<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gaya Komunikasi Dokter-Pasien</title>
	<atom:link href="http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/</link>
	<description>Weblog-nya Eka Kusmawan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 May 2012 02:19:42 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: eka-kusmawan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-4/#comment-13647</link>
		<dc:creator>eka-kusmawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 00:43:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-13647</guid>
		<description>Trims Ary... Tanggapan ini akan menjadi referensi berharga buat saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Trims Ary&#8230; Tanggapan ini akan menjadi referensi berharga buat saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ary</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-4/#comment-13634</link>
		<dc:creator>ary</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 12:10:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-13634</guid>
		<description>Dokter no 1, pernah menemui sekali. Mengenai attitude beliau, sebenarnya saya sudah pernah mendengar sebelumnya.. Hari itu kebetulan saya ada perlu, dan saya tidak menyangka saya berakhir dengan dimaki dihadapan puluhan pasien yang lain. Perawat yang mendengarkan pun akhirnya tidak tahan dan meninggalkan ruangan. Saya memahami bahwa beliau butuh pengakuan dengan dua buah gelar yang dimilikinya. Dua buah gelar yang mahal dan pastinya butuh pengorbanan yang tak sedikit. Sialnya pengorbanan ini masih belum ada &#039;timbal balik&#039; karena jumlah pasiennya terbatas (ya iyalah, saya pun pasti lebih baik memilih pindah dokter kalau sampai saya membutuhkan keahliannya suatu hari nanti -semoga tidak-). yah, saya sih lebih ke arah kasihan saat meninggalkan ruangannya dan &#039;kenyang&#039; dengan makian sekitar satu jam. Lucunya, saya besoknya menerima permintaan maaf dari beliau yang disampaikan melalui kakak saya yang kebetulan teman sejawatnya. Entah siapa yang mengatakan kalau saya adalah teman sejawat yang juga adik ataupun anak dari teman sejawat beliau. Saya tak bisa membayangkan kalau saya adalah &#039;rakyat kebanyakan&#039;. Pastilah kata maaf itu tak pernah saya terima (tapi saya sudah memaafkan beliau kok, bahkan sebelum beliau menyelesaikan kalimat makian pertamanya).. :-)
Dokter no 2, pernah ditangani oleh dokter macam begini. Menyenangkan.. Ramah, bersahabat, sabar.. Tapi kalau konsul dan menyadari bahwa hape beliau tak pernah berhenti berdering, belum pula tumpukan status rekam medis di atas meja perawatnya membuat saya selaku pasien jadi berpikir untuk seringkas dan se efisien mungkin. Meski beliau tidak pernah sekalipun memotong pembicaraan pasien secara langsung ataupun tidak dengan bahasa tubuhnya, namun dering hape sudah cukup sebagai &#039;pengingat&#039; kepada pasien bahwa pembicaraan harus segera diakhiri.
Dokter no 3, salah satunya yang menangani saya adalah dokter macam begini. Bikin ngeri, males dan akhirnya memilih jalan memutar bahkan hanya bila berpapasan dengan beliau. Malas karena pasti ujung-ujungnya saya diomelin panjang lebar karena melihat apa yang saya lakukan. Kebetulan beliau spesialis yang menangani saya dengan symptomp yang terlihat nyata. Mungkin bagi tenaga medis lain tidak terlihat, namun beliau selalu bisa mendeteksi bahkan dari jarak berpuluh meter sekalipun. Yah, beliau memang bermaksud baik.. Dan maksud beliau ngomelin saya karena sayang dengan saya, jewerannya pun jeweran sayang.. Tapi yah tetep aja, ngeri.. Samapai sekarang pun saya masih memilih memutar, hahahhaahhaah... Tapi beliau pasiennya banyak, karena memang perhatian dengan pasien-pasiennya dan ekspert sangat dibidangnya. Diagnosa beliau sama dengan hasil MRI sejak awal sebelum hasil MRI keluar, sedangkan dokter saya yang lain tidak sesuai.
Dokter no 4, salah satu dokter yang menangani saya juga. Benar-benar tipe dokter idaman dan berharap masih ada dokter lain selain beliau yang juga memiliki pola komunikasi yang sama dengan pasiennya. Masih terngiang saat itu, masih dengan menggunakan appron, baju OK, masker, handschoen, topi oprasi dan sepatu boot beliau menemui saya dengan membawa kursi dan bantal hanya untuk mengajarkan kepada saya gerakan sholat. Dengan APD lengkap, beliau mempraktekkan dihadapan saya cara untuk melakukan gerakan sholat sesempurna mungkin dengan menggunakan alat bantu. Sebelumnya beliau berpanjang lebar menjelaskan kepada saya mengenai kondisi saya dengan bahasa sesederhana mungkin, namun beliau akhirnya menyadari bahwa muka saya terlihat bosan. Menanyakan apakah saya memahami anatomi lutut.. Beliau diberitahukan oleh asistennya mengenai profesi saya dan akhirnya dengan cepat mengubah gaya bahasanya. Setelah mengajari saya melakukan gerakan sholat, beliau pun menanyakan dengan detil mengenai aktivitas saya sejak saya bangun hingga saya tidur. Beliau juga memberitahukan tips dn trik bagaimana saya bisa melakukan aktivitas dengan meminimalkan resiko. The best doctor that i ever had :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dokter no 1, pernah menemui sekali. Mengenai attitude beliau, sebenarnya saya sudah pernah mendengar sebelumnya.. Hari itu kebetulan saya ada perlu, dan saya tidak menyangka saya berakhir dengan dimaki dihadapan puluhan pasien yang lain. Perawat yang mendengarkan pun akhirnya tidak tahan dan meninggalkan ruangan. Saya memahami bahwa beliau butuh pengakuan dengan dua buah gelar yang dimilikinya. Dua buah gelar yang mahal dan pastinya butuh pengorbanan yang tak sedikit. Sialnya pengorbanan ini masih belum ada &#8216;timbal balik&#8217; karena jumlah pasiennya terbatas (ya iyalah, saya pun pasti lebih baik memilih pindah dokter kalau sampai saya membutuhkan keahliannya suatu hari nanti -semoga tidak-). yah, saya sih lebih ke arah kasihan saat meninggalkan ruangannya dan &#8216;kenyang&#8217; dengan makian sekitar satu jam. Lucunya, saya besoknya menerima permintaan maaf dari beliau yang disampaikan melalui kakak saya yang kebetulan teman sejawatnya. Entah siapa yang mengatakan kalau saya adalah teman sejawat yang juga adik ataupun anak dari teman sejawat beliau. Saya tak bisa membayangkan kalau saya adalah &#8216;rakyat kebanyakan&#8217;. Pastilah kata maaf itu tak pernah saya terima (tapi saya sudah memaafkan beliau kok, bahkan sebelum beliau menyelesaikan kalimat makian pertamanya).. <img src='http://spesialisbedah.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Dokter no 2, pernah ditangani oleh dokter macam begini. Menyenangkan.. Ramah, bersahabat, sabar.. Tapi kalau konsul dan menyadari bahwa hape beliau tak pernah berhenti berdering, belum pula tumpukan status rekam medis di atas meja perawatnya membuat saya selaku pasien jadi berpikir untuk seringkas dan se efisien mungkin. Meski beliau tidak pernah sekalipun memotong pembicaraan pasien secara langsung ataupun tidak dengan bahasa tubuhnya, namun dering hape sudah cukup sebagai &#8216;pengingat&#8217; kepada pasien bahwa pembicaraan harus segera diakhiri.<br />
Dokter no 3, salah satunya yang menangani saya adalah dokter macam begini. Bikin ngeri, males dan akhirnya memilih jalan memutar bahkan hanya bila berpapasan dengan beliau. Malas karena pasti ujung-ujungnya saya diomelin panjang lebar karena melihat apa yang saya lakukan. Kebetulan beliau spesialis yang menangani saya dengan symptomp yang terlihat nyata. Mungkin bagi tenaga medis lain tidak terlihat, namun beliau selalu bisa mendeteksi bahkan dari jarak berpuluh meter sekalipun. Yah, beliau memang bermaksud baik.. Dan maksud beliau ngomelin saya karena sayang dengan saya, jewerannya pun jeweran sayang.. Tapi yah tetep aja, ngeri.. Samapai sekarang pun saya masih memilih memutar, hahahhaahhaah&#8230; Tapi beliau pasiennya banyak, karena memang perhatian dengan pasien-pasiennya dan ekspert sangat dibidangnya. Diagnosa beliau sama dengan hasil MRI sejak awal sebelum hasil MRI keluar, sedangkan dokter saya yang lain tidak sesuai.<br />
Dokter no 4, salah satu dokter yang menangani saya juga. Benar-benar tipe dokter idaman dan berharap masih ada dokter lain selain beliau yang juga memiliki pola komunikasi yang sama dengan pasiennya. Masih terngiang saat itu, masih dengan menggunakan appron, baju OK, masker, handschoen, topi oprasi dan sepatu boot beliau menemui saya dengan membawa kursi dan bantal hanya untuk mengajarkan kepada saya gerakan sholat. Dengan APD lengkap, beliau mempraktekkan dihadapan saya cara untuk melakukan gerakan sholat sesempurna mungkin dengan menggunakan alat bantu. Sebelumnya beliau berpanjang lebar menjelaskan kepada saya mengenai kondisi saya dengan bahasa sesederhana mungkin, namun beliau akhirnya menyadari bahwa muka saya terlihat bosan. Menanyakan apakah saya memahami anatomi lutut.. Beliau diberitahukan oleh asistennya mengenai profesi saya dan akhirnya dengan cepat mengubah gaya bahasanya. Setelah mengajari saya melakukan gerakan sholat, beliau pun menanyakan dengan detil mengenai aktivitas saya sejak saya bangun hingga saya tidur. Beliau juga memberitahukan tips dn trik bagaimana saya bisa melakukan aktivitas dengan meminimalkan resiko. The best doctor that i ever had <img src='http://spesialisbedah.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arie</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-4/#comment-3295</link>
		<dc:creator>Arie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 04:46:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-3295</guid>
		<description>Pastinya......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pastinya&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eka-kusmawan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-4/#comment-3266</link>
		<dc:creator>eka-kusmawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 12:01:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-3266</guid>
		<description>@Arie:
Hehe..hee.. silakan nilai sendiri. Kayaknya nggak sih...!
.-= eka-kusmawan&#180;s last blog ..&lt;a href=&quot;http://spesialisbedah.com/2010/03/kapan-pulang-dari-rumah-sakit/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kapan Pulang Dari Rumah Sakit…?&lt;/a&gt; =-.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Arie:<br />
Hehe..hee.. silakan nilai sendiri. Kayaknya nggak sih&#8230;!<br />
.-= eka-kusmawan&#180;s last blog ..<a href="http://spesialisbedah.com/2010/03/kapan-pulang-dari-rumah-sakit/" rel="nofollow">Kapan Pulang Dari Rumah Sakit…?</a> =-.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arie</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-4/#comment-3263</link>
		<dc:creator>Arie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 04:00:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-3263</guid>
		<description>Yahhh, namanya juga isin gumi Dok...
Ada kene, ada keto...hehhehee...
Yang pastinya Host blog ini ga seperti itu, ya ga?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yahhh, namanya juga isin gumi Dok&#8230;<br />
Ada kene, ada keto&#8230;hehhehee&#8230;<br />
Yang pastinya Host blog ini ga seperti itu, ya ga?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eka-kusmawan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-3/#comment-3260</link>
		<dc:creator>eka-kusmawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 20:42:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-3260</guid>
		<description>@Arie:
Ini yang belum disadari banyak dokter. Salah satu hak pasien adalah mendapat penjelasan berkenaan sakit yang dideritanya. Dan kewajiban dokter adalah menjelaskan gangguan, kelainan atau penyakit apa yang didapat pada pasiennya itu....
Yah.., mohon dimaklumi. That&#039;s all I can say..!
.-= eka-kusmawan&#180;s last blog ..&lt;a href=&quot;http://spesialisbedah.com/2010/03/kapan-pulang-dari-rumah-sakit/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kapan Pulang Dari Rumah Sakit…?&lt;/a&gt; =-.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Arie:<br />
Ini yang belum disadari banyak dokter. Salah satu hak pasien adalah mendapat penjelasan berkenaan sakit yang dideritanya. Dan kewajiban dokter adalah menjelaskan gangguan, kelainan atau penyakit apa yang didapat pada pasiennya itu&#8230;.<br />
Yah.., mohon dimaklumi. That&#8217;s all I can say..!<br />
.-= eka-kusmawan&#180;s last blog ..<a href="http://spesialisbedah.com/2010/03/kapan-pulang-dari-rumah-sakit/" rel="nofollow">Kapan Pulang Dari Rumah Sakit…?</a> =-.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arie</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-3/#comment-3256</link>
		<dc:creator>Arie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 08:26:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-3256</guid>
		<description>Beberapa hari yang lalu sempet juga nemuin dokter type #1..!!! Nge&#039;BT&#039;in banget. Udah ga komunikatif, pelit info, tampangnya jutek banget lagi....Jadi ga mood buat konsul lebih lanjut...
Apalagi saat itu Dokter itu menjelaskan sesuatu yang cukup membuat stress (you know what&#039;s the matter) dengan cara seperti itu. Bisa bayangin ga Dok? #%$^!*#&amp;!)_#_!((*&amp;^$%&amp;.....
Akhirnya saya mutusin konsul secara pribadi ja ke dr. Budiana, Sp. OG. He&#039;s really a nice Doctor though... Very&quot; communicative and has a great empathy to the patient.  Setidaknya  beliau bisa membuat saya dan suami  tenang selama 2 hari ini, sampai tadi pagi I&#039;m getting confused (and afraid) again..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu sempet juga nemuin dokter type #1..!!! Nge&#8217;BT&#8217;in banget. Udah ga komunikatif, pelit info, tampangnya jutek banget lagi&#8230;.Jadi ga mood buat konsul lebih lanjut&#8230;<br />
Apalagi saat itu Dokter itu menjelaskan sesuatu yang cukup membuat stress (you know what&#8217;s the matter) dengan cara seperti itu. Bisa bayangin ga Dok? #%$^!*#&amp;!)_#_!((*&amp;^$%&amp;&#8230;..<br />
Akhirnya saya mutusin konsul secara pribadi ja ke dr. Budiana, Sp. OG. He&#8217;s really a nice Doctor though&#8230; Very&#8221; communicative and has a great empathy to the patient.  Setidaknya  beliau bisa membuat saya dan suami  tenang selama 2 hari ini, sampai tadi pagi I&#8217;m getting confused (and afraid) again..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arie</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-3/#comment-3064</link>
		<dc:creator>Arie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 12:33:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-3064</guid>
		<description>Oke...Okeh&#039;lah kalau begitu Pak Boss...:p
just kidding koq! lagian nyari wifi ga mesti pergi ke SHH kaleee...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oke&#8230;Okeh&#8217;lah kalau begitu Pak Boss&#8230;:p<br />
just kidding koq! lagian nyari wifi ga mesti pergi ke SHH kaleee&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kusmawan</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-3/#comment-3063</link>
		<dc:creator>kusmawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 12:16:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-3063</guid>
		<description>@&lt;a href=&quot;#comment-3059&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Arie&lt;/a&gt; : 
Suerrr, ga&#039; tau Rik..! Jek sudah dihandle langsung ama anak buah... Bos kan nerima beresnya aza..!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@<a href="#comment-3059" rel="nofollow">Arie</a> :<br />
Suerrr, ga&#8217; tau Rik..! Jek sudah dihandle langsung ama anak buah&#8230; Bos kan nerima beresnya aza..!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arie</title>
		<link>http://spesialisbedah.com/2010/01/gaya-komunikasi-dokter-pasien/comment-page-3/#comment-3059</link>
		<dc:creator>Arie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:13:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesialisbedah.com/?p=456#comment-3059</guid>
		<description>Ya kasi tau sa&#039; password-password&#039;nya nae...hahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya kasi tau sa&#8217; password-password&#8217;nya nae&#8230;hahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

