Perut kembung, susah buang angin? Hati hati dengan abdominal adhesion..! Anda mungkin pernah merasakan sulit -maaf- kentut? Padahal sekalipun tindakan itu tergolong tidak beretika jika dilakukan di depan umum, tapi tanpa proses ini seseorang bisa jadi akan merasa terganggu atau jangan-jangan malah menjadi petanda awal dari suatu penyakit serius. Dan begitu juga, keluarnya udara dari anus ini menjadi suatu yang berharga dan petanda sangat penting akan pulihnya fungsi pencernaan bila anda sedang dirawat di rumah sakit lantaran baru selesai menjalani operasi di areal perut.
Abdominal adhesion bagian dari nomenklatur medis untuk menerangkan adanya perlengketan (adhesi) di dalam rongga perut. Yang terbanyak mengisi rongga perut adalah sistem pencernaan. Bayangkan, organ saluran cerna dengan panjang lebih dari 5 meter itu dari lambung hingga ke rectum, berada seluruhnya di satu ruangan rongga perut. Pastilah posisinya melekuk dan berlipat lipat. Kondisi inilah yang beresiko melengket. Baik antar sesama dinding usus atau usus dengan lapisan bagian dalam dinding rongga perut. Tentu saja dalam keadaan normal kejadian ini tidak mungkin terbentuk. Lalu apa saja yang menyebabkan terjadinya perlengketan ini?
Bekas operasi di perut menjadi penyebab paling sering. Hampir 80% kejadian abdominal adhesion diawali dengan operasi yang melibatkan atau memanipulasi organ organ di dalam rongga perut sebelumnya. Ini bisa muncul dari seminggu hingga beberapa bulan pasca operasi. Infeksi merupakan penyebab terbanyak kedua. Adanya pernanahan di perut akan berakibat usus usus bisa melengket ibarat nanah yang mengering itu kemudian beralih menjadi lem perekat. Cairan tidak normal lainnya bisa pula menjadi pemicu, misalnya cairan kiste yang pecah, darah dan lain lain yang meluap membasahi ruangan perut.
Gejala awal penderita yang mengalami kelainan ini adalah nyeri perut. Nyeri yang muncul hilang timbul, perut terasa melilit, kembung yang berulang kali dan pada beberapa orang disangkanya mengalami gangguan maag. Memang betul, menyerupai tanda tanda penyakit maag; mual, kembung dan pada kasus yang lebih parah bahkan bisa mengalami muntah berkali kali.
Data secara internasional menunjukkan 95% dari penderita yang pernah operasi di perut akan mengalami perlengketan usus dan 23% dari kejadian itu membutuhkan pembedahan untuk melepaskan jeratan atau adhesi tadi. Operasi akan dibutuhkan pada keadaan emergensi, seperti terjadi pembuntuan (obstruksi) total saluran cerna atau terjadi komplikasi infeksi yang megancam nyawa penderita. Di luar akibat fatal itu masih bisa ditangani dengan obat-obatan atau dengan pemasangan pipa lambung (nasogastric tube) melalui perawatan di rumah sakit.
Jadi, berhati hatilah bagi anda yang sudah pernah menjalani operasi perut. Dan jangan sepenuhnya memvonis diri anda mengalami gangguan maag kalau memang ada bekas luka operasi di perut anda…


Dok, sblumnya saya sudah pernah nanya, singkatnya saya mengalami perlengketan di usus karena waktu hamil, kista saya pecah..skrg stlh bayi saya umur 6 bln, saya tiba2 badan saya mengigil panas dingin disertai dengan nyeri meneteap di perut bag kanan, dktr saya tetap memberikan antibiotik Avelog (aman untuk ibu menyusui?) Dan tetap menyarankan umtuk operasi untuk memperbaiki keadaan usus disana…dr hsl ct scan juga dibilang kalo rahim saya jd aga ketarik krn perlengketan ini…ke depannya nanti ada pengaruh ga ya dok, kalau saya mau hamil lg…thank u
Jika nyeri tsb mengganggu sekali, memang sebaiknya perlengketan yg terjadi perlu unt dilepaskan. Mungkin bisa juga ini sebagai petanda adanya radang usus buntu yang pd akhirnya akan membutuhkan operasi juga unt mengatasinya. Suatu perlengketan (adhesion) tidak memberi jaminan dikemudian hari tidak akan terjadi hal yang sama di lokasi tsb atau bahkan lokasi lain yang terkontaminasi atau termanipulasi akibat pembedahan sebelumnya.
Selamat pagi, Dok…
Ibu saya telah menjalani operasi usus pada April 2005 terkait dengan kanker usus yang diderita beliau. Operasi tsb meliputi proses bypass usus permanent ke perut. Saat ini ibu saya menggunakan colostomy bag.
Permasalahannya adalah sejak bypass usus, ibu saya mengalami sakit perut, seperti melilit sampai terkadang disertai muntah. Hal ini terjadi tidak sering, mungkin dalam 3 bulan hanya 1 kali, tetapi ketika sakit, tidak tertahankan. Biasanya sakit akan reda setelah BAB ibu dapat keluar. Dan setelah itu, ibu akan mengalami diare paling tidak selama 2 hari. Apakah kondisi ini yang dinamakan dengan adhesion? bisakan diobati saja tanpa harus melalui operasi? mohon dibantu ya, dok.
Terima kasih, Rika
Saya juga menduga ini merupakan perlengketan atau adhesion.. Sulit bagi dokter bedah untuk menentukan sikap selanjutnya. Saya pribadi cenderung untuk tidak menyarankan operasi, toh juga tidak sering mengalami keluhan.. Mungkin yang bisa diupayakan adalah menjaga jenis makanan yang diberikan. Konsumsi maknan yang mudah dicerna usus. Begitu juga aktifitas, lebih seringlah beraktifitas ringan untuk tetap memberi kesempatan pergerakan usus dalam keadaan normal. Jangan terlalu sering berbaring…
akhir tahun 2003 saya operasi usus buntu dan usus lengket.2hari lalu perut kiri bawah nyeri sampai ke pangkal paha.saya juga sudah ke dokter.kemarin saya sering sekali buang air kecil dan buang gas.sekarang perut kanan atas saya terasa panas dan terdengar bunyi keroncongan d perut,tetapi tidak mual.kenapa ya dok?apa ini ada hubunganya dengan operasi itu?apa yang sebaiknya saya lakukan?
Jika torehan operasi yg lalu itu berada di garis tengah, kemungkinan keluhan sekarang dgn pembedahan lalu ada hubungannya. Untuk sementara perhatikan jenis makan yang dikonsumsi. Jangan buat usus dipaksa bekerja lebih kuat oleh makanan tertentu..
Dok, mohon bantuan informasi, saya ocie dok, saya ada pelengketan usus di dinding perut, kata dokter bedah jl satu2.a harus di opersi , tp saya blom juga operasi2 dok , tp klo di diamkan atau saya minum obat saja , apa akan penyebab.a dok? Lebih fatal kah akibat.a ? Karena penyakit saya ini kadang2 sakit kadang2 tidak , tolong bls informasi ini ya dok lebih baik.a seperti apa ? Tx
Semasih bisa tidak operasi, lebih baik jangan! Sebab kalau dioperasi pun nantinya ada kemungkinan seperti itu lagi. Ada 3 alasan utama tindakan operasi harus diambil pada kejadian seperti ini; 1. Jika terjadi sumbatan total, tidak bisa buang angin atau bab dalam waktu lebih dari 2 hari scr terus menerus.. 2. Kejadian berulang disertai nyeri dan panas bada atau menunjukkan infeksi dan 3. Jika sudah tidak tahan terhadap nyeri berulang yang ditimbulkannya..
Dok,,ibu saya cerita,sejak masih bayi saya sering bermasalah dengan buang angin.pernah akan opname tapi tiba2 bisa keluar.
Sekitar 4 tahun yg lalu,saya operasi usus buntu.
Akhir2 ini saya sakit perut di bagian kiri bawah,jika mau buang air atau buang angin.kalo sedang brjalan terasa sakit,jika saya tekan dan seperti disangga,agak mengurangi nyeri.untuk mengurangi nyeri kadang saya beri air panas yg dimasukkan botol atau gembes.
Mhon informasinya,kira2 apa penyebabnya? Trmksh bnyk.
Jika terkonsentrasi di bagian kiri memang kemungkinan ada masalah di usus besar dekat keluarnya feces atau tempat buang angin. Bisa saja terjadi sumbatan atau perlengketan di sana oleh sesuatu yang belum pasti. Atau mungkin karena gejala dari sumber yang berbeda, misalnya saluran kencing..
Dokter yang budiman.
Anak saya laki-laki (12 tahun), sekitar 2 bulan yang lalu menjalani operasi usus buntu dan ileus, dimana terjadi peradangan pada usus halusnya. Sekarang perutnya masih kembung dan masih mengalami nyeri terkadang sesak napas. Oleh dokter yang merawat dinyatakan mengalami perlengketan usus. BAB tiap hari 1 -2 x, kentut (sering) dan maaf bau sekali. Mengkonsusmsi obat LANAKELOIT 2X sehari. Sekarang hari ke 4 mengkonsumsi Lanakeloit, kembung dan nyeri, terkadang kembung sekali dan nyeri, terkadang kembung mengecil dan tidak nyeri bisa seharian.
Yang ingin saya tanyakan :
1. Hal-hal apa saja yang bisa menjaga agar perut tidak kembung berlebihan atau mengurangi kembungnya?
2. Makanan apa saja yang bisa mengurangi kembung dan rasa nyeri? Apakah kecap termasuk yang dilarang?
3. Biasanya butuh berapa lama waktu penyembuhan perlengketan usus?
Terima kasih dokter.
Jika sudah terkena perlengketan usus spt ini memang rada sulit mengembalikannya spt normal. Tingkat parrahnya dilihat dari frekwensi keluhan. Jika masih mungkin dokter bedah tidak akan memetuskan tindakan operasi lagi keculai pada kondisi saluran cerna yg membuntu total atau sudah tampak tanda2 infeksi di perut. Pencegahan, belum ada di sebutkan di buku2 yang betul2 efektif. Tgapi saran saya, lakukan pengaturan makanan, beri makanan yang membuat usus tidak banyak bekerja. Contohnya yang banyak serat. Aktifkan si anak dengan erolahraga teratur dan bisa juga dengan mengoleskan sejenis minyak pada perutnya jika sudah tidak merasa nyaman…