Pembedahan dan Pembiusan
Last Updated on Sunday, 23 August o 02:22 Written by eka-kusmawan Sunday, 23 August o 02:22
“Dok.. apa tidak bisa saya dibius supaya gak sadar, karena saya takut dioperasi…?!”. “Apa tidak berbahaya tuh anak saya kalau dibius total…?”. “ Tidak bisa bius lokal nih dok, agar hemat biaya..?”. “Kok saya mesti puasa sebelum operasi?” Pertanyaan pertanyaan semacam itulah umumnya yang diungkapkan penderita dalam persiapannya akan menjalani operasi. Pembiusan dan pembedahan merupakan satu rangkaian yang tidak bisa terpisahkan. Itulah sebabnya kenapa suatu tindakan pembedahan yang dikerjakan di kamar operasi memerlukan kerja sama team yang kompak dengan keterlibatan team bedah dan team anasthesi, baik dokter maupun asistennya. Ada beberapa pilihan pembiusan atau anastesi yang dapat diberikan ke seorang penderita. Tapi pilihan ini tidaklah ditentukan oleh si penderita, melainkan ditentukan berdasarkan berbagai alasan medis.
Bagi seorang dokter Bedah yang berperan sebagai operator pasti menginginkan kondisi pembiusan yang prima saat ia menjalankan pembedahanya. Tidak hanya sekedar bebas nyeri namun juga ketenangan pasien serta relaksasi atau lemasnya otot-otot yang berada di sekitar lapangan operasi. Keadaan seperti itu didapat pada jenis pembiusan total atau general anesthesia. Namun tidak semua kasus bedah sebaiknya dikerjakan dengan bius total. Akan ada pertimbangan pilihan lain yang relatif resikonya lebih ringan. Belum lagi didasarkan atas pertimbangan pembiayaan, kondisi persiapan preoperatif pasien dan kecepatan pulih yang diinginkan. Misalnya, mengangkat tahi lalat di tangan pada seorang dewasa, tentu lebih tepat menggunakan bius lokal, karena resiko pembiusannya ringan, tidak perlu persiapan khusus, waktu pulih cepat dan biaya murah.
Secara umum ada 3 jenis pembiusan, yakni pembiusan total, regional dan lokal. Pembiusan total atau bius umum dikerjakan dengan cara memasukan obat melalui inhalasi –hirup udara yg mengandung gas anasthesi- atau bisa dengan memasukkan obat melalui pembuluh darah vena (intravenous). Karena pasien tidak sadar, sangat diperlukan sekali jaminan saluran nafas agar senantiasa terbuka, tidak terhalang sehingga oksigen dapat leluasa masuk ke paru-paru. Bila diperlukan dapat dipasang semacam tube atau pipa ke dalam tenggorokan untuk menjaga saluran nafas tersebut. Dengan alasan ini juga pasien dicegah muntah agar bahan muntahan tidak masuk ke dalam saluran nafas. Sehingga wajib bagi pasien yang akan dibius total untuk berpuasa, setidaknya 5 jam sebelum pembiusan bagi pasien dewasa. Karena obat yang diberikan bekerja secara sistemik, resikonya pun lebih tinggi dibanding cara pembiusan yang lain. Bius regional dilakukan dengan cara memblok kerja saraf yang melayani bagian tubuh yang akan dioperasi. Keseringan diterapkan blok spinal dengan memasukkan obat ke dalam sumsum tulang belakang untuk mengerjakan operasi di perut bagian bawah sampai tungkai bawah. Ada juga cara dengan memblok pleksus (kumpulan serat saraf) untuk melakukan operasi di bagian lengan tangan ke bawah. Sedangkan pembiusan lokal yang resikonya paling rendah terbatas hanya bisa diterapkan pada jenis operasi kecil, sayatan dan kedalaman lapangan operasi yang tidak luas dan obat cukup disuntikkan di sekitar areal permukaan tubuh yang akan dioperasi. Efek obat menghilangkan sementara kerja saraf sensoris yang menlingkupi areal tersebut.
Bagi seorang dokter anasthesi pemilihan jenis bius disamping mempertimbangkan faktor sosial tadi, yang lebih penting adalah pertimbangan medis, seperti ; umur, gangguan atau penyakit lain yang menyertai satu kasus bedah, di bagian tubuh mana lokasi pembedahan akan dikerjakan termasuk kemungkinan faktor penyulit yang bisa mengganggu proses berlangsungnya pembedahan dan prediksi waktu yang diperlukan untuk operasi tertentu. Resiko pembiusan yang harus dipertimbangkan ini tidak saja yang mungkin berdampak pada proses berlangsungnya pembedahan tapi juga dampak terhadap kondisi penderita setelah selesainya operasi tersebut. Maka menurut klasifikasi American Society of Anaesthesiologist (ASA), keadaan fisik pasien preoperatif dikatagorikan sesuai tingginya resiko, menjadi ASA I sampai ASA V. Katagori inilah yang umum diguankan oleh team anasthesia untuk memperkirakan kemungkinan hasil operasi dan tentu sebagai bahan permakluman kepada keluarga pasien saat memberikan Informed Consent atau Surat Persetujuan Tindakan Medik (SPTM).
Tags: ASA, bius, general anesthesia, Informed Consent, SPTM
10 Comments
Leave a Reply
Recent Comments
- santi
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - eka-kusmawan
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - eka-kusmawan
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien - amanda
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - eka-kusmawan
on Mengenal Nyeri Pinggang akibat HNP - Arie
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien - ihwan
on Mengenal Nyeri Pinggang akibat HNP - eka-kusmawan
on Profile


Kalo untuk operasi bagian perut, kata temenku, baiknya pake regional anestesi. Menurutnya, relaksasi otot yang didapat lebih sempurna. Betul gak dok?
Tanya dok. PPDS bedah uro atau ortho di Udayana ada gak ya?
@Andri Journal :
Ya, betul. Dan juga katanya (menurut sejawat anasthesi) resikonya lebih ringan kebanding general anasthesi. Biasanya kita sebagai operator tidak begitu peduli akan hal itu. Yang penting bagaimana pasiennya bisa tenang, rilek dan posisi kita enak saat melakukan pembedahan..he..he…
PPDS ortho sdh buka dari 2 tahun lalu. Untuk urologi belum, masih penjajakan…
saya membaca sebuah artikel tentang penilaian terhadap dokter bedah laki-laki dan dokter bedah perempuan di situs http://www.medpagetoday.com/HospitalBasedMedicine/WorkForce/15159, mohon tanggapannya secara sekilas Dok untuk kasus di Indonesia, atau dijadikan pertimbangan untuk tema selanjutnya di blog ini.. he..he.. Makasih banyak.
(sekedar info: untuk widgetbox general surgery news ada di http://www.widgetbox.com/widget/general-surgery-medical-news)
Hai Dok…
Saya mau tanya nih tentang anastesi dan jenis/letak pembedahan…
Terkait dengan 2 operasi yang saya jalanin (dan Dokter tangani..), kan Op. Ganglion itu sepertinya lebih ringan dari Haemorroid, baik dari segi besarnya pembedahan maupun perawatan dan pemulihan pasca Op. Tapi kenapa Op. Ganglion memerlukan General Anesthesia sedangkan Op. Haemorhoid hanya Local Anesthesia ?
Sebenarnya ini terkait dengan pertanyaan teman saya di kantor yang juga punya Ganglion cukup besar di pergelangan tangan juga tapi merasa takut untuk Operasi karena tau saya pake General Anesthesia waktu operasi dulu…
Thank’s before untuk infonya Dok…
Regards,
Arie
@Arie :
Pada umumnya pembiusan ada 3 jenis; lokal, regional dan umum / total. Operasi hemoroidectomi bukan menggunakan anastesi lokal tapi regional, yakni mem-blok kerja saraf dengan memberi pembiusan pada pangkal dari serabut saraf tersebut. Sehingga untuk mengerjakan operasi dari udel ke bawah dilakukanlah penyuntikan di bagian belakang yang mengenai serabut saraf di tulang belakang.
Untuk mengerjakan operasi di tangan yang kemungkinannya bisa saja akan termanipulasi luas (mis. pd operasi ganglion yg beresiko dalam hal mencari akarnya yang bs merambat jauh) idealnya jg menggunakan bius regional dengan mencari serabut saraf di bagian pangkal lengan yang mensarafi tangan yg bersangkutan. Tapi kebanyakan dokter anasthesi tidak mau mengambil tindakan tsb, karena beresiko; letaknya jauh di dalam permukaan tubuh, struktur di sekitarnya jg banyak yang vital dan titik sasaran suntikan tsb sangat sulit didapat. Sehingga operasi dengan tingkat kesulitan yg dikerjakan di lengan ke bawah dianggap lebih aman dengan pembiusan total.
sory, i mean regional anesthesia for haemorriodectomy! slip of hand on typing Doc…hehehe
fyi, saya udah forward your above info ke temen saya itu n dia rencana operasi dalam minggu ini Dok.
anyway,thank’s alot buat reply-nya Dok…
sukses selalu..
Yours,
Arie
Mau tanya dok, ada seorang temen operasi hernia dengan menggunakan bius lokal, apakah hal tsb aman dok? mohon penjelasanya..
terima kasih
@EIFat :
Memang di buku dikatakan masih bisa, walaupun saya sendiri tdk pernah menjalankannya. Amankah? Relatif! Jika unt menangani pasien yang beresiko unt diberikan pembiusan lain, mungkin akan bermanfaat dan lebih murah. Tapi tdk ada alasan itu, pastilah aman dan nyaman dengan pembiusan regional atau general.
apakah bius total bisa menyebabkan halusinasi?
@vanquish :
Bisa. Terutama pada penggunaan obat2 tertentu. Tapi setahu saya dengan perkembangan kefarmasian setidaknya dalam 5 tahun terakhir ini efek tersebut sudah hampir sama sekali bisa ditekan. Sehingga sekarang operasi bisa berlangsung dengan nyaman, tanpa ada gangguan atau keluhan pasien pasca operasi…