“Awalnya saya pikir operasi itu menakutkan, ehh.. ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Saya tidak merasakan sesuatu, tidur dengan nyaman, begitu bangun operasi sudah selesai…. Tahu begini mungkin sudah sejak dulu saya bersedia dioperasi…” kata seorang pasien yang baru menjalani operasi terhadap benjolan besar di bagian bahunya. Telah lama dia tidak berani memutuskan untuk operasi padahal  sudah sering ia disarankan dan bahkan didesak oleh keluarga, teman dan dokter yang melihat keberadaan tumor tersebut sebelumnya.

Di sisi lain, ada justru pasien yang baru mengetahui kalau dengan jalan operasi permasalahan kronis yang dia hadapi jadi tuntas. Seperti yang diungkapkan pasien yang mengalami nyeri kronis di bagian pinggang dan telah beberapa kali mendapat pengobatan sebelumnya. “Sudah 3 tahun saya tersiksa oleh nyeri di pinggang ini. Belakangan ketahuan saya mengalami saraf kejepit di dekat pinggang. Akhirnya dengan operasi saya terbebas dari siksaan ini. Lagian operasinya tidak sakit sama sekali, singkat, tanpa ada bekas. Juga tidak perlu lama mondok di rumah sakit…”.  Pasien ini baru beberapa bulan yang lalu menjalani  pembedahan minimal invasif pada saraf tulang belakangnya.

Seorang ibu muda memberi pertimbangan kepada temannya. “Sudahlah Rik… kamu ga’ perlu khawatir kalau harus menjalankan sectio. Itu demi kesehatan bayimu… Lagian operasi  itu  ga serem kok.. Kamu pasti terus didampingi perawat selama di dalam kamar operasi. Dan bekas torehan di perutku ini buktinya, tidak terlalu tampak. Jadi penampilan masih tetep terjaga lho.. Kenapa mesti takut..??”

Ibu Idayati, seorang ibu rumah tangga berumur 43 tahun bercerita kepada temannya yang mengalami gejala  seperti yang ia pernah rasakan sebelumnya. “Sejak dioperasi 2 tahun lalu penyakit saya tidak pernah kambuh. Coba saya tahu dari dulu, apa yang katanya orang orang itu kalo dibedah  akan banyak menimbulkan masalah ternyata tidak bener….  mungkin tidak banyak biaya yang saya keluarkan untuk berobat ke sana kemari…”.  Ibu ini menderita maag berkepanjangan dan terganggu oleh nyeri yang dirasakan di uluhati berulang kali. Ia pun telah ditangani beberapa dokter sebelum akhirnya diketahui mengidap batu kandung empedu. Sebelumnya sudah pula ia disarankan untuk operasi namun karena kekhawatirannya menyebakan  ia ragu memutuskan operasi.

Dengan cara pembedahan juga terbukti memberikan hasil yang memuaskan, tidak perlu biaya mahal dan tidak mesti  menderita berlama-lama. “Ahh.. ternyata cuma dengan operasi ringan kayak gini menyelesaikan masalah saya….” ungkap seorang anak muda yang bolak balik mengalami bisul di tempat yang sama. Sebelumnya ia merasa terganggu karena sakit, kemudian bisul di bokongnya itu pecah dan dirawat sampai berhari hari. Setelah sembuh lalu kumat lagi kejadian yang sama berulang  kali. Barulah kemudian diselesaikan oleh dokter bedah dengan hanya menggunakan pembiusan lokal ketika benjolan bakal bisul itu muncul kembali untuk kesekian kalinya.

Pembedahan menjamin memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan cara alternatif. Seorang suami yang pernah menjalani operasi patah tulang di paha kanan pasca kecelakaan lalulintas bercerita kepada istrinya “ Ma.. untung  papa dulu ngikutin saran dokter untuk dioperasi ya… Coba kalo tidak, bakalan seperti  si Antok tuh… Sekarang ia baru nyesel, cacat, jalannya pincang..! Karena waktu ia kecelakaan dulu, patah tulang di kakinya dibawa ke dukun sih…”. Dan begitu juga pada kasus yang berbeda seorang istri mengungkapkan rasa syukur kepada suaminya “ Pa.. kita harus bersyukur nih… Kasihan ibu tetangga sebelah,  sangat menderita dan jadi beban keluarga karena kanker payudaranya sudah parah! Coba waktu ketahuan tumornya masih kecil dulu sudah langsung dioperasi seperti mama dan tidak berobat ke alternatif, mungkin ia tidak seperti sekarang jadinya….”.

Dan sudah jelaslah, dengan tindakan operasi bisa membantu seseorang terhindar dari ancaman maut, kematian. Seperti  apa yang dituturkan seorang ibu yang menceritakan kisah detik detik menegangkan  yang terjadi pada anaknya saat jatuh dan kepalanya  terbentuk pada  benda keras. “Saya tidak bisa membayangkan kalau waktu itu anak saya yang belum juga sadar tidak dilakukan tindakan operasi di kepalanya,   Mungkin sekarang saya tidak dapat melihatnya lagi… Saya juga ingin berterimakasih  untuk dokter bedah yang berhasil mengeluarkan gumpalan darah di dalam otak anak saya sehingga dia selamat!  Saya ingat saat itu dibutuhkan sekali keputusan yang cepat  sehingga dokter  pun dapat mengerjakannya dalam waktu yang tepat….!”

11 Responses to “Testimoni Pembedahan”

  • @richard:
    hehehe… mulai gentar neh..
    Operasi pd masa sekarang, nyaman banget. Sueerr! Ada yang namanya tahap premdikasi, yaitu pemberian obat2 penenang ringan sebelum pasien masuk ke kamar bedah. Jadi, jika dokter biusnya emang betul care and profesional, kenapa mesti takut?
    Btw, obat2 anasthesi itu layaknya spt narkoba, kita dibuatnya fly..ha..ha..ha….(sory, becanda)
    Baca juga artikel lain di blog ini tentang persiapan dan trik sebelum menjalani pembedahan..!
    .-= eka-kusmawan´s last blog ..Awas Gejala Awal Usus Buntu Menyerupai Maag..! =-.

  • richard:

    vanquish…emang nggk apa2 tuh….

    gillaaa…….saya jg takut loh…dengar operasi bedah aja….udah takut….

    bagii dong vanquish ceritanya…masuk ruang operasi….bagusan di bius duluan dari kamar rawat inap ya daripada nnti di ruang operasi tinggal dosisnya tambahkan biar lama……bisa nggk sprti gtu Dok….

  • @vanquish :
    hehehe… pernah juga kayak gitu, tapi seringan di UGD… Pasien2 kecelakaan yang kebanyakan juga para pamabok, badan kekar, tato berjubel di badan, wajah sangarr… ehhh mo disuntik dgn jarum sekecil itu takutnya minta ampunn…. Sering jadi bahan olokan para adik2 suster jaga…. ha ha ha ha..

    Akses internet saya pake wifi. Di kantor pake speedy sedang di rumah ikut paket unlimited salah satu provider…
    .-= eka-kusmawan´s last blog ..Kapan Pulang Dari Rumah Sakit…? =-.

  • vanquish:

    jadi ingat pas divonis operasi, saking takut-nya sampe mau keluar lari dari kamar persiapan dan ngomong gak berani di operasi dibilang banci juga gak papa! perawat-nya sampe mau ketawa ditahan.
    sekarang pun kalo inget jadi ketawa sendiri ampe ngakak. bhuahahahaha.
    klu dulu tetep gak mau di operasi,nggak tau deh masih bisa nulis ginian pa nggak

    dokter pernah punya pasien kayak gitu nggak?

    dokter pake im2 3,5g ya? yang paket apa? modem merk apa?
    speed donlod berapa kbps dok?

    Makasih

  • @Arie:
    Terimakasih untuk mbak Arie. Tulisan tentang pengalaman operasi itu akan menjadi hasanah pelengkap yang sangat berharga bagi blog ini…..
    .-= eka-kusmawan´s last blog ..Patah Tulang… Dukun vs. Medis =-.

  • Arie:

    Numpang sharing Testimony ya Dok….

    “…….Hal yang paling aku bisa ambil hikmahnya dari pengalamanku dioperasi adalah, aku sedikit MENYESAL, kenapa tidak dari DULU saja aku memutuskan untuk menjalani operasi ini…Aku merasakan kondisiku sangat amat jauh lebih baik daripada saat aku belum menjalani operasi…”

    Read more @ http://www.facebook.com/ari.listiani?v=app_2347471856&ref=profile#!/notes.php?id=813019127&start=10

    Cheers…!!!!