Banyak orang masih mempercayai dukun urut untuk menangani kasus patah tulang. Tidak salah! Tapi tidak banyak yang tahu kalau banyak juga yang mengalami ‘kegagalan’ dari penanganan itu. Kegagalan yang dimaksud; tidak membaik dari sisi penyambungan tulang, bentuk sambungan sangat tidak sesuai dengan bentuk awalnya dan dari sisi fungsi serta gerakan kaki atau tangan tidak seleluasa gerakan saat sebelum mengalami patah tulang.
Pada hakekatnya tulang pasti akan tumbuh dan merekat kembali antar fragmen patahan lainnya jika saja ada kontak atau bersentuhan antar bagian tulang2 yang patah tersebut. Masalah yang sering membedakan kwalitas penanganan itu terletak pada kemampuan untuk mendekatkan atau mengembalikan bentukan yang patah itu semirip mungkin dengan bentuk anatomis aslinya. Sehingga di saat tumbuh dan menyambung (union) nantinya tidak mengalami perubahan bentuk, apalagi berpengaruh pada penampakan fisik dari luar. Atau mungkin bisa terlihat tangan menjadi bengkok dan kaki tampak panjang sebelah.
Penanganan patah tulang di dukun memerlukan biaya yang ‘relatif’ lebih murah. Hubungan serta komunikasi pasien dengan pemberi jasa lebih familier, tidak memerlukan aturan , tidak diganggu system birokratis yang meribetkan layaknya seperti UGD atau rumah sakit. Mungkin tidak juga perlu banyak obat yang harus ditebus di apotek. Sedangkan di sisi medis, bisa jadi patah tulang tsb membutuhkan operasi walapun tidak semua kasus harus diselesaikan dengan operasi. Namun setidaknya biaya akan terbayang lebih mahal dbanding pengelolaan dukun.
Prinsip mengatasi kasus patah tulang dengan tanpa ada kasus penyerta lainnya adalah;
Reposisi. Ini yang dimaksud pernyataaan di atas. Kemampuan profesional baik dukun maupun tenaga medis diuji di sini. Bagaimana bisa mengembalikan tulang yg patah itu pada posisi semula. Bagi tenaga medis diuntungkan dengan adanya obat bius dan kemampuan untuk memegang serta memperbaiki tulang yg patah itu secara langsung melalui pembedahan. Untuk patahan yg simple, tidak tampak bergeser, tidak ada luka terbuka, sama dengan tenaga medis dukunpun dapat mengobati ini dengan hasil yang nyaris sempurna.
Fiksasi. Ini yang paling berpengaruh terhadap biaya. Dengan membalut patahan dari luar –pada tenaga medis menggunakan gyps atau cast- atau oleh dukun dengan bahan2 penyangga seperti gulungan batang bambu, tentu tidak semahal biaya yang memerlukan penyangga menggunakan plate, screw, wire, pen dan lain-lain yang dipasang dokter bedah di kamar operasi. Sama sama memiliki tujuan mempertahankan posisi tulang yang telah diperbaiki sebelumnya sampai nantinya terbentuk tunas tulang baru sebagai bahan perekatnya. Sekali lagi, tidak semua kasus patah tulang butuh operasi. Ada yang mutlak tidak butuh operasi, ada yang bisa atau tidak dioperasi –tentu dipertimbangkan dampak plus minusnya- namun ada hanya sebagain yang mutlak butuh pembedahan (pemasangan internal fiksasi).
Rehabilitasi. Yang ini tujuan paling akhir. Percuma saja 2 upaya di atas dilakukan dengan baik kalau setelah perawatan, penderita justru mengalami kaku saat bergerak atau jalan menjadi pincang. Mencakup pula tujuan ini adalah segi estetika. Bagaiamana kalau bisa selain tulangnya menyambung, bentuk fisik organ yang mengalami cedera tidak terlihat berobah, tidak ada bekas luka dan alat gerak –tangan atau kaki yg patah- bisa difungsikan kembali seperti sedia kala.
Jadi kalau dilema, mau dibawa kemana kejadian patah tulang yang mungkin anda alami, lihat dulu kasusnya. Akan lebih informatif jika sudah ditunjang oleh hasil foto rontgen. Kalaupun diputuskan untuk dibawa ke dukun urut, pastikan reputasinya, sudah terbiasa menangani kasus yang sama atau tidak. Jangan hanya karena alasan faktor biaya, anda kemudian mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Dan perlu dicatat akan memerlukan biaya yang jauh lebih besar lagi jika kita bermaksud merevisi suatu bentuk yang telah rusak…!


thanks dok..ats jawabanya
Seminggu pasca operasi,suami saya kontrol,kata dokternya..rongsen kurang lebih 3 bulan pasca operasi..klo baca jawaban dokter td,brrti 1 bulan harus di rongsen dok ya…liat posisi platenya..kpn hari wktu tidur,gk sengaja tangan yg hbs di oprasi keangkat smpai atas.apakah itu bs berpengaruh sm platenya,geser atau gerak mungkin??soalnya suami saya sangat khawatir tulangnya geser dan tdk pada posisi yg tepat..skr hampir 3 minggu pasca oprasi,apakah masih wajar klo kadang terasa nyeri dok??
makasih banyak dok atas jawabanya..karena jawaban dokter sangat membantu kami..Terima Kasih..
Masih wajar ada rasa nyeri tapi semestinya sdh berangsur berkurang. Dan waktu 1 bulan itu meunjukkan si pasien sudah bisa bergerak normal tanpa merasakan gangguan yg berarti lagi… Jika masih merasakan suatu yg tdk wajar, apalagi tulang bergeser, yg begini yg memerlukan pemeriksaan rontgen lg…
Dok..sekitar 1 bulan yg lalu,tepatnya tgl 22 januari 2012,suami saya mengalami kecelakaan dan mengalami patah tulang clavicula sblh kiri,dan lngsg dpt penanganan alternatif,tp setelah 3 minggu ternyata dirongsen,masih patah dan tulang nya sampi muncul keatas,lalu disaranakan harus operasi,akhirnya oprasi tgl 18 feb 2012..kira2 bisa sembuh total gk,mengingat oprasinya agk terlambat,dan kira2 smpai kapan tangan tdk boleh brgerak,??trs knp tiap malam selalu merasakan nyeri,apakah itu pengaruh pen dan bekas operasinya???thanks a lot
Asal dapat didekatkan dan dipegang dengan baik oleh plate yang diletakkan diantara fragmen patahan tersebut, tidak berpengaruh lama kesembuhan antara tulang baru patah atau patah yg telah lama. Yg membedakannya adalah tingkat kesulitan saat operasinya. Satu bulan, semestinya sudah bisa bergerak normal sekalipun belum leluasa 100%. Soal nyeri masih relatif. Tapi kalau sudah sangat mengganggu, ini merupakan masalah. Sudahkah kontrol saat sebulan pasca operasi ini ? Perlu dilihat posisi plate pada atau sekitar garis fraktur…
Dok, suami sy pd tgl 1 des 2011 kmrin mngalami kcelakaan ???? mnyebabkan tulang pahany patah tertutup. Skrg sdh bs jln tnpa tongkat.tp jlnnya pincang dan sering merasa nyeri. Apakh kaki suami sy bs smbuh sperti smula? Tidak pincang. Apa obat yg dpt dkonsumsi? Trims.
Setelah operasi masih pincang berarti ada sesuatu yang belum beres. Mungkin memang patahannya tidak sederhana (hancur), kwalitas pengambilan saat operasi kurang baik, masih belum leluasa bergerak karena nyeri atau kesembuhan atau menyatunya tulang belum komplit dll.. Perlu dikontrol lagi ke dokter bedahnya atau bisa saja perlu dievaluasi dengan foto rontgen.. Masalah obat bisa saja dicari tapi yang terpenting cari dulu penyebabnya kenapa masih berjalan belum normal (pincang)…
Justru karena keduanya memiliki track record yang baik, maka saya mengalami kebimbangan yang luar biasa. Sampai-sampai oleh pasangan saya yang juga dokter memutuskan untk memintakan obat penghilang nyeri ke paliatif sambil menunggu keputusan saya. Prof yang pertama mengatakan tingkat keberhasilan bisa kembali normal seperti semula. Saya akan mampu beraktivitas penuh sama seperti sebelum musibah. Sedangkan prof yang kedua mengatakan hal tersebut tidak perlu karena kalaupun dipaksakan operasi maka tingkat keberhasilan hanya 90persen. Beliau malah fokus pada hipolordosis saya yang justru malah bagi saya dan prof yang menyarankan operasi itu hanyalah sebuah akibat dari kondisi lutut saya. Karena logika saya, kalopun saya memang hipo sejak awa
, Seharusnya keluhan pada lutut kanan saya itu sudah muncul sejak dulu.
Jika sdh cukup jelas begitu dan jk sy pd posisi anda, sy tdk ragu unt mengambil langkah operasi…
Avulsi fracture tepat pada distal insection ACL. Menemui 4ortho, 2diantaranya adalah guru besar spesialis ortho pada univ negeri di kota berbeda. Satu dari beliau mengatakan operasi dan satu mengatakan tidak perlu. Yang mengatakan operasi beralasan bahwa posisi tulang saya menghalangi sendi, sedangkan yang tidak beralasan bahwa ligament saya goyang namun tidak signifikan. Jujur saya mengalami kebimbangan saat ini mengingat usia saya masih muda dan saya masih memiliki banyak cita2 yang terhambat karena rasa sakit yang konstan dan juga gerak yang terbatas. Hanya mampu berjalan dalam waktu singkat. Karena permasalahan ini juga maka lumbal saya juga akhirnya hypolordosis. Hingga saat ini saya masih aktif mengikuti program fisioterapi. Adakah saran? Terimakasi sebelumnya.
Operasi pd sendi memang membutuhkan perhitungan yg matang… Kalau dari kasus dan keluhan spt itu, saya sarankan dioperasi. Cuma memang mesti dipertegas lagi kemungkinan membaik yg bisa si operator janjikan dlm penanganan ini (setidaknya dari pengalaman dan data base yg ada, sekalipun semuanya tergantung yg di atas). Maka upayakan unt ditangani dokter dgn track record yg sdh teruji. Operasi di sendi, jika dgn perhitungan meleset bisa justru menimbulkan kekakuan…
dokter, saya mengalami fraktur humeri sebulan yg lalu, sudah dipasang plat n screw, dan sekarang sedang aktif menjalani fisioterapi, pertanyaan saya, ketika tangan saya digerakkan mepet ke badan, saya bisa merasakan pen nya dan utk makan terasa mengganjal, apakah itu tdk apa2? Memang begitu, atau ada kelainan? Trimakasih
Dalam tahap awal masih dikatakan sbg gangguan normal pasca operasi.. Tapi kalau berlamjut sampai lebih dari 3 bulan pasca op dengan telah diimbangi fisiotherpy rutin, perlu dipertanyakan ke dokter bdh ortphopedi yg menangani sebelumnya.