Ternyata pembunuh itu si Jamu…
Last Updated on Wednesday, 8 October o 10:37 Written by eka-kusmawan Saturday, 13 September o 04:17
Ini menjadi peringatan bagi siapa saja yang doyan minum jamu secara berlebihan. Tapi, tidak saja jamu atau obat, apupun jika digunakan, dipakai dan dikonsumsi dalam jumlah banyak dan lama pastilah akan menimbulkan masalah. Begitulah yang dialami seorang Bapak berumur kepala enam yang sebelumnya mengidap Diabetes dan Rhematik datang ke UGD oleh karena sakit perut yang sudah dikeluhkan sejak 2 hari sebelumnya. Oleh sejawat dokter Penyakit Dalam (Internist) Bapak ini dikonsulkan ke bagian Bedah.
Kondisi fisiknya kudapatkan sangat lemah, selain sudah usia, ada beberapa penyakit kronis yang diidap sebelumnya apalagi ditambah rasa nyeri yang berusaha tetap ditahannya membuat kesadarannya sedikit menurun, tensi darah di bawah normal, nadi lemah dan frekwensinya meningkat serta pernafasan yang di atas 30 kali permenit. Dari pemeriksaan fisik yang aku lakukan jelas sekali terdapat rangsangan nyeri yang sangat dari seluruh bagian perut yang mengindikasikan kalau ada sesuatu gangguan di rongga perut hingga merangsang lapisan bagian dalam dinding perut (peritonium). Selain kelainan di bidang penyakit dalam, ia ku-diagnose sebagai general peritonitis yang sementara aku duga berasal dari kebocoran organ system pencernaan. Setelah kita konfirmasi dari beberapa pemeriksaan penunjang, termasuk foto x-ray, semakin jelas tampak adanya tumpukan udara bebas di cavum abdomen / rongga perut.
Dan aku semakin penasaran untuk menggali keterangan lebih jauh dari si pasien dan keluarganya. Ternyata memang si Bapak ini sudah biasa mengkonsumsi salah satu merek Jamu yang terjual bebas di warung untuk menanggulangi nyeri persendiannya. Sudah 2 tahun lebih, hampir setiap hari dengan dosis yang keseringan tidak terkontrol, mengingatkan aku terhadap 3 kasus yang sama yang pernah kutangani sebelumnya, selama aku di pendidikan dan menjadi dokter Bedah. Ia mengalami kebocoran lambung! Apalagi kuingat saat pemasangan NGT di UGD tampak ada sebagian darah yang keluar dari aliran cairan di dalam tube tersebut.
Pada umumnya jenis jamu yang dipakai untuk mengobati rhematik mengandung sejenis steroid dosis tinggi sehingga memang cepat sekali memberi efek penanggulangan terutama untuk kasus2 nyeri yang didasari reaksi imonologis seperti rhematik walaupun juga memberikan efek ketagihan untuk pemakai atau si penderita. Sedangkan di sisi lain, mempunyai dampak yang luar biasa terhadap lambung dengan mengikisnya sehingga menimbulkan erosi, penipisan dan akhirnya kebocoran dinding lambung.
Dibebani kondisi seperti ini, tubuh si Bapak tidak mampu lagi mentoleransi terhadap gangguan2 yang diakibatkan perforasi gaster (kebocoran lambung) itu, sehingga tidak lebih dari 2 jam masa resusitasi untuk pemulihannya, belum lagi termasuk pertimbangan untuk masuk kamar operasi, keadaannya makin memburuk dan 3 jam berikutnya nyawa si Bapak sudah tidak dapat ditolong lagi!
Maka, -sekali lagi- berhati-hatilah meminum jamu atau obat sekali pun, dalam jangka waktu lama, apalagi dosisnya tidak terkendali..!
6 Comments
Leave a Reply
Recent Comments
- amanda
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - santi
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - rosaria
on Sekilas [lagi] tentang Tahap Penanganan Kanker - eka-kusmawan
on Consultation - eka-kusmawan
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien - eka-kusmawan
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - erlina
on Consultation - Arie
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien



iya nih sering sekali ada kasus seperti ini yang melibatkan banyak penggunaan herbal/jamu yang sebenarnya bukan jamu. jamu saja tidak semuanya aman, apalagi jamu racikan yang sebenarnya justru isinya obat dengan dosis tidak jelas.praktek seperti ini lepas dari kendali bpom dan depkes.pada kemana mereka ya? kok juga lolos mendapatkan ijin? juga praktek-praktek personal dengan bungkusan tabib,dukun,paranormal dll yang juga berbahaya, banyak kasus di bidang seksualitas juga kerap muncul.obat kuat, upaya memperbesar kelamin, suntikan silikon, suntikan orang-aring, vaginal practices,dll. rencananya bulan desember atau januari kami dengan bagian andrologi seksologi unud berniat mengadakan seminar/workshop tentang maraknya praktek-praktek non ilmiah tidak bertanggung jawab di bidang kesehatan, sekarang lagi observasi mengumpulkan bahan, hasil laporan, cerita-cerita korban dan akan memetakan siap nanti narasumbernya…..minta masukannya nggih kalau ada yang urgent juga kasus2nya dari yang muncul di praktek penanganan kasus bedah..
@okanegara
Wahhh…. Saya dukung banget Ke… Sudah terlalu banyak korban!
Waduh ternyata bahaya juga minum Jamu sembarangan ya Dok..
Kalau loloh bikinan sendiri gimana dok? Bapak saya suka sekali minum loloh.
@Putu Adi
Setahu saya, kalo loloh sih tak ada kandungan kimianya. Jadi, pada takaran yang gak berlebih, amanlah…!
Lah… Jamu bisa buat kayak gitu??? Jamunya yang asal2an kali ya om???
Bisa aja, apalagi jamu yang katanya untuk obat kuat, penghilang pegal dll. Yang begitu kalo diminum secara berlebihan dan kelamaan… yaaa… bisa sperti itu!
kalo jamu bkin sndiri kyk kunir asem,ato beras kencur itu gmn,dok?
@Anonymous :
Yang jenis itu sih saya sendiri suka. Lebih banyak efek sehatnya. Kalo yang bermasalah itu kan yang kandungannya berisi sejenis steroid, suatu zat kimiawi yang merusak lambung…
Tulisan terakhir eka kusmawan : Management Kamar Operasi