Beberapa hari yang lalu, saya dihubungi oleh seorang teman yang memberitahukan kerabatnya berniat berkonsultasi dan memerisakan diri ke praktek. Benar, keesokan harinya saya kedatangan seorang pasien laki dewasa muda dengan keluhan nyeri sekitar pergelangan tangan kanannya yang sudah dirasakan sejak kurang lebih 4 bulan yang lalu. Tanpa didahului riwayat trauma dan gejala spesifik lainnya, terasa begitu saja dan semakin parah seiiring waktu. Tidak banyak perobahan dengan obat obatan yang diberikan oleh dokter. Telah juga dikompres, dibebat dan dibatasi gerakannya.
Sudah pula dikonsulkan ke dokter ahli saraf serta dirontgen. Semuanya belum membawa perbaikan sesuai harapan. Saya tanyakan padanya aktifitas selama ini yang dominan menggunakan tangan kanan yang dikeluhkan itu. Dari keterangannya saya mendapatkan informasi penting, bahwa si penderita memang sering mengaktifkan gerakan sendi dan jari-jari tangan terutama jempol lewat kegiatan menembak. Rupanya menembak merupakan hobinya dan ia kerap berlatih hingga berburu ke hutan untuk menguji ketepatan bidikannya dalam mencari sasaran tembak.
Setelah saya periksa dengan gerakan aktif maupun pasif terutama di bagian ibu jari, pada gerakan tertentu ia merasa sangat nyeri, tepatnya di bagian pangkal jempol tangan kanan dekat dengan pergelangan. Juga pernah ia rasakan seolah olah gerakan itu seperti terkunci. Saya simpulkan ia terkena apa yang disebut dengan trigger thumb yakni hambatan yang terjadi pada pergerakan jari akibat peradangan pembungkus urat gerak (tendon) jari jempol tersebut. Secara normal gerakan jari diatur oleh otot-otot lengan yang dihubungkan melalui tendon ini yang kemudian menempel di bagian tulang alat gerak kita. Tendon berada dalam selaput yang mengandung cairan pelumas untuk menjamin gerakannya menjadi licin dan tepat. Bisa dibayangkan kalau selaput atau pembungkusnya tersebut pada bagian tertentu mengalami penebalan, kering atau membentuk tonjolan. Sangat mengganggu, menimbulkan hambatan dan rasa nyeri pada gerakan tendon, terutama gerakan jari ke atas (extensi) dan terlipat ke arah telapak (fleksi). Sehingga penderita mengalami bengkak di bagian pangkal ibu jari dan akan kesulitan untuk memegang atau menjepit sesuatu karena nyeri.
Selain disebabkan gerakan yang relatif sering pada jari yang terkena, trigger thumb juga bisa disebabkan peradangan dari bagian dalam melalui penyakit yang diderita sebelumnya, seperti rhematik, penyakit gout dan diabetes. Dari data menunjukkan ternyata kasusnya pada wanita lebih banyak delapan hingga sepuluh kali dibandingkan pada pria. Didapatkan pula kejadian kekakuan gerakan jari (trigger finger) ini pada anak anak yang disebabkan karena kelainan bawaan. Jika peradangan itu terbatas mengenai bagian tertentu di dalam terowongan pergelangan tangan kita dimana merupakan jalur begeraknya 2 jenis tendon untuk menggerakkan ibu jari, maka kelainan itu disebut dengan penyakit de Quervain’s.
Trigger thumb atau pun de Quervain’s cukup mudah dikenal hanya dari pemeriksaan fisik. Pemeriksaan rontgen atau foto x-ray sama sekali tidak informatif, tidak bisa disimpulkan dari hasil itu. Salah satu test gerak pada pemeriksaan fisik yang dikenal adalah test Finkelstein, yakni dengan mengembalikan kepalan tangan dengan gerakan membuka jari jari. Jika terasa nyeri di bagian pangkal pada gerakan membuka ibu jari, sudah boleh dicurigai penderita mengalami kelainan tersebut.
Penanganannya dengan cara konservatif dan pembedahan. Konservatif maksudnya therapy menggunakan obat-obat anti nyeri dan anti peradangan, membatasi gerakan bila perlu dengan memasang splint, gips atau external fiksasi dan yang sedikit invasif dengan menyuntikkan bahan kortikosteroid di sekitar lokasi nyeri. Jalan pembedahan diputuskan jika dengan cara-cara seperti di atas tidak banyak mengalami perbaikan. Pembedahannya pun tergolong tidak rumit, menggunakan pembiusan lokal dan bisa langsung pulang pasca operasi. Pembedahan ini bertujuan membuka dan mengangkat bagian selaput tendon yang mengalami peradangan. Biasanya cukup dengan menoreh ke arah longitudinal selaput tendon hingga bisa terlihat gerakan tendon tersebut dan sekaligus dapat mengevaluasi adanya kemungkinan hambatan gerakan di bagian lainnya.
Semenjak itu penderita menyatakan jauh lebih jelas mengerti tentang kelainan yang ia derita, apalagi informasi yang ia terima dilengkapi pula dengan gambar-gambar yang saya tunjukkan dari notebook. Sekali pun demikian ia masih membutuhkan waktu untuk persiapan pembedahannya.


@lien; sebaiknya di foto rotgen dulu… Jangan2 ada yang retak di bagian ujung tulang dekat dengan pergelangan tangan..
@ajik; kemungkinan anda terkena radang selaput pergelangan tangan. Jika masih takut untuk operasi bisa diobati atau disuntik sekitar tempat yang nyeri. Namun kalau upaya ini tidak bisa juga memberikan perobahan, pembedahan ringan bisa mengatasinya.
met sore dokter
pergelangan tangan saya sakit dan perih sejak beberapa bulan lalu namun tidak terlihat apapun kalo dilihat dr luar, warna kulit terlihat normal. Kata tmen saya yang baru lulus kedokteran, katanya saya terlalu banyak memegang mouse sehingga ada urat yang kejepit dan d suruh minum vitamin buat syaraf. Tapi hingga saat ini tidak ada perubahan. kalau saya memegang mouse walaupun hanya sbentar, tangan saya langsung sakit, tapi jika beraktifitas yang lainnya, tangan saya tidak terasa sakit.
Apa yang menyebabkan sakit tersebut? bagaimana mengobatinya?
terima kasih
met siang doktes,saya mau tanya soal pergelangan tangan saya yg sakit.
Awal mulanya sih karena saya main badminton dan terjatuh,dan bertumpu pada telapak tangan luar.thx.
selamat malam dokter, saya mau tanya keluhan pergelangan tangan saya sebelah kanan saat telapak tangan ditekuk keatas(ekstensi???) terasa nyeri di bagian pergelangan sebelah atas kanan. jika telapak tangan ditekuk ke kanan juga rasanya nyeri di bagian itu. akhir2 ini saya sering bawa motor jarak jauh (posisi tangan memelintir handle gas terus menerus) juga memegang mouse komputer pada posisi telapak tangan agak terangkat (ekstensi). apa yang menyebabkan nyeri tersebut?bagaimana cara mengobatinya? nyeri ini tidak kunjung sembuh. kalau tentang jari2 dan otot dibawah pergelangan tangan tidak ada masalah sama sekali,terimakasih atas respon dokter
Malam dokter,
saya nggak tau harus mulai darimana menjelaskannya, tapi tiba2 ketika bangun pagi ibu jari tangan kiri saya sakit ketika digerakkan. pikir saya mungkin krn salah posisi tidur. saya kasih obat nyeri otot, saya urut-urut..agak sedikit enak tapi gak juga sembuh, dibuat angkat barang juga nyeri..suatu ketika waktu saya urut ada bunyi “kluk” di pergelangan jempol saya.”ooo…sudah sembuh kayaknya” eh kok malah setelah itu ibu jari saya terdengar “kluk-kluk” ketika digerakkan ke atas dan ke bawah.saya juga bisa merasakan kayak tulangnya pindah keatas-kebawah.sudah hampir tiga minggu seperti ini.oya Dokter, saya saat ini juga sedang hamil 6 bln-Usia saya 26 tahun. apa ada hubungannya dg kehamilan saya? terimakasih Dok
@Ryanni; Sepertinya mba terkena apa yang disebut dengan trigger finger, yakni jepitan tendon penggerak jari akibat penebalan pada selaput pembungkus tendon tersebut. Biasanya pada tahap dini diupayakan bisa diselesaikan dengan tanpa melakukan pembedahan. Tapi jika masalahnya belum tuntas, jalan operasi sudah diperlukan. Operasinya pun sebetulnya tidaklah berat. Cukup dengan pembiusan lokal… Periksa dan berkonsultasilah dengan seorang dokter bedah.
Belum saya tahu jelas hubungan kehamilan dengan kejadian ini yang beberapa pasien juga saya dapatkan gejala ini pada masa kehamilan dan menyusui.. Bisa ditanyakan di dokter kandungan nanti saat kontrol kehamilan mba..