Friday, March 12, 2010

Semuakah kasus Bedah memerlukan operasi..?

Jelas jawaban pertanyaan di atas ‘tidak’. Tidak ada alasan untuk takut masuk ke tempat praktek dokter bedah dengan pemikiran bahwa semua sakit yang anda alami harus diselesaikan dengan pembedahan. Ada beberapa jenis kelainan yang tidak perlu ditangani dengan tindakan operasi, ada yang dilakukan operasi hanya jika pengobatan biasa menimbulkan kegagalan, ada yang operasinya bisa direncanakan / ditunda dan bahkan ada yang memang bukan sama sekali penyakit yang memerlukan pembedahan.

Beberapa hari yang lalu saya kedatangan pasien laki dewasa muda yang mengira dirinya terkena hernia dengan rasa nyeri di daerah pelir. Ia juga sudah datang ke dokter keluarga yang lalu merujuknya ke dokter bedah dengan persangkaan suatu puntiran / torsio pada testis-nya. Setelah saya lakukan pemeriksaan secara seksama saya simpulkan penyakit yang dideritanya hanyalah suatu infeksi di daerah buah pelir dan sama sekali bukan kasus yang berhubungan dengan pisau bedah. Dengan hampir setengah tidak percaya ia saya sarankan untuk beristirahat di rumah, padahal batinnya sudah siap untuk menjalani operasi.

Begitu pula keluhan seorang ibu yang menderita benjolan sebesar buah anggur di bagian perutnya yang sudah didapatkan sejak lama, tanpa rasa nyeri juga tanpa dirasakan makin membesar. Ia lalu bertanya ‘apakah benjolan ini perlu dioperasi dok..?’ Saya jawab belum perlu bahkan tidak perlu karena saya yakin itu suatu benjolan lemak yang tidak berbahaya. Jika dalam perkembangannya si ibu itu merasakan ada perobahan (misalnya; bertambah besar atau bertambah banyak) terhadap tumor jinak di bawah kulit ini mungkin baru membutuhkan operasi ringan untuk biopsy. Ini contoh kasus yang tidak memerlukan operasi selama tidak dicuragai bertendensi ke arah perburukan. Kecuali dengan alasan estetika. Tapi siapa sih yang akan melihat bagian perut si ibu itu selain suaminya..?

Mendengar cerita itu, lalu pertanyaan anda apakah tidak sebaiknya dilakukan sesuatu terlebih dahulu selagi masih ringan sebelum suatu penyakit menjadi lebih berat dan lebih susah penanganannya. Benar, terdapat beberapa penyakit yang di saat masih ringan dapat sembuh dengan therapy non bedah namun jika berkembang lebih parah barulah membutuhkan penanganan bedah. Seperti jika anda menderita wasir / ambeyen atau hemoroid. Jika masih didapatkan pada kondisi grade I atau grade II anda masih boleh berharap bisa sembuh dengan pengobatan konservatif (tanpa bedah). Tapi kalau sudah grade III bahkan grade IV, sudah ada indikasi tindakan bedah untuk menjawabnya. Contoh lain, misalnya jika anda atau anak anda terdiagnose tonsillitis atau pembesaran amandel.

Mungkin anda pernah mendengar seorang pasien meninggal pasca dilakukan operasi. Kenapa? Salah satu penyebabnya adalah kondisi pra-bedah pasien tersebut. Semua Dokter Bedah pasti pernah menghadapi dilema ‘maju kena mundur kena’. Satu situasi, fifty fifty yang kalau dilakukan operasi beresiko mati. Ini sangat memerlukan keputusan bulat dari keluarga pasien. Atau bisa saja perbandingannya bukan fifty fifty lagi bahkan kecil kemungkinan membaik setelah dikerjakan operasi. Misalnya pasien tua dengan banyak penyakit lain, kondisi pasien sangat kritis atau pasien stroke atau yang mengalami perdarahan otak luas, yang dalam keadaan koma. Bagaimana terhadap kondisi ini? Kalau itu menimpa pada salah satu keluarga anda..? Sebaiknya tidak dioperasi, kan?!

Untuk kasus bedah yang membutuhkan pembedahan pun, waktu penentuan kapan harus dikerjakan, berbeda antara kelainan atau penyakit yang satu dengan yang lainnya. Dilihat dari waktu, pembedahan digolongkan sangat emergency, emergency / cito, urgent dan pembedahan berencana (elektif).


4 Comments

  1. Comments  baharazwarNo Gravatar   |  Friday, 09 January 2009 at 9:39 pm

    Saya ingat pesan dr Surarso, Mas. Dengan gaya Medan (memang Jawa Medan) ia berkata, “Lu kalo nggak operasi baru jago.” Intinya memutuskan untuk tidak operasi lebih sulit dari memutuskan untuk operasi.

    Tulisan terakhir baharazwar : Muntah saat kemoterapi

  2. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Saturday, 10 January 2009 at 12:18 pm

    @baharazwar :
    Ini kalimat-kalimat wise guru2 saya… Akan saya ingat, termasuk tulisan dokter ini!
    Terimakasih dok..

    Tulisan terakhir eka kusmawan : Nyeri berkepanjangan pada Pergelangan Tangan

  3. Comments  VivieNo Gravatar   |  Thursday, 24 December 2009 at 3:36 pm

    Halo Dokter. Saya sedikit lega membaca artikel anda bahwa tidak semua penyakit harus dibedah. Saya ada sedikit keluhan. Di paha dalam sebelah kiri saya ada seperti daging tumbuh. Awalnya saya kira kutil, jadi saya tidak terlalu peduli karena saya pikir nantinya akan hilang dengan sendirinya. Sekarang dagingnya bertambah besar, sekitar diameter 0,5 cm. kalau dilihat2 posisi daging itu antara seperti mau lepas, dan daging penghubung itu lah yang terasa agak nyeri jika tersentuh. Setelah berkonsultasi dengan seorang teman, dokter umum, dia menyarankan saya untuk berkonsultasi kepada dokter bedah. Yang ingin sya tanyakan, adakah cara lain yang bisa ditempuh selain operasi untuk menghilangkan daging tumbuh tersebut? Dan, jika operasi adalah satu – satunya jalan, apakah saya harus dibius secara menyeluruh atau cukup dengan bius lokal? Apakah harus diopname untuk melakukan operasi tersebut?

    Sekali lagi, terima kasih banyak atas penjelasan dari dokter.

    Salam,

    Vivie

  4. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Saturday, 26 December 2009 at 12:18 pm

    @Vivie :
    Saya bisa membayangkan kelainan itu.. nama medisnya ‘papiloma’, semacam benjolan yang bertangkai. Ada bagian kecil yang masih menempel di kulit yang justru bagian itu mengandung pembuluh darah yang menghidupi daging di bagian ujungnya shg ada kecenderungannya tumbuh membesar.
    Walaupun penanganannya dengan bedah, tapi dapat dikerjakan dengan sangat sederhana. Merupakan bedah sangat ringan, dibius lokal sedikit di sekitar bagian yang menempel (tangkai) pd kulit itu, potong dan kemudian bisa dijahit atau tidak. Dapat dikerjakan di ruang praktek. Tidak harus di kamar operasi dan bahkan tidak perlu rawat inap…

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar