Gastric Bypass Surgery; suatu teknik pembedahan untuk menurunkan berat badan
Last Updated on Thursday, 18 September o 03:31 Written by eka-kusmawan Thursday, 18 September o 03:31
Upaya penurunan berat badan menjadi trend di era ini sebagai salah satu cara untuk mempercantik diri. Berbagai macam metodanya, ada yang hanya mengatur diet, menggunakan obat termasuk golongan herbal sampai ke upaya-upaya yang lebih memanipulasi tubuh –disebut poles body kalau di automotive- seperti dengan sistim injeksi lemak ataupun penyedotan lemak (liposuction). Tapi untuk mereka yang tergolong overweigh atau obesitas (baca; penyakit kelebihan berat badan), upaya-upaya di atas tidaklah efektif. Mereka lebih membutuhkan tindakan yang lebih invasif lagi. Di beberapa negara yang sudah maju teknologi kedokterannya, satu ketrampilan bedah yang menjadi laris saat ini adalah Bariatric Surgery, yaitu suatu pembedahan untuk menanggulangi –baik itu mencegah maupun mengatasi- kondisi berat badan yang di atas normal.
Salah satu teknik dalam Bariatric Surgery yang saat ini berkembang pesat, terutama di Amerika dan Eropa adalah Gastric Bypass Surgery. Bahkan di USA merupakan operasi yang tidak istimewa lagi karena sampai saat ini sudah lebih dari 140.000 kali dikerjakan. Teknik ini merupakan perkembangan atau modifikasi dari teknik sebelumnya, yaitu dengan mengurangi volume lambung dan menyambungkan hanya sebagain kecil saja (bypass) usus halus ke bagian muara lambung (gaster), sehingga di samping penderita selalu merasa kenyang pada keadaan volume makanan yang relatif sedikit, juga mengurangi penyerapan sari makanan oleh usus halus yang membuat kalori yang diterima tubuh juga diperkecil. Awalnya diperkenalkan teknik Biliopancreatic Diversion (BPD) lalu disempurnakan dengan Duodenal Switch Procedure (BPDWS). Prosedur yang belakangan ini diharapkan lebih baik karena beberapa ahli Bedah percaya bahwa dengan mempertahankan pyloric spinchter (muara bawah lambung), makanan akan dicerna lebih baik, menurunkan tingkat malnutrisi dan defisiensi vitamin, serta dapat mencegah dumping syndrome pasca pembedahan. Pengerjaan teknik-teknik ini menggunakan peralatan laparoscopy, yang cukup dengan sayatan sepanjang 1 sampai 1,5 inci saja di beberapa lokasi permukaan perut, sudah bisa mengakses di bagian dalam dan dapat menyelesaikan operasi ini tidak lebih dari 4 jam. Namun pada beberapa kasus, atas pertimbangan dokter bedahnya bisa saja cara minimal invasive surgery ini dikonversi atau diganti dengan cara konvensional, yakni pembedahan terbuka /open surgery.
Berbeda dengan jenis pembedahan Bariatric lainnya, Gastric Bypass mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya tidak harus merobah cara dan pola makan, makanan tidak perlu dikunyah sampai puluhan kali agar lebih hancur, volume makanan yang dapat ditampung juga lebih banyak sehingga pasien tidak begitu merasa terbebani (daya tampungnya 5 – 6 ons makanan, dibanding 1 – 1,5 ons dengan teknik lain). Dilaporkan juga penyerapan kalori yang dihasilkan dapat diturunkan hingga 50%-nya. Dan efek gejala dumping (dumping syndrome) secara signifikan bisa ditekan. Dumping syndrome adalah sekumpulan gejala, seperti mual, keringat dingin, rasa nyeri uluhati, muntah bahkan diare berat akibat makanan yang masuk ke lambung dialirkan begitu cepat menuju ke usus halus (duodenum). Gastric bypass merupakan pembedahan yang bersifat irreversible, tidak bisa dikembalikan ke bentuk semula, sangat berbeda dengan Adjustable Gastric banding. Hal ini pula memberi keuntungan dengan tidak repot memperhatikan alat bantu, yang membutuhkan prosedur lain setelah pembedahan.
Adjastable Gastric Banding adalah operasi dengan menyisipkan bahan pengikat lambung jenis silicon yang ditempatkan lebih dekat ke arah muara masuk lambung sehingga ruangan di dalam lambung juga dipersempit. Dan daya jerat alat ini bisa diatur sedemikian rupa yang berarti juga mengatur kwantitas serta aliran makanan ke duodenum. Pengaturannya melalui cairan yang ditempatkan dalam suatu port di bawah permukaan kulit, bisa diisi ataupun dikurangi dengan mudah menggunakan spite injeksi.
Bagaimanapun, Gastric Bypass Surgery memberikan kenyamanan pada pemakainya, dengan tidak terlalu dipusingkan oleh keterbatasan mengkonsumsi makanan tertentu, cara serta kebiasaan makan. Dan dari penelitian membuktikan bahwa hasilnya excellence, dapat mengurangi kelebihan berat badan hingga 70 – 80% di atas 2 tahun pasca pembedahan. Namun demikian, malnutrisi menjadi efek samping yang masih menjadi ganjalan, sehingga pada orang-orang yang menjalani operasi ini dibutuhkan suplay vitamin dan mineral yang cukup.
28 Comments
Leave a Reply
Recent Posts
- Haruskah Tahap Pre-Operatif itu Dijalankan..?
- Sisa Cerita Operasi Cangkok Hati di Surabaya
- Operasi Ambeyen Tidak Seseram yg Dibayangkan…
- Awas Gejala Awal Usus Buntu Menyerupai Maag..!
- Kapan Pulang Dari Rumah Sakit…?
- Patah Tulang… Dukun vs. Medis
- Testimoni Pembedahan
- Bedah Minimal Invasif
- Karakteristik Pasien
- Hak-Hak Pasien
Recent Comments
- wirya adnyana
on Pentingnya Bergerak Pasca Operasi - Halali Sahri
on Awas Gejala Awal Usus Buntu Menyerupai Maag..! - eryke
on Patah Tulang… Dukun vs. Medis - Joanra
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - ratih
on Waspada terhadap nyeri perut mendadak - Slamet Waluyo
on Apa yang perlu Anda ketahui tentang Kamar Operasi? - Firman
on Bengkak pada Pelir - Muslih
on Patah Tulang… Dukun vs. Medis


Cocok diaplikasikan ke dokter Okanegara…hihi..piss dok!
@Putu Adi dan @okanagara
Kenken dr. OKa..? Mau ??
jd intinya mengurangi:
1) daya tampung lambung dan
2) area penyerapan oleh usus halus ya, bli eko..
lumayan jg dari overweight bs (ampe) jd malanutrisi tanpa mengurangi kebiasaan/pola makan..
kl level anak kost, cukup pembatasan subsidi saja, tanpa operasi
@dani
Kalo Dani, sekalipun tidak kost, susah deh rasanya untuk jadi obase…
Tapi tinggal di Jojya, gimana Dan, tinggal di apartemen, vila atau rumah sendiri? he..he..
Bli jangan diterapkan ama dokter Okanegara, entar saya susah ngenalin
Dok, kalau mau reply klik aja tanda panah melingkar diatas agar rapi. Beberapa plugin sudah saya isikan, perlu plugin apa lagi? Coba kirim via email.
@imcw :
Okey Cock trim’s.. maaf tadi pagi saya ga bisa online, karena sedikit ada musibah.
Saya akan buka dan coba2 plugin yang ada dulu..
@Artha :
Ha..ha.. betul juga ya.. Apalagi kalo jenggotnya juga dikuris…
@imcw :
Test case untuk coba avatar.
Maklumlah.. masih gaptek untuk main2 di blog.
Sekali lagi, trim’s Cock…
Tulisan terakhir kusmawan : Antisipasi mudik; pertolongan pada kecelakaan
Hmmm… Saya niat banget. Tapi sayang, Duitnya gak niat…
Tulisan terakhir PanDe Baik : Menanti KeLahiran BLoG kembali
@PanDe Baik :
Kalo di Indonesia, alat dan dokter yang mengoperasinya juga belum ada….
wah, pantesan alis kedutan terus, rupanya dibicarakan di sini……hee
Tulisan terakhir okanegara : Kenapa Jenuh Sekali…?
@okanegara :
He.. he… baru muncul rupanya temen kita satu ini..
Kemana aja Ke..? Perasaan, agak lama postingannya tidak ditambah…
Tulisan terakhir eka kusmawan : Pentingnya Bergerak Pasca Operasi
bli…kira2 bisa op bojoku ngk ya??? udh keberatan nich..hik..hik
@gda_roswyda :
Kalo beratnya diturunin, ntar jadi turun kelas tanding loh.. Jadi harus cari lawan tanding yang beda dong… Bahaya juga khan..?
Tulisan terakhir eka kusmawan : Robotic Surgery; Pembedahan menggunakan Remote Control
very nice, buat nambah wawasan, gambarnya yang lebih tentang Gastric Bypass Surgery dok. tx
@dewa adi prwt sanglah :
Ya, semoga bisa meng-upgrade pengetahuan kita..
Tulisan terakhir eka kusmawan : Penanganan Situ Gintung belum sesuai Disaster Management
Gastric Bypass…ehmmm Klo memang untuk kesehatan knp ngga ya? Di indonesia udah ada blm ya?? Klo ada di RS mana ya? Klo ada yg tau ksh info ya?
Ahli Bedah di Indonesia yang khusus mempelajari pembedahan untuk penurunanan berat badan ini (Beriatric Surgeon) setahu saya belum ada. Namun dari prosedur yang dikerjakan itu, tidak terlalu sulit untuk seorang Bedah Digestif. Bisa saja ini dipertanyakan atau dikonsultasikan ke expert-nya di Jakarta, Bandung atau di Surabaya…
Saya pernah memimpin diskusi tentang Beriatric Surgery ini yang pembicaranya oleh seorang pakar dari Singapore. Jadi ahli dan rumahsakit terdekat yang telah biasa mengerjakan ini ada di Singapore.
Tulisan terakhir eka kusmawan : Management Kamar Operasi
Klo di Amerika saja sudah seperti operasi biasa…kapan ya kira2 gastric bypass ini akan familiar di indonesia? Setidaknya ada harapan baru bagi yang mengalami obesitas untuk dapat hidup normal lg.
@Lia Yulianti :
Tergantung demand-nya Lia.. Jika banyak orang yang membutuhkan, biasanya diikuti oleh banyak dokter yang mempelajari. Tentu keadaan ini tidak terlepas juga dengan kemampuan finansial suatu komunitas. Soalnya, pastilah biayanya mahal!
Kalo mau tau info lengkap gastric bypass dmana? termasuk tampat dan biaya……di indonesia masa ga ada? biaya?
@kiki :
Maaf loh Ki.. saya sendiri tdk tahu dan tidak bisa merekomen ke dokter mana.. Tapi saya yakin kok di Jakarta atau Surabaya pasti ada salah satu dokter Bedah Digestif yang pernah mengerjakannya..
Dear Mr. Kusmawan,
Sudah satu tahun ini saya mencari dokter atau rumah sakit yang bisa mengoperasi gastric bypass tapi saya belum juga menemukannya, link bapak untuk didunia kedokteran mungkin lebih mudah mencarinya dr pada saya yg org awam, dapatkan bapak membantu saya untuk mendapatkan informasi itu dan berapa biayanya? saya ingin kembali hidup normal pak…
Regards,
Ms.Yanti
@yanti :
Salah satu pakar yang ada di Jakarta dan bekerja dalam kelompok Pondok Indah Health Care Group adalah Dr. Hermansyur Kartowisastro, SpB(K)BD sudah biasa mengerjakannya. Bisa dicari informasinya lebih lanjut. Salah satu beritanya pernah saya baca di sini (http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=768)
dok mau tanya, bisa gak gastric bypass diaplikasikan untuk mengurangi berat badah 10 kg saja dan untuk mempertahan kan berat badan pada posisi tersebut?
atau ada syarat minimal berat badan yg harus dikurangi??
silvia
Bisa saja. Tapi mesti diperhitungkan antara resiko, biaya dan kemungkinan lain yg ditimbulkan antara upaya operatif ini dibandingkan uapaya konvensional hanya untuk mengurangi beberapa kg berat badan. Setahu saya, tindakan ini ditujukan bagi mereka yg obase atau over weight dan memang tidak dinyatakan seberapa kg minimal yg dijanjikan bisa diturunkan… Perlu konsultasi langsung dulu dengan operator yg biasa menjalankan pembedahan ini.
dok, kalau operasi untuk mengurangi panjang usus itu apa bener ada??
fungsi nya apa? apa bisa melancarkan pencernaan juga mengurangi penyerapan makanan??
untuk konsultasi, ada rekomendasi ke dokter mana? terimakasih..
silvia
Bisa. dengan memotong sebagian usus halus yang fungsinya untuk penyerapan. Mungkin konsultasi macam online begini tidak ada, tapi coba temui saja dokter bedah digestif yang mendalami bariatric surgery. Di jakarta, sepertinya di Pondok Indah ada..
oh iya dok terima kasih sekali………………..
best regard,
silvia