Pembantaian anjing liar saat ini di Bali sedang berlangsung. Ini lantaran didapatkan adanya kasus penyakit Rabies di daerah Bali Selatan minggu lalu. Satu kasus yang sudah langka semenjak Indonesia dinyatakan bebas rabies. Media pun sedang hangat memberitakan masalah tersebut. Dan Pemda Bali telah resmi menyatakan KLB (kejadian luar biasa) terhadap penyakit satu ini.

Rabies atau Penyakit Anjing Gila adalah penyakit yang disebabkan oleh virus mematikan yang dapat menyerang susunan saraf yang menjangkiti hewan karnivora terutama anjing, kucing, kelelawar, srigala dan kera. Penyakit ini dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan. Pada manusia gejalanya baru nampak setelah 2 minggu sampai 8 bulan sejak penderita mengalami luka karena gigitan hewan tersebut. Penderita akan mengalami panas badan, nafsu makan berkurang, air liur dan air mata bertambah banyak, gangguan pada susunan saraf pusat dan depresi mental (gugup, resah, euporia, takut akan air, cahaya,bunyi dll) sampai bisa terjadi kejang-kejang, kelumpuhan hingga meninggal oleh karena gagal nafas.

Mengetahui hal itu, maka penanganan luka untuk yang pertama kali menjadi penentu akan kejadian kejadian berikutnya. Dilihat dari luka gigitan terhadap berat ringannya gejala yang akan ditimbulkan, dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain; kedalaman luka, lokasi luka, banyaknya gigitan, banyaknya virus dalam liur hewan penular dan kondisi imonologis penderita.

Berikut beberapa tips dan langkah-langkah penanganan luka gigitan yang bisa dijadikan pegangan;

  1. Penanganan awal di tempat kejadian; luka harus dibersihkan, bisa menggunakan sabun / diterjen dibilas dengan air bersih mengalir 5 – 10 menit lalu dikeringkan dengan kain atau tissue bersih dan dapat ditambahkan antiseptik betadin atau pun alkohol 70%. Segara bawa ke tempat layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  2. Di tempat layanan kesehatan (bagi petugas kesehatan); kecuali hanya tergores di lapisan epidermis dan tak berdarah, sekecil apapun luka itu harus dilakukan explorasi karena pada luka gigitan, kerusakan jaringan tubuh di bagian dalam lebih serius dibandingkan dengan luka yang kelihatan di permukaan kulit. Untuk mempermudah akses, setelah diberikan local anasthesia lakukan insisi dan pastikan dapat membersihkan luka hingga ke bagian dalam. Pembersihan dengan bahan iodine bisa dicampur perhidrol (H2O2) 3% dan bilas dengan cairan NaCl 0,9% dibarengi dengan nekrotomi yakni menghilangkan / memotong jaringan yang telah mati dan sangat kotor. Luka dibiarkan terbuka, rawat basah dengan kompres NaCl plus antiseptik dan dievaluasi 1 – 2 hari kemudian.
  3. Untuk luka yang luas dengan banyak gigitan; torehan atau insisi dapat diperpanjang karena sangat mungkin kerusakan di bagian dalam berhubungan antara luka gigitan (bite mark) satu dengan yang lain. Prosedur pencucian luka sama seperti di atas, namun jika insisi terlalu panjang (lebih dari 2 cm) penutupan luka dapat saja dijahit longgar menggunakan benang non absorbable dengan tidak lupa menyisipkan drain ke bagian dalamnya. Drain ini bisa menggunakan material yang diambilkan dari glove atau handschoon. Dan dibuka keesokan harinya.
  4. Pemberian vaksin Rabies (untuk kasus resiko terjangkit Rabies); bagi pasien yang belum pernah menerima vaksinasi ini, setengah dari dosis pemberian vaksin Rabies disuntikkan di sekitar luka gigitan. Dan pemberiannya diulang pada hari ke-3, 7, 14 dan hari ke-28 dengan masing-masing dosis 0,5 ml (cell culture rabies vaccine) tidak dibedakan baik untuk dewasa maupun anak-anak. Pada luka yang lebih parah -lebih dari satu gigitan dan masuk hingga ke lapisan subdermal- pemberian vaksin sebaiknya dikombinasi dengan Human Rabies Immunoglobulin (HRI) cukup pada saat therapy awal saja.
  5. Pemberian obat lain; disamping menginjeksi vaksin Rabies, penderita juga diberikan kombinasi obat antibiotika yang lain untuk mengantisipasi kemungkinan infeksi oleh kuman atau bakteri jenis lainnya. Ditambahkan juga obat-obat anti-inflamasi dan anti nyeri.
  6. Berikan penjelasan sesuai faktor resiko; perhatikan lokasi luka dan jumlah gigitan. Luka yang mengenai bagian tubuh dengan perkiraan banyak susunan saraf perifer di sekitarnya (misalnya di kepala atau bagian lain tubuh yang tertutup pakaian) mempunyai resiko lebih tinggi untuk kemungkinan tertular Rabies. Jelaskan juga masa inkubasi dan gejala klinis yang bisa ditimbulkannya.

Pada kondisi waspada seperti sekarang ini, khususnya di Bali, tidak kalah pentingnya juga adalah upaya pencegahan. Segera laporkan ke pihak-pihak terkait kalau didapatkan saudara, teman atau pasien yang tergigit anjing. Dan jika menemukan gejala seperti di atas apalagi yang didahului riwayat gigitan hewan sebelumnya, harus sudah segera dirujuk ke rumah sakit untuk menghindari hal yang lebih fatal. Bagi yang memiliki hewan peliharaan, jangan biarkan hewan kesayangan Anda berkeliaran di jalan….

39 Responses to “Penanganan Luka Gigitan Hewan”

  • doc, gimana caranya untuk menyembuhkan gigitan kucing?
    kalau terjadi pembengkakkan gimana mengatasinya doc?

  • theo:

    dok saya baru aja digigit anjing peliharaan saya di jempol kaki saya 2 gigitan saya sudah olesin deterjen sama bersihin pake alkohol apakah saya perlu vaksin dok….

  • DAVID:

    DOK, SETELAH DIGIGIT ANJING (DI UJUNG JARI KELINGKING 2 GORESAN KECIL) APAKAH VAKSIN RABIES MASIH EFEKTIF UNTUK DIBERIKAN SETELAH JANGKA WAKTU 10 HARI DARI KEJADIAN DIGIGIT ANJING TSB ? KONDISI ANJING MASIH HIDUP TAPI SAKIT(MENURUT PEMILIK KARENA ANJING TERSEBUT ADA YG MEMUKULNYA). LUKA SDH DIBERSIHKAN DAN SDH DI SUNTIK ANTI TETANUS.
    TRIMA KASIH UNTUK SARAN DOKTER.

  • abell:

    oh ya, aq masih umur 9 th

  • abell:

    dok jika aq tergigit oleh anjing peliharaan teman aq apakah akan terjadi penyakit atau perilaku nya jadi akan seperti anjing?
    dan aq muslim jika aq terkena air liur anjing apa akibat nya doc?

    • abell
      Rabies akan erjadi kalau virus yang ditularkan itu memang sebelumnya ada pada si anjing dan bisa masuk ke jaringan tubuh kita jika melewati permukaan tubuh yg terbuka (seperti luka termasuk lecet sekalipun). Kalau hanya air lur saja tanpa menempel atau mengenai luka, ya tidak bermasalah. Dibersihkan ketika mandi saja sdh menghilang. Tapi kalau kena gigitan dan terluka, pastikan dulu anjing penggigitnya. Ada kecurigaan mengidap kumannya ga..

Leave a Reply