Ahli Bedah ibarat Tukang Bengkel…
Last Updated on Friday, 26 February o 01:07 Written by eka-kusmawan Friday, 11 September o 09:20
Tahukah anda, mengerjakan operasi di tubuh manusia itu ibaratnya seperti memperbaiki kendaraan yang rusak? Apa itu terbatas hanya pada body saja, bagian interiornya, mesin penggerak atau di bagian vital lainnya. Disamping
memerlukan ketrampilan tangan, juga harus dibantu dengan peralatan tertentu untuk mempermudah pengambilannya. Ada macam-macam instrumen bedah, seperti gunting, pinset, klem, retractor, pisau dan lain-lain yang kalau ingin disingkatkan, cuma ada 4 fungsi utamanya; menoreh, memotong, membuka dan memegang. Dan bicara soal bedah, bagi kebanyakan orang akan dapat mempertanyakan beberapa hal, yang nantinya bisa juga digunakan untuk klasifikasi menurut apa yang dikerjakan, mengancam atau tidak, cara pengerjaan dan di bagian tubuh mana operasi itu dijalankan. Maka dikenallah pembedahan ringan atau berat, bedah emergensi atau berencana, bedah tertutup dan bedah terbuka, serta bedah sesuai dengan subbidang sistem organ, ada bedah orthopedi yang mengurusi tulang, bedah urologi yang menangani organ saluran kemih, bedah jantung dan seterusnya.
Begitulah kebanyakan orang mengenal apa itu pembedahan. Namun jika dibahasakan secara awam, segala upaya pada tindakan bedah itu memiliki tujuan yang bisa dikatagorikan sebagai berikut;
Memotong. Tindakan itulah yang umumnya dikatakan orang. Ada juga yang mengistilahkan dengan kata ‘mengangkat’. Pengerjaan utama ini menjadi tujuan pokok dalam tindakan bedah. Padahal mungkin saja diawali atau disertai dengan jenis tindakan lainnya. Umumnya untuk operasi tumor, istilah pengerjaan ini lebih tepat digunakan. Bisa juga dilakukan dengan tujuan mengangkat benda asing dalam tubuh, mengangkat jaringan yang telah rusak dan menghilangkan bentukan yang tidak normal pada tubuh.
Mengalirkan. Tentu yang dialirkan adalah sesuatu yang tersumbat dan penumpukannya bisa menimbulkan masalah. Misalnya mengalirkan nanah pada kejadian abses atau bisul, mengalirkan air kencing pada kasus sumbatan di salurannya, mengalirkan isi usus yang bagian hilirnya tertutup total, mengalirkan udara yang terjerembab di ruang dada pada bagian luar paru dan lain-lain.
Menyambung. Mengembalikan sesuatu yang terputus atau nyaris terlepas. Seperti penyambungan pembuluh darah, saluran kencing, usus dan dapat pula dimaksudkan tujuan ini untuk mengembalikan bentukan tulang yang telah patah. Akan lebih jelas lagi contohnya pada upaya menyambung jari yang telah mengalami luka putus (amputatum).
Menutup. Tujuan ini sepertinya sudah jelas dapat dibayangkan. Menjahit suatu luka terbuka merupakan kasus yang paling sering didapat. Menutup suatu celah juga termasuk tujuan pada operasi hernia, kebocoran usus atau organ berongga lainnya, termasuk pengerjaan menutup pembuluh darah agar tidak ada aliran darah lagi yang berarti juga mencegah perdarahan lebih lanjut.
Menyisipkan bahan. Ada banyak operasi untuk bisa dijadikan contoh pada jenis upaya pembedahan ini terutama untuk tindakan minimal invasive, misalnya penyisipan stant pada bedah jantung atau stant yang dipasang di saluran kencing. Paling jelas kelihatan pada pembedahan menangani patah tulang yang dipasang internal fiksasi seperti plate dan screw di bagian fragmen tulang yang mengalami patah tersebut.
Melepaskan. Dikerjakan pada kasus perlengketan yang umumnya terjadi setelah sesuatu organ mengalami proses peradangan sehingga menyebabkan perlengketan pada jaringan lunak di sekitarnya. Lebih sering terdengar terjadi perlengketan usus di dinding perut, perlengketan organ paru pada dinding dada sehingga mengakibatkan paru tidak bisa mengembang. Atau mungkin saja perlengketan benda asing yang tertanam di dalam tubuh, yang sebelumnya entah sengaja dipasang ataupun sebagai akibat suatu kecelakaan.
Membersihkan. Jelas ditujukan untuk menghindari tubuh dari proses infeksi yang diakibatkan karena kotor dari material di luar tubuh, kotor karena produk tubuh yang harus dibuang dan kotor karena sebagai jaringan tubuh telah rusak atau mati.
Melekatkan. Tujuan tindakan ini pada umumnya untuk menghindari terbentuknya ruang kosong yang nantinya mudah terisi oleh cairan atau bagian jaringan lainnya yang merugikan bahkan merusak tubuh. Dilakukan juga sengaja untuk mengurangi keluhan, misalnya melekatkan atau mematikan sendi lutut guna mengatasi nyeri yang menyiksa berkepanjangan.
Memperbaiki bentuk. Kebanyakan tujuan operasi ini didapatkan pada pembedahan kosmetik atau bedah plastik . Bisa membuat yang besar menjadi lebih kecil, yang tumpul mejadi runcing, yang pendek bisa menjadi lebih panjang, yang kendur agar menjadi lebih kencang dan lain sebaginya.
Kesemua jenis tindakan pembedahan itu justru jarang menjadi tujuan satu satunya (single purpose). Lebih banyak satu proses operasi akan melewati beberapa tahap tadi, sehingga pembedahan itu sendiri merupakan rangkaian permainan atau lebih tepatnya ketrampilan tangan seorang operator, untuk mendapatkan tujuan akhir operasi, yakni penderita bisa pulih secara anatomis dan fungsional sesempurna mungkin serta terbebas dari beban fisik maupun psikis….
Leave a Reply
Recent Comments
- eka-kusmawan
on Mengenal Nyeri Pinggang akibat HNP - Arie
on Gaya Komunikasi Dokter-Pasien - ihwan
on Mengenal Nyeri Pinggang akibat HNP - eka-kusmawan
on Profile - eka-kusmawan
on Jangan panik dulu kalau Anda mengalami berak darah - eka-kusmawan
on Pentingnya Bergerak Pasca Operasi - eka-kusmawan
on Waspada terhadap nyeri perut mendadak - anita
on Pentingnya Bergerak Pasca Operasi

