Perawatan Luka Kronis
Last Updated on Thursday, 25 February o 12:54 Written by eka-kusmawan Monday, 12 January o 09:44
Banyak di antara kita, termasuk juga pekerja medis belum memahami benar bagaimana merawat luka, terutama luka kronis dengan baik. Yang memang sudah dianggap biasa untuk merawat luka oleh pasien atau keluarga sekalipun, sekali waktu pernah merasa tidak percaya diri dalam menghadapi jenis luka yang penyembuhannya membandel ini. Padahal segala upaya telah dilakukan. Banyak pula jenis produk perawatan luka yang dipakai, waktu merawatnya pun sudah teratur dan disiplin, namun belum juga menampakkan tanda tanda penyembuhan. Luka kronis umumnya dimaksud adalah luka yang terinfeksi yang masa penyembuhannya tidak sesuai lagi dengan kondisi normal. Luka tersebut bisa berasal dari luka karena trauma, bekas operasi, fistel, abses, ulcus, luka diabetic, luka karena keganasan, tekanan, gangguan vaskuler dan lain-lain. Jenis kuman yang menginfeksinya bisa oleh bakteri, jamur, parasit ataupun virus. Jika tidak mendapatkan penanganan yang benar, dapat menimbulkan kerusakan yang lebih luas pada jaringan tubuh di sekitarnya, menyebabkan jaringan (bagian yang membentuk tubuh; kulit, lemak, fascia, pembuluh darah, saraf, otot bahkan tulang) menjadi mati atau nekrosis. Lebih jauh dari itu, dapat mengakibatkan penyebaran infeksi ke seluruh tubuh melalui darah, menjadi apa yang disebut dengan sepsis hingga mengancam nyawa seseorang.
Untuk mudah diingat, tahap penanganan luka kronis secara lokal dibagi menjadi empat, yang saling terkait dan tidak bisa dikerjakan tanpa berurutan. 
Mengangkat jaringan mati
Semasih di dalam luka ada jaringan mati (nekrotik), upaya apapun dikerjakan tidak akan berhasil. Sebab dengan adanya bagian jaringan yang membusuk, merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Mengakibatkan koloni bakteri akan makin berkembang, nanah semakin banyak dan kerusakan jaringan tambah lama tambah luas, sehingga jaringan yang rusak inipun menjadi mati dan membusuk. Upaya untuk membersihkan luka macam ini disebut dengan debridement. Pengertiannya, selain menghilangkan jaringan mati juga membersihhkan luka dari kotoran yang berasal dari luar yang termasuk benda asing bagi tubuh. Cara yang dikerjakan bisa secara pasif dengan mengompres luka menggunakan cairan atau beberapa material perawatan luka yang fungsinya untuk menyerap dan mengangkat bagian-bagian luka yang nekrotik. Cara ini tidak cukup dikerjakan 1 atau dua kali, mesti beberapa kali hingga butuh beberapa hari. Atau bisa dikerjakan secara aktif, relatif lebih praktis, dengan melakukan pembedahan. Memang dibutuhkan keberanian melakukan hal ini walaupun pertimbangan estetik tubuh bukan lagi menjadi prioritas. Ada juga yang kurang umum diketahui, yakni dengan mechanical debridement dan biological debridement (menggunakan serangga).
Menghilangkan nanah
Luka bernanah kebanyakan disebabkan karena bakteri. Ada bakteri yang menghasilkan banyak nanah, ada bakteri yang menimbulkan nanah serta bau khas, menghasilkan gas gangrene dan bau busuk yang menyengat dan ada yang dominan menyebabkan jaringan menjadi mati / nekrosis. Jadi dari kondisi luka saja sudah dapat diduga kuman penyebabnya. Walaupun sangat dibutuhkan pemeriksaan cultur –pembiakan kuman- untuk mencari secara pasti jenis kuman penyebab guna menentukan therapy antibiotika yang tepat. Dengan pembedahan, membuka serta mengalirkan nanah yang terperangkap di dalam tubuh merupakan cara terbaik untuk mengurangi pembentukan nanah. Upaya ini akan lebih lengkap jika diiringi dengan perawatan luka menggunakan absorbent agent atau yang lebih sederhana cukup dengan cairan fisiologis yang nantinya kalau basah, pembungkus luka bisa diganti beberapa kali. Banyaknya nanah menjadi salah satu indikator tingkat perbaikan luka. Akan lebih cepat masa penyembuhannya jika produksi nanah oleh luka ini belum sampai menimbulkan jaringan nekrotik yang luas.
Menjaga kelembaban luka
Setelah jaringan mati berhasil dibersihkan dan pengeluaran nanah oleh luka dapat diminimalisir, fase berikutnya adalah keluarnya cairan bening yang merupakan cairan tubuh sebagai petanda tahap penyembuhan luka akan segera dimulai. Semasih produksi cairan ini berlebihan, dibutuhkan usaha untuk menguranginya atau mengeringkan luka tersebut. Material yang digunakan bisa sama dengan yang digunakan untuk mengurangi nanah seperti di atas. Namun demikian harus tetap dijaga kelembaban luka. Makin kering kondisi luka, basahnya kasa penutup luka juga semakin diperas. Seperti prinsip yang sudah umum diketahui dalam menangani luka; basah dilawan dengan basah, kering diimbangi dengan penutup luka yang semakin kering juga. Sehingga dengan demikian waktu untuk mengganti penutup luka pun bisa diperjarang, tidak seperti tahap tahap sebelumnya.
Menunjang masa penyembuhan
Penyembuhan luka atau masa granulasi dimulai jika dasar luka sudah tampak kemerahan. Bisa diibaratkan seperti penampakan daging segar. Selain tetap menjaga kelembaban, luka harus tetap dijaga bersih serta hindari dari trauma sebab dengan pembentukan jaringan yang baru tumbuh ini, rawan sekali akan terjadinya perdarahan. Tersedia juga banyak produk perawatan luka, baik berupa cairan, cream, gel atau pasta yang berguna untuk merangsang terbentuknya sel-sel baru, membentuk kolagen dan mengisi bagian tubuh yang rusak dan tergerus sebelumnya. Problem yang biasanya dihadapi pada fase ini adalah penutupan luka di permukaan. Kalau lukanya tidak luas, bisa berharap kulit di sekitar luka akan tumbuh juga untuk melapisi luka. Namun jika lukanya luas, bisa dilakukan penjahitan skunder dengan lebih mendekatkan tepi tepi luka atau sekalian dilakukan flap atau tandur kulit yang mengambil kulit dari bagian lain tubuh.
Tahap tahapan di atas, sekali lagi hanya memperhatikan perawatan terlokalisir di luka tersebut semata. Sedangkan penyembuhan luka tidak hanya tergantung dari perawatan itu saja, namun harus dinilai apa yang mendasari terbentuknya luka kronis tersebut. Justru hal inilah yang potensial menghambat penyembuhan luka. Hal itu meliputi faktor usia, kondisi nutrisi penderita –terutama kandungan protein-, penyakit penyerta -seperti; diabetes, kelainan vena, kanker, malnutrisi-, penurunan imunitas dan kondisi psikis serta keterbatasan gerakan fisik. JIka hal hal itu ada, hendaknya diatasi dulu sebelum serius merawat luka atau setidaknya dilakukan perbaikan bareng dengan perawatan luka yang menjadi keluhan utama penderita.
Sebetulnya sembuh tidaknya luka tersebut ditentukan oleh tubuh kita sendiri. Upaya upaya yang dilakukan di atas hanya terbatas membuat suasana agar tubuh lebih terpacu untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Kata di text book: We can’t heal the wound, but just able to promote the healing process….
Tags: absorbent agent, debridement, granulasi, jaringan, nekrosis, sepsis
20 Comments
Leave a Reply
Recent Posts
- Haruskah Tahap Pre-Operatif itu Dijalankan..?
- Sisa Cerita Operasi Cangkok Hati di Surabaya
- Operasi Ambeyen Tidak Seseram yg Dibayangkan…
- Awas Gejala Awal Usus Buntu Menyerupai Maag..!
- Kapan Pulang Dari Rumah Sakit…?
- Patah Tulang… Dukun vs. Medis
- Testimoni Pembedahan
- Bedah Minimal Invasif
- Karakteristik Pasien
- Hak-Hak Pasien
Recent Comments
- wirya adnyana
on Pentingnya Bergerak Pasca Operasi - Halali Sahri
on Awas Gejala Awal Usus Buntu Menyerupai Maag..! - eryke
on Patah Tulang… Dukun vs. Medis - Joanra
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - ratih
on Waspada terhadap nyeri perut mendadak - Slamet Waluyo
on Apa yang perlu Anda ketahui tentang Kamar Operasi? - Firman
on Bengkak pada Pelir - Muslih
on Patah Tulang… Dukun vs. Medis


Mas Eka, paper akhir saya adalah cairan perak nitrat 0.5% untuk ulkus kanker. Hasilnya cukup bagus dan sekarang masih saya gunakan.
Tulisan terakhir baharazwar : Adamantinoma
@baharazwar :
Terimakasih info-nya dok…!
Saya juga terbiasa untuk luka tertentu menggunakan silver suphadiazine. Hasilnya lumayan memuaskan.
Kalo masih ada, boleh saya dapat tulisan ilmiah dokter itu sebagai salah satu referensi saya..?!
dwiyanto adi nugroho
0857 2954 6608
tembusan
dr. Amarullah H. Siregar, DIHom., DNMed., MA, M.Sc., Ph.D
(Doctor of Naturopathy from Clayton College of Natural Health, Birmingham USA. PhD Health Science from Fairfax University New Orleans – USA)
Telah ditemukan “ProXeronine” dalam buah NONI yang diproduksi di Tahiti, mampu meregenerasi dan merevitalisasi sel serta susunan syaraf yang rusak akibat stroke hingga bisa berfungsi kembali, menghentikan penyebaran kanker ganas, mengembalikan fungsi nadi koroner pada jantung koroner dan mungkin akan membuat hidup Anda menjadi lebih panjang.
Ratusan riset ilmiah telah di lakukan para saintis bidang kesehatan untuk mendapatkan kandungan Proxeronine dan mereka menemukannya dalam buah Noni Tahiti,Zat tersebut berhasil merevitalisasi & meregenerasi Sel yang telah mati hingga berfungsi lagi, secara alami mampu meningkatkan sistim kekebalan tubuh seseorang, meningkatkan fungsi dari sel dan memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh, baik yang diakibatkan berbagai penyakit atau proses penuaan. Mampu melawan kanker ganas dan berfungsi sangat baik dalam penyembuhan berbagai penyakit
“Yang paling penting adalah efek Noni, untuk Neorotransmiter pada sel syaraf yang dapat meningkatkan upaya kerja dari otak,” Kandungan bioaktif dalam noni mempunyai kemampuan untuk merevitalisasi sekaligus meregenerasi sel-sel syaraf dan berperan penting dalam meregulasi system kardiovaskuler. Selain meningkatkan stamina, Tahitian NONI Juice mampu menormalkan fungsi sel dan membunuh kanker aktif pada tubuh. Sebab Itulah menjadikan Tahitian NONI Juice ini meraih Top 10 Cancer Treatment dari The American Association for Cancer Research. Mau bebas dari kenker? Minumlah Tahitian NONI Juice secara berkala sebagai tindakan preventif yang tepat.
trims untuk tulisannya dok. kalau boleh minta saran untuk perawatan luka DM yang luas? trims
@puad :
Intinya seperti itu.. banyak produk saat ini yang bisa dipakai. Tapi khusus unt luka DM, jelas perlu pengobatan lain untuk menstabilkan atau menurunkan kadar gula darah penderita. Biasanya saling terkait antara bertambah basahnya luka dgn tingginya kadar BS..
betul jus buah noni bs mmbunuh sel kanker??ibi saya sudah oprasi 2 kali unt Ca payudara dan skarang sdng mnjalani kemotherapy,saya ingin ibu saya hidup lebih lama, dmana bisa sy dapatx jus noni???
@rova :
Wah… saya tidak tahu tentang therapy alternatif atau therapy herbal. Maaf, mungkin bisa dicoba browsing di media internet ini..
Dear dokter,
Salam kenal dengan saya dan kelompok “perawatan luka”. Kami tergabung dalam Indonesian Wound Care Clinician Association atau InWCCA. Monggo mampir di klinik (Balai Asuhan Keperawatan) WOCARE clinic-Bogor atau di http://www.wocare-clinic.co.cc . Kami juga mengembangkan tehnik perawatan luka berdasarkan konsep “moisture balance”, secara kebetulan saya berkenalan dengan dr Idral (alm) dan
selama sepuluh tahun bersama beliau mengembangkan proses penyembuhan luka untuk luka-luka kronis, seperti luka kanker, luka diabet, dll. Kami menemukan formula yang dapat digunakan untuk semua jenis luka, kami beri nama METCOVAZIN. mohon mampir di blog: http://www.metcovazin.blogspot.com.
wass. sampai ketemu.
wida
Mantap nih webnya, kalau boleh saya publish juga di blog saya
@widasari sri gitarja :
Terimakasih infonya mba Wida..
@saldy :
Tentu boleh. Terimakasih !
setahu saya, dlm jus noni tidak terdapat proxeronine/xeronine. silahkan cari di website FDA/situs lain atau cancer research yg disebutkan pak dwiyanto. Tidak ada disebutkan tentang noni/tahitian noni, apalagi keterangan seberapa banyak jumlah masing masing zat gizi yg dpt mengobati penyakit/ kanker, akibatnya dosis tidak dapat ditentukan.
Bgm komentar dr.amarullah siregar?
johan
Trim’s infonya…
Artikel tentang buah noni ini ada di situs “The American Association for Cancer Research (AACR)”, betul tidak dok kalo buah ini efektif untuk luka diabet ??
Alamat situs :
http://cancerres.aacrjournals.org/cgi/content/abstract/61/15/5749?maxtoshow=&hits=10&RESULTFORMAT=&fulltext=noni&searchid=1&FIRSTINDEX=0&resourcetype=HWCIT
Isi abstrak artikel :
Carcinogenesis
Two Novel Glycosides from the Fruits of Morinda Citrifolia (Noni) Inhibit AP-1 Transactivation and Cell Transformation in the Mouse Epidermal JB6 Cell Line1
Guangming Liu, Ann Bode, Wei-Ya Ma, Shengmin Sang, Chi-Tang Ho and Zigang Dong2
The Hormel Institute, University of Minnesota, Austin, Minnesota 55912 [G. L., A. B., W-Y. M., Z. D.], and The Department of Food Science and Center for Advanced Food Technology, Rutgers University, New Brunswick, New Jersey 08901-8520 [S. S., C-T. H.]
The fruit juice of Morinda citrifolia (noni), a plant originally grown in the Hawaiian and Tahitian islands, has long been used by islanders to treat diseases, including cancer. Two novel glycosides, 6-O-(ß-D-glucopyranosyl)-1-O-octanoyl-ß-D-glucopyranose and asperulosidic acid, extracted from the juice of noni fruits, were used to examine their effects on 12-O-tedtradecanoylphorbol-13-acetate (TPA)- and epidermal growth factor (EGF)-induced AP-1 transactivation and cell transformation in mouse epidermal JB6 cells. The results indicated that both compounds were effective in suppressing TPA- or EGF-induced cell transformation and associated AP-1 activity. TPA- or EGF-induced phosphorylation of c-Jun, but not extracellular signal-regulated kinases or p38 kinases, was also blocked by the compounds, indicating that c-Jun N-terminal kinases were critical in mediating TPA- or EGF-induced AP-1 activity and subsequent cell transformation in JB6 cells.
Doddy
Maaf, sebelumnya saya tidak pernah membaca apalagi menggunakannya…
Utk luka kronis foot diabetic yg plng bgs pake apa ya dok.
Apa bnr perawatanny ckp dgn kompres n menjaga kelembabnya menggunakn Nacl 0,9 %, sdngkn Sulfadiazine kurang efektif krn selain hny utk mngatasi bakteri tertentu sj jg dpt mganggu proses epitalisasi ?.
Lalu apakh produk salep mebo (maaf mnyebut produk) lbh bgs drpd kedua cara diatas.
Makasih dok.
Besan
Saya juga pernah pengalaman menggunakannya. Lumayan baik. Bisa dibaca pada keterangan product-nya.
Tapi sekarang memang begitu banyak produk2 yang menawarkan dan menjanjikan hasil baik untuk penanganan luka kronis ini…
Dok saya mau tanya berkenaan dengan tulisan diatas, anak saya umur 4,5 th, ada luka karena jatuh di betisnya, yang menjadi masalah, luka tsb sdh saya kasih betadine tetapi kok menggelumbung seperti mengandung nanah, kemudian saya obatin pake revanol, nanahnya keluar, tapi sdh 3 hari masih ga kering2 malah keluar nanah lagi (setiap hari selalu saya olesin betadine).
Bersamaan dengan itu sekitar 2 cm diatas lukanya ada luka bekas digaruk yang kemudian menjadi kaya bisul (ada nanahnya), jumlahnya ada tiga buah berdempetan dan menjadi luka dan membesar lukanya seperti luka yg pertama.
Pertanyaan saya apakah itu penyakit luka biasa atau bukan ? tindakan apa yang perlu saya lakukan ?
terima kasih dok.
aries
Jelas, luka seperti itu merupakan luka yang terinfeksi. Yang terpenting adalah pembersihannya. Usahakan jangan sampai tersisa nanah dan jaringan atau bagian kulit yang kotor atau telah rusak. Pembersihan bisa dilakukan dengan air bersih, bisa dicampur dengan betadine. Perawatannya dengan kompres lembab sampai tidak ada produksi nanah lagi. Setelah fase ini barulah bisa diberikan obat2 semacam cream unt mengeringkan dan melindungi dai infeksi berulang.
Yang terpenting selain di atas adalah menganalisa penyebab infeksi itu, apakah karena memang kotor, alergi atau yg lain. Ini dlm upaya mencegah lebih lanjut..
Dok kemarin anak saya sudah saya periksakan ke dokter, katanya terkena impetigo dan sudah diberikan antibiotik oral dan salep, penjelasan mengenai impetigo juga sudah saya baca di http://www.sehatgroup.web.id/?p=152.
Diatas dokter sudah jelaskan bahwa lukanya harus bersih dulu dari nanah baru bisa diberikan obat salep, cara membersihkannya dengan kompres lembab. Kompres lembabnya menggunakan cairan apa ya dok ? apakah bisa dengan rivanol ? apakah boleh menutup lukanya dengan kapas yang telah dibasahi rivanol ? kalo boleh, berapa lama kapas tersebut harus dibuka ?
Saya sangat khawatir karena luka yang ada masing-masing makin melebar.
Terima kasih atas penjelasannya dok.
aries
Dikompres dengan cairan bersih. Kalau di RS atau di klinik perawatan luka biasanya menggunakan cairan infus NaCl 0,9% (cairan fisiologis). Jangan menggunakan kapas, tapi pakai kasa steril. Ini ada dijual bebas di apotik juga kok. Memakai kapas akan menempel seratnya. Kompres bisa dipakai sampai 12 jam. Yang penting tahap ini bertujuan untuk menyerap atau menghilangkan nanah dan peradangannya terlebih dulu…
Atau saran saya jika tidak yakin bisa merawat, coba untuk mendatangi dokter bedah terlebih dulu unt bisa dimintai petunjuk secara langsung.