Thursday, March 11, 2010

Perawatan Luka Kronis

Banyak di antara kita, termasuk juga pekerja medis belum memahami benar bagaimana merawat luka, terutama luka kronis dengan baik. Yang memang sudah dianggap biasa untuk merawat luka oleh pasien atau keluarga sekalipun, sekali waktu pernah merasa tidak percaya diri dalam menghadapi jenis luka yang penyembuhannya membandel ini. Padahal segala upaya telah dilakukan. Banyak pula jenis produk perawatan luka yang dipakai, waktu merawatnya pun sudah teratur dan disiplin, namun belum juga menampakkan tanda tanda penyembuhan. Luka kronis umumnya dimaksud adalah luka yang terinfeksi yang masa penyembuhannya tidak sesuai lagi dengan kondisi normal. Luka tersebut bisa berasal dari luka karena trauma, bekas operasi, fistel, abses, ulcus, luka diabetic, luka karena keganasan, tekanan, gangguan vaskuler dan lain-lain. Jenis kuman yang menginfeksinya bisa oleh bakteri, jamur, parasit ataupun virus. Jika tidak mendapatkan penanganan yang benar, dapat menimbulkan kerusakan yang lebih luas pada jaringan tubuh di sekitarnya, menyebabkan jaringan (bagian yang membentuk tubuh; kulit, lemak, fascia, pembuluh darah, saraf, otot bahkan tulang) menjadi mati atau nekrosis. Lebih jauh dari itu, dapat mengakibatkan penyebaran infeksi ke seluruh tubuh melalui darah, menjadi apa yang disebut dengan sepsis hingga mengancam nyawa seseorang.

Untuk mudah diingat, tahap penanganan luka kronis secara lokal dibagi menjadi empat, yang saling terkait dan tidak bisa dikerjakan tanpa berurutan.

Mengangkat jaringan mati

Semasih di dalam luka ada jaringan mati (nekrotik), upaya apapun dikerjakan tidak akan berhasil. Sebab dengan adanya bagian jaringan yang membusuk, merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Mengakibatkan koloni bakteri akan makin berkembang, nanah semakin banyak dan kerusakan jaringan tambah lama tambah luas, sehingga jaringan yang rusak inipun menjadi mati dan membusuk. Upaya untuk membersihkan luka macam ini disebut dengan debridement. Pengertiannya, selain menghilangkan jaringan mati juga membersihhkan luka dari kotoran yang berasal dari luar yang termasuk benda asing bagi tubuh. Cara yang dikerjakan bisa secara pasif dengan mengompres luka menggunakan cairan atau beberapa material perawatan luka yang fungsinya untuk menyerap dan mengangkat bagian-bagian luka yang nekrotik. Cara ini tidak cukup dikerjakan 1 atau dua kali, mesti beberapa kali hingga butuh beberapa hari. Atau bisa dikerjakan secara aktif, relatif lebih praktis, dengan melakukan pembedahan. Memang dibutuhkan keberanian melakukan hal ini walaupun pertimbangan estetik tubuh bukan lagi menjadi prioritas. Ada juga yang kurang umum diketahui, yakni dengan mechanical debridement dan biological debridement (menggunakan serangga).

Menghilangkan nanah

Luka bernanah kebanyakan disebabkan karena bakteri. Ada bakteri yang menghasilkan banyak nanah, ada bakteri yang menimbulkan nanah serta bau khas, menghasilkan gas gangrene dan bau busuk yang menyengat dan ada yang dominan menyebabkan jaringan menjadi mati / nekrosis. Jadi dari kondisi luka saja sudah dapat diduga kuman penyebabnya. Walaupun sangat dibutuhkan pemeriksaan cultur –pembiakan kuman- untuk mencari secara pasti jenis kuman penyebab guna menentukan therapy antibiotika yang tepat. Dengan pembedahan, membuka serta mengalirkan nanah yang terperangkap di dalam tubuh merupakan cara terbaik untuk mengurangi pembentukan nanah. Upaya ini akan lebih lengkap jika diiringi dengan perawatan luka menggunakan absorbent agent atau yang lebih sederhana cukup dengan cairan fisiologis yang nantinya kalau basah, pembungkus luka bisa diganti beberapa kali. Banyaknya nanah menjadi salah satu indikator tingkat perbaikan luka. Akan lebih cepat masa penyembuhannya jika produksi nanah oleh luka ini belum sampai menimbulkan jaringan nekrotik yang luas.

Menjaga kelembaban luka

Setelah jaringan mati berhasil dibersihkan dan pengeluaran nanah oleh luka dapat diminimalisir, fase berikutnya adalah keluarnya cairan bening yang merupakan cairan tubuh sebagai petanda tahap penyembuhan luka akan segera dimulai. Semasih produksi cairan ini berlebihan, dibutuhkan usaha untuk menguranginya atau mengeringkan luka tersebut. Material yang digunakan bisa sama dengan yang digunakan untuk mengurangi nanah seperti di atas. Namun demikian harus tetap dijaga kelembaban luka. Makin kering kondisi luka, basahnya kasa penutup luka juga semakin diperas. Seperti prinsip yang sudah umum diketahui dalam menangani luka; basah dilawan dengan basah, kering diimbangi dengan penutup luka yang semakin kering juga. Sehingga dengan demikian waktu untuk mengganti penutup luka pun bisa diperjarang, tidak seperti tahap tahap sebelumnya.

Menunjang masa penyembuhan

Penyembuhan luka atau masa granulasi dimulai jika dasar luka sudah tampak kemerahan. Bisa diibaratkan seperti penampakan daging segar. Selain tetap menjaga kelembaban, luka harus tetap dijaga bersih serta hindari dari trauma sebab dengan pembentukan jaringan yang baru tumbuh ini, rawan sekali akan terjadinya perdarahan. Tersedia juga banyak produk perawatan luka, baik berupa cairan, cream, gel atau pasta yang berguna untuk merangsang terbentuknya sel-sel baru, membentuk kolagen dan mengisi bagian tubuh yang rusak dan tergerus sebelumnya. Problem yang biasanya dihadapi pada fase ini adalah penutupan luka di permukaan. Kalau lukanya tidak luas, bisa berharap kulit di sekitar luka akan tumbuh juga untuk melapisi luka. Namun jika lukanya luas, bisa dilakukan penjahitan skunder dengan lebih mendekatkan tepi tepi luka atau sekalian dilakukan flap atau tandur kulit yang mengambil kulit dari bagian lain tubuh.

Tahap tahapan di atas, sekali lagi hanya memperhatikan perawatan terlokalisir di luka tersebut semata. Sedangkan penyembuhan luka tidak hanya tergantung dari perawatan itu saja, namun harus dinilai apa yang mendasari terbentuknya luka kronis tersebut. Justru hal inilah yang potensial menghambat penyembuhan luka. Hal itu meliputi faktor usia, kondisi nutrisi penderita –terutama kandungan protein-, penyakit penyerta -seperti; diabetes, kelainan vena, kanker, malnutrisi-, penurunan imunitas dan kondisi psikis serta keterbatasan gerakan fisik. JIka hal hal itu ada, hendaknya diatasi dulu sebelum serius merawat luka atau setidaknya dilakukan perbaikan bareng dengan perawatan luka yang menjadi keluhan utama penderita.

Sebetulnya sembuh tidaknya luka tersebut ditentukan oleh tubuh kita sendiri. Upaya upaya yang dilakukan di atas hanya terbatas membuat suasana agar tubuh lebih terpacu untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Kata di text book: We can’t heal the wound, but just able to promote the healing process….



10 Comments

  1. Comments  baharazwarNo Gravatar   |  Thursday, 15 January 2009 at 7:33 am

    Mas Eka, paper akhir saya adalah cairan perak nitrat 0.5% untuk ulkus kanker. Hasilnya cukup bagus dan sekarang masih saya gunakan.

    Tulisan terakhir baharazwar : Adamantinoma

  2. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Thursday, 15 January 2009 at 12:06 pm

    @baharazwar :
    Terimakasih info-nya dok…!
    Saya juga terbiasa untuk luka tertentu menggunakan silver suphadiazine. Hasilnya lumayan memuaskan.
    Kalo masih ada, boleh saya dapat tulisan ilmiah dokter itu sebagai salah satu referensi saya..?!

  3. Comments  dwiyanto adi nugrohoNo Gravatar   |  Thursday, 05 February 2009 at 3:46 pm

    dwiyanto adi nugroho
    0857 2954 6608

    tembusan
    dr. Amarullah H. Siregar, DIHom., DNMed., MA, M.Sc., Ph.D
    (Doctor of Naturopathy from Clayton College of Natural Health, Birmingham USA. PhD Health Science from Fairfax University New Orleans – USA)

    Telah ditemukan “ProXeronine” dalam buah NONI yang diproduksi di Tahiti, mampu meregenerasi dan merevitalisasi sel serta susunan syaraf yang rusak akibat stroke hingga bisa berfungsi kembali, menghentikan penyebaran kanker ganas, mengembalikan fungsi nadi koroner pada jantung koroner dan mungkin akan membuat hidup Anda menjadi lebih panjang.

    Ratusan riset ilmiah telah di lakukan para saintis bidang kesehatan untuk mendapatkan kandungan Proxeronine dan mereka menemukannya dalam buah Noni Tahiti,Zat tersebut berhasil merevitalisasi & meregenerasi Sel yang telah mati hingga berfungsi lagi, secara alami mampu meningkatkan sistim kekebalan tubuh seseorang, meningkatkan fungsi dari sel dan memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh, baik yang diakibatkan berbagai penyakit atau proses penuaan. Mampu melawan kanker ganas dan berfungsi sangat baik dalam penyembuhan berbagai penyakit

    “Yang paling penting adalah efek Noni, untuk Neorotransmiter pada sel syaraf yang dapat meningkatkan upaya kerja dari otak,” Kandungan bioaktif dalam noni mempunyai kemampuan untuk merevitalisasi sekaligus meregenerasi sel-sel syaraf dan berperan penting dalam meregulasi system kardiovaskuler. Selain meningkatkan stamina, Tahitian NONI Juice mampu menormalkan fungsi sel dan membunuh kanker aktif pada tubuh. Sebab Itulah menjadikan Tahitian NONI Juice ini meraih Top 10 Cancer Treatment dari The American Association for Cancer Research. Mau bebas dari kenker? Minumlah Tahitian NONI Juice secara berkala sebagai tindakan preventif yang tepat.

  4. Comments  puadNo Gravatar   |  Saturday, 29 August 2009 at 12:35 am

    trims untuk tulisannya dok. kalau boleh minta saran untuk perawatan luka DM yang luas? trims

  5. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 30 August 2009 at 9:30 pm

    @puad :
    Intinya seperti itu.. banyak produk saat ini yang bisa dipakai. Tapi khusus unt luka DM, jelas perlu pengobatan lain untuk menstabilkan atau menurunkan kadar gula darah penderita. Biasanya saling terkait antara bertambah basahnya luka dgn tingginya kadar BS..

  6. Comments  rovaNo Gravatar   |  Saturday, 17 October 2009 at 9:51 pm

    betul jus buah noni bs mmbunuh sel kanker??ibi saya sudah oprasi 2 kali unt Ca payudara dan skarang sdng mnjalani kemotherapy,saya ingin ibu saya hidup lebih lama, dmana bisa sy dapatx jus noni???

  7. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 18 October 2009 at 11:27 am

    @rova :
    Wah… saya tidak tahu tentang therapy alternatif atau therapy herbal. Maaf, mungkin bisa dicoba browsing di media internet ini..

  8. Comments  widasari sri gitarjaNo Gravatar   |  Tuesday, 19 January 2010 at 5:24 pm

    Dear dokter,
    Salam kenal dengan saya dan kelompok “perawatan luka”. Kami tergabung dalam Indonesian Wound Care Clinician Association atau InWCCA. Monggo mampir di klinik (Balai Asuhan Keperawatan) WOCARE clinic-Bogor atau di http://www.wocare-clinic.co.cc . Kami juga mengembangkan tehnik perawatan luka berdasarkan konsep “moisture balance”, secara kebetulan saya berkenalan dengan dr Idral (alm) dan
    selama sepuluh tahun bersama beliau mengembangkan proses penyembuhan luka untuk luka-luka kronis, seperti luka kanker, luka diabet, dll. Kami menemukan formula yang dapat digunakan untuk semua jenis luka, kami beri nama METCOVAZIN. mohon mampir di blog: http://www.metcovazin.blogspot.com.
    wass. sampai ketemu.
    wida

  9. Comments  saldyNo Gravatar   |  Friday, 19 February 2010 at 9:01 am

    Mantap nih webnya, kalau boleh saya publish juga di blog saya

  10. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Friday, 19 February 2010 at 12:51 pm

    @widasari sri gitarja :
    Terimakasih infonya mba Wida..

    @saldy :
    Tentu boleh. Terimakasih !

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar