music-patient1Musik menjadi bahasa universal yang bisa dinikmati oleh semua orang, dari bayi sampai ke orang tua. Aktifitas hidup terasa hambar, tidak bergairah dan tak berwarna tanpa ada musik. Musik bisa dipakai sebagai sarana apresiasi, hiburan, gaya hidup, bisnis, penyeimbang dan sebagai therapy. Musik untuk kesehatan? Ya…! Sudah banyak yang merasakan hal ini. Banyak juga kemudian yang mempraktekkan dan akhirnya hubungan ini pun diteliti untuk dapat diterangkan serta dibuktikan secara ilmiah. Lalu bagaimana hubungan antara musik dan pembedahan..?
Bagi yang sudah pernah masuk ke dalam kamar operasi atau bahkan menjadi pasien yang harus tergeletak di atas meja operasi dalam keadaan sadar, mungkin pernah mendengar dan merasakan musik yang sengaja disuguhkan sebagai pelengkap di tengah-tengah aktifitas pembedahan itu sendiri. Banyak hal positif yang diharapkan terhadap kehadiran suara dengan nada, volume dan ritme tertentu ini. Paling tidak dari orang yang suka mendengarnya menjadi terhibur, yang akhirnya secara obyektif dapat berdampak terhadap kondisi tubuh seseorang saat itu. Musik akan mempengaruhi gelombang dalam otak kita menyebabkan daya berpikir dan ketajaman berkonsentrasi lebih tinggi. Penelitian pada pengaruh ini juga menyebutkan bahwa pada gelombang nada rendah seseorang dapat berada pada level ketenangan untuk bisa melakukan meditasi secara baik. Musik juga akan mempengaruhi ambang munculnya stress dan tekanan psikis lainnya, menyokong terjadi relaksasi otot dan menekan emosi. Sehingga musik juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kecemasan dan rasa takut. Di samping itu, penelitian juga telah membuktikan bahwa dengan musik kondisi vital seseorang mampu dipengaruhi dan diperbaiki yang dapat diukur secara obyektif. Pengukuran itu mencakup denyut nadi, tekanan darah, kadar cortisol dan ephineprin –suatu enzim tubuh yang cenderung meningkat pada seseorang yang mengalami gejolak fisik mapun mental-.
Dengan begitu maka akan sangat bermanfaat jika musik itu diperdengarkan untuk pasien yang akan menjalani pembedahan. Oleh karena penikmatan musik bersifat subyektif dan personal, berbeda satu dengan orang yang lain, maka penggunaan semacam alat digital portable music player yang dilengkapi head-set untuk para pasien mungkin lebih tepat. Selain karena bisa diatur sendiri sesuai selera masing-masing, penggunaan headset juga menutup pendengaran pasien dari hal-hal yang memang tidak perlu dan tidak sepatutnya didengar di sekitar lingkungan kamar operasi. Dan dengan alat ini pula pasien bisa menggunakannya pada persiapan sebelum pembedahan dikerjakan, pada saat proses pembedahan (bagi pasien sadar yang menggunakan block spinal anasthesi) maupun pada fase pemulihan di ruang recovery.
Tidak kalah faedahnya, musik bermanfaat juga bagi petugas di lingkungan kamar operasi. Terutama oleh dokter bedah yang terlibat langsung dan memerlukan ketenangan dalam menjalani pekerjaannya. Sehingga tidaklah berlebihan kalau di dalam kamar operasi dilengkapi pula dengan audio dan sound system yang intinya bisa dimanfaatkan untuk menciptakan suasana nyaman, mengurangi kepenatan kerja, dan memberi hiburan bagi mereka yang menggemarinya…..

8 Responses to “Musik dan Pembedahan”