Akhirnya tercapai sudah obsesi saya sejak 2 tahun lalu untuk menulis buku. Sebetulnya ini satu kumpulan dari beberapa topik tentang operasi. Tinggal membukukan saja tulisan-tulisan saya dalam blog ini ditambah kata-kata dalam beberapa kalimat yang berfungsi sebagai perangkainya. Jadilah buku itu. Covenya bisa dilihat pada gambar sebelah, berjudul ‘Jangan Segera Katakan YA untuk Operasi’.

Tapi sesederhana itukah prosesnya hingga menjadi satu buku?! Ternyata tidak mudah, perlu waktu! Jelas, perlu waktu dan mood enak untuk menuangkan ide dalam tulisan. Perlu sentuhan editor yang biasa menyusun kata-kata agar enak dibaca lalu merapikan bagian-bagian yang perlu ditonjolkan dan pada babak akhir yang menyita waktu cukup panjang adalah mencari penerbit yang bisa menerima naskah ini untuk dicetak menjadi buku sesungguhnya.

Sebagai penulis pemula untuk sebuah buku tidak mudah menembus penerbit besar, sekalipun topik  yang dibahas sudah dirasakan menarik. Pembuatan buku ini sudah mencoba memasuki 2 penerbit  terkenal sekelas Gramedia atau  ElexMedia, namun tidak ada tanggapan setelah menunggu cukup lama. Berbarengan dengan itu akhirnya atas jasa seorang teman yang bisa juga dikatakan sebagai editor,   memperkenalkan saya ke seorang pimpinan penerbit berasal dari Jogyakarta. Di sinilah, melalui  Penerbit Pohon Cahaya buku ini nampak lebih bercahaya dan mendapat lirikan untuk  dinilai layak terbit..

Melihat judul dan cover depan sepertinya menggelitik. Justru ditambah lagi penampakan bahwa buku ini dikemas ringkas, padat, berisi dan tipis diharap membuat pembaca tertarik melihatnya lebih dekat, ingin  membaca dan pada gilirannya membeli buku ilmiah populer ini. Paling tidak tahapan ini tentu menjadi harapan penulis dan penerbit. ‘Inilah bagian strategi marketingnya dok..’  kata bpk Sasongko, pempinan penerbit itu. Yang penting gambar dan judul depannya menarik dan buku tidak perlu tebal. Itu tuntutan pasar pembaca halayak awam kelas menengah yang perlu informasi instan. Adakalanya buku isinya menarik tapi sampul depan kurang punya daya pikat sehingga tidak begitu  banyak terbaca oleh pengunjung toko buku. Namun  jika ada buku yang pembungkus dan isinya memang sama-sama  terangsang untuk dibaca… tentu ini yang  menjadi kekuatan jualnya.

Mau tau isinya? Sekilas bisa dibaca pada synapsis dan beberapa point masalah yang ditulis disampulnya. Ini pasti sangat dibutuhkan bagi mereka yang akan, sedang atau bahkan sudah pernah menghadapi masalah pembedahan. Dan penulis berkeyakinan pasti ada saja yang menilai miring dan mengecam buku ini. Mungkin itu berasal dari teman sejawat yang terbiasa bersikap ‘nakal’ terhadap pasien…

Apapun, dengan maksud untuk kebaikan kedua belah pihak, baik pasien ataupun sang dokter, buku ini dibuat dengan harapan bisa  memberi manfaat positif  bagi pembacanya…

Penasaran..? Dapatkan segera di toko toko buku terdekat! Secara resmi buku ini akan di-launching di toko buku Gramedia Mall Galeria Bali nanti pada Sabtu, 20 Nopember 2011.

8 Responses to “Menulis Buku, Obsesi yang Tercapai”