Thursday, March 11, 2010

ATLS, antara jadwal kursus dan banyaknya peminat

atls-blog11Tidak bisa disangkal lagi bahwa saat ini jadwal penyelenggaraan kursus ATLS di Indonesia dirasakan masih kurang. Penilaian ini muncul tentu jika didasarkan atas begitu banyaknya peminat. Bayangkan, yang mendaftar hari ini baru akan mendapat giliran bisa hingga tahun depan. Sehingga untuk mengejar antrean ini banyak peserta -para dokter- yang terpaksa mengikuti pelatihan ini di luar daerah tempatnya bertugas atau berdomisili. Kenapa kursus yang lumayan mahal ini bisa begitu dibutuhkan? Karena sudah tidak dapat disangkal juga, bahwa setidaknya dalam 5 tahun terakhir ini sertifikat lulus kursus ATLS menjadi persyaratan bagi tenaga dokter yang berniat melamar kerja di sebagian besar rumah sakit, klinik atau instansi lain yang menyelenggarakan layanan kesehatan. Begitu pula untuk keperluan melanjutkan sekolah spesialisasi. Beberapa PPDS tertentu mewajibkan calon residennya untuk mengikuti pelatihan ini.

Dengan tidak kurang dari 20 Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia, kalau dihitung secara kasar dengan asumsi bahwa peminat ATLS sekitar 50%nya saja dari tamatan dokter baru itu, maka setidaknya dibutuhkan sekitar 70 sampai 75 kelas penyelenggaraan ATLS setiap tahunnya di Indonesia. Belum termasuk pelatihan ini diminati atau pun diwajibkan bagi kalangan dokter yang telah bertugas beberapa tahun sebelumnya. Itu berarti frekwensi penyelenggaraan ATLS selama ini yang diorganisir oleh IKABI (Ikatan Ahli Bedah Indonesia) melalui Komisi Trauma-nya memang betul masih terasa kurang. Padahal hampir setiap minggu kursus ini diadakan secara terjadwal menyebar di seluruh Indonesia. Lalu bagaimana solusinya..?

Yang sudah diupayakan dan mungkin perlu pula dicari terobosan lain untuk memperkecil kesenjangan ini adalah meningkatkan jumlah kelas penyelenggaraan, memperbanyak instruktur, menerapkan dan mendelegasikan pelaksanaan per region atau wilayah, serta upaya upaya lain tanpa mengurangi kwalitas pelaksanaan dan cetakan lulusan kursus yang terstandarisasi. Namun apa yang diungkapkan di atas tidaklah semudah penerapannya. Tidak gampang mengkoordinasi penyelenggaraan dengan melibatkan banyak peserta dan instruktur. Tidak pula banyak dokter bedah yang bisa dan berkenan untuk dijadikan instruktur serta mau untuk siap mengajar sesuai waktu yang diperlukan. Belum lagi problem penunjang yang lain; alat peraga, perangkat hard dan soft ware-nya, penunjang adminstrasi, logistik dan tim pelaksana (perawat dan crew) yang teramat sangat berperan di balik kesuksesan penyelenggaraan suatu kursus ATLS. Tidak mudah kita mencari orang macam Andanu, bang Saiful, Pak Bagyo yang sudah tergolong gila di komunitas ATLS untuk berbasah, berbaur dan selalu siap kemana dan dimana saja sebagai instruktur. Dan susah pula kita mendapatkan orang seperti Magda di Banjarmasin, Vivi di Makasar dan lainnya yang begitu besar perhatian serta pengorbanannya untuk kesuksesan pelaksanaan ATLS di daerah…

Abang Nazar pernah mengungkapkan galaunya, bagaimana pelaksanaan ATLS ke depan. Akankah kita tidak bisa menerima tantangan terhadap banyaknya permintaan ini? Mungkinkah nanti akan muncul sejenis ATLS tandingan yang kwalitasnya masih perlu dipertanyakan? Ataukah nanti suatu saat kita harus terpaksa menyerahkan kepada pemerintah untuk mengambil alih penyelenggaraannya…

Memang sudah saatnya problem ini dibicarakan serius di level yang lebih tinggi. Bravo untuk penyelenggara ATLS!



21 Comments

  1. Comments  Andri JournalNo Gravatar   |  Tuesday, 16 June 2009 at 2:18 pm

    Aku ada usul tambahan. Gimana kalo seandainya masa berlaku sertifikat ACLS, ATLS, dan lain sebagainya dijadikan seumur hidup. :D Kasian lho pak para sejawat yang kurang mampu.

    Tulisan terakhir Andri Journal : Nyeri Dada

  2. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Tuesday, 16 June 2009 at 10:21 pm

    @Andri Journal :
    Betul, ini masalah lain yang perlu dikaji juga! Trim’s buat Andri atas masukannya…

    Tulisan terakhir eka kusmawan : ATLS, antara jadwal kursus dan banyaknya peminat

  3. Comments  haryogaNo Gravatar   |  Wednesday, 17 June 2009 at 2:26 pm

    kalo seumur hidup saya juga setuju…! yah kalo gak bisa sumur hidup, setidaknya untuk memperpanjang masa berlakunya tidak mengulang kursus secara utuh lah dan tentunya tidak perlu bayar sebesar ikut kursus full lah. hanya sekedar usul dok..heee..heee.. bravo ATLS!!

    Tulisan terakhir haryoga : Jalan di pantai Nusa Dua….Burung Pipit

  4. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Thursday, 18 June 2009 at 7:18 am

    @haryoga :
    Jika tidak direfreshing dalam 4 tahun ini, dikhawatirkan ketrampilan dan kecermatan peserta menjadi berkurang. Kembali tergantung motivasi si pengguna sertikasi kursus ini. Coba lihat dan bergabung bersama Group Refresher ATLS Course di Facebook..
    Trim’s Har atas comment-nya.

    Tulisan terakhir eka kusmawan : ATLS, antara jadwal kursus dan banyaknya peminat

  5. Comments  DeddyNo Gravatar   |  Thursday, 20 August 2009 at 3:36 pm

    saya kurang setuju klo seumur hidup. Seperti kata dokter Eka, selain ketrampilan dan kecermatan peserta menjadi berkurang, update ilmu2 emergency juga terus berkembang kan…? Tapi untuk refreshing kembali, bolehlah ga musti ikut yang full lagi :D

  6. Comments  eka kusmawanNo Gravatar   |  Friday, 21 August 2009 at 9:03 am

    @Deddy :
    Ya, baiknya begitu.. yg mau refresh tidak mesti ikut full lagi..

  7. Comments  Gosenpartama   |  Saturday, 12 September 2009 at 7:16 am

    sekarang say baru sadar betapa susahnya ikut ATLS ini, sudah beberapa rumah sakit di jawa dan RS Sanglah saya hubungi dan jawaban mereka semuanya sama, sampai tahun 2010 ATLS full..jadi bru bsa ikut ATLS 2011 :(

  8. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 13 September 2009 at 10:59 pm

    @Gosenpartama :
    Coba hubungi juga Sekretariat ATLS pusat di Jakarta untuk mencari informasi jadwal tahunan yang biasanya sudah dikeluarkan setiap awal tahun bersangkutan.

  9. Comments  dianNo Gravatar   |  Wednesday, 28 October 2009 at 1:12 pm

    tlg donk minta jadwal atls terbaru 2010

    gmn &kmn daftarnya??????

    tengkyu

  10. Comments  dianNo Gravatar   |  Wednesday, 28 October 2009 at 1:13 pm

    tlg krm ke email ku d dsari_84@yahoo.com ya infonya

  11. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 01 November 2009 at 8:06 am

    @dian :
    Saya sendiri belum terima jadwal ATLS tahun depan Dian…
    Biasanya sih dibagikan pada awal tahun!

  12. Comments  dewiNo Gravatar   |  Saturday, 21 November 2009 at 4:12 pm

    maaf dok, brp ya biaya ATLS? karena di info yg saya baca tdk ada keterangan ttg biayanya… apakah biaya tsb di semua tempat penyelenggara sama besarnya? terima kasih dok

  13. Comments  Lembu SekilanNo Gravatar   |  Saturday, 21 November 2009 at 5:00 pm

    Horass, ku sependpt ATLS di serahkan pd pemerintah ttp “hanya pembiayaannya”, spt di Thailand 50% biaya operasional ditanggung oleh pemerintah (ini utk semua dokter disana), ttp pelaksananya tetap “organisasi profesi” (di Indonesia :IKABI) krn organisasi ini yg diakui sah oleh COT ACS utk pelaksanaan ATLS di Indonesia. Ttg sertifikat ATLS berlaku seumur hidup, apakah mungkin, sedangkan SIM, KTP dan pasport saja hrs diperbarui tiap 5 thn, apalagi “kemampuan seorang dokter” menangani pasien gawat sangat perlu diperbaharui krn tehnik penanganannya didunia selalu cepat berubah, “pertanyaannya apakah rekan-rekan mau ditangani oleh dokter yg kemampuannya terbatas dan kedaluwarsa jika menderita kecelakaan ?”……….. Satu waktu rekan-rekan pasti terpaksa menggunakan ilmu ATLS minimal pd keluarga terdekat yg mengalami cedera/trauma, agar keluarga rekan-rekan dpt pulih kembali,… ada baiknya buku ATLS dibaca “khatam minimal 3x”sebelum kursus.

  14. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 22 November 2009 at 11:10 pm

    @dewi :
    Saya tidak tahu persis saat ini brp biaya itu. Memang sedikit ada perbedaan antara 1 daerah penyelenggara dengan daerah lain. Pembiayaan itu didasari atas biaya royalti, konsumsi peserta. praktikum, administrasi & atk, honor instruktur (akomodasi & transportasi), biaya penyelenggaraan dll. Yang terakhir sy tahu 3,5 sampai 4jt per orang, kecuali yg diselenggarakan oleh depkes dan pesertanya ditunjuk oleh pemerintah..

  15. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Sunday, 22 November 2009 at 11:12 pm

    @Lembu Sekilan :
    Horasss.. setuju juga! Sekali lagi, ini perlu diwacanakan untuk bisa dibahas pd kesempatan yg tepat..!

  16. Comments  ochaNo Gravatar   |  Thursday, 24 December 2009 at 10:23 am

    tlng dok…jdwal atls di sumatera 2010 dunkkk….
    terima kasih….

  17. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Thursday, 24 December 2009 at 1:16 pm

    @ocha :
    Memang belum ada penguman resmi. Informasi terakhir dari pusat katanya masih sdg disusun…

  18. Comments  danangNo Gravatar   |  Thursday, 21 January 2010 at 3:18 pm

    ..mas saya kan di Paua dalam waktu dekat ATLS di Indonesia timur dimane ye ada yang punya infoo…tx. please kirim ke emailku ye

  19. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Friday, 22 January 2010 at 12:35 am

    @danang :
    Bisa dilihat di facebook group IAIC(Indonesia ATLS Instuctor Community)…..

  20. Comments  widiNo Gravatar   |  Tuesday, 09 February 2010 at 1:38 am

    gmn boss, dah ada jadwal atls tahun 2010?

  21. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Tuesday, 09 February 2010 at 6:19 am

    @widi :
    Sudah sebulan lalu saya posting di group IAIC (facebook).

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar