Friday, September 03, 2010

Cukur Bulu Pubis Mengurangi Nyeri Perut ?

Ketika si bungsu saya tiba-tiba sakit perut kepingin ngengek di saat ia sedang dipotong rambut oleh mamanya, mengingatkan saya peristiwa yang hampir serupa pada waktu saya menjalani pendidikan dokter muda lebih dari lima belas tahun lalu. Ketika itu UGD tempat kami menjalani praktek tidaklah seperti rumah sakit pendidikan seperti sekarang ini. Penanganan pasien dengan kasus bedah dan non bedah masih bergabung menjadi satu. Dan kejadian itu bermula dari keluhan seorang pasien…

Datanglah seorang pasien laki-laki dewasa, usia berkisar 40 tahunan, seingat saya berkumis, dengan keluhan nyeri perut kanan bawah. Seperti biasanya, karena yang dia datangi adalah rumah sakit pendidikan maka pasien ini mesti melewati beberapa jenjang pemeriksaan, dari dokter muda (co-ass), dibantu oleh adik calon perawat, residen (pendidikan dokter spesialis) dan nantinyapun harus mendapatkan persetujuan konsulen jaga untuk penanganan selanjutnya. Kebetulan pasien ini menjadi tanggungjawab saya dalam penanganan awal, dari menelusuri keluhan, pemeriksaan fisik sampai ke usulan pemeriksaan penunjang. Kami saat itu mencurigai bahwa penderita ini terkena serangan peradangan usus buntu (apendecitis) yang akut. Di tengah-tengah kesibukan melayani pasien yang begitu rame saat itu, berselang tidak lebih dari setengah jam kemudian datang lagi pasien baru dengan penampilan fisik yang mirip dengan pasien tadi, mengeluh juga sakit perut mendadak. Karena banyak pasien, banyak petugas jaga, termasuk perawat dan banyak juga keluarga penunggu pasien serta ada beberapa yang telah diperbolehkan pulang menyebabkan penempatan pasien di bed-bed pemeriksaan masih tidak teratur. Kebetulan pasien nyeri perut kedua ini ditempatkan berjejer di sebelah pasien pertama yang hanya dipisahkan penyekat saja.

Hari menjelang malam, sudah akan terjadi pergantian shift jaga, suasana UGD tambah penuh sesak dengan kedatangan kelompok jaga malam perawat dan adik calon perawat –waktu itu bernama SPK (sekolah pendidikan keperawatan)- dan dilaksankanlah operan, suatu pengalihan tanggungjawab tugas diantara mereka. Saat injury time seperti ini kebetulan juga hasil pemeriksaan lab pasien yang menjadi tanggungjawab saya tadi telah selesai dan saya laporkan kepada residen jaga. Betul, disimpulkan bahwa pasien ini terkena infeksi akut usus buntu dan membutuhkan operasi malam itu juga. Intruksi untuk persiapan operasi ini saya teruskan juga ke perawat jaga salah satunya untuk membantu membersihkan bulu pubis penderita. Beberapa saat kemudian saya dikagetkan oleh tindakan adik perawat yang ikut membantu menangani pasien tersebut. Ternyata ia menguris bulu kemaluan pada pasien yang salah!! Dengan rasa cemas saya mendekati adik perawat itu sambil berbisik; “…dik, yang dicukur bukan pasien ini, tapi pasien di sebelah…” Dengan rasa takut ia tampak gugup, tapi untungnya pasien yang dkuris ini tampak pasrah dan terkesa nrimo tanpa tanya ini itu mungkin juga karena ia berasal dari kampung. Terlihat sudah setengah bagian dicukur habis. Saya pun berbisisk lagi..”ya sudah.., nanggung… Dihabisi saja!”

Setelah mendapatkan obat injeksi, ternyata pasien itu diperbolehkan pulang oleh dokter jaga .Ia terdiagnose gangguan kolik ureter kanan. Dan kami pun tidak berusaha dan belum sempat menjelaskan kenapa bulu kemaluannya dicukur habis. Mungkin ia bertanya-tanya, apa karena dicukur ini kemudian sakit perutnya jadi hilang, apa memang sakit perut model ini pengobatannya harus dengan cukur pubis..?? Kami satu tim jaga merasa bersalah dan sampai sekarang pun itu menjadi joke diantara kami. Bisa jadi pasien itu akan bercerita ke saudara atau pun tetangganya kalau cukur bulu pubis merupakan salah satu therapy untuk mengurangi nyeri perut yang diderita seseorang….



6 Comments

  1. Comments  imcwNo Gravatar   |  Wednesday, 11 March 2009 at 12:28 pm

    Masih ingat nggak dimana pasien itu sekarang, Dok? Kira kira baca tulisan ini nggak ya?

    Tulisan terakhir imcw : Menjadi Orang Tua Teladan Bagi Anak Anak

  2. Comments  Andri JournalNo Gravatar   |  Wednesday, 11 March 2009 at 5:11 pm

    Hahaha..Konyol!Mesti orang2 di kampungnya skr pada gak punya pubis! :D Apa mungkin gara2 geli pas dicukur pubisnya,trus nyerinya jd berkurang. :p

  3. Comments  haryogaNo Gravatar   |  Wednesday, 11 March 2009 at 8:53 pm

    kkkkkk….. cerita yang lucu kale dok….. wah kalo dibiarin setengah aja yang ke cukur bisa lebih keren dok… jadi terapi alternatif di kampung ntar, kalo sakit perut bagian kiri cukur yang sebelah kiri, kalo sakit dikanan cukur yang bagian kanan…. he hee ntar kalo kita dapet pasien dengan rambut pubis ilang dari atas ke sebelah kanan berarti pasien apendix dari kampung mantan pasien dokter eka dulu heeehee….

    Tulisan terakhir haryoga : Dokter Pelayanan Kesehatan Gratis

  4. Comments  titahNo Gravatar   |  Friday, 13 March 2009 at 11:33 am

    halah… tiwas saya serius membacanya, ternyata…. hahaha….

  5. Comments  marthaNo Gravatar   |  Thursday, 26 March 2009 at 8:56 am

    hahahhahahahh :D
    Memang koass penuh dengan pengalaman lucu nan konyol, dok…

    Tapi, masih untung ya…rambut kepalanya gak dicukur juga. Sapa tau, disangka pasien trepanasi… hihiiihi…

    Tulisan terakhir martha : Vegetarian; Bukan Sekedar Gaya Hidup (Bagian 2)

  6. Comments  PanDe BaikNo Gravatar   |  Wednesday, 01 April 2009 at 8:59 pm

    Tadinya saya kira beneran, eh ternyata guyonan. Padahal maunya meniru. :p

    Tulisan terakhir PanDe Baik : Apa Kabar Taman Festival Bali ?

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar