<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perawatan Luka Kronis</title>
	<atom:link href="http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/</link>
	<description>Weblog-nya Eka Kusmawan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 15:37:18 +0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: eka-kusmawan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-4508</link>
		<dc:creator>eka-kusmawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 23:31:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-4508</guid>
		<description>&lt;a href=&quot;comment-#4501&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;aries&lt;/a&gt; 
Dikompres dengan cairan bersih. Kalau di RS atau di klinik perawatan luka biasanya menggunakan cairan infus NaCl 0,9% (cairan fisiologis). Jangan menggunakan kapas, tapi pakai kasa steril. Ini ada dijual bebas di apotik juga kok. Memakai kapas akan menempel seratnya. Kompres bisa dipakai sampai 12 jam. Yang penting tahap ini bertujuan untuk menyerap atau menghilangkan nanah dan peradangannya terlebih dulu...
Atau saran saya jika tidak yakin bisa merawat, coba untuk mendatangi dokter bedah terlebih dulu unt bisa dimintai petunjuk secara langsung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="comment-#4501" rel="nofollow">aries</a><br />
Dikompres dengan cairan bersih. Kalau di RS atau di klinik perawatan luka biasanya menggunakan cairan infus NaCl 0,9% (cairan fisiologis). Jangan menggunakan kapas, tapi pakai kasa steril. Ini ada dijual bebas di apotik juga kok. Memakai kapas akan menempel seratnya. Kompres bisa dipakai sampai 12 jam. Yang penting tahap ini bertujuan untuk menyerap atau menghilangkan nanah dan peradangannya terlebih dulu&#8230;<br />
Atau saran saya jika tidak yakin bisa merawat, coba untuk mendatangi dokter bedah terlebih dulu unt bisa dimintai petunjuk secara langsung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aries</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-4501</link>
		<dc:creator>aries</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 12:18:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-4501</guid>
		<description>Dok kemarin anak saya sudah saya periksakan ke dokter, katanya terkena impetigo dan sudah diberikan antibiotik oral dan salep, penjelasan mengenai impetigo juga sudah saya baca di http://www.sehatgroup.web.id/?p=152.
Diatas dokter sudah jelaskan bahwa lukanya harus bersih dulu dari nanah baru bisa diberikan obat salep, cara membersihkannya dengan kompres lembab. Kompres lembabnya menggunakan cairan apa ya dok ? apakah bisa dengan rivanol ? apakah boleh menutup lukanya dengan kapas yang telah dibasahi rivanol ? kalo boleh, berapa lama kapas tersebut harus dibuka ?
Saya sangat khawatir karena luka yang ada masing-masing makin melebar.

Terima kasih atas penjelasannya dok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dok kemarin anak saya sudah saya periksakan ke dokter, katanya terkena impetigo dan sudah diberikan antibiotik oral dan salep, penjelasan mengenai impetigo juga sudah saya baca di <a href="http://www.sehatgroup.web.id/?p=152" rel="nofollow">http://www.sehatgroup.web.id/?p=152</a>.<br />
Diatas dokter sudah jelaskan bahwa lukanya harus bersih dulu dari nanah baru bisa diberikan obat salep, cara membersihkannya dengan kompres lembab. Kompres lembabnya menggunakan cairan apa ya dok ? apakah bisa dengan rivanol ? apakah boleh menutup lukanya dengan kapas yang telah dibasahi rivanol ? kalo boleh, berapa lama kapas tersebut harus dibuka ?<br />
Saya sangat khawatir karena luka yang ada masing-masing makin melebar.</p>
<p>Terima kasih atas penjelasannya dok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eka-kusmawan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-4490</link>
		<dc:creator>eka-kusmawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 17:34:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-4490</guid>
		<description>&lt;a href=&quot;comment-#4484&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;aries&lt;/a&gt; 
Jelas, luka seperti itu merupakan luka yang terinfeksi. Yang terpenting adalah pembersihannya. Usahakan jangan sampai tersisa nanah dan jaringan atau bagian kulit yang kotor atau telah rusak. Pembersihan bisa dilakukan dengan air bersih, bisa dicampur dengan betadine. Perawatannya dengan kompres lembab sampai tidak ada produksi nanah lagi. Setelah fase ini barulah bisa diberikan obat2 semacam cream unt mengeringkan dan melindungi dai infeksi berulang.
Yang terpenting selain di atas adalah menganalisa penyebab infeksi itu, apakah karena memang kotor, alergi atau yg lain. Ini dlm upaya mencegah lebih lanjut..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="comment-#4484" rel="nofollow">aries</a><br />
Jelas, luka seperti itu merupakan luka yang terinfeksi. Yang terpenting adalah pembersihannya. Usahakan jangan sampai tersisa nanah dan jaringan atau bagian kulit yang kotor atau telah rusak. Pembersihan bisa dilakukan dengan air bersih, bisa dicampur dengan betadine. Perawatannya dengan kompres lembab sampai tidak ada produksi nanah lagi. Setelah fase ini barulah bisa diberikan obat2 semacam cream unt mengeringkan dan melindungi dai infeksi berulang.<br />
Yang terpenting selain di atas adalah menganalisa penyebab infeksi itu, apakah karena memang kotor, alergi atau yg lain. Ini dlm upaya mencegah lebih lanjut..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aries</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-4484</link>
		<dc:creator>aries</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 12:14:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-4484</guid>
		<description>Dok saya mau tanya berkenaan dengan tulisan diatas, anak saya umur 4,5 th, ada luka karena jatuh di betisnya, yang menjadi masalah, luka tsb sdh saya kasih betadine tetapi kok menggelumbung seperti mengandung nanah, kemudian saya obatin pake revanol, nanahnya keluar, tapi sdh 3 hari masih ga kering2 malah keluar nanah lagi (setiap hari selalu saya olesin betadine).
Bersamaan dengan itu sekitar 2 cm diatas lukanya ada luka bekas digaruk yang kemudian menjadi kaya bisul (ada nanahnya), jumlahnya ada tiga buah berdempetan dan menjadi luka dan membesar lukanya seperti luka yg pertama.
Pertanyaan saya apakah itu penyakit luka biasa atau bukan ? tindakan apa yang perlu saya lakukan ?

terima kasih dok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dok saya mau tanya berkenaan dengan tulisan diatas, anak saya umur 4,5 th, ada luka karena jatuh di betisnya, yang menjadi masalah, luka tsb sdh saya kasih betadine tetapi kok menggelumbung seperti mengandung nanah, kemudian saya obatin pake revanol, nanahnya keluar, tapi sdh 3 hari masih ga kering2 malah keluar nanah lagi (setiap hari selalu saya olesin betadine).<br />
Bersamaan dengan itu sekitar 2 cm diatas lukanya ada luka bekas digaruk yang kemudian menjadi kaya bisul (ada nanahnya), jumlahnya ada tiga buah berdempetan dan menjadi luka dan membesar lukanya seperti luka yg pertama.<br />
Pertanyaan saya apakah itu penyakit luka biasa atau bukan ? tindakan apa yang perlu saya lakukan ?</p>
<p>terima kasih dok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eka-kusmawan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-3986</link>
		<dc:creator>eka-kusmawan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 23:13:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-3986</guid>
		<description>&lt;a href=&quot;comment-#3976&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Besan&lt;/a&gt; 
Saya juga pernah pengalaman menggunakannya. Lumayan baik. Bisa dibaca pada keterangan product-nya.
Tapi sekarang memang begitu banyak produk2 yang menawarkan dan menjanjikan hasil baik untuk penanganan luka kronis ini...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="comment-#3976" rel="nofollow">Besan</a><br />
Saya juga pernah pengalaman menggunakannya. Lumayan baik. Bisa dibaca pada keterangan product-nya.<br />
Tapi sekarang memang begitu banyak produk2 yang menawarkan dan menjanjikan hasil baik untuk penanganan luka kronis ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Besan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-3976</link>
		<dc:creator>Besan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 05:53:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-3976</guid>
		<description>Utk luka kronis foot diabetic yg plng bgs pake apa ya dok.
Apa bnr perawatanny ckp dgn kompres n menjaga kelembabnya menggunakn Nacl 0,9 %, sdngkn Sulfadiazine kurang efektif krn selain hny utk mngatasi bakteri tertentu sj jg dpt mganggu proses epitalisasi ?. 
Lalu apakh produk salep mebo (maaf mnyebut produk) lbh bgs drpd kedua cara diatas. 
Makasih dok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Utk luka kronis foot diabetic yg plng bgs pake apa ya dok.<br />
Apa bnr perawatanny ckp dgn kompres n menjaga kelembabnya menggunakn Nacl 0,9 %, sdngkn Sulfadiazine kurang efektif krn selain hny utk mngatasi bakteri tertentu sj jg dpt mganggu proses epitalisasi ?.<br />
Lalu apakh produk salep mebo (maaf mnyebut produk) lbh bgs drpd kedua cara diatas.<br />
Makasih dok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eka-kusmawan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-3958</link>
		<dc:creator>eka-kusmawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 07:03:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-3958</guid>
		<description>&lt;a href=&quot;comment-#3944&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Doddy&lt;/a&gt; 
Maaf, sebelumnya saya tidak pernah membaca apalagi menggunakannya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="comment-#3944" rel="nofollow">Doddy</a><br />
Maaf, sebelumnya saya tidak pernah membaca apalagi menggunakannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Doddy</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-3944</link>
		<dc:creator>Doddy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 16:45:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-3944</guid>
		<description>Artikel tentang buah noni ini ada di situs &quot;The American Association for Cancer Research (AACR)&quot;, betul tidak dok kalo buah ini efektif untuk luka diabet ??

Alamat situs :
http://cancerres.aacrjournals.org/cgi/content/abstract/61/15/5749?maxtoshow=&amp;hits=10&amp;RESULTFORMAT=&amp;fulltext=noni&amp;searchid=1&amp;FIRSTINDEX=0&amp;resourcetype=HWCIT

Isi abstrak artikel :

Carcinogenesis

Two Novel Glycosides from the Fruits of Morinda Citrifolia (Noni) Inhibit AP-1 Transactivation and Cell Transformation in the Mouse Epidermal JB6 Cell Line1
Guangming Liu, Ann Bode, Wei-Ya Ma, Shengmin Sang, Chi-Tang Ho and Zigang Dong2

The Hormel Institute, University of Minnesota, Austin, Minnesota 55912 [G. L., A. B., W-Y. M., Z. D.], and The Department of Food Science and Center for Advanced Food Technology, Rutgers University, New Brunswick, New Jersey 08901-8520 [S. S., C-T. H.]

The fruit juice of Morinda citrifolia (noni), a plant originally grown in the Hawaiian and Tahitian islands, has long been used by islanders to treat diseases, including cancer. Two novel glycosides, 6-O-(ß-D-glucopyranosyl)-1-O-octanoyl-ß-D-glucopyranose and asperulosidic acid, extracted from the juice of noni fruits, were used to examine their effects on 12-O-tedtradecanoylphorbol-13-acetate (TPA)- and epidermal growth factor (EGF)-induced AP-1 transactivation and cell transformation in mouse epidermal JB6 cells. The results indicated that both compounds were effective in suppressing TPA- or EGF-induced cell transformation and associated AP-1 activity. TPA- or EGF-induced phosphorylation of c-Jun, but not extracellular signal-regulated kinases or p38 kinases, was also blocked by the compounds, indicating that c-Jun N-terminal kinases were critical in mediating TPA- or EGF-induced AP-1 activity and subsequent cell transformation in JB6 cells.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel tentang buah noni ini ada di situs &#8220;The American Association for Cancer Research (AACR)&#8221;, betul tidak dok kalo buah ini efektif untuk luka diabet ??</p>
<p>Alamat situs :<br />
<a href="http://cancerres.aacrjournals.org/cgi/content/abstract/61/15/5749?maxtoshow=&amp;hits=10&amp;RESULTFORMAT=&amp;fulltext=noni&amp;searchid=1&amp;FIRSTINDEX=0&amp;resourcetype=HWCIT" rel="nofollow">http://cancerres.aacrjournals.org/cgi/content/abstract/61/15/5749?maxtoshow=&amp;hits=10&amp;RESULTFORMAT=&amp;fulltext=noni&amp;searchid=1&amp;FIRSTINDEX=0&amp;resourcetype=HWCIT</a></p>
<p>Isi abstrak artikel :</p>
<p>Carcinogenesis</p>
<p>Two Novel Glycosides from the Fruits of Morinda Citrifolia (Noni) Inhibit AP-1 Transactivation and Cell Transformation in the Mouse Epidermal JB6 Cell Line1<br />
Guangming Liu, Ann Bode, Wei-Ya Ma, Shengmin Sang, Chi-Tang Ho and Zigang Dong2</p>
<p>The Hormel Institute, University of Minnesota, Austin, Minnesota 55912 [G. L., A. B., W-Y. M., Z. D.], and The Department of Food Science and Center for Advanced Food Technology, Rutgers University, New Brunswick, New Jersey 08901-8520 [S. S., C-T. H.]</p>
<p>The fruit juice of Morinda citrifolia (noni), a plant originally grown in the Hawaiian and Tahitian islands, has long been used by islanders to treat diseases, including cancer. Two novel glycosides, 6-O-(ß-D-glucopyranosyl)-1-O-octanoyl-ß-D-glucopyranose and asperulosidic acid, extracted from the juice of noni fruits, were used to examine their effects on 12-O-tedtradecanoylphorbol-13-acetate (TPA)- and epidermal growth factor (EGF)-induced AP-1 transactivation and cell transformation in mouse epidermal JB6 cells. The results indicated that both compounds were effective in suppressing TPA- or EGF-induced cell transformation and associated AP-1 activity. TPA- or EGF-induced phosphorylation of c-Jun, but not extracellular signal-regulated kinases or p38 kinases, was also blocked by the compounds, indicating that c-Jun N-terminal kinases were critical in mediating TPA- or EGF-induced AP-1 activity and subsequent cell transformation in JB6 cells.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eka-kusmawan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-3633</link>
		<dc:creator>eka-kusmawan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 01:57:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-3633</guid>
		<description>&lt;a href=&quot;comment-#3614&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;johan&lt;/a&gt; 
Trim&#039;s infonya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="comment-#3614" rel="nofollow">johan</a><br />
Trim&#8217;s infonya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2009/01/perawatan-luka-kronis/comment-page-3/#comment-3614</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 17:41:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=295#comment-3614</guid>
		<description>setahu saya, dlm jus noni tidak terdapat proxeronine/xeronine. silahkan cari di website FDA/situs lain atau cancer research yg disebutkan pak dwiyanto. Tidak ada disebutkan tentang noni/tahitian noni, apalagi keterangan seberapa banyak jumlah masing masing zat gizi yg dpt mengobati penyakit/ kanker, akibatnya dosis tidak dapat ditentukan. 
Bgm komentar dr.amarullah siregar?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setahu saya, dlm jus noni tidak terdapat proxeronine/xeronine. silahkan cari di website FDA/situs lain atau cancer research yg disebutkan pak dwiyanto. Tidak ada disebutkan tentang noni/tahitian noni, apalagi keterangan seberapa banyak jumlah masing masing zat gizi yg dpt mengobati penyakit/ kanker, akibatnya dosis tidak dapat ditentukan.<br />
Bgm komentar dr.amarullah siregar?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
