Kematian Bpk. Ketua Dewan akibat Serangan Demonstran
Last Updated on Thursday, 5 February o 10:54 Written by eka-kusmawan Thursday, 5 February o 10:54
Hari Selasa kemarin pemberitaan nasional diramaikan dengan peristiwa matinya pejabat Ketua DPRD Sumatra Utara setelah mendapat serangan dari ratusan pengunjuk rasa di kantornya sendiri. Polemik lalu berkembang, apakah kematian itu akibat serangan jantung ataukah trauma fisik dari para demonstran yang memukuli beberapa bagian tubuh Bapak Abdul Azis Angkat ini. Seperti juga yang terlihat di monitor televisi dari berbagai stasiun, jelas sekali tampak korban dalam kondisi tertekan, baik psikisnya –kelihatan sangat stress- apalagi fisiknya, yang mengalami serbuan, himpitan, jepitan dan bahkan pukulan dari jarak yang sangat dekat dari beberapa orang. Dalam kondisi seperti itu, memang bagian tubuh yang paling mudah dan terekspos untuk mendapat serangan adalah di bagian kepala dan dada atau kemungkinan kecil juga di bagian perut.
Dikaji dari sisi ilmu traumatologi, sekeras-kerasnya pukulan dari kepalan tangan seseorang tidak akan menimbulkan kematian yang begitu cepat. Paling parah trauma di kepala akan menimbulkan kerusakan di otak dan perdarahan di dalam rongga tengkorak. Akan terjadi penurunan kesadaran, tapi tidak menimbulkan kematian dalam waktu kurang dari 3 jam, kecuali ada sumbatan jalan nafas. Sedikit lebih beresiko jika trauma mengenai bagian dada karena di dalam rongga dada (thorax) ada beberapa organ vital yang kalau mengalami kegagalan fungsi dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat. Organ tersebut adalah jantung, jalan nafas, paru-paru serta pembuluh darah besar. Apakah separah itu yang dialami korban? Kembali lagi dilihat pada mekanisme terjadinya trauma. Suatu trauma tumpul hingga sampai merusak atau setidaknya mencederai bagian organ dalam dada hampir dipastikan juga mengakibatkan remuknya tulang iga yang ada di bagian luar yang melindungi ruangan thorax tersebut. Sepertinya dari pengamatan yang bisa dilihat di televisi tidak ada benturan keras atau daya hantam yang kuat hingga membuat cedera parah di dalamnya sekalipun dari hasil pemeriksaan fisik dilaporkan adanya memar pada bagian permukaan tubuh korban.
Jadi yang paling mungkin menyebabkan kematian yang begitu cepat itu menurut saya adalah serangan jantung, yang justru dipicu oleh serangan para pengunjukrasa. Apalagi didasari oleh faktor resiko yang mungkin sudah ada sebelumnya, -seperti pernah riwayat gangguan irama jantung, kegemukan, merokok atau pun penyakit metabolik lainnya- ditambah lagi dengan suasana hiruk pikuk dengan kondisi udara atau oksigen yang sangat tidak nyaman sekitar lokasi tersebut, akan lebih memperkuat dugaan kematiannya akibat tidak begeraknya otot jantung korban. Keadaan stress yang berat dan tiba-tiba memacu keluarnya mediator (enzim) tubuh yang berpengaruh terhadap keadaan pembuluh darah di otot jantung. Pembuluh darah menyempit, aliran darah sangat berkurang dan oksigen pun tidak tersuplai secara cukup. Jaringan otot jantung mnejadi kekekurangan oksigen, rusak dan tidak mampu berdenyut lagi. Sehingga aliran darah dan oksigen ke bagian organ vital yang lain juga terhenti. Dalam hitungan menit tubuh kita tidak mampu untuk mengkompensasi diri dan terjadilah kematian.
Apapun penyebabnya, yang sudah pasti serangan dari ratusan demonstran itulah sebagai penyebab awal terjadinya peristiwa tragis ini. Hasil otopsi nantinya akan dapat menjawab secara lebih pasti organ dalam bagian mana yang mengalami cidera….
Tags: demonstran, mediator, rongga tengkorak, thorax, trauma tumpul
4 Comments
Leave a Reply
Recent Comments
- santi
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - eka-kusmawan
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - eka-kusmawan
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien - amanda
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - eka-kusmawan
on Mengenal Nyeri Pinggang akibat HNP - Arie
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien - ihwan
on Mengenal Nyeri Pinggang akibat HNP - eka-kusmawan
on Profile


Mantaps dok analisanya.
Tulisan terakhir imcw : Benjolan Itu Bernama Ganglion
@imcw :
Makasih Cock..
Tulisan terakhir eka kusmawan : Kematian Bpk. Ketua Dewan akibat Serangan Demonstran
Sharing aja dok.Dulu,guruku yg jg spesialis forensik pernah menangani trauma tumpul pada dada yg menyebabkan kematian.Ceritanya,seorang anak terkena bola sepak pada bagian dada lumayan keras,terus meninggal tak lama kemudian.Kalo gak salah,kata guruku penyebabnya dry drowning.Ini kalo aku gak salah denger lho dok..soale pas diterangin dulu itu aku ngantuk.
@Andri Journal :
Pada anak, susunan dinding dadanya relatif masih lentur, sehingga trauma yang keras bisa tidak menimbulkan patahan iga tapi memiliki dampak yang luar biasa pada paru dan juga kemampuan toleransi tubuh terhadap cedera relatif lebih lemah dibanding dewasa. Sehingga dengan kejadian benturan keras tersebut dan tidak mendapat penanganan yang adekuat dalam waktu singkat, sangat mungkin itu terjadi. Kemungkinan itu bisa tension-pneumothorax atau hematopneumothorax.
Terimakasih Andri atas sharing-nya. Pasti akan menjadi masukan berharga buat saya…
Tulisan terakhir eka kusmawan : Kematian Bpk. Ketua Dewan akibat Serangan Demonstran