Thursday, March 11, 2010

Musik dan Pembedahan

music-patient1Musik menjadi bahasa universal yang bisa dinikmati oleh semua orang, dari bayi sampai ke orang tua. Aktifitas hidup terasa hambar, tidak bergairah dan tak berwarna tanpa ada musik. Musik bisa dipakai sebagai sarana apresiasi, hiburan, gaya hidup, bisnis, penyeimbang dan sebagai therapy. Musik untuk kesehatan? Ya…! Sudah banyak yang merasakan hal ini. Banyak juga kemudian yang mempraktekkan dan akhirnya hubungan ini pun diteliti untuk dapat diterangkan serta dibuktikan secara ilmiah. Lalu bagaimana hubungan antara musik dan pembedahan..?
Bagi yang sudah pernah masuk ke dalam kamar operasi atau bahkan menjadi pasien yang harus tergeletak di atas meja operasi dalam keadaan sadar, mungkin pernah mendengar dan merasakan musik yang sengaja disuguhkan sebagai pelengkap di tengah-tengah aktifitas pembedahan itu sendiri. Banyak hal positif yang diharapkan terhadap kehadiran suara dengan nada, volume dan ritme tertentu ini. Paling tidak dari orang yang suka mendengarnya menjadi terhibur, yang akhirnya secara obyektif dapat berdampak terhadap kondisi tubuh seseorang saat itu. Musik akan mempengaruhi gelombang dalam otak kita menyebabkan daya berpikir dan ketajaman berkonsentrasi lebih tinggi. Penelitian pada pengaruh ini juga menyebutkan bahwa pada gelombang nada rendah seseorang dapat berada pada level ketenangan untuk bisa melakukan meditasi secara baik. Musik juga akan mempengaruhi ambang munculnya stress dan tekanan psikis lainnya, menyokong terjadi relaksasi otot dan menekan emosi. Sehingga musik juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kecemasan dan rasa takut. Di samping itu, penelitian juga telah membuktikan bahwa dengan musik kondisi vital seseorang mampu dipengaruhi dan diperbaiki yang dapat diukur secara obyektif. Pengukuran itu mencakup denyut nadi, tekanan darah, kadar cortisol dan ephineprin –suatu enzim tubuh yang cenderung meningkat pada seseorang yang mengalami gejolak fisik mapun mental-.
Dengan begitu maka akan sangat bermanfaat jika musik itu diperdengarkan untuk pasien yang akan menjalani pembedahan. Oleh karena penikmatan musik bersifat subyektif dan personal, berbeda satu dengan orang yang lain, maka penggunaan semacam alat digital portable music player yang dilengkapi head-set untuk para pasien mungkin lebih tepat. Selain karena bisa diatur sendiri sesuai selera masing-masing, penggunaan headset juga menutup pendengaran pasien dari hal-hal yang memang tidak perlu dan tidak sepatutnya didengar di sekitar lingkungan kamar operasi. Dan dengan alat ini pula pasien bisa menggunakannya pada persiapan sebelum pembedahan dikerjakan, pada saat proses pembedahan (bagi pasien sadar yang menggunakan block spinal anasthesi) maupun pada fase pemulihan di ruang recovery.
Tidak kalah faedahnya, musik bermanfaat juga bagi petugas di lingkungan kamar operasi. Terutama oleh dokter bedah yang terlibat langsung dan memerlukan ketenangan dalam menjalani pekerjaannya. Sehingga tidaklah berlebihan kalau di dalam kamar operasi dilengkapi pula dengan audio dan sound system yang intinya bisa dimanfaatkan untuk menciptakan suasana nyaman, mengurangi kepenatan kerja, dan memberi hiburan bagi mereka yang menggemarinya…..



8 Comments

  1. Comments  iephulNo Gravatar   |  Monday, 04 May 2009 at 3:02 pm

    hi lam nal………….
    kunjungi Bloq q yach!!!!!!
    iephulsmanti.blogspot.com
    jangan lupa Comment!!!!!!

  2. Comments  Andri JournalNo Gravatar   |  Friday, 08 May 2009 at 7:11 am

    Pas di kamar operasi pantesan dosenku mesti muter lg kalo pas lg operasi.Dah gitu lagunya itu2 aja..Diputer2 terus..Mungkin itu lagu favorit ybs.Petikan lagunya spt ini:”sepurane mas..sepuraneee..” :D

  3. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 10 May 2009 at 7:57 am

    @Andri Journal :
    Dengan lagu itu mungkin membuat beliau lebih nyaman dan tenang dalam bekerja..he..he…

    Tulisan terakhir eka kusmawan : Musik dan Pembedahan

  4. Comments  yudhi neNo Gravatar   |  Monday, 11 May 2009 at 2:37 pm

    saya setuju, musik memang memberi inspirasi dan menenangkan . . .

    Tulisan terakhir yudhi ne : Gate Ball: Lapangannya

  5. Comments  vanquishNo Gravatar   |  Sunday, 07 February 2010 at 9:30 am

    saya ingat ada musik yang sy dengar sayup2(saya kondisi 2/3 sadar) pada saat saya naik meja operasi.

    setelah kemarin saya cari2 ternyata itu lagunya superman is dead feat shagydog judulnya:jika kami bersama. Tau nggak dok?

    jadi agak aneh,masak kamar bedah lagunya agak keras.

  6. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Monday, 08 February 2010 at 7:51 pm

    @vanquish :
    Ha..hah..haha.. Mau lagu jenis apa, tergantung si penikmatnya, yah.. tergantung si operatornya..
    Kali supaya ia lebih semangat kerja unt menyelamatkan anda…:)

  7. Comments  inallahyauNo Gravatar   |  Saturday, 13 February 2010 at 7:18 pm

    tul sekaleee dok…. dok tolong dong kirimkan syarat standar sebuah kamar operasi …makasih

  8. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 14 February 2010 at 6:02 am

    @inallahyau :
    Akan diusahakan…

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar