Friday, March 12, 2010

Persiapan Fisik Sebelum Operasi

Selain mempersiapkan mental, waktu dan biaya, pembedahan berencana juga mewajibkan pasien untuk menyiapkan kondisi fisik demi lancarnya operasi yang akan berlangsung. Persiapan fisik ini berhubungan dengan  kelainan atau penyakit yang akan dibedah tersebut, dan juga persiapan fisik berkenaan dengan pembiusan, agar obat-obat bius yang nantinya diberikan tidak menimbulkan efek negatif akibat kemampuan respon tubuh yang tidak normal lagi.

Smiling doctor consoling patient sitting on wheel chair outdoor Diagnose suatu penyakit diupayakan sejelas mungkin sebelum therapi pembedahan dijalankan. Dan bagi operator atau dokter Bedah sendiri, tentu  tidak akan memiliki arah yang pasti di saat berlangsungnya operasi, apa bagaimana dan seberapa yang mesti dibedah jika informasi atau assessment  –pendekatan ke arah diagnose pasti- belum optimal. Sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan di luar pemeriksaan fisik untuk menuju kepastian itu. Mungkin akan diperlukan pemeriksaan laboratorium saja atau dibutuhkan lagi pemeriksaan penunjang yang masih taraf sederhana sampai yang sudah canggih. Misalnya, pemeriksaan rontgen atau x-ray, pemeriksaan  USG, CT scan, MRI dan pemeriksaan yang sifatnya lebih invasif, seperti x-ray atau CT scan dengan kontras, biopsi, endoscopy (colonoscopy, ureteroscopy, arthroscopy, bronchoscopy,laparoscopy dll). Memang semakin maju perkembangan teknologi, semakin canggih pula alat pemeriksaan di bidang medis yang membuat pasien semakin nyaman.  Sepengetahuan penulis, salah satu pemeriksaan canggih saat ini adalah pemeriksaan menggunakan capsule endoscopy untuk mengetahui keadaan saluran cerna dari atas hingga ke bawah dengan menelan sebutir capsul yang didalamnya  terkandung kamera dan bisa dipantau lewat monitor di luar tubuh pasien setiap saat, disamping menggambarkan sejauh mana serta di lokasi mana kelainan didapat sehingga ahli bedah tidak ragu-ragu lagi untuk  menoreh di  bagian tertentu dari permukaan perut. Tapi apapun pemeriksaan itu, tidak selalu harus suatu penyakit langsung dideteksi dengan peralatan yang canggih. Jika sudah dan bahkan lebih sensitif untuk diperiksa dengan alat pemeriksaan yang lebih sederhana kenapa harus ke tingkat pemeriksaan canggih atau yang malah  lebih invasif dan tentu mahal?

Karena tubuh pasti akan mengalami stress pembedahan, baik dari kemampuan fungsi masing2 organ vital maupun cedera langsung yang diterimanya, maka untuk kepentingan pembiusan agar obat2 yang diberikan sebelum dan selama proses berlangsungnya operasi bisa direspon dengan baik, harus ada jaminan akan fungsi dan kondisi tubuh yang baik pula. Maka jika penderita akan dipersiapkan menjalani operasi dengan pembiusan umum ataupun regional pada yang berusia di atas 40 tahun diwajibkan  memeriksa lab untuk mengetahui fungsi pembekuan darah, fungsi liver, ginjal,  endokrin, elektrolit, status gizi dan pemeriksaan elekrokardiografi (EKG) untuk menilai keadaan jantung. Pemeriksaan pemeriksaan tersebut termasuk pemeriksaan standard yang sebaiknya dicek secara lengkap. Namun pada penerapannya, kadang beberapa ahli bedah  lebih menekankan pada pemeriksaan yang menjurus pada kondisi penyakitnya sekalipun jenis pendeteksiaannya lebih mendetail.

Sedangkan untuk jangka pendek, setidaknya 8 jam sebelum masuk ke dalam kamar operasi, fisik penderita diharapkan sudah fit, tidak sedang pilek, batuk atau yang lainnya, dalam keadaan bersih hingga ke cuci rambut dan siap menanggalkan asesoris seperti perhiasan, gigi palsu, tidak bergincu dan cat kuku mesti dihapus. Ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi operasi dan menunjang sterilitas proses operasi…


5 Comments

  1. Comments  Lex dePraxisNo Gravatar   |  Wednesday, 14 October 2009 at 4:51 pm

    Sampai sekarang saya memiliki rasa takut yang berlebihan mengenai operasi, tidak peduli seberapa kecil. Beberapa kali saya sempat diberi pilihan untuk operasi (dalam kasus-kasus berbeda), langsung tekanan darah saya melonjak tinggi.. Memalukan, tapi yah begitulah.

    Ada saran bagaimana untuk mengatasi hal ini?

    Salam kenal,

    Lex dePraxis
    Unlocked!

  2. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Wednesday, 14 October 2009 at 6:47 pm

    @Lex dePraxis :
    Salam kenal kembali..!
    Saran untuk menghadapi pembedahan bisa dibaca pada artikel sy sebelumnya di http://spesialisbedah.com/2008/06/tips-menghadapi-pembedahan/
    trim’s atas kunjungannya..

  3. Comments  hasto   |  Saturday, 28 November 2009 at 3:11 pm

    ada ga alat-alat pembedahan / intstrumen kamar bedah dengan penjelsan fungsinya?

  4. Comments  hastoNo Gravatar   |  Saturday, 28 November 2009 at 3:14 pm

    yang tentang craniotomy dengan indikasi EDH?

  5. Comments  kusmawanNo Gravatar   |  Saturday, 28 November 2009 at 7:30 pm

    @hasto :
    Ya, suatu saat saya akan mencoba menuliskan tentang peralatan bedah dan fungsinya. Trim’s adatas idenya..

 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar