Jangan menganggap remeh pembengkakan yang terjadi pada buah pelir atau zakar atau scrotum, apalagi di situ tempat sumber kejantanan seorang pria. Bisa jadi nantinya memerlukan tindakan operasi untuk mengatasinya. Masih relatif lebih mudah untuk mengenali jenis kelainan buah pelir ini, cukup dari mengetahui keluhan, perjalanan penyakit serta penampakan bengkaknya itu. Memang untuk menegakkan diagnose pasti, membutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti test urine dan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Kelainan itu bisa berupa infeksi, proses radang, penumpukan cairan, hernia, puntiran (torsio) tangkai buah pelir atau bisa berupa suatu tumor. Hampir separuh dari kasus kelainan di buah pelir ini harus diselesaikan dengan pembedahan.

Dari umur penderita bisa membantu untuk menduga kelainan ini. Hampir tidak pernah ada kejadian torsio testis (puntiran buah pelir) pada laki di atas 30 tahun. Terbanyak kejadiannya pada golongan remaja atau umur belasan tahun. Jenis tumor testis juga berhubungan dengan faktor usia. Teratoma muncul pada umur 20 – 30 tahun sedangkan Seminoma pada 30 – 50 tahun. Selain dari umur, rasa nyeri dapat pula dijadikan patokan untuk membedakan kasus ini. Nyeri hebat yang munculnya dirasakan tiba-tiba, menyebar ke bagian atas pelipatan paha dan bisa disertai muntah merupakan gejala dari torsio. Tapi kalau nyeri itu munculnya perlahan dari hari ke hari, apalagi disertai panas badan hampir bisa dipastikan bahwa itu menefestasi dari proses infeksi buah pelir (epididymo-orchitis). Gradasi nyeri ini juga muncul pada kasus hernia, yang awalnya dirasakan cuma nek saja, rasa tidak nyaman hingga nyeri hebat kalau sudah terjadi penjepitan atau hernia inkarserata. Pada sebagian kasus lainnya justru nyeri kurang begitu dirasakan, bahkan tidak ada sama sekali, misalnya pada hydrocele (penumpukan cairan di rongga pelir), kiste epididymis atau pun tumor testis. Keterangan penderita lainnya yang bisa dijadikan informasi tambahan menyangkut riwayat buang air kecil, disertai rasa panas atau tidak dan juga apakah bengkak dan rasa tidak nyaman itu awalnya didahului oleh suatu kejadian trauma atau tidak.

Bengkak atau pembesaran itu bisa kelihatan merata dari pelir hingga ke pangkal, dekat dengan pelipatan paha yang kumungkinan itu adalah hernia inguinalis atakah pembesarannya terbatas pada pelirnya saja. Penampakan kulit yang licin lebih menandakan kalau itu akibat dari penumpukan cairan, seperti pada hydrocele dan hipoalbumin odema. Warna kulit kemerahan lebih menandakan suatu proses infeksi, warna gelap kebiruan curiga terhadap trauma atau benturan sedangkan warna kemerahan, lebih tebal dan gatal, jangan-jangan hanya suatu proses alergi akibat gigitan serangga…

Jika dilakukan perabaan, selain mengevaluasi rasa nyeri dibedakan pula apakah dari pembesaran itu masih bisa teraba buah pelir (testis)-nya atau tidak, apakah pembesaran itu kenyal, keras ataukah fluktuatif (perabaan seperti balon terisi cairan). Dalam keadaan testis yang tenggelam dilapisi cairan, jelas sulit untuk merabanya. Akan juga didapatkan test transluminasi –tembus cahaya- yang positif. Pembesaran yang keras di sekitar buah pelir membawa dugaan terhadap tumor atau tumpukan darah yang memadat (chronic haematocele). Ada juga kasus pelebaran pembuluh darah vena yang dikenal dengan nama varicocele, mesensasikan seperti cacing atau ‘a bag of worm’ pada perabaannya. Penderita akan merasakan nek, kemeng terutama saat disentuh.

Jika saat diraba merasakan nyeri dan pembangkakannya masih terbatas di bagian bawah pelir saja, mungkin dengan pemberian therapi obat serta istirahat yang cukup sudah akan dapat menanggulangi penyakit itu. Tapi jika nyeri itu berasal dari pembengkakan atau pembesaran yang merata dari pelipatan paha, pangkal hingga ke bagian bawah pelir, bisa jadi itu merupakan hernia yang masuk ke rongga pelir dan terjepit. Atau suatu nyeri yang dialami anak laki remaja munculnya mendadak saat istirahat dan pada pemeriksaan didapatkan bentuk buah pelir dengan posisi melintang, menandai bahwa itu gejala serta petunjuk khas suatu kasus torsio testis. Untuk kedua kasus yang terakhir ini, pembedahan emergensi menjadi pilihan tepat untuk penanganannya sebelum berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius dan mengancam….!

405 Responses to “Bengkak pada Pelir”

  • @amru :
    Pertama-tama saya turut prihatin atas kondisi bung(?) Amru..
    Memang bagaimana pun adanya benda asing (kateter) dalam waktu lama akan menimbulkan masalah. Paling lambat kateter itu sudah harus diganti 2 minggu sekali. Untuk kasus seperti ini sebetulnya ada upaya apa yg disebut dengan ‘bladder training’ yaitu suatu cara untuk membangkitkan reflek kencing shg nantinya tidak tergantung lagi sm kateter. Tentang cairan itu, saya khawatir itu bentukan dari fistel -saluran yang menghubungkan bagian dalam tubuh ke luar- dan biasanya diawali oleh suatu infeksi.
    Untuk penanganan di rumah sementara ini sudah tidak salah, cukup dibersihkan dan diberikan antiseptik, betadine. Tapi untuk tahu apa itu sesungguhnya dan bagaimana langkah selanjutnya, paling tidak untuk mengurangi resiko lain yang kemungkinan saja bisa muncul, sebaiknya sekali waktu memeriksakan diri langsung ke dokter bedah…
    Semoga sdr. Amru bisa tabah menghadapi cobaan ini..

    Tulisan terakhir eka kusmawan : Musik dan Pembedahan

  • amru:

    sejak sembilan bulan yang lalu, saya jatuh. dan tulang belakang saya mengalami keretakan sehingga setengah badan saya tidak terasa dan tidak bisa digerakkan. bahkan Buang air besar dan kencing tidak terasa. sehingga saya memakai cateter untuk memberikan kenyamanan dalam buang air kecil. setelah 9 bulan ini ternyata ada gangguan pada buah il pelir saya. mengalami pembengkakan disebelah atas dan akhirnya pecah. setelah pecah mengeluarkan cairan terus dan ada serpihan warna putih kecil-kecil dibarengi bau yang tidak sedap. penanganan saat ini hanya dibersihkan dan diberi betadine.
    saya minta saran pada dokter tentang penanganan tersebut, dan sudah tepatkah penanganan yang kami lakukan?

  • @lenon das dores :
    Itu baru sejak kemarin didapatkan, apa sebelumnya sudah ada tapi tidak ngeh? Dirasakan sakit atau tidak? Kalau pelir itu bengkak, dirasakan nyeri dan badan terasa panas -mungkin mirip seperti serangan malaria-, jangan keliru, bisa jadi panas badan itu diakibatkan oleh infeksi yang mengenai buah pelir…

    Tulisan terakhir eka kusmawan : Persepsi Salah tentang Biaya Operasi

    • ezin:

      dok,,,,mau nanya
      saya saat ini bekerja dijepang dan sekarang musim panas,sehinga banyak keringat yg keluar sehingga membuat selangkangan,,sehingga gatal hingga kelipatan paha dan buah zakar,,serta pelir saya jg gatal dan ada bintik merah setelah saya kasih obat gatal ,,bintik merahnya ilang tapi pelir saya bengkak tp bagian depan aj . kl buat kecing apa buat ereksi gak keliatan bengkaknya tapi kalau biasa bentuk dan rasanya agak aneh,,mohon jawabanya terima kasih,

      • ezin
        Biasanya keluhan gatal di areal tersebut dan berhubungan dengan faktor cuaca atau kelembaban, disebabkan lebih banyak karena infeksi jamur. Jika tidak sempat ke dokter di sana, cara sementara untuk menanggulanginya pakai bedak anti gatal sambil tetap menaga kelembaban di areal itu. Apakah di sana juga dijual bebas untuk obat cream anti jamur..?

  • saya 31 tahun saya merasa saya punya masalah dengan buah pelir saya …saya bingun karena ada 3 buah pilar saya .. hal itu terjadi saat saya malaria semalaman. pertayaan saya kenapa hal ita.

  • @ronny :
    Tanggapan saya sudah saya kirimkan via e-mail. Maaf atas keterlambatan ini..

    Tulisan terakhir kusmawan : Penanganan Situ Gintung belum sesuai Disaster Management

  • ronny:

    saya pernah mengalami pembengkakan pada pelir sebelah kanan 2 tahun yang lalu. Saya pernah ke dokter dan disarankan untuk di operasi tetapi tidak saya lakukan. 3 bulan kemudian pelir yang membengkak tadi muncul benjolan seperti bisul dan pecah mengeluarkan nanah pada dua bagian (atas dan bawah pelir)
    butuh waktu sekita 3 sampai 6 bulan sampai luka luka itu sembuh dan setelah sembuh pembengkakan pada pelir juga ikut menghilang (sembuh). sekarang tahun 2009 saya mengalami lagi hal yang serupa
    pada testis sebelah kiri. Gejalanya kira kira sama persi dengan kejadian dua tahun lalu. Untuk diketahui saja, akibat pembengkakan yang pertama, produksi spermaku menjadi berkurang. Dengan pembengkakan yaqng sekarang ini spermaku setelah ejakulasi hampir tidak keluar sama sekali.
    yang ingin saya tanyakan apakah ada cara untuk meperlancar kembali produksi sperma seperti dulu.
    Jika pem bengkakan itu harus dioperasi, kira kira bagian mana yang akan dioperasi. Bagian pelirnya langsung atau perut kita yang dioperasi seperti pada operasi hernia. thank. tolong kirimkan jawaban ke alamat ini : e-mail, brusen72@yahoo.com. thank dokter. butuh jawaban secepatnya.

Leave a Reply