Friday, March 12, 2010

Gastric Bypass Surgery; suatu teknik pembedahan untuk menurunkan berat badan

Upaya penurunan berat badan menjadi trend di era ini sebagai salah satu cara untuk mempercantik diri. Berbagai macam metodanya, ada yang hanya mengatur diet, menggunakan obat termasuk golongan herbal sampai ke upaya-upaya yang lebih memanipulasi tubuh –disebut poles body kalau di automotive- seperti dengan sistim injeksi lemak ataupun penyedotan lemak (liposuction). Tapi untuk mereka yang tergolong overweigh atau obesitas (baca; penyakit kelebihan berat badan), upaya-upaya di atas tidaklah efektif. Mereka lebih membutuhkan tindakan yang lebih invasif lagi. Di beberapa negara yang sudah maju teknologi kedokterannya, satu ketrampilan bedah yang menjadi laris saat ini adalah Bariatric Surgery, yaitu suatu pembedahan untuk menanggulangi –baik itu mencegah maupun mengatasi- kondisi berat badan yang di atas normal.

Salah satu teknik dalam Bariatric Surgery yang saat ini berkembang pesat, terutama di Amerika dan Eropa adalah Gastric Bypass Surgery. Bahkan di USA merupakan operasi yang tidak istimewa lagi karena sampai saat ini sudah lebih dari 140.000 kali dikerjakan. Teknik ini merupakan perkembangan atau modifikasi dari teknik sebelumnya, yaitu dengan mengurangi volume lambung dan menyambungkan hanya sebagain kecil saja (bypass) usus halus ke bagian muara lambung (gaster), sehingga di samping penderita selalu merasa kenyang pada keadaan volume makanan yang relatif sedikit, juga mengurangi penyerapan sari makanan oleh usus halus yang membuat kalori yang diterima tubuh juga diperkecil. Awalnya diperkenalkan teknik Biliopancreatic Diversion (BPD) lalu disempurnakan dengan Duodenal Switch Procedure (BPDWS). Prosedur yang belakangan ini diharapkan lebih baik karena beberapa ahli Bedah percaya bahwa dengan mempertahankan pyloric spinchter (muara bawah lambung), makanan akan dicerna lebih baik, menurunkan tingkat malnutrisi dan defisiensi vitamin, serta dapat mencegah dumping syndrome pasca pembedahan. Pengerjaan teknik-teknik ini menggunakan peralatan laparoscopy, yang cukup dengan sayatan sepanjang 1 sampai 1,5 inci saja di beberapa lokasi permukaan perut, sudah bisa mengakses di bagian dalam dan dapat menyelesaikan operasi ini tidak lebih dari 4 jam. Namun pada beberapa kasus, atas pertimbangan dokter bedahnya bisa saja cara minimal invasive surgery ini dikonversi atau diganti dengan cara konvensional, yakni pembedahan terbuka /open surgery.

Berbeda dengan jenis pembedahan Bariatric lainnya, Gastric Bypass mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya tidak harus merobah cara dan pola makan, makanan tidak perlu dikunyah sampai puluhan kali agar lebih hancur, volume makanan yang dapat ditampung juga lebih banyak sehingga pasien tidak begitu merasa terbebani (daya tampungnya 5 – 6 ons makanan, dibanding 1 – 1,5 ons dengan teknik lain). Dilaporkan juga penyerapan kalori yang dihasilkan dapat diturunkan hingga 50%-nya. Dan efek gejala dumping (dumping syndrome) secara signifikan bisa ditekan. Dumping syndrome adalah sekumpulan gejala, seperti mual, keringat dingin, rasa nyeri uluhati, muntah bahkan diare berat akibat makanan yang masuk ke lambung dialirkan begitu cepat menuju ke usus halus (duodenum). Gastric bypass merupakan pembedahan yang bersifat irreversible, tidak bisa dikembalikan ke bentuk semula, sangat berbeda dengan Adjustable Gastric banding. Hal ini pula memberi keuntungan dengan tidak repot memperhatikan alat bantu, yang membutuhkan prosedur lain setelah pembedahan.

Adjastable Gastric Banding adalah operasi dengan menyisipkan bahan pengikat lambung jenis silicon yang ditempatkan lebih dekat ke arah muara masuk lambung sehingga ruangan di dalam lambung juga dipersempit. Dan daya jerat alat ini bisa diatur sedemikian rupa yang berarti juga mengatur kwantitas serta aliran makanan ke duodenum. Pengaturannya melalui cairan yang ditempatkan dalam suatu port di bawah permukaan kulit, bisa diisi ataupun dikurangi dengan mudah menggunakan spite injeksi.

Bagaimanapun, Gastric Bypass Surgery memberikan kenyamanan pada pemakainya, dengan tidak terlalu dipusingkan oleh keterbatasan mengkonsumsi makanan tertentu, cara serta kebiasaan makan. Dan dari penelitian membuktikan bahwa hasilnya excellence, dapat mengurangi kelebihan berat badan hingga 70 – 80% di atas 2 tahun pasca pembedahan. Namun demikian, malnutrisi menjadi efek samping yang masih menjadi ganjalan, sehingga pada orang-orang yang menjalani operasi ini dibutuhkan suplay vitamin dan mineral yang cukup.


23 Comments

  1. Comments  Putu AdiNo Gravatar   |  Thursday, 18 September 2008 at 7:56 am

    Cocok diaplikasikan ke dokter Okanegara…hihi..piss dok!

    @Putu Adi dan @okanagara

    Kenken dr. OKa..? Mau ??

  2. Comments  daniNo Gravatar   |  Saturday, 20 September 2008 at 2:24 am

    jd intinya mengurangi:
    1) daya tampung lambung dan
    2) area penyerapan oleh usus halus ya, bli eko..
    lumayan jg dari overweight bs (ampe) jd malanutrisi tanpa mengurangi kebiasaan/pola makan.. :)

    kl level anak kost, cukup pembatasan subsidi saja, tanpa operasi :D

    @dani

    Kalo Dani, sekalipun tidak kost, susah deh rasanya untuk jadi obase…
    Tapi tinggal di Jojya, gimana Dan, tinggal di apartemen, vila atau rumah sendiri? he..he..

  3. Comments  ArthaNo Gravatar   |  Saturday, 20 September 2008 at 12:53 pm

    Bli jangan diterapkan ama dokter Okanegara, entar saya susah ngenalin :)

  4. Comments  imcwNo Gravatar   |  Sunday, 21 September 2008 at 9:14 am

    Dok, kalau mau reply klik aja tanda panah melingkar diatas agar rapi. Beberapa plugin sudah saya isikan, perlu plugin apa lagi? Coba kirim via email.

  5. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 21 September 2008 at 6:43 pm

    @imcw :
    Okey Cock trim’s.. maaf tadi pagi saya ga bisa online, karena sedikit ada musibah.
    Saya akan buka dan coba2 plugin yang ada dulu..

  6. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 21 September 2008 at 6:52 pm

    @Artha :
    Ha..ha.. betul juga ya.. Apalagi kalo jenggotnya juga dikuris…

  7. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Monday, 22 September 2008 at 10:55 am

    @imcw :
    Test case untuk coba avatar.
    Maklumlah.. masih gaptek untuk main2 di blog.
    Sekali lagi, trim’s Cock…

    Tulisan terakhir kusmawan : Antisipasi mudik; pertolongan pada kecelakaan

  8. Comments  PanDe BaikNo Gravatar   |  Monday, 22 September 2008 at 8:23 pm

    Hmmm… Saya niat banget. Tapi sayang, Duitnya gak niat… :)

    Tulisan terakhir PanDe Baik : Menanti KeLahiran BLoG kembali

  9. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Monday, 22 September 2008 at 8:49 pm

    @PanDe Baik :
    Kalo di Indonesia, alat dan dokter yang mengoperasinya juga belum ada….

  10. Comments  okanegaraNo Gravatar   |  Wednesday, 05 November 2008 at 3:22 pm

    wah, pantesan alis kedutan terus, rupanya dibicarakan di sini……hee

    Tulisan terakhir okanegara : Kenapa Jenuh Sekali…?

  11. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Wednesday, 05 November 2008 at 8:30 pm

    @okanegara :
    He.. he… baru muncul rupanya temen kita satu ini..
    Kemana aja Ke..? Perasaan, agak lama postingannya tidak ditambah…

    Tulisan terakhir eka kusmawan : Pentingnya Bergerak Pasca Operasi

  12. Comments  gda_roswyda   |  Tuesday, 18 November 2008 at 10:43 am

    bli…kira2 bisa op bojoku ngk ya??? udh keberatan nich..hik..hik

  13. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Thursday, 20 November 2008 at 2:00 pm

    @gda_roswyda :
    Kalo beratnya diturunin, ntar jadi turun kelas tanding loh.. Jadi harus cari lawan tanding yang beda dong… Bahaya juga khan..?

    Tulisan terakhir eka kusmawan : Robotic Surgery; Pembedahan menggunakan Remote Control

  14. Comments  dewa adi prwt sanglahNo Gravatar   |  Wednesday, 01 April 2009 at 10:06 pm

    very nice, buat nambah wawasan, gambarnya yang lebih tentang Gastric Bypass Surgery dok. tx

  15. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Friday, 03 April 2009 at 7:54 am

    @dewa adi prwt sanglah :
    Ya, semoga bisa meng-upgrade pengetahuan kita..

    Tulisan terakhir eka kusmawan : Penanganan Situ Gintung belum sesuai Disaster Management

  16. Comments  Lia Yulianti   |  Friday, 29 May 2009 at 4:08 pm

    Gastric Bypass…ehmmm Klo memang untuk kesehatan knp ngga ya? Di indonesia udah ada blm ya?? Klo ada di RS mana ya? Klo ada yg tau ksh info ya?

  17. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Saturday, 30 May 2009 at 10:14 am

    Ahli Bedah di Indonesia yang khusus mempelajari pembedahan untuk penurunanan berat badan ini (Beriatric Surgeon) setahu saya belum ada. Namun dari prosedur yang dikerjakan itu, tidak terlalu sulit untuk seorang Bedah Digestif. Bisa saja ini dipertanyakan atau dikonsultasikan ke expert-nya di Jakarta, Bandung atau di Surabaya…
    Saya pernah memimpin diskusi tentang Beriatric Surgery ini yang pembicaranya oleh seorang pakar dari Singapore. Jadi ahli dan rumahsakit terdekat yang telah biasa mengerjakan ini ada di Singapore.

    Tulisan terakhir eka kusmawan : Management Kamar Operasi

  18. Comments  Lia Yulianti   |  Tuesday, 09 June 2009 at 8:31 pm

    Klo di Amerika saja sudah seperti operasi biasa…kapan ya kira2 gastric bypass ini akan familiar di indonesia? Setidaknya ada harapan baru bagi yang mengalami obesitas untuk dapat hidup normal lg.

  19. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Tuesday, 09 June 2009 at 8:58 pm

    @Lia Yulianti :
    Tergantung demand-nya Lia.. Jika banyak orang yang membutuhkan, biasanya diikuti oleh banyak dokter yang mempelajari. Tentu keadaan ini tidak terlepas juga dengan kemampuan finansial suatu komunitas. Soalnya, pastilah biayanya mahal!

  20. Comments  kikiNo Gravatar   |  Monday, 25 January 2010 at 11:17 am

    Kalo mau tau info lengkap gastric bypass dmana? termasuk tampat dan biaya……di indonesia masa ga ada? biaya?

  21. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Tuesday, 26 January 2010 at 10:11 am

    @kiki :
    Maaf loh Ki.. saya sendiri tdk tahu dan tidak bisa merekomen ke dokter mana.. Tapi saya yakin kok di Jakarta atau Surabaya pasti ada salah satu dokter Bedah Digestif yang pernah mengerjakannya..

  22. Comments  yantiNo Gravatar   |  Thursday, 28 January 2010 at 3:49 pm

    Dear Mr. Kusmawan,

    Sudah satu tahun ini saya mencari dokter atau rumah sakit yang bisa mengoperasi gastric bypass tapi saya belum juga menemukannya, link bapak untuk didunia kedokteran mungkin lebih mudah mencarinya dr pada saya yg org awam, dapatkan bapak membantu saya untuk mendapatkan informasi itu dan berapa biayanya? saya ingin kembali hidup normal pak…

    Regards,
    Ms.Yanti

  23. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Thursday, 28 January 2010 at 8:49 pm

    @yanti :
    Salah satu pakar yang ada di Jakarta dan bekerja dalam kelompok Pondok Indah Health Care Group adalah Dr. Hermansyur Kartowisastro, SpB(K)BD sudah biasa mengerjakannya. Bisa dicari informasinya lebih lanjut. Salah satu beritanya pernah saya baca di sini (http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=768)

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar