannya. Untuk tahap dasar cuma menggunakan obyek non biologis. Ditekankan ketrampilan memegang, mengarahkan, menyisihkan, mengkoordinasikan pegangan untuk kamera dan yang lainnya.
Pada tingkat yang lebih lanjut, melalui pelatihan langsung, biasanya digunakan binatang babi sebagai obyeknya. Karena babi mempunyai kemiripan struktur abdomennya dengan manusia.
Kalo yang live demo setahu saya menggunakan pasien secara langsung, yang sudah tentu disiapkan sebelumnya terlebih dulu…
Tulisan terakhir eka kusmawan : Kenapa Mesti Operasi di Luar Negeri