Pertanyaan itu lumrah diajukan oleh pasien kepada dokternya saat akan melakukan penjahitan terhadap luka. Pertanyaan yang sering dan gampang itu tidak mudah menjawabnya. Mungkin lebih pas jawabannya ya….’tergantung’. Tergantung jenis luka, tergantung lokasi luka dan tergantung keadaan kulit penderita.

Memang pertimbangan utama untuk menggunakan jenis benang jahit yang bisa diserap (absorbable) adalah segi estetika atau kosmetika. Agar tidak tampak bekas yang mencolok di permukaan kulit dan agar tidak repot lagi datang ke dokter hanya untuk membuka jahitan. Pemilihan jenis benang antara yang absorbable dan non absorbable terjadi ketika akan menjahit kulit atau jahitan paling di permukaan luar. Jelas untuk jahitan di bagian dalam tubuh pastilah menggunakan material benang yang bisa diserap dan dapat menyatu dengan jaringan tubuh. Kelemahan menggunakan benang monofilament yang dapat terserap itu adalah kesulitan untuk mengevaluasi dan merawat luka seandainya terjadi komplikasi pada luka yang dijahit tersebut. Sehingga untuk luka-luka yang diprediksi akan menimbulkan masalah pasca operasi atau penjahitan, misalnya pada luka kotor atau luka dengan kandungan nanah penggunaan benang yang terserap ini sangatlah tidak tepat. Pertimbangan lain dokter biasanya juga menyangkut lokasi luka. Jika luka cukup panjang dan bertempat di areal yang sering bergerak terutama di bagian persendian akan memerlukan jahitan yang lebih kuat. Begitu juga terhadap keadaan kulit, apakah mudah alergi, sensitif, berkerut, keras, tebal atau dalam kondisi tidak sehat akan lebih aman mempergunakan jenis benang yang harus diangkat.

Jadi janganlah meminta ke dokter anda untuk menggunakan benang yang dapat diserap pada penjahitan akhir terhadap suatu luka anda yang diakibatkan oleh kecelakaan di jalan, luka borok atau luka lain yang jelas terinfeksi. Itu kalau anda tidak menghendaki adanya masalah pasca tindakan operasinya… Lalu jenis operasi apa saja yang bisa menggunakan material benang tersebut? Bisa dipakai pada operasi bersih, yakni operasi yang tidak menyentuh atau berhubungan dengan saluran cerna, saluran kencing maupun saluran nafas. Misalnya pada operasi hernia, pengangkatan kelenjar thyroid (thyroidectomi), operasi tumor jinak di bawah jaringan kulit dan lain-lain. Bisa juga digunakan untuk menjahit di permukaan bagian dalam tubuh, seperti di mukosa mulut, anus dan vagina…

Walaupun itu berarti anda tidak perlu kontrol ke dokter hanya untuk membuka jahitan luka operasi, tapi tidak memberi jaminan nantinya akan tidak menimbulkan bekas atau keloid lho…!

18 Responses to ““Bisa pakai benang yang langsung diserap dok..?””

  • beni:

    dokter yang budiman

    anak saya lima hari yang lalu dioperasi kecil pake selang untuk mengeluarkan udara di sekitar paru2. dan setelah itu dijahit, apakah benangnya itu termasuk yang mesti dibuka, atau yang akan menyatu dengan kulit. tlg jelaskan pengelolaan luka tersebut bagaimana?? makasih banyak pak dokter

    • Untuk menjahit prosedur pembedahan seperti itu, biasanya digunakan benang yang memerlukan dicabut kembali. Cukup beri betadine dan ditutup. Jangan sampai infeksi. Jika sudah sekitar 7 sampai 10 hari pasca pencabutan selang, benang pengikatnya mesti telah dibuka..