Friday, March 12, 2010

Archive for December, 2008

Persiapan Operasi

Tidak semua orang merasa siap ketika seorang dokter menyatakan ia harus dioperasi. Kesiapan itu tidak saja menyangkut psikologis, juga bisa berhubungan dengan kondisi keuangan, pemilihan waktu dan keadaan fisik seseorang. Jika jenis operasi yang akan dijalaninya suatu operasi emergensi atau cito (istilah dalam dunia medis) bisa jadi tidak akan memberikan kompromi kepada seseorang pasien untuk menunggu kesiapannya. Karena kalau operasi itu ditunda dapat menimbulkan sesuatu yang lebih fatal. Bagaimana pun persiapan yang baik akan mempengaruhi hasil operasi. Begitu juga jika masih memungkinkan untuk mempersiapkan pembedahan itu dengan baik, akan membuat team bedah lebih siap mengantisipasi kemungkinan yang dapat menghambat proses jalannya operasi termasuk kesiapan tubuh dalam menerima dampak trauma pembedahan.

Rasa takut, cemas atau khawatir akan tindakan operasi mungkin dapat dikurangi dengan cara mengetahui lebih banyak tentang kelainan yang Anda derita, sehingga ada pengertian kalau operasi merupakan jalan terbaik untuk mengatasi masalah Anda tersebut. Begitu juga dengan tambahan pengetahuan tentang prosedur dan bagian mana dari tubuh Anda akan ditoreh, bisa jadi memberi Anda ketenangan dan lebih siap mental. Akan memperkuat keyakinan juga kalau Anda mendapatkan informasi tambahan dari orang lain yang pernah menjalani operasi yang sama dengan yang akan Anda alami. Jika dengan itu semua kekhawatiran itu masih juga menyelimuti, tentu dokter Bedah anda bisa menjadi tumpuan untuk bertanya dan mengungkapkan kekhawatiran itu. Lihat juga di sini.

Tentang kesiapan keuangan Anda, akan menjadi masalah yang serius kalau Anda belum atau tidak dilindungi asuransi. Saat ini pembiayaan operasi, khususnya di Indonesia masih cukup mahal. Mungkin jika operasi yang Anda akan jalani sudah anda ketahui jauh-jauh hari sebelumnya, Anda mempunyai waktu untuk menabung, mengumpulkan biaya untuk menghadapinya. JIka tidak, apalagi Anda tidak memiliki ‘biaya cadangan’ dalam devisa keuangan rumah tangga Anda, memang perlu dicarikan solusi masalah pembiayaan ini. Ada beberapa cara yang bisa Anda pertimbangkan. Pilihlah rumah sakit pemerintah sebagai tempat untuk mendapatkan pelayanan bedah ini dengan harapan biayanya bisa disubsidi, sekalipun nantinya membutuhkan surat keterangan yang menyatakan Anda tidak mampu. Pilih kelas perawatan yang paling murah yang berpengaruh juga terhadap ongkos operasi. Di luar permasalahan itu, mungkin juga keuangan dapat diusahakan dengan mengandalkan bantuan dari keluarga, kerabat atau pun sahabat. Tidak menutup kemungkinan untuk secara langsung memohon bantuan kepada dokter Bedah anda dengan mengungkapkan permasalahan yang Anda alami.

Masalah kapan waktu tindakan bedah itu harus dikerjakan, sangat tergantung dari kasus penyakitnya. Akan Anda dapat atur waktunya, tentu juga disesuaikan dengan tim yang akan melaksanakan pembedahan itu, jika kasusnya tidak emergensi atau lebih dikenal dengan nama ‘pembedahan elektif’ yang artinya waktu pengerjaan operasinya dapat direncanakan. Sehingga untuk yang jenis ini, penentuan waktunya disesuaikan kapan anda merasa siap dari sisi psikologis, pembiayaan dan hari yang Anda anggap tepat.

Berbeda dengan pembedahan emergensi (cyto), penderita tidak lagi diberi kesempatan untuk menyiapkan diri baik dari sisi psikologis, waktu dan bisa jadi soal keuangan juga. Yang dipentingkan adalah kecepatan penanganannya demi menyelamatkan nyawa penderita. Walaunpun demikian, faktor kondisi fisik dan keadaan klinis menjelang operasi tetap menjadi bahan pertimbangan, setidaknya oleh dokter anasthesi / dokter bius. Kalau pembedahan itu merupakan tindakan untuk penyelamatan nyawa, meskipun keadaan fisik penderita kurang memungkinkan untuk dilakukan pembiusan, maka hal ini dikatakan pembedahan sangat beresiko, antara hidup atau mati. Oleh dokter anasthesi resiko ini dikenal dengan tingkat ASA. Tingkat ASA empat, artinya pembedahan dengan resiko tinggi. Dalam situasi begini sangat dibutuhkan sekali permakluman dan persetujuan dari pihak keluarga pasien melalui pernyataan resmi tertulis dan bertandatangan atau lebih dikenal dengan Surat Persetujuan Tindakan Medis. Untuk jenis pembedahan elektif, kondisi fisik macam ini tentu dapat dipersiapkan dengan baik sehingga penderita menjelang akan dioperasi akan mendapatkan kondisi optimalnya. Itulah sebabnya diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium, rontgen, elektrokardiografi dan lain-lain yang berguna mendeteksi kelainan yang ada sebelum penderita siap untuk dibius dan dilakukan tindakan operasi. JIka didapatkan suatu kelainan atau gangguan, maka akan ditherapy dulu kelainan itu, semasih ada waktu untuk membuat si pasien seoptimal mungkin. Biasanya prosedur tetap di rumah sakit mewajibkan pemeriksaan ini terutama untuk penderita di atas 40 tahun karena di atas usia inilah kemungkinan kelainan itu ditemukan, sekalipun mungkin kondisi fisiknya dari luar tidak menampakkan kecurigaan ke arah itu. Yang diperiksa meliputi fungsi dan keadaan jantung, paru-paru, fungsi ginjal, liver dan mengetahui kadar gula darah serta keseimbangan elektrolit.

Tidak kalah pentingnya pula dalam persiapan tindakan bedah ini adalah masalah administratif. Sesuatu hal yang lebih banyak berhubungan dengan hukum dan kelengkapan rekam medik penderita. Dibutuhkan komunikasi dan partisipasi dari penderita atau keluarga, hingga dihasilkan suatu kesepakatan dan persetujuan itu diperkuat melalui pernyataan tertulis yang dibubuhkan tandatangan. Ada paling tidak 2 kesepakatan yang perlu didapat menjelang pelaksanan tindakan medis ini. Yang mutlak ada, adalah Inform Concern atau Surat Persetujuan Tindakan Medik dan yang sebaiknya harus ada juga (bila perlu dicantumkan secara tertulis) adalah informasi tentang prakiraan pembiayaan operasi.

Dari perhatian tim bedah, justru kesiapan fisik penderita yang paling penting, sebab sangat mempengaruhi sekali stabilitas kondisi tubuh selama proses operasi dan menentukan hasil pembedahan serta perawatan pasca operasinya. Sehingga untuk kasus bedah berencana yang tergolong berat dan penanganannya akan dikerjakan dalam waktu relatif lama apalagi penderita berumur di atas 40 tahun, sebaiknya penderita sudah berada di rumah sakit setidaknya satu hari menjelang pelaksanaan operasi. Sehingga baik dari kesiapan yang berhubungan dengan pembedahan maupun yang berhubungan dengan proses pembiusannya betul betul penderita dalam keadaan optimal dan siap untuk ditempatkan di atas meja operasi…

S t r u m a

Apa itu struma?

Segala yang berhubungan dengan pembesaran kelenjar thyroid tanpa memperhitungkan penyebabnya. Sedangkan istilah tumor pada kelenjar thyroid –yang lebih dikenal dengan nodule- berhubungan dengan apa yang disebut neoplasma. Dan pembesaran itu sendiri bisa berkenaan dengan gangguan fungsi atau pun kelainan perkembangan sel serta struktur kelenjarnya.

Dimana sebetulnya letak dan fungsi kelenjar thyroid bagi tubuh?

Letaknya persis di leher bagian depan, menempel pada saluran nafas, terbentuk dari 2 lobus (benjolan) kira kanan yang dipisahkan oleh isthmus (bagian tidak menonjol) di bagian tengah dan terlihat bergerak pada saat proses menelan. Menempel di bagian belakang sebelah kanan kiri juga, masing-masing 2 buah, suatu kelenjar yang jauh lebih kecil ukurannya tapi memegang peranan penting dalam tubuh terutama mengatur kadar kalsium. Kelenjar ini disebut parathyroid. Struktur anatomi yang penting lainnya yang sangat menjadi perhatian saat pembedahan adalah pembuluh darah yang mengaliri berasal dari arteri besar di dekatnya dan adanya saraf penting yang mempengaruhi pita suara yang berjalan di bawahnya. Sebagai salah satu kelenjar endokrin tubuh, pengaturan fungsi kelenjar dimotori dari bagian susunan saraf pusat untuk merangsang mengeluarkan hormon thyroksin (T4) dengan bentuk aktif (T3) yang diperlukan guna pembentukan kolori dalam tubuh dan banyak bekerja pada sistem kardiovaskuler, muskuloskletal, saraf dan lain-lain.

Kenapa bisa membesar?

Bisa oleh karena ukuran sel-selnya bertambah besar atau oleh karena volume jaringan kelenjar dan sekitanya yang bertambah dengan pembentukan struktur morfologi baru. Yang mendasari proses itu ada 4 hal utama. Pertama karena gangguan perkembangan, seperti terbentuknya kista (kantongan berisi cairan) atau jaringan thyroid yang tumbuh di dasar lidah. Kedua, karena proses radang atau gangguan autoimun seperti penyakit Graves dan penyakit Hashimoto. Ketiga, karena terjadi gangguan metabolik serta hyperplasia, misalnya pada struma koloid dan struma endemik. Sedangkan keempat, pembesaran yang didasari oleh suatu tumor atau neoplasia meliputi adenoma –sejenis tumor jinak- dan adenokarsinoma, suatu tumor ganas.

Apakah pembesaran itu harus dioperasi?

Tidak selalu harus semua kasus ditangani dengan operasi. Harus diketahui dulu penyebab pembesaran tersebut. Tahunya berdasarkan keterangan bagaimana proses pembesaran itu terjadi, melalui pemeriksaan laboratorium, terutama yang berhubungan dengan fungsi kelenjar tersebut (Lab; TSH, T3, T4), pemeriksaan USG dan pemeriksaan biopsi.

Bilamana dioperasi ?

Tindakan pembedahan dikerjakan dengan alasan; adanya nodule atau benjolan tunggal di salah satu bagian anatomis kelenjar tersebut yang dikhawatirkan bisa berkembang menjadi ganas. Adanya multi nodul –banyak benjolan- yang berat, penekanan terhadap saluran nafas dan dengan alasan estetik atau penampilan diri seseorang yang mengalami pembesaran di bagian leher depan itu. Tentu operasi dikerjakan setelah syarat-syaratnya terpenuhi termasuk hasil pemeriksaan lab yang menunjukkan fungsi kelenjar thyroid ini yang sebisa mungkin tidak sedang mengalami gangguan (hyper atau hipo-thyroid). Untuk menurunkan kadar hormone thyroksin dapat diberikan obat-obatan yang bisa menekan thyroid agar tidak memproduksi hormone yang berlebihan.

Bagaimana prosedur dan jenis pembedahannya?

Pembedahan kelenjar thyroid disebut thyroidectomi. Pada pelaksanaannya ada yang mengangkat sebagain kelenjar (hemithyroidectomi, subtotal thyroidectomi, isthmolobectomi), keseluruhan (total thyroidectomi) atau bisa juga radikal thyroidectomi pada kasus kanker. Pemilihan itu tergantung dari kasus atau kelainan yang dijumpai. Pada perkembangan saat ini, untuk kasus tertentu, pengangkatan nodule thyroid bisa dikerjakan dengan minimal invasive surgery.

Bagaimana pengaturan hormon tubuh jika thyroid diangkat total?

Dapat digantikan dengan obat yang berfungsi seperti hormone tiroksin yang mesti teratur diminum sepanjang hidup.

Jenis kelainan mana yang paling berbahaya dari pembesaran itu?

Pembesaran oleh karena keganasan atau adenocarsinoma thyroid. Ada yang bertipe; papiler, folikuler, medulare dan anaplastik. Yang paling cepat menimbulkan kematian dari keempat tipe itu adalah jenis anaplastik.

Bagaimana gejala kanker thyroid?

Pembesaran yang relatif cepat. Teraba sebagai multi nodule atau pembesaran yang merata di seluruh permukaan kelenjar dan leher bagian depan. Penurunan berat badan yang signifikan. Disertai pembesaran kelenjar limfe di leher bagian atas, di bagian bawah atau di ketiak. Terasa ada penekanan terhadap jalan nafas dan memiliki faktor resiko seperti umur, riwayat turunan dan lain-lain…

Hati-hati Menghadapi Cedera pada Kehamilan

Bagi ibu-ibu yang sedang mengandung, selain diharapkan senantiasa mengontrol kehamilannya secara teratur guna memantau perkembangan janinnya, juga mesti berhati-hati dalam keseharian jangan sampai tubuh yang semakin berat dan tak seimbang itu mengalami cedera atau trauma. Terhadap hubungannnya dengan trauma, perobahan anatomis dan hormonal serta fisiologis lainnya sebaiknya dipahami khususnya oleh tenaga medis sebelum mendiagnosa dan menentukan jenis penanganan yang diberikan. Ada 2 nyawa yang harus diselamatkan yang wajib dipertimbangkan dalam penanganan wanita hamil yang mengalami kecelakaan. Kecelakaan itu bisa dari hanya cidera ringan, lebih sering kasusnya berupa jatuh terduduk atau pada derajat yang lebih berat seperti trauma langsung, terbentur, tertusuk pada bagian rahim yang membesar atau bahkan hancurnya tulang panggul oleh trauma yang sangat keras.

Pada 3 bulan pertama umur kehamilan sering trauma yang terjadi menimbulkan abortus dan reaksi izoimunisasi yakni percampuran darah janin dan ibu yang ber-rhesus negatif yang dapat menyebabkan masalah pada kesehatan ibu dan janinnya. Pada trisemester kedua, kehamilan sudah makin nampak, dinding rahim masih tebal serta terbentuk cairan amnion yang kesemuanya bisa melindungi janin dari pengaruh trauma. Resiko yang mungkin muncul adalah sulosio plasenta (robek atapun lepasnya ikatan tali pusat janin dari bagian dinding rahim) dan terjadi tercemarnya darah ibu oleh darah anak yang berbeda rhesus serta cairan kandungan yang masuk ke aliran darah ibu (emboli cairan amnion). Pada 3 bulan terakhir kehamilan, justru dinding rahim makin tipis dan posisi kandungan makin menonjol ke permukaan dinding perut. Hal ini lebih memberikan resiko pada janin untuk terkena cedera langsung, baik karena trauma tumpul atau pun luka tusuk. Di samping itu kandungan yang semakin membesar akan menyebabkan tekanan atau hambatan pada aliran darah balik melalui vena besar di bawahnya (vena cava compression). Benturan yang terjadi pada dinding panggul ibu juga dapat menimbulkan perdarahan hebat berasal dari rusaknya struktur vaskuler rahim di dalamnya.

Beberapa perobahan fisiologis yang menyertai yang terkadang mengecohkan dan menyimpangkan interpretasi para tenaga medik, misalnya pada peningkatan cairan plasma, kenaikan komponen darah seperti leukosit dan menurunnya nilai hematokrit. Sehingga penunjukan nilai lab yang sudah mulai signifikan memberi arti sebetulnya sudah terjadi gangguan serius pada janin si ibu. Pula pada penilaian terhadap respirasi, nadi dan tekanan darah bisa dipengaruhi oleh perobahan hormonal dan vena cava compression pada kehamilan yang sudah besar yang menyebabkan aliran darah balik ke jantung menurun. Tapi sekalipun demikian, prinsip-prinsip tata cara pertolongan terhadap ibu hamil yang mengalami trauma tidak berbeda dengan wanita tanpa kehamilan. Yakni dengan mendahulukan penyelesaian masalah di jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi atau problem perdarahan. Lalu bagaimana dengan penanganan dalam hubungannya dengan keselamatan si janin ?

Patokannya adalah dengan melakukan resusitasi atau menstabilkan kondisi si ibu seoptimal mungkin. Hal itu sudah akan menambah jaminan keselamatan janin yang dikandungnya. Evaluasi pengaruh trauma terhadap keadaan janin salah satunya bisa diketahui dengan memonitor denyut nadi janin. Bagitu juga perlu perhatian sungguh-sungguh terhadap kondisi janin jika si ibu mengalami kasus seperti perdarahan melalui vagina, solusio plasenta, nyeri yang tiba-tiba di bagian bawah perut, nyeri yang hebat di seluruh perut sebagai tanda terjadinya robekan lapisan rahim serta kejang-kejang disertai hipertensi sebagai tanda-tanda terjadi eklampsia. Sudah barang tentu semua kejadian di atas sekali pun diawali dengan kejadian trauma sebelumnya, harus menghubungi dokter Ahli Kandungan untuk mengevaluasi dan penanganan pasien lebih lanjut.

Jadi untuk dokter yang bertugas di UGD, ketika mendapatkan pasien wanita umur 20 hingga 40 tahun yang mengalami trauma dalam kondisi tidak sadar atau tidak mendapat keterangan lebih lanjut harus dianggap dulu sedang hamil sebelum terbukti tidak. Pada kehamilan di atas 6 bulan atau lebih, jangan lupa menempatkan pasien sedikit dimiringkan ke kiri pada saat melakukan pemeriksaan serta tindakan guna mencegah tekanan terhadap aliran darah baliknya. Prinsip resusitasi tidak berbeda seperti pasien lainnya dan harus konsultasikan pasien ke dokter Spesialis Kandungan untuk kasus-kasus serius yang diprediksi berpengaruh pada perkembangan janin si ibu….

Penanganan Luka Gigitan Hewan

Pembantaian anjing liar saat ini di Bali sedang berlangsung. Ini lantaran didapatkan adanya kasus penyakit Rabies di daerah Bali Selatan minggu lalu. Satu kasus yang sudah langka semenjak Indonesia dinyatakan bebas rabies. Media pun sedang hangat memberitakan masalah tersebut. Dan Pemda Bali telah resmi menyatakan KLB (kejadian luar biasa) terhadap penyakit satu ini.

Rabies atau Penyakit Anjing Gila adalah penyakit yang disebabkan oleh virus mematikan yang dapat menyerang susunan saraf yang menjangkiti hewan karnivora terutama anjing, kucing, kelelawar, srigala dan kera. Penyakit ini dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan. Pada manusia gejalanya baru nampak setelah 2 minggu sampai 8 bulan sejak penderita mengalami luka karena gigitan hewan tersebut. Penderita akan mengalami panas badan, nafsu makan berkurang, air liur dan air mata bertambah banyak, gangguan pada susunan saraf pusat dan depresi mental (gugup, resah, euporia, takut akan air, cahaya,bunyi dll) sampai bisa terjadi kejang-kejang, kelumpuhan hingga meninggal oleh karena gagal nafas.

Mengetahui hal itu, maka penanganan luka untuk yang pertama kali menjadi penentu akan kejadian kejadian berikutnya. Dilihat dari luka gigitan terhadap berat ringannya gejala yang akan ditimbulkan, dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain; kedalaman luka, lokasi luka, banyaknya gigitan, banyaknya virus dalam liur hewan penular dan kondisi imonologis penderita.

Berikut beberapa tips dan langkah-langkah penanganan luka gigitan yang bisa dijadikan pegangan;

  1. Penanganan awal di tempat kejadian; luka harus dibersihkan, bisa menggunakan sabun / diterjen dibilas dengan air bersih mengalir 5 – 10 menit lalu dikeringkan dengan kain atau tissue bersih dan dapat ditambahkan antiseptik betadin atau pun alkohol 70%. Segara bawa ke tempat layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  2. Di tempat layanan kesehatan (bagi petugas kesehatan); kecuali hanya tergores di lapisan epidermis dan tak berdarah, sekecil apapun luka itu harus dilakukan explorasi karena pada luka gigitan, kerusakan jaringan tubuh di bagian dalam lebih serius dibandingkan dengan luka yang kelihatan di permukaan kulit. Untuk mempermudah akses, setelah diberikan local anasthesia lakukan insisi dan pastikan dapat membersihkan luka hingga ke bagian dalam. Pembersihan dengan bahan iodine bisa dicampur perhidrol (H2O2) 3% dan bilas dengan cairan NaCl 0,9% dibarengi dengan nekrotomi yakni menghilangkan / memotong jaringan yang telah mati dan sangat kotor. Luka dibiarkan terbuka, rawat basah dengan kompres NaCl plus antiseptik dan dievaluasi 1 – 2 hari kemudian.
  3. Untuk luka yang luas dengan banyak gigitan; torehan atau insisi dapat diperpanjang karena sangat mungkin kerusakan di bagian dalam berhubungan antara luka gigitan (bite mark) satu dengan yang lain. Prosedur pencucian luka sama seperti di atas, namun jika insisi terlalu panjang (lebih dari 2 cm) penutupan luka dapat saja dijahit longgar menggunakan benang non absorbable dengan tidak lupa menyisipkan drain ke bagian dalamnya. Drain ini bisa menggunakan material yang diambilkan dari glove atau handschoon. Dan dibuka keesokan harinya.
  4. Pemberian vaksin Rabies (untuk kasus resiko terjangkit Rabies); bagi pasien yang belum pernah menerima vaksinasi ini, setengah dari dosis pemberian vaksin Rabies disuntikkan di sekitar luka gigitan. Dan pemberiannya diulang pada hari ke-3, 7, 14 dan hari ke-28 dengan masing-masing dosis 0,5 ml (cell culture rabies vaccine) tidak dibedakan baik untuk dewasa maupun anak-anak. Pada luka yang lebih parah -lebih dari satu gigitan dan masuk hingga ke lapisan subdermal- pemberian vaksin sebaiknya dikombinasi dengan Human Rabies Immunoglobulin (HRI) cukup pada saat therapy awal saja.
  5. Pemberian obat lain; disamping menginjeksi vaksin Rabies, penderita juga diberikan kombinasi obat antibiotika yang lain untuk mengantisipasi kemungkinan infeksi oleh kuman atau bakteri jenis lainnya. Ditambahkan juga obat-obat anti-inflamasi dan anti nyeri.
  6. Berikan penjelasan sesuai faktor resiko; perhatikan lokasi luka dan jumlah gigitan. Luka yang mengenai bagian tubuh dengan perkiraan banyak susunan saraf perifer di sekitarnya (misalnya di kepala atau bagian lain tubuh yang tertutup pakaian) mempunyai resiko lebih tinggi untuk kemungkinan tertular Rabies. Jelaskan juga masa inkubasi dan gejala klinis yang bisa ditimbulkannya.

Pada kondisi waspada seperti sekarang ini, khususnya di Bali, tidak kalah pentingnya juga adalah upaya pencegahan. Segera laporkan ke pihak-pihak terkait kalau didapatkan saudara, teman atau pasien yang tergigit anjing. Dan jika menemukan gejala seperti di atas apalagi yang didahului riwayat gigitan hewan sebelumnya, harus sudah segera dirujuk ke rumah sakit untuk menghindari hal yang lebih fatal. Bagi yang memiliki hewan peliharaan, jangan biarkan hewan kesayangan Anda berkeliaran di jalan….

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar