Thursday, March 11, 2010

Consultation

Halaman ini disediakan buat Anda sebagai media konsultasi online menyangkut bidang kesehatan terutama permasalahan di bidang Bedah. Tuliskan keluhan atau masalah Anda, sedapat mungkin secepatnya akan saya tanggapi. Bagi yang ingin lebih privasi kirimkan ke email; eka.kusmawan@yahoo.com

Konsultasi Online :

Semoga tidak mengecewakan…


348 Comments

  1. Comments  harry   |  Sunday, 02 November 2008 at 11:20 am

    Saya pria 27 thn. Kira-kira 1 bulan yang lalu saya BAB yang bercampur dengan darah dan tetesan darah. Kebetulan saya menggunakan motor unt bekerja dan saat duduk ada rasa tidak nyaman. Kemudian saya ke dokter umum didiagnosis wasir dan diberikan vit K, hepa Q, dan ambeven. 2 hari mengkonsumsi obat tsb lngsng berhenti. Namun mulai 1 minggu terakhir ini kejadian tsb berulang dan sudah 4 hari ini saya minum obat yg sama namun tidak kunjung sembuh, kira-kira kenapa ya?

  2. Comments  eka kusmawan   |  Sunday, 02 November 2008 at 1:05 pm

    @harry :
    Ada beberapa resiko memicu munculnya gejala wasir atau hemmoroid, seperti; makanan, pekerjaan atau aktifitas, kebiasaan buang air besar, faktor beban pikiran dan lain-lain, yang kesemuanya berdampak pada sulitnya BAB dan kotoran / tinja yang menjadi keras.
    Pada tipe wasir yang letaknya di dalam (hemmoroid interna), keluarnya darah menjadi keluhan utama tanpa disertai rasa nyeri yang berarti. Berbeda dengan hemoroid eksterna, kebanyakan penderita datang ke dokter karena sudah tidak tahan terhadap nyeri yang dirasakannya.
    Sehingga, saran saya kepada sdr. harry cobalah meminimalisir faktor resiko tadi, dengan cara mengkonsumsi makanan berserat tinggi dan banyak minum sehingga kotorannya tidak keras dan dapat tiap hari ke toilet untuk BAB secara teratur. Begitu juga untuk aktifitsas, jangan berada dalam jangka waktu lama mempertahankan tubuh dalam posisi statis, baik duduk maupun berdiri.
    Jika obat dan uapaya-upaya di atas tidak dapat membantu, segeralah berkonsultasi dengan dokter Bedah terdekat. Mungkin saja pembedahan menjadi jalan penanganannya yang terbaik mengingat hemmoroid yang sdr. harry alami sudah tergolong Hemmoroid grade III atau bahkan grade IV.
    Semoga segera dapat tuntas….

  3. Comments  Yani   |  Wednesday, 26 November 2008 at 4:52 am

    Dok, Ibu saya menderita hernia cukup lama dan telah di operasi tetapi masih ada hernianya karena menurut dokter yang menanganinya salah operasi. Ibu saya sudah trauma dioperasi lagi karena sejak di operasi kakinya menjadi baal dan tidak kuat jalan lama. Apakah kemajuan ilmu bedah khususya operasi hernia sudah bagus? Ada berapa macam tehnik Dok dan yang mana yang terbaik? Terima kasih

    Yani

  4. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 27 November 2008 at 1:31 pm

    @Yani :
    Saya belum jelas, ibunya mbak Yani menderita hernia itu di bagian tubuh sebelah mana. Biasanya kalau wanita berumur, akan beresiko mengalami hernia di bagian selangkangan atau pangkal paha, apa yang disebut dengan ‘hernia femoralis’. Tapi sebetulnya pengertian hernia itu sendiri adalah tonjolan melalui celah atau bagian penyekat yang lemah akibat desakan atau tekanan dari organ di ruang bagian dalam ke luar. Bisa terjadi di dinding bawah perut (hernia inguinalis dan hernia femoralis) di dekat puser, pada bekas operasi dan bagian tubuh lainnya.
    Salah satu komplikasi dari tindakan operasi atau torehan kulit pada areal dekat pangkal paha itu dapat menyebabkan cedera saraf sensoris / saraf perasa yang berjalan melintang tidak jauh dengan permukaan kulit. Itu sebabnya mengapa penderita merasa baal pada lokasi itu…
    Tidak ada hernia yang sembuh tanpa dilakukan operasi. Tujuan utama operasi adalah menutup celah dan memperkuat penyekatnya. Teknik yang relatif baru untuk operasi hernia yaitu dengan teknik minimal invasive yang salah satu kelebihannya justru meminimalisir kemungkinan kerusakan atau cedera bagian tubuh lainnya, seperti yang ibu mbak Yani alami…

  5. Comments  Endang   |  Wednesday, 10 December 2008 at 3:46 pm

    Dok, dada suami saya terdapat benjolan seukuran kelereng sekitar 6 biji yg timbul di dalam lapisan kulit. Menurut diagnosa dokter bedah kami, benjolan tersebut adalah timbunan lemak yg diakibatkan tersumbatnya kelenjar keringat atau tumor jinak & dokter menyarankan untuk dioperasi bedah ringan. Benjolan tsb tidak terasa sakit apabila dipencet dan tdk keras tp mengganggu krn jumlahnya bertambah banyak. Suami berumur 35 Th. Sampai sekarang suami belum melakukan operasi tersebut terbayangi rasa takut sakit karena dokter menyarankan untuk tidak dilakukan bius total hanya bius lokal. Mau tanya:
    1. Apakah bisa operasi dilakukan dengan bius total mengingat banyaknya benjolan pd dada suami?
    2. Apakah setelah operasi benjolan2 tersebut bisa muncul kembali walaupun ditempat lain?
    3. Apakah penyakit tersebut keturunan?
    Terimakasih.

  6. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 11 December 2008 at 7:41 am

    @Endang :
    Dari cerita mbak Endang bisa saya duga kelainan itu berupa pembuntuan pada saluran kelenjar keringat, macam jerawat di wajah yang bisa bertambah besar terlokalisir di tempat itu saja. Biasa kita sebut dengan ‘atheroma’ sesuatu benjolan yang tidak berbahaya. Menjadi masalah kalau benjolan itu meradang, akan bertambah nyeri, kemerahan dan membentuk nanah.
    Penanganannya cukup dengan pembedahan minor menggunakan lokal anasthesi yang bertujuan mengangkat seutuhnya pembungkus (capsel) dari kelenjar itu sehingga bisa dijamin tidak kumat lagi di tempat yang sama di kemudian hari.
    Untuk pembiusan yang dipilih, bisa saja menggunakan general anasthesi dengan pertimbangan seperti di atas. Benjolan seperti itu bisa muncul di tempat lain, terutama di bagian tubuh dengan kelenjar keringat / pori yang terbuka, seperti punggung, dada, sekitar paha, bagian wajah dll.
    Penyakit tersebut bukan penyakit turunan tapi lebih dipengaruhi oleh tipe kulit seseorang..

  7. Comments  ujang   |  Saturday, 13 December 2008 at 2:15 am

    dear dr.Eka.

    Nama saya ujang 36 tahun, saya punya keluhan rasa nyeri di buah pelir. Saya nyeri di sertai rasa sakit pinggang. kira2 penyebabnya apa ya dok. Terima kasih

  8. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 13 December 2008 at 12:45 pm

    @ujang :
    Belum banyak keterangan lain yang saya dapatkan… Bagaimana sifat nyerinya, di saat apa nyeri itu muncul, ada ga’ kelainan atau gangguan pada fungsi sistem organ lainnya, misalnya kencing, BAB atau yang lain. Kalo dari lokasi begitu saja, bisa banyak kemungkinannya, bisa gejala dari varicocele, reaksi dari saluran kemih, nyeri otot, gejala awal hernia atau yang lain2 lagi….

  9. Comments  Eva   |  Monday, 22 December 2008 at 9:31 am

    Dokter Eka,
    Sudah 3 hari ini orang tua saya (Ayah 62th) BAB bercampur darah. Feces berwarna kehitaman dan darah sampai menetes bahkan mengucur. Tidak ada rasa nyeri ataupun sakit di perut ataupun anus. Sebelum kejadian ini Ayah saya diare dan setelahnya (sdh berlangsung 3 hari BAB bercampur darah). Penyakit apa ya dokter kira2, apa penyebabnya dan apa solusinya? Terimakasih

  10. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 22 December 2008 at 6:52 pm

    @Eva :
    Mengingat usia yang sudah cukup tua, saya cenderung lebih hati2 menganalisa kelainan apa yang terjadi pada ayah mbak Eva. Sebab kemungkinan penyakit yang diderita memang lebih banyak dibandingkan penderita dewasa muda. Perlu dikaji setidaknya dalam 3 bulan terakhir, bagaimana terhadap aktifitas BAB ayah, baik dari frekwensinya, konsistensi, bentuk dan kandungan faecesnya -apa juga disertai nanah- dan gejala lain yang menyertai..
    Jika kondisi2 di atas tidak menunjukkan penyimpangan dari pola normal, kasus diare disertai darah, untuk therapy awalnya, penanganan dokter Bedah bukanlah menjadi prioritas. Yang terpenting adalah memulihkan kondisi secara umum, cegah jangan sampai terjadi dehidrasi (kekurangan cairan) atau bahkan jatuh dalam keadaan shock. Maka saran saya segeralah ajak ayah mbak untuk memeriksakan diri ke dokter atau mungkin lebih baik ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan awal ini. Urusan dari mana sumber darah itu dan apa penyebab diarenya menjadi pertimbangan kita kedua.
    Dalam pemikiran saya, jika tidak ada riwayat gangguan BAB secara kronis sebelumnya, bisa jadi itu hanya proses infeksi biasa yang dengan therapy konservatif (tanpa bedah) sudah menunjukkan hasil yang optimal… Semoga !
    Salam…!

  11. Comments  Lita   |  Saturday, 10 January 2009 at 10:44 am

    pak doktter,mau tanya kalau ada benjolan di paha dekat pangkal paha, di bawah kulit, kalau diraba sakit, itu krn infeksi di atau di kaki yang sama? atau di kaki sebrangnya? atau apa?
    terima kasih Pak dokter

  12. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 10 January 2009 at 11:54 am

    @Lita :
    Kalau boleh saya duga -karena tidak memeriksa langsung- kemungkinan besar benjolan itu yang mengalami infeksi dan menimbulkan rasa nyeri. Kalau nyerinya baru dirasakan dibandingkan dengan mulai timbulnya benjolan kecil di bawah kulit itu, biasanya berasal dari kelenjar keringat atau kelenjar lemak yang membuntu. Mula2 teraba sebagai benjolan kecil di bawah kulit tanpa rasa nyeri. Namun jika mengalami infeksi akan tampak tanda2 radang, memerah di sekitarnya dan nyeri.
    Jika memang seperti itu, sebaiknya diobatai dulu peradangannya, setelah tanda2 radang dan nyerinya berkurang dapat dilakukan operasi ringan untuk mengangkat kelenjar beserta pembungkus (capsel)-nya. Dengan demikian dijamin tidak akan muncul lagi benjolan di tempat yang sama…
    Kalau benjolan itu terletak di pangkal paha, bisa merupakan pembesaran kelenjar limfe yang memang disebabkan karena respon terhadap imunitas tubuh kita, yang salah satunya berasal dari infeksi di sekitarnya atau di kelenjar itu senidiri. Jika tidak jelas ada luka atau proses infeksi di sekitar kaki, keseringan berasal dari infeksi saluran kencing dan saluran lain di dekat2 lokasi itu…

  13. Comments  gogod   |  Sunday, 11 January 2009 at 11:36 pm

    saya mau tanya apakah Leukemia Bisa Disembuhkan?pada stadium 2?tolong balas

  14. Comments  kusmawan   |  Monday, 12 January 2009 at 11:47 am

    Aduh maaf mas Gogod… Sudah lama saya tidak mendalami lagi ilmu tentang leukemia. Jadi tidak bisa berkomentar. Keganasan pada sel darah ini menjadi bidangnya dokter ahli Penyakit Dalam (Internist). Saya mencoba mencari link blog teman sejawat yang mempelajarinya untuk bisa ditanya. Tapi belum ketemu juga. Sehingga saya juga tidak bisa memberikan referensi agar bisa berkonsultasi santai seperti di blog ini…

  15. Comments  bayu   |  Wednesday, 21 January 2009 at 7:28 pm

    Dok, Ibu saya seorang karyawati berusia 44 tahun, memiliki berat badan 65 kg dan tinggi 155cm. Hampir setiap hari mengalami migren tiba-tiba, tetapi setelah minum obat penghilang sakit kepala seperti bodrek migra, 4 jam kemudian sakit kepala ibu saya hilang. Tekanan darah ibu saya terakhir kali pengecekan 130/100. Bila sakit kepala tiba hampir separuh badannya sebelah kanan dari ujung kepala hingga tangan terasa kaku. Belum pernah cek lab. Ibu saya menggunakan pil KB.
    Penyakit apa yang diderita oleh ibu saya? dan apakah ada efek dari obat-obatan yang dikonsumsi?

  16. Comments  prisquilla sheila   |  Wednesday, 21 January 2009 at 8:10 pm

    haiii…

    saya bru berumur 18thn,tp ada yg aneh dgn payudara saya..
    keanehan ini udah 3thunan saya rasa..
    saya sudah sering sharing dgn mama tp kata mama hal ini biasa..
    seminggu yg lalu payudara saya terasa sakit banget,di pinggir puting saya ada benjolan besar dan sensitif banget..
    begitu jg di ketiak saya…
    benjolan di ketiak saya semakin hari saya rasa semakin membesar…
    warna daerah puting saya pun ga seperti yg lain,tampak pucat..
    dan banyak jerawat2 disektarnya…
    terkadang saya melihat kulit pinggir puting itu seperti pecah2..
    apa yg harus saya lakukan?

  17. Comments  eka kusmawan   |  Wednesday, 21 January 2009 at 10:50 pm

    @bayu :
    Apakah ibu adik sudah pernah memeriksakan diri ke dokter? Jika frekwensi keluhan itu relatif sering, saya khawatir kalo gangguan ini disebabkan sesuatu yang mesti mendapatkan penanganan serius. Saran saya, untuk tahu lebih jauh tentang penyakitnya segeralah memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter ahli saraf (neurologist). Masalah ini akan berhubungan dengan bidang bedah, kalau sudah jelas ada proses tidak normal di dalam tempurung kepala yang mendesak volume otak; bisa karena tumor, perdarahan, udara, cyste atau cairan lain. Gambaran ini akan jelas terlihat melalui pemeriksaan ct scan kepala. Antisipasilah sesuatu yang paling buruk dulu sebelum memang terbukti tidak ada yang mengkhawatirkan..
    Obat2 yang ibu konsumsi, sebatas hanya menghilangkan gejala saja. Tidak menyembuhkan / menghilangkan penyebab. Maka sekali lagi segeralah cari penyebab pastinya dengan memeriksakan ibu ke dokter…!!

  18. Comments  eka kusmawan   |  Wednesday, 21 January 2009 at 11:27 pm

    @prisquilla sheila :
    Saya sering kedatangan pasien remaja atau ibu muda yang resah terhadap ganguan pada payudaranya. Kebanyakan sih diakhiri cukup dengan konsultasi dan pemberian obat saja, sebagain memerlukan operasi dan sangat jarang sekali -pengalaman saya menemukan hanya 2 kasus- yang ternyata suatu keganasan / kanker. Pada remaja seusia adik, faktor resiko yang paling berperan untuk kemungkinan terjadi yang paling ditakuti wanita ini adalah turunan langsung. Jadi apakah mama adik punya riwayat terkena keganasan payudara sebelumnya? Kalau tidak, rasanya tidak perlu terlalu resah. Dari gambaran klinis seperti di atas, bisa jadi rasa nyeri dan benjolan dekat puting susu itu hanya proses infeksi biasa dan cocok kalau dihubungkan dengan rasa nyeri di ketiak juga, sebagai respon kelenjar limfe terhadap proses radang di dekatnya.
    Lain halnya kalau di payudara adik tampak luka seperti borok, atau kulit sekitarnya yang tampak sangat keriput dengan bagian yang keras di bawahnya (penampakan seperti keriputnya kulit jeruk). Jika ada gambaran itu, sesuatu benjolan di ketiak akan dihubungkan dengan proses penyebaran..
    Maka, menurut saya tidak cukup curhat ke mama saja, perlu dicarikan second opinion ke seorang dokter yang membidangi. Semoga saja tidak terjadi yang serius….

  19. Comments  harry   |  Thursday, 22 January 2009 at 10:39 pm

    dok, mw tanya. tapi ga ad hubungannya dengan bedah2an.. ada ga sih dok hubungan antara “nyetekin jari dengan arthritis rheumatic???

  20. Comments  May Lee   |  Friday, 23 January 2009 at 9:46 am

    Dok, tgl 23 lalu saya ada operasi menyambung tendon pd jari manis kanan (krn kena cutter). Sekarang masih fisioterapi menggunakan ultrasonic. Tapi kok ya rasanya progressnya kecil sekali. Jari saya tsb masih baal, kmdn gerakan yg dpt dilakukan baru pd bgn MCP saja utk PIP & DIP ada gerakan tetapi kecil sekali. Yg saya rasakan waktu latihan gerak jari tsb kayaknya ada perlengketan di Zona 2. Gimana Dok solusi maslah tsb. Terus utk syarafnya sendiri apakah dpt regenerasi, Dok? Trims

  21. Comments  eka kusmawan   |  Friday, 23 January 2009 at 8:59 pm

    @May Lee :
    Tangan merupakan organ yang unik dan spesifik yg memiliki banyak struktur serta fungsi yang terintegrasi. Sangat menentukan sekali pada penaganan awal jika terjadi cedera tendon. Masalah yang sering didapat pasca operasinya, selain trauma pada saraf seperti itu, juga nyeri, pembengkakan dan kekakuan.
    Trauma tendon dibedakan apakah yang terkena pada tendon fleksor atau ekstensor. Dari kasus di atas saya tangkap terjadi cedera pada tendon fleksor yang lebih beresiko menimbulkan kecacatan fungsional, apalagi terkena di zone 2. Perlengketan atau hambatan umumnya akibat proses healing yang tidak licin, kebanyakan karena teknik jahitan yang tidak pas atau core-nya terletak tidak di bagian volar dan keluhan baal memang dikarenakan terjadi cedera pd nerve yang regenerasi-nya membutuhkan waktu paling lama ketimbang jenis jaringan lainnya.
    Karena sudah memasuki minggu ke-empat(?) saat ini exercise dan fisiotherapy yang paling berperan untuk mengurangi keluhan…

  22. Comments  eka kusmawan   |  Friday, 23 January 2009 at 9:13 pm

    @harry :
    Setahu saya pengertian Rhematoid Arthritis adalah kelainan berupa proses inflamasi dan kerusakan sendi atau struktur tendon akibat proses rekasi autoimunitas secara sistemik (menyeluruh). Jadi ditekankan bahwa penyebabnya adalah rekasi autoimun atau terjadi proses saling melawan antar satu komponen kekebalan tubuh dengan bagian lain tubuh kita. Apa ini ada hubungannya dengan ‘nyetekin’ jari (proses trauma), saya kira tidak. Mungkin akan menimbulkan nyeri juga pada persendian, tapi bukan merupakan Rhematoid Arthritis…

  23. Comments  herlinawati   |  Tuesday, 27 January 2009 at 9:31 am

    saya ibu rumah tangga berusia 38 tahun, 2 tahun belakangan ini berat badan saya turun drastis diikuti dengan keringat yang berlebih dan jantung berdebar debar. Yang saya tanyakan apakah ini penyakit yang dinamakan keloid,theroid, steroid ataukah ini gondongan. Apakah penyakit saya boleh dioperasi dan bisakah disembuhkan?

  24. Comments  Devi   |  Tuesday, 27 January 2009 at 9:35 am

    Saya seorang karyawati, di leher saya ada benjolan dan saya belum pernah konsultasi ke dokter karena saya takut dengan kesimpulan dari penyakit saya. Selama ini saya tidak pernah ada keluhan yang berarti dan saya tidak pernah merasa terganggu dengan benjolan itu, apakah ini termasuk penyakit thyroid?dan bisakah disembuhkan?

  25. Comments  eka kusmawan   |  Wednesday, 28 January 2009 at 2:52 pm

    @Devi :
    Di leher bagian mana benjolan itu, seberapa besarnya, adakah teraba lebih dari satu dan apakan sejak diketahui hingga sekarang ada kecendrungan bertambah besar..? Masih diperlukan keterangan semacam itu lebih lanjut. Soal thyroid, saya perkirakan maksud mbak Devi adalah pembesaran atau benjolan di bagian depan leher. Kalau benjolan itu ikut bergerak naik turun saat ada gerakan menelan, kemungkinan itu memang berasal dari kelenjar thyroid. Jika juga tidak ada keluhaan berarti, kebanyakan pembesaran kelenjar thyroid tidak begitu membahayakan. Tapi akan lebih baik jika dibuktikan dulu dengan pemeriksaan biopsi menggunakan jarum. Kalau pembesaran thyroid disebabkan oleh karena proses infeksi, masih bisa diharapkan untuk mengecil. Begitu juga jika disebabkan karena aktifnya kelenjar tersebut memproduksi hormon (thyroksin) masih bisa disembuhkan dengan obat… Lihat juga tulisan dalam blog ini tentang Struma !

  26. Comments  eka kusmawan   |  Wednesday, 28 January 2009 at 3:08 pm

    @herlinawati :
    Istilah yang dekat dekat dengan pertanyaan ibu itu mungkin maksudnya thyroid atau lebih spesisifik lagi ‘hyperthyroid’ yakni sesuatu gangguan atau penyakit akibat terlalu banyaknya prduksi hormon thyroksin dalam tubuh kita yang beberapa gejalanya cocok seperti yang ibu alami. Penanganan penyakit ini cukup dengan obat-obatan. Jarang yang sampai membutuhkan pembedahan. Jika dilakukan bedahpun harus memenuhi syarat tertentu. Saran saya, datanglah ke dokter Internist untuk periksa lab guna mengetahui fungsi kelenjar thyroid sekalian pengobatannya. Hyperthyroid termasuk kelainan yang cukup berbahaya jika tidak ditangani sedini mungkin…

  27. Comments  purnomo   |  Thursday, 29 January 2009 at 9:01 am

    Selamat pagi dok.
    saya pria berumur 37 tahun.Saya punya masalah pada pencernaan dok.Jadi sering mual dan merasa mau muntah tapi tidak ada yang dikeluarkan ( hanya maaf,hoek..gitu).Perut kembung ( kalau saya pukul pelan,bunyi tung..tung).Ini sudah saya rasakan setahun terakhir.Tindakan saya selama ini habis makan,baik pagi,siang ,malam saya minum enzipleks.Memang perut terasa tidak kembung dan nyaman.Tetapi ada kekhawatiran saya apabila mengkonsumsi dalam jangka panjang apakah ada efek samping yang membahayakan.
    oh ya dok,sekitar lima tahun yang lalu rasa ini pernah saya alami,kemudian saya periksakan ke internis dan diambil pemeriksaan dengan USG dan endoskopi.Tapi saya lupa apa yang dikatakan dokter waktu itu.
    yang ingin saya tanyakan kepada dokter,tindakan pertama yang harus saya lakukan dengan keluhan seperti itu,apakah saya harus ke internis,dokter bedah,atau spesialis pencernaan.
    Terima kasih sebelumnya,semoga dokter selalu diberi kebaikan

  28. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 29 January 2009 at 10:59 am

    @purnomo :
    Tepatnya ke Internist. Lebih spesifik lagi Gastroenterologist, salah satu bagian keahlian dari Spesialis Penyakit Dalam. Berbagai penyebab menimbulkan gejala seperti itu. Tentu paling sering dikarenakan gangguan di lambung. Mohonkan dokter Internist untuk menjalankan proses diagnostiknya, jika memang memerlukan pendapat atau pun penanganan oleh dokter ahli bidang yang lain tentu mas Purnomo akan dirujuk ke dokter spesialis lain sesuai kasus yang ditemukan.
    Semoga lebih cepat ketahuan diagnosa-nya..

  29. Comments  purnomo   |  Friday, 30 January 2009 at 8:59 am

    terima kasih dokter,atas sarannya
    semoga sukses selalu

  30. Comments  Akbar   |  Monday, 16 February 2009 at 1:50 pm

    Dear Dr Eka,

    Dokter, saya baca artikel dokter yang membahas tentang Trigger Finger. Disitu disebutkan penanganannya bisa dengan cara konservatif, salah satunya dengan obat anti nyeri & anti peradangan. Klo boleh tau, apa ya nama obatnya? klo bisa yang generik ya dok :p
    Mohon infonya

    Terima Kasih
    Akbar

  31. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 16 February 2009 at 2:35 pm

    @Akbar :
    Bisa menggunakan anti nyeri jenis asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari dikombinasi dengan obat steroid, misalnya dexamethason tablet minumnya 3 kali juga sampai kurang lebih 5 hari. Lebih baik minum obat setelah makan, karena kedua jenis obat itu tidak baik untuk lambung, apalagi pengidap gastritis atau mag…

  32. Comments  ni made teken   |  Monday, 16 February 2009 at 4:59 pm

    dok, ada tidak pengaruhnya nyeri pinggang dengan riwayat kecelakaan/ trauma yang sudah lampau, sekitar 10 tahun yang lalu, karena suami saya sejak 6 bulan belakangan sering mengeluh nyeri pinggang, dan apa efeknya bila hal itu kita abaikan? dan kemanakah kami harus konsultasi lebih lanjut? dan bisa minta ulasan mengenai nyeri tulang belakang dok? sekedar untuk menambah reftensi. terima kasih atas jawabannya, sukses slalu. salam.

  33. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 17 February 2009 at 12:20 pm

    @ni made teken :
    Setahu saya hampir tidak pernah nyeri pinggang disebabkan oleh trauma yang kejadiannya sudah relatif lama yang ketika itu tidak didapatkan masalah berarti dan tanpa keluhan. Menurut saya, kemungkinan besar ada masalah lain sebagai pencetusnya. Coba konfirmasikan dulu dengan pemeriksaan x-ray BOF dan lumbosacral. Jika tidak ditemukan kelainan, bisa jadi permasalahan hanya di bagian lapisan pinggang (otot dan jaringan ikat lainnya). Dan penanggulangannya cukup dengan obat dan fisiotherapy atau exercise tertentu. Kalau keadaan ini diabaikan, paling banter menimbulkan rasa tidak enak yang berkepanjangan. Berbeda jika nyeri pinggang itu disebabkan oleh hal2 yang lebih serius, tentu tidak bisa diabaikan begitu saja..
    Untuk tahu lebih jauh tentang nyeri tulang belakang, Made bisa berkonsultasi dengan dokter ahli bedah tulang (orthopedi).
    Terimakasih atas kunjungannya. Salam !

  34. Comments  nisa   |  Thursday, 19 February 2009 at 9:32 am

    dok, saya punya ambien, kalo waktu BAB pasti keluar tapi bisa masukan kembali akan tetapi masi ada secuail daging yang tidak bisa masukan, termasuk grade berapakah saya? saya belum pernah berobat ke dokter bedah atau yang lainya. trus saya mau tanya apakah penyembuhannya harus dengan operasi atau bisa dengan obat saja dan mengubah pola makan dan hidup. terima kasih jawabannya

  35. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 19 February 2009 at 11:30 pm

    @nisa :
    Sepertinya ambeyen yang Nisa alami selain berupa Hemmoroid interna juga meluas hingga ke bagian luar, hemoroid eksternal. Dan dari gejala serta keluhan seperti itu kemungkinan sudah bisa digolongkan ke grade III. Artinya cepat atau lambat, pembedahan akan menjadi jalan untuk menuntaskan penyakit ini. Mungkin untuk tahap awal sementara ini jalan non operatif bisa mengurangi keluhan, tapi kecil kemungkinan untuk hilang sama sekali. Yang bisa diharapkan pada pengobatan konservatif ini selain untuk mengurangi keluhan, meredam besarnya ambeyen juga memperpanjang fase untuk tidak kumat (jika kumat bisa terjadi peradangan, nyeri atau mungkin berdarah).

  36. Comments  desi   |  Thursday, 26 February 2009 at 3:46 pm

    hi dok,

    saya gadis 23 tahun, minggu kemaren saya didiagnonase menderita mastophaty sinistra cronicle, penebalan di payudara sudah saya rasakan sejak SMP , baru sebulan ini payudara saya sering merasa sakit and panas.terusterang saya kurang paham penyebabnya.. selain operasi ada adakah cara lain untuk penyembuhannya?
    untuk penyembuhan apa harus operasi?
    makasih dok atas jawabannya.

  37. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 26 February 2009 at 8:20 pm

    Mastophaty..? Maaf, mungkin pengetahuan saya belum sampai di situ. Kok belum saya pernah dengar ya.. Mungkin termasuk salah satu kelainan yang jarang ada. Untuk lebih jelasnya coba dik Desi bisa berkonsultasi online ke senior saya, seorang bedah onkologi; dr. Bahar di http://www.suaradokter.com
    Semoga bisa terbantu..

  38. Comments  desi   |  Friday, 27 February 2009 at 2:47 pm

    hi dok,

    terimakasih sudah merespons,.semalem saya baru cek ulang ke dokter bedah yang berbeda, tapi dia bilang ‘PD’ saya tidak ada masalah, saya bingung dok karena dokter yang saya tanya selalu memberi jawaban yang berbeda..sebaiknya saya cek kemana ya Dok supaya saya mendapat jawaban akurat, karena saya takut kalo ternyata memang ada kelainan,

  39. Comments  eka kusmawan   |  Friday, 27 February 2009 at 7:41 pm

    @desi :
    Yang paling tepat, berkonsultasilah ke dokter spesialis Bedah Onkologi (Bedah yang lebih khusus mempelajari tentang tumor dan sejenisnya, terutama yang mengenai payudara).
    Kalau dik Desi tinggal di Bali, rokomen saya datanglah ke Prof. DR. Tjakra Manuaba, Sp.B(Onk). Beliau adalah guru saya dan sangat komunikatif.

  40. Comments  echa   |  Thursday, 12 March 2009 at 8:29 pm

    dok…q mo konsultasi
    q punya pacar sekarang dia lagi dirawat dirumah sakit, dokter mendiagnosa dia kena ginjal tapi buang air kecilnya lancar-lancar aja. gejalanya awalnya pinggangnya nyeri sekali terus dibarengi dengan muntah-muntah…itu kenapa ya dok
    tolong dijawab

  41. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 12 March 2009 at 10:13 pm

    @echa :
    Gangguan pada fungsi ginjal, bisa dikarenakan proses yang terjadi sebelum terbentuk kencing di dalam ginjal, proses pada ginjalnya sendiri atau gangguan akibat sumbatan pada saluran kencing di bawah ginjal. Biasa juga ini disebut kelainan pada pre-renal, renal atau post-renal.
    Kelainan pada ginjal di usia muda biasanya lebih banyak karena proses infeksi. Pada kasus yang lebih jarang gangguan in akibat pembengkakan di ginjal yang dikarenakan adanya sumbatan di bagian bawah saluran kencing -post renal-. Penanganan di bidang bedah dibutuhkan pada kejadian yang kedua ini. Dan belum tentu gangguan pada ginjal harus diawali dengan ketidaklancaran saat bak.
    Yang paling penting adalah jangan sampai gangguan fungsi ginjal ini mengakibatkan kerusakan pada fungsi dan anatomis ginjal sehingga gangguan ini tidak bisa diperbaiki lagi (gagal ginjal).
    Semoga saja pacar adik belum sampai parah hingga terjadi gagal ginjal, sekali pun nantinya mungkin diperlukan penanganan bedah jika itu dikarenakan oleh sumbatan / batu saluran kemih.

  42. Comments  Indah   |  Tuesday, 24 March 2009 at 3:23 pm

    Dok, saya Indah 33 th, sudah 3 tahun ini saya merasakan sakit ditelinga kanan. Awalnya rasa sakit itu muncul ketika saya menelan baik itu makanan atau minuman, ketika saya menelan sesuatu untuk pertama kali telinga saya langsung sakit sekali. Saya sudah berobat ke Specialist THT dan sudah berpindah-pindah rumah sakit dan diagnosanya berbeda-beda, saya dikasih obat yg berbeda-beda tapi tidak sembuh juga. Saya coba ke dokter gigi dan disarankan ke RSCM menemui Profesor bedah mulut, dan disana ternyata saya didiagnosa mengalami TMJ Syndrome. Ketika saya membuka mulut pada bagian depan telinga sangat terlihat benjolan, dan ketika menutup mulut terdengar bunyi klik. Akhirnya saya disarankan menggunakan splint, dan alat tsb sudah saya pakai selama beberapa bulan ini, kompres air panas juga sudah saya lakukan tapi belum membuahkan hasil. Yang ingin saya tanyakan apakah ada pengobatan lain yang bisa saya lakukan selain penggunaan splint tsb, karena saya sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya yg semakin sering dok. Terimakasih atas jawabannya.

  43. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 24 March 2009 at 5:33 pm

    @Indah :
    Wahh.. saya tidak begitu mendalami tentang kelainan di bidang ini. Tapi paling tidak sesuatu gangguan pada persendian (joint) dalam hal ini antara tulang Temporalis dengan Mandibularis (rahang) secara umum bisa disebabkan karena masalah; pergeseran (subluxasi), peradangan -bisa oleh karena proses imonologis atau infeksi-,pengapuran pd permukaan sendi dan bisa karena ada semacam jeratan atau hambatan dalam pergerakannya.
    Kalau setelah memasang splint masih ada keluhan, bisa jadi bukan cara itu penyelesaiannya yang tepat atau pemasangannya yang masih bermasalah. Saran saya; kalau sudah merasa mentok juga untuk kontrol ke dokter yang bersangkutan, coba cari semacam pendapat banding dari expert-nya yang lain, yakni seorang ahli bedah kepala & leher (head-neck surgeon)…
    Semoga membantu.

  44. Comments  linda kasabian   |  Sunday, 29 March 2009 at 6:51 pm

    hi…
    mo informasi mengenai teknik operasi hemimaxilectomy untuk kanker muco epidermoid palatum
    ditunggu jawabannya
    terima kasih

  45. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 30 March 2009 at 9:25 am

    @linda kasabian :
    hi… pertanyaannya terlampau advance. Tapi sebetulnya jika anda ingin mencari informasi itu lebih jauh, di-googling aja…! Hemimaxillectomy atau partial maxillectomy adalah pengangkatan sebagian maksila (rahang atas) yang dikerjakan lebih banyak pada pasien dengan kasus tumor ganas di bagian tersebut. Tentu ini pada jenis kanker yang operable -yang dapat dioperasi dan menjanjikan perbaikan setelah dilakukan tindakan-.
    Agak panjang untuk bercerita prosedur-nya, tapi bisa dilihat secara visual di http://www.youtube.com/results?search_type=&search_query=maxillectomy&aq=f

  46. Comments  Denny   |  Thursday, 02 April 2009 at 3:54 pm

    Dok, saya mau tanya,

    saya adalah seorang karyawan dengan umur 29thn, tinggi 179 berat 65kg tidak merokok.
    di beberapa bagian di tubuh saya terlihat seperti benjolan dan jumlahnya cukup banyak. benjolan tersebut kerasnya variasi, ada yang “lembek”, kenyal-kenyal” sampai ada yang cukup keras. yang menjadi permasalahan adalah kalau saya tekan/pencet ada rasa yang sakit. apa lagi kalau saya pencet dengan lebih keras, rasa sakitnya nyaris seakan2 sampai keseluruh tubuh. yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. apakah itu? tumor?atau hal lain?
    2. Apakah panyebabnya?
    3. Bisakah sembuh?

    mungkin itu dulu yang perlu saya sampaikan, terima kasih atas jawaban dari dokter,
    Salam

  47. Comments  eka kusmawan   |  Friday, 03 April 2009 at 8:11 am

    @Denny :
    Memang untuk tahu pastinya adalah dengan memeriksakan diri langsung ke dokter bedah dan dilakukan biopsi -suatu pemeriksaan terhadap bagian tubuh yang telah dioperasi untuk mengetahui kandungan se2lnya-.
    Tapi kalau boleh saya menduga, ini merupakan suatu tumor jinak yang tumbuh tidak jauh dari permukaan kulit, bisa di beberapa tempat dan merupakan kasus yang berhubungan dengan faktor genetik (turunan). Tumor jinak ini berasal dari sel-sel lapisan saraf -disebut ‘neurofibroma’-, sehingga tumbuhnya pun mengikuti perjalanan saraf itu. Jenis yang teraba di permukaan kulit, tidaklah terasa nyeri, kecuali kalau dipencet.
    Pengobatannya dengan pembedahan. Karena tidak berbahaya, biasanya saya pribadi melakukan pengangkatan terhadap tumor ini jika sudah terasa menggangu; nyeri, rasa kemeng dan secara estetik sangat mengganggu penampilan, mis. tumor kelihatan terlalu besar…

  48. Comments  tina   |  Monday, 06 April 2009 at 9:53 pm

    dokter, mohon bantuannya
    ibu jari mama saya(54th) susah ditekuk, tapi bagian tangan yang lain ok2 saja
    tidak merasa nyeri, hanya kaku saja.selama ini kegiatan berjual beli dan banyak menulis.
    pengobatan yang dilakukan selama ini dengan mengompres air panas, dan diberi voren,
    namun sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang positif.
    apakah ini termasuk penyakit de quervain?
    bagaimana dengan treatment yang harus dilakukan?
    dan apakah dipijat merupakan solusi yang terbaik?
    Terimakasih banyak dokter
    Gbu…

  49. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 07 April 2009 at 11:07 am

    @tina :
    Ya, kemungkinan besar itu trigger thumb atau de-Quarvain’s. Kalau upaya2 konservatif (jalan non pembedahan) tidak berefek, sudah saatnya mempertimbangkan untuk dilakukan tindakan bedah terhadap kasus ini. Saran saya, datang ke dokter Bedah untuk mengkonsultasikan masalah ini.
    Baca juga tulisan http://spesialisbedah.com/2009/01/nyeri-berkepanjangan-pada-pergelangan-tangan/

  50. Comments  Maya Indah Asri   |  Thursday, 09 April 2009 at 1:38 pm

    Pak dok,mau konsul nih…
    Anak saya laki2 umur 8,5bln.Pipisnya sedikit2 tp sering.Oleh SpA-nya diharuskan untuk dikupas/disunat.Rencana saya mau saya sunatin pakai metode smart clamp(SC),karena penyembuhannya lebih cepat & tdk ada pendarahan.Tetapi ada yang blg SC tdk aman untuk bayi karena begitu bius hilang maka bayi akan merasa kesakitan luar biasa,kmdn klo kulup yang dpotong pd tahap penyembuhan tdk melekat pd dinding penis maka penis bs bengkak.Kmdn pelaksanaan sunat pd bayi hrs d ruang OK & hrs dibius total,bnr begitu pak?Sdgkan pd SC hny dibius lokal.Mohon penjelasannya pak dok…
    Terima kasih

    Maya

  51. Comments  eka kusmawan   |  Friday, 10 April 2009 at 8:04 pm

    @Maya Indah Asri :
    Saya tidak bisa banyak berkomentar tentang smart clamp karena saya tidak pernah menggunakan alat atau metode itu. Dalam melakukan sunat saya masih menggunakan cara dorsum dan sirkumsisi dengan kemudian menjahit mukosa dan kulit yang hasilnya jauh lebih aman.
    Paling tidak dapat saya sarankan lebih baik menjalankan tindakan ini dengan general anasthesi. Sejauh ini saya tidak pernah melakukan sirkumsisi / sunat di rumah sakit pada anak di bawah 10 tahun menggunakan lokal anasthesi. Sekalipun kekurangannya dari sisi harga -membutuhkan biaya lebih- tapi dari sisi safety akan lebih terjamin dan juga resiko perdarahan bisa diminimalisir.

  52. Comments  David   |  Monday, 13 April 2009 at 8:47 pm

    Pak Dokter yang baik, saya mau berkonsultasi,
    Saya berusia 26 tahun. Sekitar 5 bulan lalu saya sering latihan berlari menggunakan treadmill. Saya cukup rutin menggunakannya tapi pada suatu hari di area testis sebelah kiri saya agak nyeri (ngilu) sehabis berlari. Beberapa hari setelahnya saya ke dokter spesialis kulit dan kelamin di RS untuk berkonsultasi. Setelah itu dia memberikan saya obat anti radang dan vitamin karena dia bilang urat testisnya hanya agak terpelintir dan testis tidak bengkak jadi tidak apa2 (nanti bisa sembuh sendiri). Setelah 2 hari testis dan perut sebelah kiri saya jadi sakit (panas) setelah makan obat tsb dan kembali lagi ke dokter yang sama. Setelah dia periksa testis saya, kemudian dia ganti obat (hanya obat anti nyeri dan semacam anti oksidan). Dia bilang ke saya agar istirahat dari aktivitas fisik yang berat dan stop olahraga sementara waktu.

    Setelah selang beberapa minggu nyeri di testis saya berkurang hingga 100% (tapi jika saya pegang urat atas testis masih agak ngilu). Sekitar 2 hari yang lalu ketika duduk bermain komputer, saya merasa agak panas di testis kiri dan perut bawah sebelah kiri. Akhirnya 2 hari terakhir ini seringkali rasa sakit dan panas itu datang tiba2 di testis dan perut (seperti dulu lagi). Kalau saya lihat fisiknya memang tidak bengkak, cuma agak keras sedikit yang sebelah kiri.

    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apakah nama penyakit ini?
    2. Bagaimana cara penyembuhannya? (katanya kalau testis tidak bengkak tidak perlu sampai operasi), kalau saya ke dokter yang dulu paling2 diberikan obat yang sama, jadi saya ingin konsultasi dulu ke dokter soal ini, mungkin saja ada rujukan dokter yg ahli atau pengobatan lain.
    3. Apakah saya perlu ke tukang urut? (karena obat2 yg dulu hanya sebatas penghilang rasa sakit/tidak benar2 menyembuhkan).

    Terima kasih untuk jawaban pak dokter. Salam.

  53. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 14 April 2009 at 9:07 am

    @David :
    Dari cerita di atas, kemungkinan dik David menderita varicocel. Sekali lagi, ini baru kemungkinan karena saya mendiagnosenya dari keluhan saja. Tentu untuk memastikannya memerlukan pemeriksaan langsung dari dokter dan bila perlu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa USG.
    Varicocel adalah pelebaran pembuluh darah vena yang tidak normal (varices) yang mengenai sistem pembuluh vena yang mengaliri buah pelir atau testis. Kelainan ini memang beresiko pada penderita yang sering melakukan aktifitas fisik terutama yang menggunakan otot2 di sekitar lokasi perut bagian bawah.
    Untuk therapy-nya pada keadaan awal masih bisa dengan obata2an dan mengurangi aktifitas, tapi kalau sudah tidak ada perbaikan dengan cara itu mesti dikerjakan dengan pembedahan. Komplikasi yang serius pada usia produktif yakni terjadinya infertil oleh karena rusaknya kwalitas sperma. Maka, cobalah datangi dokter bedah atau tepatnya spesialis bedah urologi.
    Saya pikir tidak perlu ke tukang urut. Jangan2 malah membuat masalah baru nantinya..
    Semoga bisa menemukan solusi. Salam!

  54. Comments  tryan   |  Wednesday, 15 April 2009 at 2:43 pm

    kpda bp.dokter….sya mau tanya n konsultasi ttg pnykit saya,,,
    saya berumur 19 tahun,saya pernah periksa pd dokter ttg penyakit saya trnyata pnyakit saya itu adalah Varicocele dan dokter bilang harus di operasi,selain itu saya jg pnya pnyakit ambien namun jarang bgt kambuh,mgkin 4-5 bulan bru kluar lg pokoknya g sering keluar gt dok,,,tp pas ambien saya itu kambuh pasti rasa sakit yg luar biasa saya rasain pas bab,stlah bab muncul benjolan mgkn sbsar kacang/melinjo gtu dan stiap bab jg kluar darah.
    trz yang mau saya tanyakan,,,
    1. Apakah jalan satu-satunya untuk menyembuhkan penyakit saya itu adlh dg operasi?
    2. Apakah tdk ada obat yg sdkit demi bs sdkit mnghilangkan pnyakit saya itu?
    3. Apakah varicocele kemungkinan besar bisa menyebabkan kemandulan?
    mungkin itu dulu dok yang saya tanyakan,terima kasih atas perhatiannya,,,,
    saya tunggu tanggapan/solusi dri bp dokter,,,

  55. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 16 April 2009 at 1:50 pm

    @tryan :
    Baik varicocele maupun ambeyen (hemmoroid) pada taraf atau grade awal masih bisa ditangani tanpa pembedahan dengan hasil yang memuaskan. Tapi kalau sudah didapatkan pada tingkat keparahan yang lebih tinggi (mis. pd hemmoroid grade III dan IV) pengobatan biasa hanya membantu mengurangi keluhan untuk sementara saja. Jadi tidak menuntaskan penyakitnya.
    Varicocle yang diderita lama, apalagi sudah pada grading lanjut dapat mengganggu testis untuk memproduksi sperma, sehingga kwalitas dan kwantitas sperma yang terbentuk jadi berkurang. Ini jelas berhubungan dengan kemandulan..

  56. Comments  tryan   |  Monday, 20 April 2009 at 11:14 am

    klo di sekitar solo ato jogya apakah ada rumah sakit yg bs menangani penyakit varicocele trsbt dok?? trz dampak dr varicocele trsbt trhadap bntuk fisik penis brupa ap dok?apakah bs mnyebabkan impotensi,prubahan wrna kulit ato ap dok?mksih,,,

  57. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 21 April 2009 at 3:37 am

    @tryan :
    Di semua rumah sakit yang memiliki dokter bedah, varicocele bisa ditangani. Itu pun kalo memang membutuhkan penanganan bedah. Sedangkan gangguan ini sendiri tidak semua memerlukan pembedahan.
    Varicocele mempengaruhi fertilitas (kesuburan), bukan kemampuan untuk ereksi atau impetensi. Dan tidak juga berpengaruh pada penampilan fisik / anatomis penis…

  58. Comments  rizqi   |  Wednesday, 22 April 2009 at 4:44 pm

    Dok,

    saya memiliki buah pelir yg besar, dan kllihatannya menurun ke anak saya …
    karena tidak merasa ada masalah hal ini tidak pernah saya konsultasikan ke dokter, hanya saja akhir2 ini terlihat semakin membesar ( mungkin akibat berat badan yg semakin bertambah) .. mungkin kah dilakukan sesuatu agar bisa mengecil..?
    skarang ini saya sering merasakan keram pada bagian atas penis yg mengalami pembengkakan…

    terlihat pembengkakan dari atas penis sbelah kanan, dan buah pelir yg besar ( sekitar 2 kepalan tangan..)

    Usia 38 thn, Tinggi 173 berat 90 (he he..)
    putra-putri 3 org (hrs nya tidak ada masalah dengan fungsi reproduksi)

    mohon penjelasan dan kemana sebaiknya dokter yg saya kunjungi…

    sebelumnya terima kasih Dok…

  59. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 23 April 2009 at 7:48 am

    @rizqi :
    Coba mas Rizki bedakan dulu, apakah pembesaran itu bisa berubah sesuai aktifitas atau posisi tubuh apa tidak. Jika pembengkakan itu dapat mengecil jika dalam posisi berbaring dan tidak nyeri, kemungkinan besar itu suatu hernia, atau tepatnya hernia inguinalis. Tapi kalau besarnya relatif tetap, bisa beberapa kemungkinan yang salah satunya apa yang disebut dengan hydrocele -terbentuknya suatu kantongan yang berisi cairan di dalam pelir-. Rasa kemeng bisa terjadi akibat desakan pembesaran itu. Dan memang kalau dilihat 2 kasus ini, pembedahan merupakan jalan satu-satunya untuk menanggulanginya.
    Untuk tahu lebih jauh, datang dan berkonsultasilah langsung ke dokter bedah.

  60. Comments  koko   |  Friday, 01 May 2009 at 10:00 pm

    hi..dok…
    salam kenal…
    mungkin ini gak ada hubunganya dengan pembedahan…
    dada sebelah kiri saya terasa nyeri..kalo saya rasakan
    tepat di tulang yagn menonjol mungkin kalo gak salah ICS 3
    gak berhubungan dengan frekuensi kerja artinya kerja berat
    pun kadang nyeri kadang tidak…..
    terasa panas…kalo gastritis lagi kumat ( kata dokter asamnya naik
    ke esofagus sehingga panas)…
    seringkali narik napas panjang kalo gak terasa tidak nyaman
    nadi terasa cepat, sering berdebar debar…
    BP agak tinggi nyampek 130/90
    udah ke ke dokter manapun dan lab manapun….
    diag dok ada yang gout..angina pectoris,
    di lab pun udah ecg, tredmill ecg ( gak ada yang salah )
    apakah itu gelala klinis pada suatu penyakit ato cuman masalah psikis aja dok..
    tolong dong dokter kasih saya keterangan kalo itu gejala klinis dari penyakit
    dan kalo itu masala psikis….
    by email juga gak papa…

    thx so much…

  61. Comments  Andi   |  Sunday, 03 May 2009 at 2:06 am

    Malam dok,

    Saya mau nanya berapa kira2 biaya bedah plastik untuk kasus langit mulut yg sumbing?
    Anak saya berusia 1,5 th, apa sudah bisa untuk dioperasi langit sumbingnya?

    Terima kasih

  62. Comments  eka kusmawan   |  Sunday, 03 May 2009 at 7:06 am

    @koko :
    Sebelum mengambil kesimpulan bahwa itu hanya suatu ‘psikosomatis problem’, saya mencoba melihat dulu bahwa nyeri yang terlokalisir itu dapat ditimbulkan dari 2 sumber. Yang pertama, mungkin berasal dari jaringan atau organ yang ada di sekitar lokasi nyeri itu, dari luar hingga ke dalam; dinding dada (jaringan bawah kulit, otot & tulang costae), jantung, organ mediastinum lain (pembuluh darah besar, esophagus, kelenjar lymfe dll) dan sistem respirasi (bronchus serta paru). Yang kedua, nyeri yang barangkali berasal dari gangguan pada organ di luar lokasi tadi tapi masih ada hubungan sensasi nyerinya, melalui sistem persarafan sensoris, apa yang disebut dengan referred pain. Bisa berasal dari diaprgma atau organ2 di bawahnya, seperti lambung, sistem bilier, limpa atau bahkan dari sistem pencernaan di bagian bawahnya lagi..
    Jika faktor resiko tidak ada -misal; usia, mengidap kelainan lain, riwayat trauma, ada penyakit turunan, dll- ditambah lagi dengan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui baik kelainan fungsi maupun anatomis organ2 yang mungkin terlibat tadi hasilnya normal, barulah bisa dikatakan dari sisi medis bahwa keluhan tersebut merupakan gangguan pikiran yang disensasikan sebagai nyeri (psikosomatis) dan bukan suatu penyakit -yg berhubungan dengan kelainan fungsi dan anatomis tubuh-..

  63. Comments  kusmawan   |  Sunday, 03 May 2009 at 7:26 am

    @Andi :
    Biaya untuk operasi labiopalatoplasti, persisnya tidak sama untuk semua rs dan dokter bedah. Gambarannya, bisa jadi total costnya di atas 5 jt rupiah jika itu dikerjakan di rumah sakit swasta.
    Kalau mas Andi mau, saat ini beberapa foundation atau yayasan menyelenggarakan operasi ini secara gratis. Memang ditujukan utamanya bagi yang kurang mampu. Kalau di Bali, ada Rotary club, Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) dll. Bisa ditanyakan lebih jauh pada pihak2 ini…
    Baca juga di http://spesialisbedah.com/2009/01/tony-moore-lips-palate-cleft-yki-dan-ssh

  64. Comments  iin avianti   |  Monday, 04 May 2009 at 8:58 pm

    Hallo dok . .
    Mhn bantuan konsul.
    Sy wanita 46 th, S1, tinggi 170an bb 68kg (sjak th 2004, sblumnya 58an). Apakah mungkin data2 tsb ada hubungan dgn keluhan sy.

    Begini dok. Seingat sy tahun 2004 di paha kiri dekat bgn pangkal hadap depan ada benjolan (agak nampak), skrg di kedua paha kiri dan kanan bertambah bnyk benjolan mungkin 8an (tak terlalu tampak kecuali di raba). Suka nyeri dan serasa nyetrum ke atas terutama ketika lelah atau pada masa menjelang/sesudah haid. Sehari2 sy merasa cepat cape lelah ketika ada aktifitas tertentu, mis. perjalanan brgkt/pulang kantor, ke mall, atau pekerjaan rumah tangga sehari2 juga begitu. Kalau sudah cape (padahal bentuk kegiatan rutin), seringkali pinggang kanan agak kebawah sampai panggul belakang sakit sekali (bahkan 1 bulan ini sampai tangan kanan bahu depan juga sakit) ketika posisi mau duduk/bangun, dsb.

    Maaf ya dok ceritanya bnyk, krn sy belum pernah konsul dokter . .

    Ditambah pula sy sering pingsan di tempat/kendaraan umum . . saking seringnya sy sdh tau tanda2 menjelang blackout, pd saat itu sy merasa tersiksa . . blackout nya sekejap tp sakit dan tak enak.

    Terima kasih banyak dok. Mhn penjelasan apakah berbahaya penyakit/keluhan tsb.

  65. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 05 May 2009 at 7:37 am

    @iin avianti :
    Dari cerita di atas, saya menangkapnya ada keluhan benjolan yang bisa diraba, penampang tidak lebih dari 3cm / kecil(?), cenderung bertambah banyak dan mengalami nyeri, terutama saat berkatifitas dan sifat nyerinya khas seperti ke-strum.
    Kalau saja gambaran klinis ini saya periksa langsung, akan saya pastikan apakah benjolan ini relatif mudah digerakkan, tidak melekat kuat di dasar otot, masih bisa ditentukan batas2nya secara jelas dst… Jika dari pemeriksaan itu cenderung mengarah ke sana, maka kemungkinan besar itu suatu tumor yang sifatnya jinak (benign) saja, bisa jadi hanya penumpukan lemak dan lebih spesifik lagi tumor itu tumbuh sesuai dengan perjalanan saraf, di dekat selaputnya. Ini juga yang menerangkan kenapa keluhan mbak iin disertai nyeri seperti kesetrum. Tapi kalau benjolannya teraba padat dan sangat lekat dengan jaringan di bawahnya, bisa merupakan tumor yang sifatnya lebih serius lagi.Tentu untuk mengetahuinya secara pasti perlu dilakukan operasi untuk biopsi (pemeriksaan lanjutan terhadap tumor yg telah diangkat). Disamping juga tujuannya untuk menghilangkan benjoan dan keluhan tadi.
    Masalah sering tidak sadar untuk beberapa saat, apakah pengalaman ini memang sudah dirasakan sebelum keluhan di paha itu muncul? Sementara ini saya kira kedua hal itu tidak secara langsung berhubungan. Saran saya, sudah waktunya mbak Iin untuk memeriksakan diri ke dokter secara lebih serius. Dari keluhan di atas, jelas sudah ada sesuatu yang tidak beres di tubuh mbak…
    Semoga bisa tetap tenang dan mulai termotivasi untuk berkonsultasi langsung ke dokter…!

  66. Comments  Hari   |  Monday, 11 May 2009 at 8:47 pm

    Salam kenal Dok…
    Sekitar 17 (tujuhbelas) tahun yg lalu ketika masih kuliah, saya pernah menemukan Benjolan kecil (sebesar butir kacang hijau diameter sekitar 2 milimeter) di testis sebelah kanan saya. Beberapa tahun kemudian ketika saya amati, benjolan tersebut agak membesar. Dan saat ini tampaknya benjolan tersebut sudah sebesar butiran kacang tanah (diameter sekitar 7 milimeter) dan seperti bergandeng memanjang (di sebelahnya muncul yg agak kecil. Benjolan ini bisa lari-lari (bergeser) bila saya sentuh, karena posisinya seperti diluar testis, kalo saya istilahkan pakai bahasa jawa mirip seperti “Uci-Uci”. Benjolan ini tidak menyebabkan rasa sakit apapun.
    Menurut dokter, apakah sebenarnya benjolan ini? Apakah berbahaya? Dan langkah apa yg harus saya ambil untuk mengatasi ini?

    Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih banyak atas waktu, perhatian, dan jawaban dokter.
    Salam,
    Hari

  67. Comments  made teken   |  Monday, 11 May 2009 at 8:59 pm

    malam dok

    mo tanya lagi nih…tentang struma, apa pengaruhnya struma pada kehamilan? karena saya pernah baca disatu tabloid bahwa bila seorang wanita yang menderita struma disarankan untuk menunda kehamilan.
    suksme atas jawabannya.
    salam

  68. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 12 May 2009 at 12:53 pm

    @Hari :
    Membaca keluhan ini, saya akan pastikan asal dari benjolan itu. Apakah memang berasal dari bagian dalam (testis dan sekitarnya) atau hanya bersumber dari lapisan dinding pelir. Sebab sikap kita terhadap kedua kasus ini jauh berbeda. Jika itu berasal dari testis atau isi pelir lainnya, mungkin itu suatu tumor yang sebaiknya sedini mungkin dipersiapkan untuk dikerjakan pembedahan serta biopsi guna menentukan jinak atau ganas tumor tersebut. Tapi kalau itu hanya satu ‘uci-uci’ atau benjolan di lapisan luar -yang biasanya sering disertai rasa gatal- bisa dikatakan tidak sebahaya yang pertama. Yang jenis ini masih mungkin bisa ditanggulangi tanpa operasi ringan, walaupun tetap saya menyarankan untuk dilakukan pembedahan juga…

  69. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 12 May 2009 at 1:18 pm

    @made teken :
    Struma dan kehamilan sama-sama dapat menimbulkan gejolak hormonal terhadap kondisi tubuh seorang ibu, sekalipun pada level tertentu masih dalam taraf fisiologis. Struma (pembesaran thyroid) terutama yang diakibatkan karena produksi hormon thyroksin yang meningkat (hyperthyroid) memang dapat mengganggu proses kehamilan. Dan inilah yang paling dirisaukan dokter dalam penanganannya. Tapi kalau pembesaran kelenjar gondok itu tidak berpengaruh terhadap fungsi thyroid mungkin masih bisa ditolerir, dan bahkan beberapa pernyataan klinisi menyebutkan bahwa justru kehamilan pun bisa memicu terjadi pembesaran thyroid…

  70. Comments  Bonny   |  Wednesday, 13 May 2009 at 8:54 pm

    Dok, saya pria 21 tahun…saya sejak kecil punya masalah dengan dada saya…dada saya terlihat menonjol pada bagian sekitar puting. Apabila diraba…seperti ada daging aga sedikit keras dibawahnya…saya jadi tidak pernah berani untuk bertelanjang dada, karena jadi tidak pede. Anehnya tidak ada rasa sakit apapun yang saya rasakan…gimana solusinya ya dok?? Kira2 apabila dilakukan pembedahan, berapa ya estimasi biaya yang harus saya keluarkan? Terima kasih..

  71. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 14 May 2009 at 11:08 am

    @Bonny :
    Ya, memang ada kasus seperti itu. Yakni berkembangnya kelenjar payudara yang tidak normal pada pria. Data dan dari buku2 menyebutkan ada kemungkinan -walaupun sangat kecil- perkembangan yang tak normal tersebut bisa mengadung sel sel yang bertendensi ke arah ganas. Makanya dari sisi Ilmu Bedah, pada penderita seperti ini sangat disarankan untuk dikerjakan operasi pengangkatan.
    Saya tidak tahu persis soal biayanya, kalau di RS swasta bisa mencapai 3 sampai 5 jt rupiah.

  72. Comments  Bonny   |  Thursday, 14 May 2009 at 3:57 pm

    Kalau dari kasus saya, bila jadi dilakukan operasi pengangkatan, biasanya berapa lama saya harus rawat inap di rumah sakit atau bisa langsung boleh pulang dok. Untuk menghemat biaya gitu dok…hehehehe…
    Terus apa ada biaya2 lagi selama pasca operasi?? Terima kasih banyak ya dok…

  73. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 14 May 2009 at 6:12 pm

    @Bonny :
    Bisa langsung pulang. Kalau pun harus rawat inap, paling banter tidak lebih dari sehari. Biaya lainnya mungkin hanya obat2 minum saja..

  74. Comments  Bonny   |  Thursday, 14 May 2009 at 6:29 pm

    Gitu ya dok. Oia dok, nanti saya datangnya ke dokter bedah umum ato kemana ya dok bagusnya?? Sekali lagi terima kasih banyak dok, sudah menyempatkan diri membalas pertanyaan saya. Semoga sukses selalu dok.

  75. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 14 May 2009 at 8:40 pm

    @Bonny :
    Periksakan diri saja dulu ke Bedah Umum. Kalau memang bener kasus ini seperti yang kita bicarakan, penanganannya tidak memerlukan subspesialis, masih bisa cukup oleh seorang dokter Bedah Umum saja..
    Semoga info ini membantu.

  76. Comments  Ema   |  Saturday, 16 May 2009 at 9:43 pm

    Dr. saya mau tanya saya punya abg, dia pernah operasi hernia, tp dia gak pernah rasain sakit apa sebelu maupun sesudah hernia, apakah dia masih bisa mendapat keturunan????? dan bagaimana cara biar dia masih bisa mendapat keturunan

  77. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 16 May 2009 at 10:51 pm

    @Ema :
    Kasus hernia sama sekali tidak berhubungan dengan keturunan, sekalipun kantung hernia bisa saja dalam perjalanannya letaknya berdekatan dengan organ reproduksi laki. Dan hernia yang tidak terjepit tidak akan menimbulkan rasa nyeri. Kalau memang terjadi gangguan fertilitas, pastilah itu bukan dikarenakan oleh hernia….

  78. Comments  eko   |  Friday, 22 May 2009 at 11:20 am

    selamat pagi dok…
    saya mau mohon penjelasan, sekitar 1 bulan lalu paman saya (55 th) dioperasi uci-uci (bahasa jawa) atau tumor dibelakang lutut kaki kiri. Sekarang setelah jahitannya kering sepertinya kakinya kehilangan daya..kalau untuk jalan terasa ototnya tersendat.. dan terasa lemah dan tidak bertenaga. kira2 penyebabnya apa dan bagaimana agar pulih seperti dulu..
    terima kasih sebelum dan sesudahnya….

  79. Comments  Rospita Silalahi   |  Friday, 22 May 2009 at 3:30 pm

    Selamat siang Dok,

    Saya lagi coba search tentang biopsi dan penyakit penyumbatan pembuluh darah dan saya ketemu dengan website Dokter. Mudah-mudahan Dr. Eko bisa membantu saya.

    Pipi kanan saya lebih tembem dari pipi sebelah kiri, saya sudah periksa ke dokter dan menurut tembem sebelah disebabkan oleh tumor pembuluh darah. Dokter menyarankan untuk disuntik dengan obat tapi saya tdk tahu nama obatnya. Tapi sebelum disuntik dianjurkan untuk biopsi dulu.

    Untuk tambahan informasi, tembem sebelah ini sudah dimulai dari tahun 94, hanya harus diperhatikan dengan seksama supaya dan kelihatan bahwa pipi kanan lebih tembem, namun akhir-akhir dilihat sekilas saja sudah ketahuan kalau pipi kanan lebih tembem dan jatuh.

    Pertanyaan saya adalah:
    1. Berbahayakah atau apakah ada efek samping biopsi?, haruskan melalui biopsi untuk memastikan bahwa tembem pipi kanan disebabkan oleh tumor pembuluh darah?, adakah cara lain untuk mengetahuinya?
    2. Kalau penyakit ini diobati, dites dulu dengan biopsi lalu disuntik seperti saran dokter, apakah ada efek sampingya?, atau kalau tidak saya obatin bisakah penyakit ini mengakibatkan keganasan?
    3. Mohon saran dokter apa yang harus saya lakukan dan ke dokter siapa saya harus berobat di Jakarta..

    Terimakasih sebelumnya dan sesudahnya.
    Salam,
    Rospita S

  80. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 23 May 2009 at 8:08 am

    @eko :
    Semoga saja bukan saraf motorik yang berjalan di bagian belakang lutut kaki pamannya mas eko yang mengalami cedera akibat pembedahan itu…Kemungkinan lain, bisa dikarenakan kurang latihan pasca operasi. Tapi sebaiknya periksakan dan tanyakan langsung ke dokter yang menanganinya…

  81. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 23 May 2009 at 8:29 am

    @Rospita Silalahi :
    Justru dengan biopsi seorang dokter berniat hati-hati untuk mengangkat suatu benjolan. Jangan sampai dikira suatu benjolan ringan setelah dilakukan pembedahan ternyata di tengah jalan operasi atau pasca operasi baru diketahui ganas. Tentu hal ini akan menyalahi teknik bedah itu sendiri, disamping juga oleh karena tindakan dokternya bisa jadi sel2 tumornya makin menyebar.
    Jadi secara umum biopsi itu untuk mengetahui apakah tumor itu jinak atau ganas. Kelemahannya mungkin masalah biaya dan waktu, karena dikerjakan 2 tahap, sebelum operasi sesungguhnya dikerjakan.
    Cara lain untuk hanya sekedar mengetahui bahwa tumor itu dari pembuluh darah atau bukan dan juga mengetahui sebatas mana pembesarannya, bisa dilakukan dengan pemeriksaan usg doppler atau dengan ct scanning. Pemeriksaan ini non invasif, artinya tidak sampai menoreh atau menyuntik sesuatu ke bagian tubuh, seperti halnya biopsi.
    Dengan cara biopsi, lalu dikerjakan penyuntikan atau operasi atau apalah yang nantinya memang tepat dilakukan berdasarkan hasil biopsi itu, menggambarkan bahwa dokternya sudah me-manage kasus ini dengan benar. Justru kalau tidak melalui tahapan ini, kemungkinan besar bisa menimbulkan masalah.
    Soal ganas atau tidak, hasil biopsi itulah kuncinya. Tapi tidak ada tumor yang awalnya jinak lalu berubah menjadi ganas. Yang sering menimbulkan masalah kan tumor yang awalnya tumbuhnya kecil -padahal ganas- baru mendapat penanganan ketika ganasnya telah menyebar…
    JIka itu dicurigai berasal dari pembuluh darah, coba periksakan diri dan berkonsultasi ke dokter bedah vaskuler.

  82. Comments  ani   |  Saturday, 23 May 2009 at 12:21 pm

    siang dok, dok saya gadis berumur 25 tahun. saya sering mengalami sakit perut. yang kadang kalau sakit iru datang sampai saya tidak bisa melaksanakan aktivitas.dan kadang BAB sehari lbh dr 10x. 7 bln yg lalu saya msk rs dan di USG katanya gak ada permasalahan. tapi sampai skrng saya msh ngalami apalagi saat haid pertama. dan saat ini saya merasakan agak gak enak (nyeri di bagian kanan perut). yang saya alami 2 hari kmrn, sakit serasa mual,perut gembung,dan badan saya kedinginan. saya itu punya masalah apa ya dok, dan apa tindakan yg hrs saya lakukan. dan kalau harus ke spc penyakit dalam itu saya baiknya yang bs nangani masalh ini ke dokter siapa di semarang. karna saya sangat takut. atas bantuannya saya mengucapkan banyak terimakasih.

  83. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 23 May 2009 at 11:24 pm

    @ani :
    Sakit perut yang diderita sejak lama dan datangnya pada kondisi tertentu pada seorang wanita muda, dirasakan lebih terfokus di bagian bawah tanpa disertai dengan panas badan dan keadaan serius lainnya -tidak termasuk gangguan bab- lebih sering bersumber dari organ kandungan. Saya berani mengatakan itu, setidaknya berdasarkan pengalaman dan data kasus yang saya pernah tangani.
    Memang tidak mudah mengetahui atau menemukan penyebab gangguan ini. Apalagi keluhan yang ditimbulkannya tidaklah berkepanjangan, ada fase redanya. Entah itu karena obat atau faktor lainnya. Jika pemeriksaan usg dan penunjang lainnya masih belum jelas, pemeriksaan diagnostik pemungkas yang harus dikejakan yakni dengan laparoscopy.
    Sebaiknya mbak berkonsultasi ke dokter kandungan atau dokter bedah. Kecurigaan saya baru hanya dari keterangan dan cerita mbak tadi, bisa jadi gangguan di sekitar organ kandungan di perut bagian bawah itu telah juga menyebabkan perlengketan ataupun tarikan pada organ usus di sekitarnya sehingga proses bab pun menjadi terganggu…

  84. Comments  diah   |  Monday, 25 May 2009 at 5:24 pm

    sore dok, dok saya gadis berumur 33 tahun. saya sering mengalami sakit perut kanan bawah, kadang juga disertai demam (meriang). Hasil USG dimungkinkan usus buntu kronik. Menurut dokter waktu itupun tidak nampak gambar usus buntu yang kronik. Menurut dokter apa, bagaimana cara mengatasi hal itu. Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.

  85. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 25 May 2009 at 5:41 pm

    @diah :
    Pada hasil usg tidak serta merta radiolog-nya mengatakan hasil itu sebagai suatu usus buntu yang kronis. Tapi dokter radiologi akan menggambarkan penampakan usus buntu itu dari sisi penampangnya, pembengkakannya, adanya perlengkatan dan sejenisnya.
    Dari pengalaman, ada 2 kemungkinan besar kejadian seperti ini; kalau bukan suatu kejadian peradangan usus buntu kronis yang tereksaserbasi (kumat) secara akut, bisa juga karena infeksi atau kejadian lain yang melibatkan organ kandungan di bagian kanan. Menurut saya, jika dengan pengobatan sudah tidak berefek lagi, tidak ada salahnya pembedahan menjadi pertimbangan sebagai diagnostik sekaligus penyelesaian masalahnya…

  86. Comments  nana   |  Tuesday, 26 May 2009 at 6:09 pm

    Sore Dok,

    Saya wanita usia 30 tahun, 2 minggu yang lalu saya habis menjalani kuret(keguguran usia bayi 7 minggu). saya cuti dr kerja slm 1 minggu.saya bekerja sbg admin support,stlh cuti saya bekerja spt biasa (kebanyakan duduk sehari smp 7 jam-an), stlh 2 minggu dr di kuret sdh 2 hari ini ketika saya BAB knp disertai dengan darah segar yg banyak, saya sangat takut dg hal ini, apa ada pengaruh dr kuret dan apakan natinya akan berpengaruh pada rahim saya?saya takut sekali krn saya blm punya baby,saya lg mau program hamil lagi niy dok. Mohon pencerahannya ya dok apa yg harus saya lakukan dg keadaan ini.

    Trimakasih sblmnya atas jawaban dokter,

  87. Comments  eka kusmawan   |  Wednesday, 27 May 2009 at 9:04 pm

    @nana :
    Kok saya lebih melihat kasus ini dari 2 kajadian yang berbeda dan tidak saling berhubungan. Kasus berak darah dengan berbagai kemungkinan penyebab, bisa mbak baca pada artikel di atas. Tapi masalah kuret, walaupun saya paham prosedur dan tata cara tindakannya, saya tidak tahu banyak tentang komplikasi atau pun akibatnya dalam jangka waktu panjang.
    Memang secara anatomis kedua organ itu berdekatan, antara rahim dan usus besar bagian bawah. Tapi sangat kecil kemungkinan seorang dokter kandungan dalam melakukan tindakan kuretase sampai menyentuh dinding usus besar itu. Kalo itu terjadi, artinya sudah terjadi kebocoran dan pastilah sudah menunjukkan tanda2 infeksi dan nyeri beberapa hari setelah tindakan tersebut.
    Cobalah untuk berkonsultasi balik ke dokter yang menangani mbak dan perlu juga memeriksakan diri ke salah satu dokter bedah yang terdekat berkenaan dengan berak darah tersebut…

  88. Comments  cindy   |  Friday, 29 May 2009 at 12:22 am

    dok, saya berumur 18 tahun. bbrp bulan yang lalu , pada saat malam hari , ada darah pada daerah vagina saya, dan saya tidak merasa sakit.padahal saya tidak melakukan hubungan apapun sebelumnya.dan saya yakin itu bukan menstruasi.mengapa hal ini bisa terjadi dok?apakah ada hal penting?

  89. Comments  eka kusmawan   |  Friday, 29 May 2009 at 9:18 am

    @cindy :
    Maaf dik Cindy.. untuk keluhan perdarahan lewat vagina bukan saya yang membidangi. Mungkin kalo ada riwayat trauma, jatuh dsb masih bisa dikonsultasikan ke dokter Bedah. Tapi sebagian besar keluhan yang terjadi di sekitar kelamin wanita akan lebih tepat ditangani oleh dokter spesialis Kandungan.
    Dik Cindy bisa juga berkonsultasi online spt ini ke sejawat saya, dr. Didi Kusmarjadi, Sp.OG di http://www.drdidispog.com/

  90. Comments  ERY   |  Monday, 01 June 2009 at 3:24 pm

    Dok, saya punya masalah dengan tahi lalat hidup yang tumbuh banyak di wajah & badan.
    di wajah saya saja ada 3 tahi lalat hidup besar, dengan bentuk yang menonjol yg terus terang secara estetika sangat mengganggu penampilan saya.
    saya ingin menghilangkannya dengan cara operasi.

    pertanyaan saya :

    1. untuk konsultasi masalah ini bisakah langsung saja ke dokter bedah?
    2. cara menghilangkannya apakah dengan jalan operasi / dipotong atau di laser? (krn saya pernah baca (tp lupa dimana), laser tidak di rekomedasikan untuk menghilangkan tahi lalat itu krn katanya bisa membuat sel2 nevus itu tambah ganas, apakah itu benar ? )
    3. saya punya bakat keloid, dulu pernah jatuh dan bekas lukanya dilutut menjadi keloid yang besar & menonjol. tidakkah itu berbahaya jika saya operasi tahi lalat di wajah, bukannya jadi cantik malah nambah keloid ?
    4. Biayanya apakah di hitung per tahi lalat ? jika misalnya ada 2 atau 3 tahi lalat yg ingin di hilangkan? trus estimasi biayanya berapa yah dok kira – kira ?
    5. berapa lama proses penyembuhannya setelah operasi, krn pastinya agak memalukan pergi bekerja dengan wajah di tempeli perban setelah operasi ..

    terimakasih banyak ya dok.. maaf pertanyaannya banyak…

    tq

  91. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 01 June 2009 at 9:10 pm

    @ERY :
    Jawaban saya :
    1. Sebaiknya langsung saja ke dokter spesialis Bedah.
    2. Betul, saya juga sarankan untuk dilakukan pembedahan, bukan dileser atau cara yg lain. Alasannya karena ada kecurigaan kalau nevus itu mengandung sel2 yg tumbuhnya lebih agresif dibandingkan yg normal.
    3. Jangan dulu terlampau khawatir tentang keloid. Dokter Bedah pasti sudah mempertimbangkan hal itu. Dahulukan penanganan terhadap sesuatu kecurigaan mengarah ke keganasan daripada hanya mempermasalahkan bekas luka. Untuk operasi di daerah wajah, ada tekniknya tertentu sehingga seminimal mungkin mengakibatkan bekas. Sekalipun ada bakat keloid, untuk kulit di wajah, bekas luka operasinya lebih tersamar dibandingkan dengan bagian permukaan tubuh yang lain.
    4. Tergantung dokter Bedah dan aturan rumah-sakitnya. Tapi umumnya -seperti yang berlaku juga di rumah sakit kami- tindakan untuk kasus ini tarifnya menjadi satu paket. Biayanya bisa berkisar 1 sampai 2 jt rupiah.
    5. Penyembuhannya 5 – 7 hari. Luka bisa dirawat secara terbuka, tidak perlu terus menerus ditutup plester, asal dilapisi cream antibiotik.

  92. Comments  ERY   |  Tuesday, 02 June 2009 at 2:55 pm

    Dok, maaf nanya lagi…

    jadi saya bisa langsung saja ke dokter specialis bedah? trus nanti apakah pada saat konsultasi, bisa langsung dilakukan tindakan operasinya?

    apakah pake opname? berapa lama biasanya dok? bisakah langsung operasi 3 tahi lalat sekaligus? jadi satu paket 1 – 2 juta itu untuk semua tahi lalat yg mau diangkat?

    setelah itu ada perawatan apalagi? misalnya buka jahitan, etc..

    suksma ya dok…

  93. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 02 June 2009 at 8:20 pm

    @ERY :
    Ya, betul. Tanpa opname, perlu buka jahitan dan paket harga bisa ditanyakan lbh jelas di masing2 hospital dimana tindakan operasi dilakukan.

  94. Comments  Anti   |  Thursday, 04 June 2009 at 5:25 pm

    Dokter Eka yth,
    perkenalkan saya usia 28 thn, sudah beberapa minggu ini di bagian leher kanan bawah seperti ada benjolan sebesar kelereng. Benjolan tsb tidak terlihat dari luar dan baru terasa jika diraba, dan tidak terasa sakit. Sebagai tambahan informasi, saya pernah didiagnosa TBC paru dan sudah menjalani pengobatan selama 6 bulan. Apakah ada kemungkinan tumor dan sebangsanya, ataukah hanya pembengkakan kelenjar? Untuk pemeriksaan awal, apakah sebaiknya berkunjung ke dokter THT, bedah, atau internist? Mohon penjelasannya ya dok. Sebelumnya terimakasih banyak.

  95. Comments  hans   |  Saturday, 06 June 2009 at 1:54 am

    halo dok,saya 26 thn baru slsai sunat seminggu yg lalu..ketika perbn dbka stlh 3 hri,lncr2 sj.mslh timbul ketika ada nanah 5 hari setelah sunat..saya panik dan kedokter.dikasi yetadin & nonflamin.tpi,stlah 2 hri nanahnya tmbh byk dan gatal yg luar biasa serta kepala penis merah.jahitan saya blm lepas dan nanah kebanyakan di tempat jahitan…apa ada obt laen slain dkompres?apa yg harus saya lakukan?apa boleh dlap dengn air hangat?terima kasih

  96. Comments  Indra   |  Monday, 08 June 2009 at 9:17 am

    Selamat Pagi semoga kita dalam keadaan sehat selalu, Sungguh bahagia jika para dokter di Indonesia memiliki jiwa pengorbanan seperti Dokter Eka yang memberikan waktunya untuk kita semua disini. Hanya Tuhan Yang Dapat membalas Budi baik Dokter Eka. Tadi malam saya nonton Laskar Pelangi (DVD) dimana para Guru berjuang untuk tetap mendirikan dan mempertahankan pendidikan suatu sekolah, meski hanya memiliki 10 murid, hingga prestasi tertinggi di raih oleh sekolah tersebut, dan mengalahkan sekolah2 yang memiliki fasilitas serta murid terbaik di wilayah tersebut. Meski pada akhirnya Sang kepala sekolah (Pak Harfan) meninggal di bangku-nya sendiri karena usia yang sudah tua dalam perjuangannya untuk tetap mempertahankan dan memotivasi anak didik yang miskin , ke 10 anak-anak tersebut merupakan pilihan alam yang memiliki keinginan dan motivasi kuat, untuk tetap bersekolah.
    Dan pagi ini figur Pak Harfan, kulihat ada pada diri Dokter Eka…Semoga itu semua nyata dan bukan keraguan semata.

  97. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 08 June 2009 at 9:47 am

    @Anti :
    Ada juga yang namanya TBC kelenjar. Salah satu gejalanya spt yg mbak Anti alami; teraba benjolan, terutama di bagian leher samping, bergerombol -lebih dari satu benjolan- dan lebih banyak tanpa disertai rasa nyeri. Jadi, saya mau mencurigai bahwa benjolan itu merupakan kelenjar limfe yang bisa jadi juga terinfeksi TB. Jenis benjolan ini tidak perlu dioperasi. Cobalah kembali ke Internist yang mengobati anda sebelumnya…

  98. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 08 June 2009 at 9:54 am

    @hans :
    Sebetulnya jarang sekali terjadi paca sunat mengalami pernanahan, kecuali saat mengerjakan atau perawatan pasca operasinya kotor banget. Atau mungkin bisa juga karena reaksi dengan benang yang digunakan. Untuk hal ini, betul, bisa dengan kompres betadine, obat mengurangi bengkak dan yang terpenting obat antibiotika. Dengan pertimbangan, bisa saja benang yang sebetulnya nanti akan diserap itu, mesti dibuka lebih dini. Dgn kejadian spt ini, yang jelas pasti membutuhkan tambahan waktu lagi untuk penyembuhannya..

  99. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 08 June 2009 at 9:56 am

    @Indra :
    Terimakasih Indra..

  100. Comments  hans   |  Monday, 08 June 2009 at 4:29 pm

    dok,yg jd mslh skg kalo sy beraktivitas,luka sy jd bsah lg..trus saya kompres,dia jd g trlalu bsah.dia trkna gesekan dgn clana dan leher penis..tpi itu hnya bgian kiri saja..yg kanan jahitanya udh lepas dan larut dg sndrinya..yg kiri blm larut…dan basah terus..gimana ya biar cepat kering?sedangkan saya ada kerjaan dikantor..trima kasih dok

  101. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 08 June 2009 at 5:36 pm

    @hans :
    Kompresnya jangan terlalu basah. Cukup dengan sedikit betadine dan dilapisi kasa seril yg bisa dibeli di apotik. Kasa ini berguna juga untuk mencegah agar tidak tergesek. Prinsipnya, jika luka itu masih basah apalagi bernanah jangan dulu menggunakan bahan atau obat lokal cream atau pengering lainnya. Pastikan dulu nanahnya tidak ada lagi dan produksi cairannya sdh minimal, tinggal beningnya saja, barulah jenis pengobatan siap dialihkan untuk penyembuhannya.

  102. Comments  annario   |  Tuesday, 09 June 2009 at 9:13 am

    Dok, saya seorang ibu umur 57 th, sudah 2 minggu ini setiap menggerakkan jempol tangan kanan itu sakit, yang sakit lurusnya jempol sampai lewat pergelangan tangan entah syaraf apa otot atau radang sendi, soalnya dekat otot agak bengkak. Saya sudah minum obat piroxicam & Allopurinol belum sembuh juga, mau ke dokter bingung dokter spesialis apa yang harus saya kunjungi. Sebenarnya saya ini sakit apa dok? Terima kasih penjelasannya.

  103. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 09 June 2009 at 12:55 pm

    @annario :
    Ibu tidak perlu terlampau khawatir. Kemungkinan ibu terkena peradangan pada tendon yang berfungsi menggerakkan jempol atau biasa di kalangan medis disebut dengan ‘trigger thumb’. Jika memang benar ibu menderita kelainan ini dan dengan upaya non bedah tidak membaik, saya sarankan cobalah berkonsultasi dengan dokter bedah atau lebih tepatnya bedah orthopedi. Jika diperlukan operasi, tindakannya pun bisa hanya membutuhkan pembiusan lokal saja.
    Untuk keterangan lebih lanjut, coba ibu bisa baca artikel saya tentang ini di http://spesialisbedah.com/2009/01/nyeri-berkepanjangan-pada-pergelangan-tangan

  104. Comments  Adam   |  Wednesday, 17 June 2009 at 1:03 am

    Doc, saya lg ngidap hipertrofi concha nasalis yang pada awal nya di diagnose sinusitus,gejala nya kyk tersumbat terus hidung nya tp ng sperti pilek
    terus Dr tht ny bilang bisa di operasi guna teknik gelombang panas bikin concha nya atrofi,
    nah ptanyaan saya apa perlu operasi atau hanya perlu terapi simtomatis kyk obat tetes hidung doang..klu pon operasi apa ada efek samping nya??makasih ya doc

  105. Comments  wendy   |  Wednesday, 17 June 2009 at 3:17 pm

    doc, saya berumur 22 tahun dan bermasalah dengan berat badan. skrg berat badan saya 125 kg. sudah mencoba diet dan olahraga tapi hasilnya belum maksimal. Saya ingin coba gastric banding surgery. apakah aman? efek negatif bagi saya ke dapan bagaimana? Di indonesia, rumah sakit mana yang bagus dan sudah terampil untuk operasi ini? kira2 biayanya berapa?terima kasih

  106. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 18 June 2009 at 6:54 am

    @Adam :
    Saya tidak bisa berkomentar banyak karena kasus ini bukan di ruang lingkup kasus bedah. Tapi umumnya untuk sesuatu hasil operasi, dokter mestinya bisa memprediksi hasilnya setepat mungkin berdasarkan pengalamannya, data empirik sebelumnya dan kespesifikan kasus yang ditangani. Tanya saja prognosa ini kepada dokter yang menangani anda…! Baca juga di http://spesialisbedah.com/2008/06/ajukan-pertanyaan-kepada-dokter-bedah-anda/

  107. Comments  eka kusmawan   |  Thursday, 18 June 2009 at 7:04 am

    @wendy :
    Saya pernah mendengar testimoni dari seorang ibu dari Jakarta yang telah menjalani operasi ini. Kesannya, pada tahap awal sangat sulit mengubah kebiasaan makannya. Mungkin ini menjadi tantangan sekaligus efek sampingnya. Anda mesti membatasi jenis makanan, waktu makan dan tidak enaknya lagi mengunyah mesti hingga hancur bener..
    Dokter dan rumahsakit di Indonesia saya tidak tahu persis pakarnya. Tapi kalau dilihat teknik pemasangannya, umumnya bagi dokter Bedah termasuk mudah melakukannya. Jika anda tinggal di kota besar, coba datangi Ahli Bedah Digestif untuk berkonsultasi. Untuk mendapatkan alatnya pun harus dipesan khusus dari produsennya. Mengenai harga dan keterangan lebih lanjut bisa dicari di google.

  108. Comments  zie   |  Saturday, 20 June 2009 at 2:07 am

    dok,saya zie dr medan umr22 taon.saya mau tanya, saya memiliki bekas operasi dan parut dibagian hidung dan atas bibir,krn operasi. saya gak pede melihat bekas operasi ini, dan bentuk hidung saya kecil sebelah dan tulang hidung saya jd agak turun dr sebelah,krn terjatuhh. apakah bentuk hidung saya bisa normal ,sama seperti bentuk hidung saya yg sebelah ,dan apakah bekas operasi dikulit saya bisa hilang,apkah bisa diganti kulit bagian yang udah rusak krn bekas parut diwajah,saya bisa diganti dgn kulit di bagian tubuh saya yg lain tp hany dibagian hidung dan atas bibir seperti (face off)
    apakkah dokter bisa merekomendasikan dirmh sakit mn dan dokter apa yg bisa membantu dlm menangani masalah saya,apakh ada dkter dari luar negeri , tp bertugas diindonesia yg bisa menangani masalah saya,. . saaya mohon bantuandokter.dan respon dokter,krn saya sangat butuh pertolongan dokter.. …………saya harap dokter dpt membalas masalah saya diemail saya vina_genizz@yahoo.com
    terima kasih atas tanggapannya.

  109. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 20 June 2009 at 11:20 am

    @zie :
    Mendengar cerita itu sepertinya dik Zie membutuhkan penanganan dari seorang ahli bedah plastik atau bedah estetik. Sekalipun saya belum melihat scr visual, saya kira kemungkinan besar keadaan itu masih bisa direvisi sekalipun jelaslah tidak semulus penampakan normal. Banyak ahli bedah plastik di Medan. Berkonsultasilah dengan salah satu di antara mereka.
    Beberapa orang di Bali telah banyak juga dibantu oleh satu yayasan -YKI=Yayasan Kemanusiaan Indonesia- yang pada waktu tertentu secara periodik mendatangkan ahli bedah plastik dari Australia untuk menangani kasus macam ini. Bahkan beberapa di antaranya malah dibiayai ke sana untuk mendapatkan tindakan operasi yang lebih advanced. Saran saya, coba kontak yayasan itu di http://www.balieye.org/indo/index.htm dan sertakan foto closed up dik Zie untuk bisa ditindaklanjuti…

  110. Comments  jhoni   |  Sunday, 21 June 2009 at 6:35 pm

    dok…..saya disunat pada usia 25 tahun. sunatnya dirumah sakit secara konvensional.semua berjalan normal…penyembuhannya juga normal (lukanya kering). namun ada masalah sedikit dengan benang operasinya. katanya dokter bisa diserap tubuh…..tapi ini kok benangnya belum diserap. saya bisa melihat benangnya dan benangnya keluar pada titk simpul benang itu (sekitar 3 titik) apakah saya bisa mencabutnya secara manual? atau saya harus ke rumah sakit atau dibiarkan saja nanti akan lepas dengan sendirinya?
    terima kasih dok atas jawabannya…

  111. Comments  eka kusmawan   |  Sunday, 21 June 2009 at 11:24 pm

    @jhoni :
    Benar, seharusnya benang yg dipakai unt menjahit kulit dan mukosa bagian penis itu menggunakan benang yg bisa diserap (absorbed). Jika benang itu belum waktunya sudah terlepas atau cukup mengganggu bisa saja dibuka atau dicabut sendiri, asal sudah kurang lebih 1 minggu pasca operasi.

  112. Comments  astried   |  Wednesday, 24 June 2009 at 9:05 pm

    Dear dokter eka, mksh byk ud mau membalas email sy. Sy skr jd lbh tenang n ga tll tkt lg hadapi ops sy bln dpn. Artikel dktr yg soal kmr ops jg so helpful.krn sy jd dpt gmbrn gmn sih kmr ops itu. Skali lg thx a billion y dok :)

  113. Comments  fuji rahayu   |  Friday, 26 June 2009 at 2:15 pm

    Dear Docter,

    Saya mau tanya, dipersendian kaki dekat mata kaki sebelah kiri ada benjolan & setelah saya tanya ke dokter ternyata itu uci2, harus dioperasi, benjolan itu timbul ketika saya habis berenang kaki saya terasa pegal & setelah saya raba ada benjolan kira2 1 bulan yg lalu. Saya ragu2 utk operasi adakah jalan keluar selain di operasi.
    Sebenarnya uci2 itu seperti tumor atau apa dokter? Apakah bahaya? Mohon bantuannya, terimakasih

  114. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 27 June 2009 at 7:57 am

    @fuji rahayu :
    Saya juga tidak jelas sejenis benjolan bagaimana yang disebut uci-uci. Tapi umumnya jika benjolan itu dengan batas jelas bisa diraba dan apalagi melekat di dasarnya tidak mengeras, merupakan satu gangguan anatomis (tumor) yang mudah diangkat / dioperasi. Karena sudah disarankan untuk diangkat oleh dokter, saya pun cenderung menilai demikian.
    Untuk jenis benjolan (tumor jinak) semacam ini tidaklah berbahaya. Operasinya pun dapat ditumda, tergantung kesiapan mental, fisik, waktu dan kesiapan biaya. Dan nampaknya jika sudah terbentuk benjolan atau tumor dengan diameter lebih 1 cm, bukan suatu peradangan, tidak akan bisa menghilang tanpa dilakukan pembedahan.

  115. Comments  Andre L   |  Saturday, 27 June 2009 at 3:03 pm

    Dear dokter, saya mau nanya
    1.5 bulan yl istri saya mengetahui benjolan di payudara kanan nya. Tgl 13jun yl dilakukan test mammo dan usg oleh dr oncology di denpasar dgn temuan mammo sbb: – tampak lesi hyperdense kuat dibagian medial payudara kanan, berbatas tidak tegas dgn spiculated sign ukuran 3cm x 2.5cm, tak tampak halo sign/ mikrokalsifikasi maupun retraksi papilla mammae.
    – tak tampak penebalan cutis-subcutis
    – tak tampak lesi payudara kiri
    – tak tampak pembesaran lympnode pada regio axilla kanan-kiri.
    Sedang temuan usg :
    – Mammae kanan :penebalan kulit (-), retraksi papila (-)
    Echoparenchym nampak baik
    Tampak lesy hypense, berbatas tak tegas, inhomogen, pada jam 5-6, 2cm dari tepi areola mammae uk 2.73cm x 2.3 cm, dgn tepi ireguler ( spike sign )
    tak tampak penebalan dari mammaria gland.
    Area retroniple : tak tampak massa maupun pelebaran ductus lactiferus.
    - mamma kiri : penebalan kulit (-), retraksi papila (-)
    Echoparenchym nampak baik. tak nampak masa hypoechoic/anechoic.tak tampak penebalan dari mammaria gland.
    Area retroniple : tak tampak massa maupun pelebaran ductus lactiferus.
    - regio axilla kanan dan kiri : tak tampak adanya modul/masa
    kesimpulan :
    nodul solid, inhomogen, tepi tidak rata, uk 2.73cm x 2.3 cm , suspect lesi malignant, tak tampak lesi di payudara kiri. tak nampak lymphadenopathy axilla kanan-kiri

    Kemudian pada tgl 17 jun09 dilakukan biopsi FNAB dgn kesimpulan : gambaran morfologi sesuai utk Infiltrationg Ductal Carcinoma.
    dgn saran : Mohon konfirmasi diagnostik dgn pemeriksaan hispatologi.

    Oleh dokter diberikan penjelasan krn ukuran kanker yg cukup besar maka akan dilakukan pengecilan terlebih dahulu melalui kemo.

    Mendengar kata kemo kami ingin mencari/mendapatkan second opinion terutama setelah surf internet,baca buku-2 a.l buku the miracle of enzyme nya hiromi shinya ttg efek kemo dan mendengar cerita teman kakak ( IDC stadium lanjut yg tlh menyebar dan bermetastesis ke nymph node, limpa sejak 7 th yl) yg tidak melakukan tindakan medik operasi,kemo namun melakukan therapi herbal : kunyit putih dan pola hidup sehat makan buah,sayur ( juice ), tdk stress dan saat ini teman kakak tsb saat ini kondisinya jauh lebih baik daripada 7 th yl..
    Saat ini istri melakukan therapi herbal jamur lingzhi dan pola hidup sehat makan buah dan sayur, konsum produk milelia greenfield organic.
    Pertanyaan :
    – melihat temuan usg tsb saya berkesimpulan bhw stadium IDC istri saya tsb adalah 2A, apakah benar demikian?
    – bisakah operasi pengangkatan kanker tsb ( lumpectomy) tanpa dilanjutkan therapy kemo,radiasi? atau bila dilanjutkan kemo, radiasi bisakah dgn dosis seminim mungkin?

    Atas perhatian dan jawabannya kami ucapkan byk terima kasih.
    Salam,
    Andre L

  116. Comments  ahya   |  Saturday, 27 June 2009 at 10:24 pm

    dok,saya menikah muda sekarang umur saya 19th. sebulan yang lalu saya keguguran usia janin 2bulan. setelah keguguran itu, rahim saya yang sebelah kiri terasa sakit terus dok..
    kenapa ya dok,,?

  117. Comments  eka kusmawan   |  Sunday, 28 June 2009 at 12:45 am

    @Andre L :
    Istri Pak Andre sudah mendapat penanganan dari dokter yang tepat. Jelaslah pengetahuan dan pengalaman saya dalam hal ini tidak selevel dengan beliau, seorang bedah onkologi. Dan jelaslah pandangan dan pendapat saya tidak jauh beda karena bisa dikatakan kami juga seperguruan dan bahkan untuk perkembangan pengetahuan terbaru saya mungkin sudah jauh ketinggalan.
    Suatu keganasan payudara memang therapy utamanya adalah pembedahan. Therapy tambahan atau adjuvant therapy-nya adalah kemo dan radio therapy. Jenis dan tata cara pemberian therapy tambahan ini tergantung dari stadium keganasan itu. Pada kanker mamae yang belum bermetastase, pemberian adjuvant therapi dimaksudkan salah satunya untuk mengurangi kemungkinan apa yang disebut dengan micro metastase yang tidak dapat dideteksi dengan mamogarfi sekalipun, sehingga diharapkan pengambilan tumor ganasnya itu bisa sebersih mungkin. Sedangkan pemberian kemotherapy preoperatif (sebelum pembedahan) selain maksud di atas, memang betul tujuannya juga untuk down-staging atau mengecilkan tumornya sehingga pembedahan yang akan dijalankan nantinya betul2 optimal.
    Stadium Ca mamae ditentukan dari besar tumor, keterlibatan atau pembesaran lymphenodi dan ada tidaknya metastase. Tentu ini pasti telah ditetapkan oleh dokter bedahnya sebelum memutuskan jenis therapy yang diberikan. Saran saya, bisa langsung tanyakan ke beliau.
    Pemberian adjuvant therapy (kemo atau radiasi) dan seberapa dosisnya telah menjadi protokol atau ketetapan seluruh dunia di bidang bedah. Ini pastilah sudah didasari atas penelitian dan pengalaman pakar2 onkogi. Kalau itu dilanggar, tentu hasilnya pun tak bisa dipertanggungjawabkan. Dan biasanya kemungkinan bertahan ( 5 years survival rate) akan lebih rendah dari prediksi sebelumnya.
    Untuk therapy herbal, saya tidak bisa mengomentari. Setidaknya inilah pandangan dan info dari keilmuan saya yg mudah2an berguna buat Pak Andre. Dan yang lebih penting dari itu semua menurut saya adalah dukungan, terutama psychological support terhadap istri. Memang berat menghadapi tantangan ini. Cobalah berbagi dan berkonsultasi di link berikut; http://www.rumahkanker.com dan http://www.suaradokter.com

  118. Comments  eka kusmawan   |  Sunday, 28 June 2009 at 12:59 am

    @ahya :
    Wah.. Maaf,untuk pertanyaan ini saya belum berani menjawab, karena memang bukan bidang keahlain saya. Ada beberapa pakar, dokter spesialis Kandungan yang bisa dikonsulkan untuk masalah adik melalui internet seperti ini.

  119. Comments  nanang   |  Tuesday, 30 June 2009 at 4:22 pm

    mau tanya pak…

    apa setelah operasi tumor itu meninggalkan lubang bekas ga?

  120. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 30 June 2009 at 11:44 pm

    @nanang :
    Tujuan atau kesembuhan dari suatu tindakan bedah, bertahap dari kesembuhan terhadap penyakitnya sendiri, pulihnya fungsi organ yang berkaitan dengan pembedahan itu dan tahap terakhir adalah pemulihan dari sisi estetik.
    Jelaslah semua jenis operasi, pada akhirnya tidak akan meninggalkan lobang bekas luka. Kalaupun sesuatu bagian yg dioperasi cukup luas, mungkin akan dibutuhkan tahap operasi yg keberikutnya untuk tujuan menutup defek yang ditimbulkannya…

  121. Comments  Ricko   |  Monday, 06 July 2009 at 11:22 pm

    DOkter,
    sepupu saya terkena pancreatitis, sudah dirawat di RS…diinfus tanpa makan…kemudian diberi antibiotik..tapi belum sembuh-sembuh sampai akhirnya keluar RS…mohon sarannya…RS yang pengalaman menangani ini atau ada pertolongan dengan bahan-bahan alami untuk mengurangi efeknya Dok ?
    Terima kasih sebelumnya

  122. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 07 July 2009 at 10:28 am

    @Ricko :
    Pankreatitis atau infeksi pada pankreas adalah suatu penyakit yang cukup serius. Harus mendapatkan penanganan yang tuntas, karena jika tidak, akan berpengaruh ke organ yang lainnya, bisa menimbulkan infeksi sistemik (menyeluruh) dan bisa berakibat fatal.
    Terus terang, saya kurang begitu percaya kalau sepupu mas Richo dipulangkan oleh dokter dari rumah sakit dalam keadaan yang masih belum sembuh. Memang terkadang membutuhkan waktu untuk menangani kasus seperti ini, belum lagi diperlukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan bagian organ lain -spt. liver, saluran empedu, lambung dll- tidak bermasalah.
    Sekali pun penyakit ini bukan wewenang dokter Bedah, tapi jelas saya tetap menganjurkan untuk dirawat secara medis di samping memang saya tidak mengetahui bahan ramuan alami untuk menanggulangi kelainan ini…

  123. Comments  mey   |  Thursday, 16 July 2009 at 3:37 pm

    dear dokter,,,

    dok,,saya 18th habis kecelakaan dan mengalami patah tulang bagian kaki,,dan sudah di oprasi,,tapi bekas jahitannya itu sngat membekas,,, bagaimana cranya menyamarkan bekas luka ya dok?ada nggk obatnya? terus kaki saya masih sering terasa nyeri,,terapi apa yg musti saya lakuin

    trima kasih

  124. Comments  Surya   |  Friday, 17 July 2009 at 8:18 am

    dokter,
    Ayah saya berumur 61 th ,pada foto rontgent tubuhnya terdapat bulatan putih agak besar di sekitar ginjal dan hati (diluar).bulatan itu di diagnosa bukan tumor atau kanker,keluhannya perut sering kembung dan penuh sewaktu kentut perut terasa enak kembali.awalnya dokter mengira bulatan putih itu pada hati dan sebagian dokter lagi mengira pada ginjal.tapi ternyata setelah di MRI,dokter MRI yg berpendapat bahwa di luar hati dan ginjal.yg saya tanyakan bulatan putih apa itu ?

  125. Comments  arman   |  Friday, 17 July 2009 at 11:08 pm

    Dok, saya punya masalah gejala hernia, letak selakangan kiri yg biasanya ditumbuhi rambut ada benjolan, kl buat tidur tak nampak, apa bisa diobati tanpa operasi, apa mutlak harus operasi, tak ada cara lain. Tapi kasus teman saya th 1995 positif hernia, malah parah sudah turun ke testis tapi setelah berobat alternatif kok sampai sekarang normal-normal aja, ia crita ke saya, kemungkinan apa yg terjadi ya dok, apa kalau hernia bisa bertahan sampai 14 th tanpa dioperasi. terima kasih jawabannya.

  126. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 18 July 2009 at 7:51 am

    @mey :
    Bekas operasi muncul masih dianggap wajar dan tergantung dari lokasi di bagian tubuh yang mana sayatan itu dikerjakan, keadaan luka atau jenis operasi sebelumnya (apakah operasi bersih atau kotor) dan faktor bakat. Ada beberapa tahap untuk menyamarkan bekas itu yakni dengan cream, suntikan dan jalan akhirnya ya.. dengan operasi juga. Penanganan pasca operasi patah tulang sangat membutuhkan sekali latihan, salah satunya untuk mengurangi kekakuan. Bisa jadi nyeri ini akibat kurang gerak…

    @Surya :
    Dihubungkan dengan keluhan pada system pencernaan itu, kemungkinan bulatan putih yang tampak pada x-ray tersebut ada di rongga perut dan menghalangi gerak usus. Bisa jadi struktur abnormal itu berada pada saluran bagian dalam usus besar di sisi kanan atau bisa pula terletak di luar dinding usus tapi masih di dalam rongga perut. Untuk mendiagnosanya lebih lanjut paling tidak dibutuhkan 1 dari 2 pemeriksaan tambahan yang lain. Jika tidak terdeteksi dengan colonoscopy, dengan laparoscopy kemungkinan besar akan lebih jelas.
    Gambaran putih pada x-ray (foto Rontgen) dipengaruhi oleh komponen yg terkandung pd organ atau benda yg tertangkap sinar x tadi. Misalnya kandungan terhadap kalsium. Bisa saja gambaran itu merupakan suatu tumor dengan kandungan semacam kalsium (proses kalsifikasi) atau yang lainnya…

    @arman :
    Dari pandangan medis, suatu hernia ingunalis lateralis –yang sudah sampai jatuh ke rongga pelir- apalagi diderita sudah cukup lama pada orang dewasa, tidak mungkin tertutup dengan spontan tanpa dilakukan operasi (menutup celah yang terbentuk sebelumnya). Jadi, suatu hernia memang merupakan kasus bedah yang sesungguhnya…

  127. Comments  Sari   |  Tuesday, 21 July 2009 at 4:12 pm

    Dok, sudah seminggu di leher kiri, di bawah telinga saya ada benjolan sekitar 1,5-2cm, dan juga di bawahnya (sebelum pundak) sekitar 1cm. Nyeri jika ditekan dan berasa bengkak. 2 hari sebelum ada benjolan, saya merasa meriang sebentar tapi tidak demam. Oleh internist, diperkirakan mumps, dan diberi cefspan, acyclovir, dan lameson untuk 5 hari. Obat habis dan saya kembali ke internist. Lalu saya diberi antibiotik lain Prolic dan Amflamin. Dokter bilang, jika antibiotik ini habis dan benjolan belum hilang, harus biopsi untuk mengetahui apakah TBC kelenjar atau limfoma.
    Yang ingin saya tanyakan, apakah tidak berbahaya mencoba berbagai antibiotik? Apakah ada cara lain selain biopsi untuk pemeriksaan lanjut? Ke dokter spesialis apa sebaiknya saya memeriksakan diri? Thanks dok….

  128. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 21 July 2009 at 8:41 pm

    @Sari :
    Di areal itu, selain ada kelenjar ludah yang besar (parotis), juga di bagian bawahnya ada kelenjar limfe berderet ke atas dan bawah di bagian sisi samping leher kanan atau kiri. Pembesaran kelenjar sendiri disebabkan oleh berbagai hal, dan memang yang terbanyak oleh karena infeksi. Entah infeksi dari kelenjar itu sendiri atau -jika yang membesar adalah kelenjar limfe- bisa diakibatkan oleh karena infeksi di tempat lain (imun respon). Bisa oleh infeksi virus, kuman spesifi atau non spesifik.
    Oleh karena berdasarkan data empiris inilah pemberian antibiotika secara adjuvantibus masih dibenarkan dengan harapan jika memang salah satu infeksi itu pemnyebabnya, tentu akan memberikan efek terhadap kelenjar yang terinfeksi tadi. Tapi jika tidak berespon, mungkin penyebabnya oleh faktor lain, bisa oleh karena pertumbuhan sel2 kelenjar itu yang tidak normal lagi (tumor). Hal inilah yang mendasari perlu dilakukankannya biopsi. Agar treatment-nya lebih terfokus. Biopsi tidak harus dijalankan dengan operasi (biopsi terbuka), untuk kasus ini masih memungkinkan dengan cara biopsi jarum (dengan menyedot sebagian jaringan kelenjar itu dengan spuite) yg digunakan sbg sample untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  129. Comments  HARTONO L   |  Wednesday, 22 July 2009 at 11:47 am

    Saya pria berumur 30 thn,sudah sepekan ini kira2 5 kali saya BAB ada darahnya,sudah 2 bulan ini beban pikiran saya bertambah karena pekerjaan. kira2 seminggu yang lalu tanggal 12/7/09 di tempat kerja saya
    berinisiatif untuk membantu bawahan saya angkat2 barang yang lumayan berat.sebelumnya hal ini saya juga lakukan tapi tidak terjadi apa2.tapi yg ini kok berbeda,saya sampai BAB darah. Juga untuk masalah
    BAB saya selama ini tidak ada gangguan,tidak pernah keras dan selalu lancar,sehari bisa sekali atau 2 kali. yang saya tanyakan apa saya terkena wasir?sudah seberapa parah? untuk olah raga saya suka basket ball apa masih diperbolehkan? apa bisa di sembuhkan total atau ada kemungkinan kambuh lagi?
    terima kasih atas jawabannya dok. Tuhan memberkati.

  130. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 22 July 2009 at 3:45 pm

    @HARTONO L :
    Saya pernah membaca suatu penelitian yang menyatakan bahwa pengarah beban psikis dapat pula berakibat melebarnya sistem pembuluh vena di bagian dubur dan bertendensi juga mengakibatkan perdarahan. Dasar ini pula dari pengalaman memang benar saya menemukan hal serupa. Dan kalau baru sekali dua kali perdarahan ini dialami, masih sangat bagus hasilnya cukup dengan pengobatan saja tanpa perlu tindakan operasi.
    Jadi, ya, saya menduga itu wasir tapi tidak parah. Kegiatan olah raga anda bisa dan hendaknya dilanjutkan. Saya ada keyakinan kalau hal ini bisa sembuh total, asal faktor2 resiko tadi juga sebisa mungkin dihindari. Perbanyak minum air putih dan mengkonsumsi makanan berserat…

  131. Comments  sosialisman   |  Thursday, 23 July 2009 at 7:29 pm

    Doc,,saya menderita sakit mag gara2 stress n depresi..kira2 ada ngak teknik operasi yg bisa nyembuh total sakit mag ini..uda ngak sggup konsumsi antasida ma PPi doc..ulu hati nya nyeri terus dan klu makan uda ngak rasa kenyangan kerna asam lambung nya yang overproduksi mencerna makanan nya pantas skali

    terus cocok ngak doc klindamisin 300mg utk terapi acne vulgaris?
    diresep sama Dr nya

    makasih doc

  132. Comments  kusmawan   |  Friday, 24 July 2009 at 7:30 am

    @sosialisman :
    Ada suatu teknik operasi yang bertujuan untuk mengurangi produksi asam lambung dengan cara memblok atau memutus persarafan yang berperan meningkatkan pengeluaran enzim di dinding bagian dalam lambung tersebut. Biasanya dikerjakan pada kasus kebocoran lambung akibat tukak atau perlukaan pada lapisan dalam dinding lambung. Cobalah berkonsultasi dengan seorang ahli Bedah Digestif.
    Tentang klindamicin, setahu saya juga begitu..

  133. Comments  udjhie   |  Friday, 31 July 2009 at 8:29 pm

    dok, komplikasi pasca anastesi lokal dngan pehacain berupa nekrotik kronik palatum molle, kira2 mekanisme apa yg terjadi ya dok, cs setelah jrngan nekrotik dibuang terbentuk saluran antara hidung dan mulut yg menyebabkan gangguan makan+suara.. pengobatan dilakukan rekosntruksi palatum

  134. Comments  eka kusmawan   |  Sunday, 02 August 2009 at 4:36 am

    @udjhie :
    Terus terang saya belum pernah melihat dan mempunyai pengalaman seperti itu. Saya termasuk dokter yang suka juga menggunakan pehacain, karena selain punya efek anasthesi juga diuntungkan dengan efek vasokontriksinya sehingga saat melakukan tindakan bedah minor tidak diganggu dengan beceknya lapangan operasi oleh darah2.
    Secara logika, nekrosis disebabkan salah satunya karena edaran darah di areal itu terganggu atau tidak ada sama sekali. Jadi kemungkinan saat itu terjadi kerusakan pembuluh darah arterinya, entah memang karena penyakitnya atau trauma karena tusukan injeksinya. Kebetulan juga edaran darah pada palatum ditentukan hanya oleh satu pembuluh arteri dengan percabangan yang minimal di areal langit2 itu…

  135. Comments  lia   |  Saturday, 08 August 2009 at 6:32 pm

    dok, saya sudah 2 hari ini terlihat benjolan di bagia kiri, dibelakang telinga saya. saya sudah priksa d.i rumah sakit dan diduga TBC. saya takut dok apa benar saya terjangkit itu. pdhl saya tidak pernah batuk disertai darah dan dada saya tidak sakit. di lihat dari ciri TBC, yang sama pada diri saya hanya panas dan tumbuh benjolan yang katanya pembengkakan kelenjar. kok bisa keluar tiba-tiba sih dok. saya baru berumur 20 tahun. pertanyaan saya:
    1. kenapa benjolan itu bisa keluar tiba-tiba ?
    2. disebabkan apa?
    3. gimana cara penyembuhannya?

  136. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 12 August 2009 at 8:44 pm

    @lia :
    Pembesasaran atau benjolan pada kelenjar limfe pada umumnya dibedakan karena 3 penyebab utama. Karena ada infeksi di sekitarnya lalu berespon, karena infeksi di kelenjar itu sendiri termasuk oleh kuman spesifik, misalnya TB kelenjar dan karena pembesaran oleh perkembangan sel2 dalam kelenjar tsb atau berupa tumor kelenjar, bisa jinak atau ganas. Hampir ketiga penyebab itu saat pertama kali membesar, datangnya tiba-tiba yang kemudian bisa semakin besar dan atau semakin banyak.
    Sebagian besar pembesaran itu justru bisa disembuhkan dengan obat-obatan. Operasi lebih diperlukan untuk kepentikan diagnostik (biopsi).

  137. Comments  keysha   |  Friday, 14 August 2009 at 4:48 pm

    dok,teman saya mengalami hiperprolaktinemia, setelah melalui pemeriksaan ini-itu (termasuk MRI dengan kontras) ternyata terdapat benjolan 10mm di hipofisis anterior,oleh Sp.OG didiagnosa sbg mikroadenoma (ekspertise Sp.Rad hanya ’sangat mungkin’ mikroadenoma). pengobatan selama 2bln tidak kunjung menjadikan haidnya teratur, adakah kemungkinan penyakit lain dok?trimakasih banyak dok

  138. Comments  Mayang   |  Monday, 17 August 2009 at 1:41 pm

    Dok,saya pernah operasi menghilangkan tahi lalat di pipi sekitar 3 tahun lalu dan di sarankan untuk tidak kena air selama 3 hari,tp krn ada kegiatan kuliah akhrnya kena air,nah karna itu jaitan nya jd kebuka,stlah itu di sekitar bekas jaitan nya ada item2,apakah item2 itu tai lalat yg tdk rapih d operasi atau benang yg sharusnya menyatu dgn kulit? soal nya sekarang bekas nya kaya sundutan rokok.Bagaimana cara menghilangkan nya?ap menghlgkn thi llt bisa dgn cara alami krna saya sdng hamil 6 buln.
    Terimakasih

  139. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 18 August 2009 at 12:11 am

    @Mayang:
    Biasanya kalau saya mengerjakan eksisi (pengangkatan) tahi lalat / nevus di sekitar areal wajah lebih aman menggunakan benang yang memerlukan unt diangkat kembali namun dengan ukuran sekecil mungkin. Saya yakin kehitaman yang terlihat bukan karena tahi lalat yang tersisa, namun apakah itu dampak dari benang atau luka operasi yang bermasalah, sebaiknya saran saya kembali ke dokter bedah yang menangani mbak Mayang..

  140. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 18 August 2009 at 12:19 am

    @keysha :
    Tumor sejenis itu pada hipofise memang berpengaruh terhadap pengaturan hormonal, terutama akan tampak pada seorang wanita. Salah satu gejala klinis yang menyokong ke arah itu adalah gangguan pada pengliatan karena berkas sarahf unt optik kita juga akan mengalami pendesakan. Coba tanya teman Anda, apakah di saat berjalan dan melihat ke depan, akan tampak seperti pada terjadi pembatasan yang jelas terhadap penampakan di arah depannya. idak bisa melihat ke bagian samping….

  141. Comments  Asih   |  Friday, 21 August 2009 at 4:34 pm

    Dear Dokter

    Setahun lalu hasil biopsi menyatakan sy terkena TB kelenjar dan TB faring. Ukurannya sebesar telur ayam ( diameter 5 cm) di kiri dan kanan leher atas.
    Saat ini dokter sdh menyatakan sembuh krn tidak menemukan adanya benjolan tsb.
    Tp sy msh merasa ada benjolan seukuran 1 cm.
    Apakah baiknya biopsi lagi atau tes darah? Apakah LED yg tidak normal pasti menunjukan adanya TB
    atau bisa disebabkan penyakit lain?
    Sy ingin mencari pendapat lain sebelum memutuskan berhenti minum obat krn sy tidak ingin kambuh lagi. Di lingkungan sy memang ada yg TB, ada yg sembuh dan ada yg meninggal krn TB.

  142. Comments  eka kusmawan   |  Friday, 21 August 2009 at 7:37 pm

    @Asih :
    Walaupun namanya penyakit, bisa dikatakan masih bersyukur hanya terkena TB kelenjar dari pada suatu tumor ganas di areal tersebut. Karena jika jelas itu TB, berarti suatu penyakit yang bisa sembuh total, sekalipun mesti desiplin menjalankan pengobatan oral (minum obat). Ada semacam test TB untuk mengetahui apakah infeksi kuman spesifik ini masih sedang aktif atau tidak. Tapi setahu saya, jika penderita sudah patuh minum obat dalam jangka waktu tertentu -hingga 3 bulan- kemungkinan sembuhnya masih besar. Bisa saja kemudian dilakukan evaluasi ulang, tapi bukan dengan cara biopsi kembali. Dan LED yang meningkat pun tidak mengartikan bahwa si penderita sedang mengalami infeksi aktif TB. Akan lebih jelas penghentian obat ini jika ditanyakan pada ahlinya, seorang dokter Internist khususnya yang ahli penyakit tropis atau penyakit menular…

  143. Comments  syamsul   |  Saturday, 22 August 2009 at 9:30 am

    salam, dok… apakah sama UCI -UCI dengan TUMOR ? trus gmana penanganannya, apakah bisa hilang dengan sendirinya ? Trima Kasih.

  144. Comments  eka kusmawan   |  Saturday, 22 August 2009 at 12:57 pm

    @syamsul :
    Saya bukan orang Jawa, tidak tahu yang bagaimana orang Jawa menyebut itu uci-uci.. Peranyaan yg sama sering diungkapkan oleh pasien lain. Menurut asisten saya, yg dimaksud uci-uci itu semacam ‘clavus’ kalo orang medis bilang. Jika memang benar itu, jelas suatu yang berbeda dengan tumor.
    Clavus bisa saja menghilang sendiri. Ini muncul keseringan karena faktor gesekan atau iritasi pada kulit telapak kaki atau tangan. Penanganan sederhananya dengan dikerok spt perawatan pedicur di salon2..

  145. Comments  asikin   |  Monday, 24 August 2009 at 11:54 am

    Ass, mau tanya dok, saya sering sakit pinggang. dan biasanya hilangs etelah diurut. Dua hari lalu, sakit pinggang, yang kembali kambuh sangat mengkhawatirkan saya, karena sakit mulai dari pinggang kanan sampai ujung jempol kaki sebelah kanan yang terasa kesemutan. Parahnya, di depan betis juga terasa baal. Kondisi ini sudah saya rasakan selama tiga hari dan belum ada perbaikan. Apa yang menyebabkan kesemutan dan baal di sebelah betis ? Bahayakan ini ? Apakah penanganan secara urut saja cukup, atau harus ke dokter ahli syarat atau dokter ahli apa ?jawabannya sangat saya tunggu.

  146. Comments  eka kusmawan   |  Monday, 24 August 2009 at 7:48 pm

    @asikin :
    Adanya penyeberan nyeri hingga ke bagian bawah dan dapat dilokalisir menunjukan keterlibatan saraf sensoris pada gangguan ini. Tidak menutup kemungkinan berasal dari satu sumber yang letaknya lebih di atas yang kemudian sesuai dengan perjalanan sarafnya akan terasa juga pada tempat yang lebih jauh. Tidakkah ada riwayat trauma sebelumnya? Misalnya, kejadian nyeri tiba2 sesaat setelah mengangkat sesuatu atau saat berdiri dari posisi jongkok/duduk sebelumnya..
    Sebaiknya datangi dokter Spesialis Saraf terlebih dahulu, sebelum diperlukan pemeriksaan atau rujukan lebih lanjut. Saran saya, jangan dulu diurut, apalagi si pemijat tidak memahami struktur anatomis tubuh kita…

  147. Comments  doni   |  Sunday, 30 August 2009 at 2:50 pm

    dok, saya laki2 umur 19 tahun….
    sudah seminggu di daerah sekitar selangkangan saya gatal dan agak kering seperti terkena jamur….
    lalu kemarin tiba2 muncul bengkak kecil yang nyeri kalau d pegang atw tersentuh…
    itu ap ya dok ???
    apakah infeksi karena tergesek oleh celana jins yg biasa saya pakai ???
    makasih y ddok…d tunggu y jawabannya…

  148. Comments  eka kusmawan   |  Sunday, 30 August 2009 at 9:36 pm

    @doni :
    Kalau bukan karena terjadi luka akibat garukan, kemungkinan besar itu adalah kelenjar limfe yang mengalami peradangan. Jika ini terjadi maka telah terjadi infeksi skunder (infeksi kedua) akibat infeksi jamur sebelumnya. Tapi jangan khawatir, hal ini pun bisa diselesakan dengan tuntas melalui obata2an dan tak perlu tindakan bedah. Periksakan diri ke dokter kulit (Dematologist)…

  149. Comments  mbah gendeng   |  Tuesday, 01 September 2009 at 12:44 am

    dok mo nanya nih tapi bukan tentang bedah……. aku mahasiswa FK unej kr2 yg dibutuhkan utk jadi spesialis bedah tu ap aj y? IPK min berapa? cz sekarang IPKq baru 2,5 (aku cuma orang bodo yg kepengen masuk spesialis bedah)saking kepinginnya sampai2 skripsiq tentang orthopedi “hasil penanganan penderita patah tulang yg berobat ke dukun patah tulag” so kira2 bisa g y aku masuk spesialis bedah

  150. Comments  eka kusmawan   |  Tuesday, 01 September 2009 at 11:46 am

    @mbah gendeng :
    Masalah bodo bisa dipinterin dengan cara belajar giat. Yang penting ada kemauan kuat, ada sedikit bakat -paling tidak tidak takut dalam mengambil tindakan-, ditunjang oleh sikap prilaku yang baik… saya kira sudah cukup. Dan tunjukkan itu saat test penerimaan nanti…!
    Good luck!

  151. Comments  elis   |  Friday, 04 September 2009 at 7:07 am

    Dr Eka, saya mau konsultasi masalah berak darah juga. Saya baru saja melahirkan anak 1.5 bulan yang lalu (anak ke 2). Sempat mengalami sembelit yang sangat sakit pasca melahirkan (saking sakitnya, kadang sampe nangis), cuman waktu itu ndak ada darah keluar. Saya pikir karena emang pengaruh suplemen zat besi yang saya minum. nach setelah sudah tidak minum vitamin itu, buang air besar saya normal, tidak sakit lagi. Tapi 3 hari yang lalu, saya kaget… karena pas buang air besar kok ada darah segar netes setelah iok-nya keluar. Pertama saya pikir darah haid, tapin setelah saya cek ternyata bukan. Wah… saya jadi takut ini. PIkiran saya sudah ke penyakit kanker saja. Pagi tadi saya buang air besar juga, ternyata darahnya masih keluar, netes dikit setelah iok-ya keluar. Oh iya,iok- saya itu keras, bulat2 kayak kotoran kambing itu (tapi nggak hitam lho). cuman nggak sakit kalo pas buang air besar. Ada saran dokter untuk saya? Berbahaya ndak? Apa harus segera ke dokter,dokter apa sebaiknya ya? Terimakasih banyak.

  152. Comments  eka kusmawan   |  Friday, 04 September 2009 at 9:34 am

    @elis :
    Jangan panik dulu mbak Elis.. Kejadian itu juga tidak jarang dialami oleh ibu2 yang baru melahirkan. Saya lebih cenderung menghubungkan ini dengan proses kehamilan sebelumnya, apalagi keluhan serupa belum pernah dialami sebelum hamil. Sudah tidak dapat disangkal lagi bahwa dengan adanya proses kehamilan akan membawa dampak perobahan hormonal serta tekanan akibat pembesaran rahim yang kesemua itu bertendensi untuk menimbulkan ambeyen.
    Jadi saya menduga mbak Elis telah terkena ambeyen bagian dalam (hemmoroid internal) yang bisa saja gejala dan keluhannya baru termenefestasikan setelah melahirkan. Dan khusus untuk keluhan mbak, masih tergolong ringan. Cobalah atur diit, termasuk jenis dan pola makan. Semoga saja dalam beberapa hari sudah ada perubahan. Jika tidak membaik, periksakan diri ke dokter. Dan jangan dulu berpikir bahwa gangguan ini akibat suatu keganasan.. Saya pikir hal itu terlalu berlebihan!

  153. Comments  alya   |  Friday, 11 September 2009 at 12:40 pm

    doc, saya mw tanya…

    Nona C, 18 tahun merasa ada benjolan di perut bawah kiri. Sudah berlangsung 3 tahun tapi pembesarannya lambat. Kadang-kadang mens sakit. saya mau tanya sama Dokter,diagnosis pasien ini apa ya dok?????

  154. Comments  kusmawan   |  Friday, 11 September 2009 at 12:46 pm

    @alya :
    Satu hal yang paling mungkin dari kemungkinan2 lainnya, dengan melihat umur, jenis kelamin, lokasi benjolan dan keluhannya adalah kiste indung telur (ovarial cyst). Cobalah periksa ke dokter ahli kandungan untuk mendapatkan deteksi melalui USG…

  155. Comments  anna   |  Friday, 11 September 2009 at 2:12 pm

    dok, akhir2 ini sya kok mengalami BA darah yg kalo mao keluar feces’nya tuh keraas & periiih bgt2 dan sangat2 di ujung dubur..ya ampuuun dok sampe jerit kesakitan..kadang feces keraas bgt sampe ga bsa tuk dikeluarin’nya sdngkan yg di dalammnya mendesak mendorong tuk keluar tp sprti tersumbat di ujung dubur krn feces keras yg diujung dubur itu..dgn sekuat tenaga sya mengejan walupun dubur saya tersa perih..krn perut sya mulas tp tersumbat feces keras td..akhirnya ya itu..feces keluar tp sesudahnya ada darah kehitaman netes2 gtu dok..bahaya kah dok..?

    apa sya kena ambeien? pola mkan sya jelek banget ga mkan sayur n’ buah..makan apa aja yg penting kenyang diperut..gmana cara mengobati keadaan ini dok.. sya takut kena kanker usus..

  156. Comments  Tony   |  Friday, 11 September 2009 at 3:00 pm

    Salam dok..saya mempunyai riwayat batu ginjal..udah beberapa kali..beberapa kali pernah keluar sendiri dan 2x pernah di ESWL..terakhir saya diESWL 1,5 thn lalu…
    Karena udah beberapa kali kencing batu..saya hapal dengan gejala2 batu ginjal

    Tapi 2 thn lalu sebelum di ESWL terakhir kali itu..saya tidak merasa ada gejala batu ginjal..saya tidak merasa kencing berdarah,tidak merasa sakit pinggang..maupun gejala kencing tersumbat dll..saya hanya merasa ada “sensasi” ingin kencing yg berlebih..hampir tiap 40 menit sekali saya ingin kencing biarpun bisa saya tahan..saya periksa ke dokter internis..ditest urine lengkap n darah ternyata hasil normal..saya malah divonis mungkin otot2 kandung kemih yg melemah..diberi obat tapi nggak manjur..akhirnya saya konsul ke dokteru urologi..di USG ternyata ketahuan ada batu di ginjal kiri…terus ukuran prostat saya :BESAR NORMAL VOL 12 ml..apakah normal prostat saya dok?

    Setelah itu saya di ESWL..habis di ESWL gejala ingin kencing hilang dengan sendirinya sampai 10 bulan kemudian..terus tiba2 kambuh lagi sensasi ingin kencing itu..saya foto BOF ternyata tidak ditemukan ada batu apapun..terus saya diamkan saja..ada 1 bulan kemudian sensasi ingin kencing itu hilang sendiri…1 bulan lalu kembali gejala itu muncul..malahan sekarang ada tambahan..maksudnya..pas di tengah2 kencing itu saya merasa ada sensasi aneh seperti ada urat di tengah2 antara dubur dengan buah zakar saya yg mendorong dari dalam…rasanya tidak sakit..tapi tidak nyaman aja…
    Kira2 saya sakit apa ya dok?
    thx

  157. Comments  kusmawan   |  Friday, 11 September 2009 at 9:05 pm

    @anna :
    Jangan dulu Anna berpikir soal kanker usus segala.. itu mungkin terlalu heboh.. Nyeri pada saat bab dengan feces yang terlampau keras, selain bisa diakibatkan oleh ambeyen, pada intensitas nyeri yang lebih parah biasanya disebabkan oleh fisura -perlukaan / lecet di bagian bibir anus, peralihan lapisan kulit dan mukosa- atau bisa pula karena infeksi dengan terbentuk pernanahan di sekitar dubur.
    Dari cerita mbak Anna kemungkinan itu suatu ambeyen (haemorroid) yang disertai dengan fissura ani (luka lecet) seseuai penjelasan tadi. Perbanyaklah sekarang ini mengkonsumsi makanan berserat, ditambah dengan obat pencahar agar kotoran menjadi lunak dan lancar ke belakang. Jangan biarkan lama kotoran yang paling di bawah itu menggenang di dubur, pasti nantinya membuat keadaan semakin menyiksa. Untuk mengurangi dampak perlukaan tadi, imbangi dengan pencucian atau berendam menggunakan cairan antiseptik…

  158. Comments  kusmawan   |  Friday, 11 September 2009 at 9:51 pm

    @Tony :
    Saya tidak tahu umur bpk Tony.. Kalau sudah di atas 45 tahun dengan gejala yang disebut terakhir itu saya mempunyai dugaan kuat kalau anda bermasalah dengan kelenjar prostat. Ada istilah ‘prostatism syndrome’ yang dari gejala saja sudah bisa diketahui skor yang didapat untuk bisa menduga besarnya prostat dan jenis therapy apa yang sudah sebaiknya diberikan. Dari beberapa penelitian, setahu saya saat ini dipercaya bahwa besarnya prostat tidak selalu berkorelasi dengan gangguan kencing yang ditimbulkannya. Jadi sekalipun prostat tidak teraba membesar, bisa saja sudah membutuhkan penanganan serius hingga ke pembedahan.
    Sudah sangat tepat bpk Tony secara rutin mengontrolkan diri ke seorang ahli bedah Urologi. Dengan adanya perjalanan kelainan semacam itu, sangat dibutuhkan pemeriksaan berkala, pengaturan diit untuk menjamin ginjal tetap sehat dan segera tuntaskan permasalahan lain di luar gangguan yang terjadi pada ginjal dan salurannya tersebut.. Semoga bpk Tony bisa tetap konsisten memperhatikan kesehatan…
    Salam!

  159. Comments  Hari   |  Saturday, 12 September 2009 at 4:27 pm

    Terimakasih atas jawaban Dokter Eka Kusmawan, sungguh Bapak adalah dokter yang melakukan pelayanan sosial yang luarbiasa dng mengorbankan waktu dan pikiran (dan hati mulia) untuk menanggapi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kami para awam. Saya percaya bahwa Tuhan akan selalu memberkati Bapak dan keluarga dengan rejeki, perlindungan, kesehatan, dan segala kemurahanNya yang tidak terbatas. Saya percaya bahwa “apa yang ditabur orang, itu jugalah yang akan dituainya”…. Terimakasih Dok…

    Salam hormat,
    Hari

  160. Comments  Tony   |  Saturday, 12 September 2009 at 6:20 pm

    thx atas jawabannya dok…maaf..umur saya masih 32 thn…kemarin saya udah USG abdomen..dan hasil USG normal termasuk Prostat: tidak ada pembesaran..apakah hasil USG tentang prostat ini valid? or saya butuh untuk cek lebih mendalam lagi dok tentang prostat? Sedang untuk batu tidak diketemukan ada batu baik di ginjal,buli2 or di empedu.

    Saya lupa menjelaskan bahwa kejadian saat saya kencing berdiri, sensasi aneh seperti ada yg urat yg mendorong dari dalam itu hanya berlangsung 1 detik di tengah2 kencing..juga tidak ada hambatan dalam kencing…tapi kalo saya kencing jongkok, rasa seperti urat mendorong itu terjadi di penis..
    thx.

  161. Comments  kusmawan   |  Sunday, 13 September 2009 at 11:30 pm

    @Tony :
    Maaf juga.., saya pikir dik Tony sudah cukup berumur. Memang dengan cara komunikasi seperti ini kita tidak dapat mendekati diagnose setepat seperti kalau memeriksa langsung. Apalagi informasinya tidak lengkap he..he..
    Jadi, dugaan saya kemungkinan besar meleset juga. Tapi setidaknya suatu gangguan atau ‘ketidaknyamanan’ saat buang air kecil setidaknya ada 3 penyebab; hambatan pada salurannya, proses infeksi dan gangguan pada saraf / otot yang terlibat dalam proses itu. Dan satu lagi, jika disertai dengan darah tanpa rasa nyeri ada kemungkinan suatu pembentukan tumor. kalau boleh menduga lagi, saya lebih cenderung menilainya akibat dari suatu hambatan -entah apa itu yang menghambat- atau bisa terjadi gangguan ringan pada kerja saraf dan atau otot (neurogenic) saluran kencing tersebut.
    Saya yakin, pasti pendekatan diagnosa ini akan lebih tepat oleh Urolog yang menangani dik Tony, pada saat kontrol kembali ke beliau. Berdiskusilah dan tanyakan saja…!

  162. Comments  nia   |  Tuesday, 15 September 2009 at 4:27 pm

    Dok,..saya mau tanya,..sudah sekitar 3 minggu ini di depan telinga kiri saya ( dibawah jambang rambut) ada benjolan kecil bila ditekan dapat bergesser seperti kelenjar dan tidak kelihatan menonjol. Awal mulanya memang kondisi saya sangat capek karena pindahan rumah,.dan kepala saya suka pusing mengingat cuaca yg panas dan saya sedang berpuasa.benjolannya tidak mengganggu dan tidak kelihatan kecuali saya tekan memang agak sakit dan pala jadi sedikit pusing. Mula2 benjolannya sangat terasa menonjol dan ditekan sakit namun setelah beberapa hari benjolannya mengecil tetapi masih ada dan ditekan bergeser, bila dipegang sekilas tidak terasa ada benjolan namun bila ditekan banget baru berasa ada benjolan.Saya yakin sekali benjolan ini tidak ada sebelumnya,..baru berasa pas saya capek pindahan rumah ini,..dan baru kali ini seumur hidup saya. Kira2 kenapa ya dok?…..kok bisa itu benjolan awalnya berasa menonjol dan ditekan sakit lalu berangsur angsur hilang tetapi masih berasa bila ditekan dan agak bergeser dan rasanya seperti kelenjar dan sakit bila ditekan banget. Bahaya gak dok?…umur saya 31 tahun dok…terima kasih ya dok,….:-)

  163. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 15 September 2009 at 9:42 pm

    @nia :
    Salah satu perkiraan saya juga bahwa itu merupakan kelenjar. Dugaan saya yang paling mungkin adalah kelenjar keringat atau kelenjar lemak yang membuntu, membentuk benjolan kecil atau semacam jerawat di wajah.. Dugaan kedua mungkin suatu kelenjar limfe, tapi jarang sampai muncul di depan telinga… Dan dugaan yang paling kecil kemungkinaannya terjadi adalah bakalan fistel (saluran yang masuk ke dalam) dan bisa bermuara di depan telinga seperti itu…
    Apapun itu, relatif tidak membahayakan. Pastikan tidak terjadi pembesaran pada benjolan tadi, tidak terasa nyeri banget dan tidak muncul benjolan baru di sekitarnya… Kalau ada salah satu dari kejadian tadi, sebaiknya periksakan diri ke dokter secara langsung…

  164. Comments  Anonymous   |  Wednesday, 16 September 2009 at 11:11 am

    terima kasih banyak ya dok atas jawabannya,…..memang tidak terasa nyeri kecuali bila ditekan,…jawaban dokter sangat menenangkan saya,…..:-),…dan blog dokter sangat membantu masyarakat Indonesia di dunia kesehatan,…sukses ya dok….:-)

  165. Comments  rike amru   |  Monday, 21 September 2009 at 2:31 pm

    Hi Dok.. Saya ingin minta rekomendasi RS dan dokter untuk operasi ‘trigger finger’. Saya pernah dengar di RSCM Jakarta kalau tidak salah (?)
    Terima kasih sebelumnya dokter. Salam.

  166. Comments  lidya   |  Tuesday, 22 September 2009 at 11:53 pm

    hy dok.. saya mau tanya,pada hari pertama saya bangun tidur saya mengalami bengkak di selangkangan bagian kanan yang begitu nyeri jika di tekan ( benjolan bulat. panjang 2-3 cm) .tetapi saat pertama saya rasakan saya sedang menahan air seni. semakin hari bengkak tersebut membesar dan mengeras dan nyeri yang sangat tak tertahankan sampai sekarang. hingga beberapa hari kemudian muncul kembali bengkak yang sama di selangkangan bagian kiri. sudah 2 minggu saya belum memeriksa penyakit ini ke rumah sakit. apakah mungkin kejadian ini disebabkan karena menahan air seni saat saya tidur atau stres yang berlebihan???

  167. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 23 September 2009 at 8:53 am

    @rike amru :
    Hampir semua rumah sakit di Jakarta pasti bisa menjalankan operasi ini, asal ada dokter bedahnya. Di RSCM juga baik tuh.. Tapi mungkin akan lebih tidak berbelit prosesnya kalau sejak awal menentukan atau mencari dokter yang menangani kasus ini terlebih dulu. Misalnya datang ke praktek dokter tersebut dan kemudian mintakan rekomendasi serta rujukan beliau ke rumah sakit mana sebaiknya operasi dikerjakan. Sebab sekarang ini tempat dokter bertugas dan memberikan pelayanan thd pasiennya dibatasi hanya di beberapa rumah sakit saja…

  168. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 23 September 2009 at 9:08 am

    @lidya :
    Memang banyak kemungkinan diagnose kalau keterangannya hanya menyampaikan bengkak di selangkangan itu… Tapi kalau sebatas ini dengan perkiraan saya ada gangguan kencing, dirasakan nyeri dan juga mungkin panas badan (?), disamping kemungkinan lain, dapat saya duga itu merupakan pembesaran kelenjar yang berada di selangkangan. Biasanya kalau ada keluhan nyeri, sebagain besar didasari oleh proses infeksi sebelumnya. Saran saya, segeralah ke dokter untuk memeriksakan diri. kalau memang benar kejadian seperti di atas, pengobatannya cukup dengan obat2 tablet tanpa memerlukan tindakan operasi. Sekali lagi, coba temui dokter dan cari tahu apa penyebab pembesaran itu..!

  169. Comments  rita   |  Wednesday, 23 September 2009 at 10:12 pm

    DR.jari jempol saya agak kaku ketika di gerakan,setiap digerakan ke atas bawah akan terasa ada
    suara pletak pletak dan sakit.sampai saya tidak berani gerakin lagi,apa kira2 penyakit saya ini,dan bagaimana jalan keluar utk penyembuhannya?semoga DR bisa kasih jalan keluarnya,Terima kasih.

  170. Comments  kusmawan   |  Thursday, 24 September 2009 at 7:58 am

    @rita :
    KEmungkinan terjadi peradangan pada sendinya, apalagi disertai dengan bengkak dan bertambah nyeri. Saran saya, sebelum berlanjut menjadi parah, jangan dulu dipegunakan untuk aktifitas berat dan bila perlu untuk sementara diistirahatkan dari gerakan pada persendian tersebut. Bisa dikompres dengan air hangat dan jika dalam 2 minggu tidak ada perbaikan, periksakan dan konsultasikan ke dokter..

  171. Comments  Nia   |  Thursday, 24 September 2009 at 10:11 am

    Dok,..saya lagi nih dok,..:-),….maaf dok saya salah susun kalimat ternyata benjolannya depan telinga kiri saya ( dibelakang jambang rambut),..tidak keras sama sekali dan tidak ada perbedaan yg terlihat dgn telinga sebelah kanan tetapi berasa gerenjel2 ( terasa bergeser gitu dok) bila ditekan banget,..tapi bila dipegang biasa terasa normal 2 saja seperti telinga kanan. Awalnya memang terasa bila dipegang karena sebelumnya agak terasa menonjol dan ditekan sakit,..bikin kepala pusing,…tapi sekarang tidak lagi tapi gerenjel2 itu( benjolan) itu masih terasa kalau ditekan tekan. karena memang awalnya benjolan itu ada pas fisik dan pikiran saya lelah sekali ( gak fit),..cuaca panas, berpuasa sehingga sering sakit kepala sebelah kiri,.( sakit kepalanya sekarang tidak lagi).Tetapi sampe sekarang saya masih penasaran dok dan berniat cek langsung ke dokter bedah waloupun jawaban dokter Kusmawan cukup menenagkan saya, tapi masalahnya psikis saya jadi terganggu nih dok waloupun fisik baik2 saja tidak demam,pusing,keringetan,..pokoknya selain psikis semuanya baik2 saja. Pertanyaan saya selanjutnya boleh gak dok itu benjolan sering ditekan tekan atau dipegang2 terus,…masalahnya saya sering pegang2 mengecek setiap hari takut ada perubahan( padahal udh 3 minggu tidak ada perubahan sanma sekali segitu gitu aja),..terima kasih banyak ya dok atas jawabannya.( umur saya 31 tahun dok)

  172. Comments  kusmawan   |  Thursday, 24 September 2009 at 10:45 am

    @Nia :
    Kalau memang begitu permasalahannya dan juga dari benjolan yg digambarkan bahwa tidak melekat erat dengan jaringan sekitarnya -bisa digerakkan-, besar tdk melibihi diameter 2 cm, solusi terbaiknya adalah diangkat atau dioperasi dengan pembiusan lokal saja. Ini termasuk operasi ringan kok… Semoga dengan ini dik Nia bisa lebih tenang !

  173. Comments  rita   |  Saturday, 26 September 2009 at 9:17 pm

    Terima kasih saran dari DR.

  174. Comments  bagus   |  Tuesday, 29 September 2009 at 10:03 am

    good morning dok,
    saya mau tanya…saya berumur 22 thn beberapa hari ini dibagian dinding penis atas sebelah kanan saya terasa sakit,apalagi bila ditekan…tapi sblh kanan saja disebelah kira tidak….???dulu saya pernah mengalami infeksi saluran kencing juga…ampe kencing terasa panas,dan pernah air seni keluar bersama dgn darah…apakah itu parah dok…yg saya mau tanyakan
    1.apakah ini akan berakibat direproduksi saya(kualitas sperma/keturunan)
    2.apakah dgn antibiotik ampicillin dpt mengobatinya???

    trus saya mo tanya juga tentang sepupu saya umurnya 23 thn…beliau blm menikah tetapi ada kelainan dibuah pelir bagian kanannya…seperti urat-urat begitu dan hanya keluar pada saat keadaan hari panas saja…tetapi klo tidak,kelihatan seperti biasa saja…cuman agak keliatan besar sdkt ketimbah buah kirinya…dan tidak pernah menimbulkan rasa sakit….yg saya mau tanyakan
    1.apakah penyakit itu hernia ato penyakit lain?
    2.apakah itu dapat berakibat kemandulan pada paman saya,krn dia takut klo tidak bs memberikan keturunan?
    3. apakah masturbasi yang dilakukan secara sering dapat mengakibatkan kemaundulan???krn dulu wkt mudanya dia sempak mengalami pergaulan bebas sehingga dia sering bgt melakukan masturbasi….

    dan terus juga saya mau menanyakan tentang penjepitan urat syaraf dibagian tulang belakang….saya difonis sebagai penderita penyempitan syaraf tulang belakang…krn wkt saya konsultasi ma dokter alhi bedah tulang dan syaratf katanya discus diruas tulang ekor saya mengalami penggepengan…akbitannya kaki kanan saya sering mengalami keram dan rasa nyeri apalagi dibagian bawah paha ampe betis kaki saya…apakah benar itu penyempitan syaraf,krn saya kurang yakin….krn merasa dibagian tulang belakang saya tidak sakit..malah dibagian kaki saya saja yg sakit…sdh 2 bln saya mengalami ini…dulu akibat saya pernah jatuh dari bermain bola…yg saya mo tanyakan…??
    1.apakah benera itu penyempitan syaraf ataukah ada penyempitan otot..krn saya merasa kaki saya terkadang kejang seperti ototnya kejang gitu???
    2.apakah dgn berenang dan amakan obat bisa menyembuhakan???
    ato ada alternatif lain yg bisa sya lakukan???
    3.apakah penyakit ini dapat disembuhkan….dan apa akbiat dari syaraf terjepit

    maaf dok saya terlalu banyak bertanya…tapi kesehatan merupakah hal penting bagi hidup saya…wajar apabila saya merasa takut dan bimbang…saya harap jawaban dokter dapat memberikan pengetahuan dan membantu penyembuhan sakit saya…

    terima kasih banyak dok….
    saya berharap bisa mendapatkan jawaban yg terbaik dari dokter sehingga dapat membantu penyembuhan saya…
    skali lagi terima kasih

  175. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 30 September 2009 at 7:07 pm

    @bagus :
    Nyeri di areal itu, belum tentu disebabkan oleh karena proses infeksi. Bisa juga terasa kemeng dan sedikit nyeri pada kasus pelebaran pembuluh darah balik yang melayani scrotum. Infeksi di saluran kemih bagian bawah paling gampang dinilai ketika proses mengeluarkan kencing. Akan terasa nyeri. Diagnosa pasti kalau sudah ada bukti pemeriksaan lab terhadap urin dengan leukosit yg meningkat secara bermakna. Dan infeksi pada saluran ini bisa mempengaruhi kemandulan, karena penjalarannya ke bagian belakang dan ke pusat produksi sperma. Jika sudah positif infeksi barulah memerlukan antibiotika. Tentu ini atas rekomendasi / resep seorang dokter.
    Pembesaran yang kadang muncul kadang hilang di sekitar selangkangan dan tidak nyeri, mungkin suatu hernia. Perlu diperiksakan ke dokter. Hernia dan masturbasi tidak berpengaruh terhadap fertilitas.
    Bahasa awam menyatakan saraf terjepit, bukan penyempitan saraf. Ya, kejadian ini salah satu diakibatkan karena discus pada tulang belakang mengalami kerusakan. Untuk mengetahui secara pasti harus dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Jepitan pada saraf bisa menimbulkan rasa nyeri yang hebat dan jika mengenai saraf motorik dapat pula mengakibatkan kekuatan dan besarnya otot menjadi melemah di bagian sisi yang sarafnya mengalami gangguan tersebut. Memang benar salah satu cara mengurangi resiko dan memperbaiki kodisi seperti ini adalah dengan berenang. Jepitan ini bisa diperbaiki / dibebaskan dengan cara pembedahan.

  176. Comments  bagus   |  Thursday, 01 October 2009 at 12:51 pm

    dok,saya mau tanya lagi…iya bener klo saya kencing merasa sakit dan panas dan sedikit berbau seperti antibiotik…saya udh memakan ampicilin beberapa hari ini..yach saya rasa udh tidak skit lagi skg.
    dok saya mau tanya
    1. infeksi saluran kemih bebahaya dan berakibat kemandulan kah,ciri-cirinya bgm?
    2. pada kasus pelebaran pembuluh darah balik yang melayani scrotum ciri cirinya seperti apa dan apakah kasus ini sama seperti indeksi saluran kemih…
    3. obat-obatan apa yang bagus untuk mengobatinya dok?apakah dgn meminum air putih dgn byk dapat mengobatinya…kata tmn saya seperti itu…
    mohon bantuannya…

  177. Comments  bagus   |  Thursday, 01 October 2009 at 1:35 pm

    ow yach donk..apa nya memnyebabkan pelebaran pembuluh darah balik yang melayani strotum?
    yang saya maksudkan itu bukan batang penisnya donk yng sakit tetapi perut bagian bawah sebelah kanan yng mendekati penis…trs skg penis saya terasa sedikit sakit apabila ditekan apakah intu yang disebut pelebaran pembulah darah yang melayani scrotum??

  178. Comments  steve   |  Thursday, 01 October 2009 at 2:45 pm

    selamat siang dok,
    Istri saya mempunyai pembesaran kelejar getah bening (awalnya didiagnosa limfadenopati) di bagian leher/ tengkuk belakang kiri, ada 2 buah (yg satu sebesar kacang tanah, dan satu lagi kecil)kemudian oleh dokter internist D di rumah sakit RP, dianjurkan u/ biopsi dan di tes patologi anatominya.
    Setelah di biopsi oleh ahli bedah umum di Rumah Sakit RP (yg sebesar kacang tanah diangkat) dan hasil lab PA (dari rumah sakit RP) nya menyebutkan adanya kecurigaan akan limfoma malignum difus, untuk itu diperlukan tes susulan yaitu imunohistokimia untuk kepastian limfoma nya. Oleh dokter internist D di rumah sakit RP , kami dirujuk ke dokter internist onkologist CH di rumah sakit MK. Oleh dokter onkologist ini kami dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan imunohistokimia agar dapat dipastikan penyebabnya dan terapinya.
    Kami pun meminta sisa jaringan (blok parafin) dari RS RP agar dapat diperiksa di lab RS MK agar diperiksa untuk imunohistokimianya. Dan hasil akan keluar dalam 10 hari
    Tetapi apa yang kami dapat? setelah 8 hari kami ditelpon lab RS MK bahwa pemeriksaan IHK nya gagal dan lab rumah sakit MK tersebut membutuhkan sample jaringan blok parafin lagi. RS MK akan meminta blok parafin lagi dari RS RP, dengan catatan jika RS RP masih menyimpan sisanya.
    Yang menjadi pertanyaan saya:
    1. Jika RS RP sudah tidak menyimpan sisanya, apakah istri saya harus dibiopsi lagi? mengingat biaya yg tidak murah dan kelenjarnya akan diangkat lagi.
    2. Apakah Limfoma tersebut sudah final? karena kondisi benjolannya sudah hilang, tetapi muncul yang lain di tengkuk belakang sebelah kanan. dan dibawah tempat yang dibiopsi.
    3. Apakah dokter mempunyai saran, jalan apa yg harus kami tempuh?
    Terus ternag, sekarang kami bingung apa yg harus kami lakukan, mengingat biaya yang cukup besar dan waktu yang berjalan terus.
    Terima kasih,

  179. Comments  steve   |  Thursday, 01 October 2009 at 6:04 pm

    Dok,
    Ada tambahan pertanyaan lagi:
    4. Apakah tidak apa-apa jika istri saya melakukan biopsi lagi? Artinya kemarin sudah 1 kelenjar getah beting yang diangkat dan nanti akan diangkat satu lagi? apa resikonya?
    5. Berapa sih harga (kurang lebihnya) untuk biopsi tersebut? di RS RP saya dikenakan charge 1,5 juta, itu pun dokter yang menentukan harganya, bukan rumah sakit.
    Terima kasih,

  180. Comments  kusmawan   |  Thursday, 01 October 2009 at 7:40 pm

    @bagus :
    Untuk mengetahui pasti kemandulan dari seorang pria adalah dengan memeriksakan sperma, analisa sperma di laboratorium.
    Pelebaran vena di areal scrotum (varicocele) salah satunya diakibatkan karena beban fisik yang berlebihan di sekitar otot perut bagian bawah. Akan dirasakan kemeng atau nek di bagian pinggir penis bisa hingga menjalar ke buah pelir. Tidak di bagian batang penis. Pada perabaannya akan terasa benjolan lunak di bagian atas pelir. Jadi tidak sama dengan gejala infeksi saluran kemih. Untuk obat infeksi ini harus menggunakan resep dokter. Sehingga perlu langsung periksa ke dokter. Minum air yang banyak sekedar untuk membantu penyembuhan bukan merupakan therapinya.

  181. Comments  kusmawan   |  Thursday, 01 October 2009 at 8:42 pm

    @steve :
    Biopsi pada pembesaran kelenjar limfe biasanya bisa dilakukan dengan cara biopsi jarum dan biopsi terbuka (open biopsy) seperti yang telah dijalani istri bung Steve. Memang untuk mengetahui histokimianya harus dengan cara insisi atau biopsi terbuka tadi. Jadi kalau memang specimen pada pemeriksaan awal telah hilang atau rusak (padahal masih bisa digunakan lagi), menurut saya ya mesti diulang lagi biopsinya. Memang disayangkan sekali kejadian ini, tapi pemeriksaan atau informasi itu sangat diperlukan untuk lebih memfokuskan therapy selanjutnya. Sepanjang keadaan fisik masih baik, tidak masalah untuk dilakukan biopsi kembali. Tentu dipertimbangkan cost benefit-nya. Lebih cepat diketahui ‘diagnosa pasti’-nya tentu lebih baik. Mengenai masalah biaya, memang relatif. Biaya sebesar itu bisa jadi termasuk relatif murah dibandingkan dengan pembedahan biopsi dengan pembiusan total misalnya…
    Dengan asumsi hasil pemeriksaan PA itu telah benar (tentu dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan klinis dan lab), suatu Lymphoma Maligna merupakan keganasan kelenjar limfe yang pengobatan utamanya mengunakan obat-obat khemotherapy. Inilah sebetulnya mungkin lebih berat untuk diterima dibandingkan dengan proses diagnostik (biopsi) tadi. Sangat dibutuhkan kebesaran hati serta ketabahan untuk menjalankan therapynya. Pastilah support terutama dari sisi psikologis dari bung Steve sebagai suami sangat dibutuhkan sekali…
    Semoga informasi ini membantu. Salam!

  182. Comments  bagus   |  Friday, 02 October 2009 at 10:40 am

    dok…sya udh membaca byk artikel tentang veikokel…ternyata saya menginap varikokel..say udh tau sktr 8thn yg lalu cuman saya kira cuman urat terturun bahkan orang tua saya mengetahuin pada saat saya kecil..skg duh umur 23 thun saya mengidapnya..apakah berbahaya bgt dok>>>pless saya down ketika sy tau saya positif varikokel…ciri pisiknya:
    1.ada seperti gumpalan urat ditestis sblh kiri saya namun tidak sakit…
    2.ketika suhu normal dia tidak terlihat cuman pada saay diraba terasa ada urat seperti itu…
    3.3thn terakhir saya sering masturbasi sendiri bahkan kadang hampir tiap pagi..apakah saya bisa mandul dok…
    4.apakah pengidap varikokel pasti ga bisa memiliki keturunan…ato kah ada perobatan lain spy saya kembali normal..jujur saya ingin menikah dalam beberapa thn lagi cuman apabila udh terjadi lama..
    saya ingin merubah pola pikir dan hidup saya…ini yang membuta mata batinku…buat apa memiliki harta dan kekayaan apabila tidak memiliki keturunan…jujur saya bukan orang berada..hidup pas-pasan….
    5.apakah operasi dapat mengembalikan kualitas sperma saya…tapi setiap saya masturbasi sperma saya kental dan putih susu(maaf dok) apakah itu kualitas sperma yang bagus

  183. Comments  Jajat   |  Friday, 02 October 2009 at 5:32 pm

    siang dok..
    3 malam yang lalu istri saya mengalami nyeri perut yang hebat. pusat nyeri di atas pusar, tapi disekitarnya juga sakit kalu ditekan. Besoknya saya bw ke dokter dan dilakukan USG kemudian rontgen. dokter di klinik itu memberi obat dan menyarankan untuk dirawat, tapi tidak menekankan. Setelah minum obat dr dokter rasa nyeri mulai hilang, tapi ngilu disekitar perut masih ada, bahkan menjalar ke pinggul bagian kanan. Pertanyaan saya: Apakah ini ada hubungannya dengan penyakit typoid? Mohon saran dokter apakah istri harus dirawat?

  184. Comments  kusmawan   |  Friday, 02 October 2009 at 7:13 pm

    @Jajat :
    Adakalanya suatu diagnosa belum bisa ditegakkan sekalipun sudah ditunjang oleh pemeriksaan tambahan seperti lab dan usg. Ada beberapa kasus justru dengan berjalannya waktu, baru ketahuan jika gejalanya semakin komplit. Perkiraan saya, setelah dokter menganalisa didapatkan beberapa dugaan. Jika memang nyerinya tidak berkurang dan ada keraguan dari keluarga kalau sewaktu-waktu di rumah nanti akan tidak bisa mengatasi jika timbul nyeri berulang, sudah jelas saya pun menyarankan untuk dirawat.
    Penyakit thypoid, sebelum nyeri perut, penderita terlebih dahulu merasakan panas badan berulang. Jika pun nyeri, timbulnya tidak mendadak dan tidak hebat…

  185. Comments  kusmawan   |  Friday, 02 October 2009 at 7:23 pm

    @bagus :
    Dik Bagus yg lagi risau….
    Kalau sudah merasa seperti itu, lebih cepat lebih baik untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan seorang dokter bedah, lebih tepatnya lagi bedah urologi. Untuk mengetahui apakah terjadi gangguan kwalitas sperma, pastilah dokter anda nanti akan merujuk ke lab untuk dilakukan test analisa sperma. Jika sperma dik Bagus dari kwalitas dan kwantitasnya cukup, berarti tidak masalah, tinggal mengatasi atau mengoperasinya saja. Dan saya yakin Bagus pada kondisi seperti ini, karena selain masih muda, juga merasa dan melihat spermanya kental… Sekalipun dengan cara operasi, infertil atau kemandulan tidak dapat diatasi jika pada analisanya didapatkan sperma yang kosong dan kwalitas yang sangat buruk…
    Mau nikah…?? Ya, buruan periksakan diri…..! :) )

  186. Comments  Tony   |  Saturday, 03 October 2009 at 6:19 pm

    hai dok..maaf ganggu lagi :D ..Saya tony yg mengajukan pertanyaan no 160..
    Saya sudah ke dokter urologi…3 dokter malahan :D
    dokter pertama menyuruh foto BNO, USG,urine lengkap n BNO tampak penis sebab dokter tsb mencurigai bahwa ada batu yg impacted (menancap) di uretra posterior…ternyata hasil BNO tampak penis tidak tampak ada kelainan alias normal..jadi hasilnya normal..hasil USG n urinpun normal…jadi akhirnya dokter tsb bilang bahwa mungkin batunya nggak keliatan jadi dokter tersebut mau melakukan systoskopi thd saya…saya masih pikir2 sebab selain biayanya yg jutaan rupiah..juga saya takut mubazir sebab hasil foto2 n urine tidak menunjukkan kelainan…

    Setelah itu saya pergi ke dokter ke 2…dikasih obat urinter selama 5 hari..tidak ada perbaikan apa2..malahan saya merasa bahwa selama 5 hari minum urinter malah frekuensi nyeri saat kencing lebih sering dibanding saat belon minum urinter…

    Dokter ke 3 di suatu rumah sakit swasta di sby malahan hanya melihat-lihat hasil foto saya n menyatakan saya normal2 saja n tidak memberikan obat2 maupun suatu solusi…dokter tsb menyuruh saya pulang saja :(

    Menurut dokter apakah tindakan yg harus saya lakukan sekarang? Apa perlu saya kembali ke dokter 1 dan melakukan systoskopi? Apa ada efek samping dari systoskopi tsb? sebagai catatan dokter 1 ini dulu yg melakukan ESWL thd saya n berhasil, cuman saya merasa dokter 1 ini suka sedikit2 main operasi :D

    thx sebelumnya

  187. Comments  kusmawan   |  Sunday, 04 October 2009 at 6:48 am

    @Tony :
    Kalau menurut saya, saya setuju dengan pendapat urolog pertama. Perkiraan saya ini lebih banyak bertumpu pada riwayat penyakit atau gangguan yang mas Tony alami selama ini. Seseorang yang sudah lebih dari sekali menderita kencing batu, kecenderungannya lebih besar batunya terbentuk kembali, sehingga memang perlu kontro secara rutin.
    Sehingga, terlepas dari pembiayaan, dari sisi medis saya melihat memang perlu untuk dilakukan pemeriksaan dan syukur2 sekaligus menyelesaikan kemungkinan adanya batu yg tampak pd pemeriksaan sebelumnya itu dengan cara endourologi atau uretrocytoscopy… Tindakan minimal invasif ini sangat aman dan hampir tidak ada efek sampingnya, kecuali biaya yg memang relatif mahal!

  188. Comments  bagus   |  Tuesday, 06 October 2009 at 9:22 am

    dok..saya bagus yg krmn hari ada tanya tentang varikokel….
    1.sebenarnya yang bagus itu berkonsultasi ke dokter urologi ato andrologi dok?
    2.apakah setelah operasi varikokel…sperma bisa kembali normal hingga bisa mendapatkan keturunan…dan apakah operasi beresiko juga untuk mengakibatkan terjadi kemandulan…kata org ada yg opreasi tetap saja mandul dan ada juga operasi tetapi udh baik kualitas spermanya tp tidak memiliki keturunan masih….
    3.selain itu juga dok saya mo bertanya tentang kualitas sperma..misalkan si penderita varikokel itu pas tes sperma tidak memiliki sperma alias nol..apakah itu udh bisa diobatin dengan operasi memulihkannya ato sudah tidak bisa diselamatkan lagi untuk masalah keturunan…dok saya takut untuk operasi..maslaahnya katanya 50:50 bisa kembali normal dan bisa sama saja…
    4.seberapa besar tingkat keberhasilan setelah operasi itu kemungkinan menjadi pulih kembali sperma dan untuk mendapatkan keturunan(menurut penaglaman dokter)
    5.adakah org yang mengalami varikokel grade 4 seletah operasi dapat kembali normal menjadi calon bapak?
    thanks

  189. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 06 October 2009 at 1:00 pm

    @bagus :
    Dokter andrologi lebih membidangi untuk peanganan kesuburannya sedangkan urologist akan menangani problem varcocele-nya. Jadi sebaiknya kedua-duanya bisa dimintai pendapat.
    Saya kira penjelasan yang lain secara general sudah saya ceritakan. Untuk lebih mendetailnya silakan dik Bagus menghubungi salah satu dokter di atas sekalian memeriksakan diri…

  190. Comments  bagus   |  Tuesday, 06 October 2009 at 3:43 pm

    saya kan mo berangkat ke sby…dok,rekomendasi dokter yang mana bagus untuk mengatasi varikokel ini dok..thanks

  191. Comments  rita   |  Wednesday, 07 October 2009 at 11:20 am

    siang Kok,apakah bener glucosamin bisa menyebabkan kegemukan bila di konsumsi selama beberapa bulan? dan utk imunisasi BCG pada bayi bisa memproteksi penyakit TBC seumur hidup? Terima kasih.

  192. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 07 October 2009 at 12:39 pm

    @rita :
    Setahu saya glucosamin merupakan bentuk protein atau asamamino monosakarida yang penggunaaannya di bidang Bedah banyak dipakai untuk mengobati osteoarthritis -suatu gangguan di persendian- dengan cara kerja menggantikan struktur tulang muda atau cartilago yang telah rusak.
    Disebutkan juga bahwa salah satu efek yang bisa terjadi kalau mengkonsumsi berlebihan adalah kadar gula darah yang meningkat, resiko unt terjadinya diabet. Alergi juga dikatakan sebagai efek samping lainnya. Mengenai proteksi TB seumur hidup, saya belum pernah membacanya. Tapi secara logika, karena komponennya merupakan protein, glucosamin memang bisa meningkatkan daya tahan tubuh…

  193. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 07 October 2009 at 12:41 pm

    @bagus :
    Urolog yang terkenal dan bereputasi di Surabaya adalah Prof. Dodi

  194. Comments  bagus   |  Wednesday, 07 October 2009 at 4:14 pm

    Prof.Dodi ini di rumah sakit mana dok…thanks
    dok,hasil sperma saya ini dok
    Makroskopis
    Volume 3,5ml
    PH 8.0
    viscositas kental
    warna putih keabu-abuan
    pencarian 10 menit
    Mikroskopis
    sel aktif 60%
    sel Non aktif 20%
    Sel Mati 20%
    Morfologi normal 80%
    Morfologi abnormal 20%
    Jumlah sel spermatozoa 43 juta/ml
    leukosit 4-5/lpb

    apakah sperma saya normal dok..apakah udh bisa membuahi sel telur…
    ap arti leukosit 4-5/lbh dok??
    thanks

  195. Comments  JT   |  Wednesday, 07 October 2009 at 4:35 pm

    dok, saya pria usia 29 th.
    terdapat benjolan dekat pangkal paha kiri. Benjolan ini dulu pernah di angkat pada saat usia saya 20 th, namun sekarang muncul lagi. Benjolan ini tidak sakit, terkadang bisa mengecil / melunak. Apa ini harus di operasi segera dok? apa cukup dengan proses bedah kecil? dan berapa kisaran biaya nya?

    please advice,

    thx
    JT

  196. Comments  steve   |  Wednesday, 07 October 2009 at 7:13 pm

    Dok,
    Terima kasih atas penjelasannya.
    Ternyata RS RP masih menyimpan sisa jaringan biopsi nya. Dan telah saya serahkan ke RS MK untuk diteliti lebih lanjut, kini tinggal menunggu hasil pemeriksaan imunohistokimianya (katanya 10 hari)
    SEkarang benjolan di leher tersebut sudah menghilang (jauh mengecil, hampir tidak terasa)
    Apakah ini masih bisa dikatakan limfoma malignum?
    Terima kasih

  197. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 07 October 2009 at 8:48 pm

    @bagus :
    Walaupun ada kelainan, masih memungkinkan untuk membuahi… Prof Dodi di RS Darmo.

  198. Comments  ryan rahman   |  Wednesday, 07 October 2009 at 11:21 pm

    assalamu’alaikum dok, saya pria 23 tahun. pada januari 2004, saya operasi orthopaedi karena kecelakaan, dipasang platina dari lutut ke paha sktr 15 cm. kemudian sudah dilepas agustus 2005. tapi sampai sekarang, kaki saya belum bisa ditekuk secara normal. ga sakit, tapi kaku, gimana ya dok? biar kembali normal? mohon solusinya….makasih.

  199. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 07 October 2009 at 11:41 pm

    @JT :
    Saya belum jelas benar apa benjolan ini cuma berasal dari jaringan lunak di dekat permukaan kulit atau lebih dalam lagi. Begitu juga berkenaan besar dan batas dengan jaringan sekitarnya. Tapi jika itu benjolan relatif tidak besar, mudah digerakkan dan tidak nyeri, kemungkinan besar bisa diangkat dengan pembiusan lokal dengan biaya yg tentu relatif lebih murah dibandingkan dengan diangkat menggunakan bius regional atau total. Jumlahnya berkisar biaya seperti operasi sebelumnya…

  200. Comments  kusmawan   |  Thursday, 08 October 2009 at 12:00 am

    @ryan rahman :
    Kasus patah tulang hingga mengenai bagian di dalam sendi memang sangat beresiko thd kemampuan fungsi geraknya ketika tulang itu sudah sembuh / menyatu. Satu hal paling penting dan banyak diabaikan pasien adalah upaya latihan atau menggerakkan sendi itu sejak dini, dimulai sejak beberapa hari setelah operasi. Ini yang menjadi dugaan pertama saya. Kurang gerak dan kurang dilatih sejak awal! Kemungkinan kedua, ada pertmbuhan tulang yg tidak sesuai struktur anatomis normal sehingga gerakpun terbatas. KEmungkinan paling kecil karena adanya cedera saraf motorik. Perlu sekali lagi periksa ke dokter tulang untuk mendapat penjelasan serta saran dari beliau…

  201. Comments  ryan rahman   |  Thursday, 08 October 2009 at 9:20 am

    mungkin memang yang paling tepat adalah dugaan pertama dok, kurang gerak dan dilatih sejak awal.
    seperti pernah saya baca di artikel anda di web ini, kekhawatiran saya seperti orang awam pada umumnya untuk berhati-hati sekali begerak pasca operasi, apalagi fraktur saya pas di pangkal paha di bawah tempurung lutut.
    kemudian solusinya gimana ya dok?masih bisa sembuh kan ya?

  202. Comments  rita   |  Thursday, 08 October 2009 at 9:20 am

    Thanks banget untuk masukan dari Dokter.

  203. Comments  gunawan   |  Thursday, 08 October 2009 at 9:31 am

    dok,apa arti leukosit pada sprema itu dok?saya memiliki kualitas sperma kurang lebih seperti bagus?
    leukosit saya juga 4-5/lpb apa artinya dok?trs dokter bilang ada kelainan tetapi memungkinkan untuk membuahia?kelainan yang dimaksud apa?
    terima kasih

  204. Comments  kusmawan   |  Thursday, 08 October 2009 at 11:09 am

    @ryan rahman :
    Masih bisa! Dengan catatan, latihan yg desiplin dan harus ada target progress-nya. Coba berkonsultasi dan ikuti program latihan dari seorang fisiotherapist.

  205. Comments  kusmawan   |  Thursday, 08 October 2009 at 11:12 am

    @gunawan :
    Leucosit dengan nilai segitu masih bisa dikatakan dalam batas normal. Yang menjadi masalah adalah penurunan nilai jumlah sel yg aktif, berkurangnya morfologi sel yg normal dan sedikit penurunan jumlah sel spermatozoa..

  206. Comments  ryan rahman   |  Thursday, 08 October 2009 at 5:26 pm

    ada saran fisiotherapist yang bagus dok? sekitar wilayah karesidenan banyumas mungkin, biar saya ga terlalu jauh…makasih banget dok, konsultasinya…
    semoga ilmunya semakin bermanfaat untuk banyak orang…amin

  207. Comments  kusmawan   |  Thursday, 08 October 2009 at 7:24 pm

    @ryan rahman :
    Maaf, saya sama sekali belum mengenal sejawat fisiotherapist yg bertugas di sekitar sana. Mungkin bisa ditanyakan di rumah sakit besar terdekat… Setahu saya RS Banyumas merupakan salah satu rumah sakit yg mempunyai reputasi bagus di tingkat nasional.
    Semoga cepat pulih..!

  208. Comments  indra afandi   |  Sunday, 11 October 2009 at 7:58 pm

    Dear Dokter

    Dokter yth, sy punya anak skrg berusia 1th 5bln dengan kata kelainan cuma celah langit-langit tdk menyatu (palato), tptnya 1bln yg lalu sdh dilakukan operasi penyambungan tpi krn Tuhan belum mengizinkan operasi tersebut gagal ( jahitan pecah akibat muntah setelah sadar )dan sesuai petunjuk dokter sekitar 4 s/d 6 bln kedepan hrs dioperasi ulang, skrg ini sy bingung dan trauma ke Dokter yg sama di RS tsb, punya keinginan utk pindah ke RS yang lain, bgmn menurut dokter jln ter baik yang hrs sy lakukan? terima kasih atas jawabannya via email ( alamat sy sampangan – Semarang

  209. Comments  kusmawan   |  Sunday, 11 October 2009 at 9:38 pm

    @indra afandi :
    Tidak masalah untuk ganti dokter bedah, toh juga kelainan itu bisa dianggap seperti sedia kala jika memang dianggap operasi pertama telah gagal. Memang jenis operasi seperti ini beresiko gagal, disamping karena tekanan juga rentan terhadap infeksi. Bila perlu sejak dini dikonsultasikan terlebih dahulu jika sudah menentukan dokter pilihan yg lain, agar bisa diketahui lebih awal riwayat dan kondisi si anak. Yang jelas jangan sampai lewat waktu penanganannya ketika anak seharusnya sudah mulai belajar bicara…

  210. Comments  yuni   |  Monday, 12 October 2009 at 11:17 pm

    Malam dok ,

    saya seorang gadis usia 33 th dan belom nikah , saya ada keluhan sakit di bagian perut kanan agak tengah rasanya kemeng / njarem tubuh lain sehat gak mengalami gangguan apapun , kira2 saya sakit apa ya dok , sakitnya cuma kalau di sentuh pas tidur terlentang buat jalan gak terasa sakit
    sebelomnya gak pernah merasakan begini , saya jg merasa gampang buang angin .
    aktifitas saya di rumah akhir2 ini menjelang lebaran capek luar biasa di tambah bantu ngurus 2 balita anak kakak , sering saya gendong2 hari2 saya capek , kata ibu saya saya kecapean atau mungkin peranakannya turun krn sering gendong anak kecil .. tlng bantu saya dok . mksh

  211. Comments  yuni   |  Monday, 12 October 2009 at 11:22 pm

    Maaf tadi belom begitu detail sakitnya di perut bawah kanan , nafsu makan normal , kencing gak sakit buang air besar gak ada kendala . sakit apa ya dok kira2 , saya juga belom periksa ke dokter . mksh .

  212. Comments  kusmawan   |  Monday, 12 October 2009 at 11:47 pm

    @yuni :
    Yang belum terungkap adalah mengenai kondisi keluhan kewanitaan seperti siklus haid, ada tidaknya keputihan yg ga normal dll. Jika bukan problem pada dinding perut; -kecapean, kekakuan otot atau peradangan sekitar jaringan lunak- maka kemungkinannya ada masalah di organ2 di dalam rongga perut, yang salah satunya terdapat di sekitar lokasi itu adalah organ kandungan khusunya indung telur..
    Jika ingin jelasnya, cobalah periksakan diri ke dokter, siapa tahu nantinya diperlukan pemeriksaan USG untuk memperjelas gangguan apa yg sebutulnya terjadi…

  213. Comments  arman   |  Saturday, 17 October 2009 at 12:15 pm

    dokter, saya baru menjalani operasi hernia kurnag lebih 1/2 bln lalu, namun saat ini ada keluhan bahwa daerah sekitar luka operasi ada yg sedikit mati rasa, saya takut apa gejala ini irreversibel atau versible, bisa normal kembali tidak ya dok? kata adik saya yg dokter umum, mungkin ada syaraf yg terpotong,apa ini ada kesalahan pembedahan yg dilakukan dokter bedah. menurut dokter dengan cara apa agar keadaan saya itu bisa normal, apa fisioterapi bisa?kalau tidak kenapa dokter yg membedah saya tdk memberitahu resiko pembedahan pada pasien.padahal saya tidak pernah terpikirkan hal itu sebelumnya. terima kasih atas jawaban dokter.

  214. Comments  kusmawan   |  Sunday, 18 October 2009 at 11:57 am

    @arman :
    Ya, memang keluhan seperti ini menjadi komplikasi ringan pasca opersi hernia, yang salah satu penyebabnya karena terjadi cedera pada saraf sensoris yang berjalan melintas di sekitar tempat insisi (torehan) pembedahan tersebut. Gejala ini reversible walapun recover-nya membutuhkan waktu… Amati saja beberapa minggu ke depan. Fisiotherapi tidak banyak membantu untuk perbaikannya. Mungkin obat2 jenis neurotropik bisa sedikit mempercepat masa pulihnya.
    Benar, sekalipun gejala ini tidak terlalu mengganggu amat, namun di era globalisasi informasi saat ini, sebaiknya seorang dokter sempat memberikan penjelesan detail kepada pasien mengenai tindakan yang akan dikerjakannya..

  215. Comments  Arie   |  Monday, 19 October 2009 at 4:58 pm

    Selamat Sore dr. Eka,

    Saya salah satu pasien yang pernah dokter tangani Op ganglion dan Hemorroid.

    Mungkin pertanyaan saya kali ini tidak berhubungan dengan bidang Bedah. Tapi saya pengen minta advise secara umum dari dokter karena saya sudah merasa comfortable untuk konsul dengan dokter.
    Ceritanya begini Dok, 2 hari sebelum saya menjalani Op hemorroid, saya sempat ikut tes kesehatan untuk syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS. Salah satu test yang saya jalani adalah tes FL/urine, dan hasilnya lumayan membuat saya stress dan kepikiran sampai sekarang..Ternyata hasil tes menyatakan kalau terdapat kadar protein (+2) di urine saya.

    Menurut pengetahuan dari literature yang saya baca (saya suka baca artikel kesehatan) kemungkinan ada gangguan pada ginjal saya. Tapi sampai sekarang saya tidak merasakan gejala-gejala gangguan itu Dok.
    Kemudian saya juga sempet tanya ke teman yang juga seorang Dokter, dibilang ada kemungkinan lain, yaitu karena sering konsumsi antibiotik, penghilang raa sakit ataupun analgesik.

    Sekedar info, setahun ini memang saya sangat sering sakit dan mengkonsumsi obat2an tersebut dan bahkan telah mengalami operasi sebanyak 3 kali dalam 3 bulan terakhir ini, mulai dari Impaksi pada geraham bawah, Ganglion dan terakhir hemorroid.

    Pertanyaan saya, apa benar Dok, obat-obatan tersebut bisa juga mempengaruhi kadar protein urine?
    Apa saya perlu check up lebih lanjut ke Internist Dok?
    Terus terang hal ini sangat mengganggu pikiran saya Dok. Apalagi kemaren post Op Hemorroid saya juga mengkonsumsi banyak antibiotik dan analgesik…

    Terima kasih banyak sebelumnya atas Advisenya Dok…

  216. Comments  ari   |  Monday, 19 October 2009 at 5:38 pm

    kakak saya mengalami berak darah,usianya 24th,kucurannya deras dan tidak di sertai tinja,dan itu sering terjadi jika kelelahan,apa yang mesti di lakukan dan pantangannya apa?mohon penjelasannya,trm ksh,,

  217. Comments  steve   |  Tuesday, 20 October 2009 at 9:20 am

    Selamat pagi Dok,
    Melanjutkan mengenai hasil lab imunohistokimia istri saya (email tgl 7 okt). Hasil lab tersebut telah keluar, tetapi dokter onkologi kami sedang cuti s/d minggu depan. Apakah Dokter bisa membantu menerjemahkan hasil lab tersebut, sbb:
    CD 20 : positif di daerah kotreks dengan pola folikuler
    CD 3 : Positif di daerah parakorteks dan medula difus
    Kappa, Lambda, CD 15 dan CD 30 negatif
    Kesimpulan : Pola reaksi imunologi sesuai dengan reaksi pada inflamasi dengan hiperplasia sel limfosit T di parakorteks dan medula
    Anjuran : review

    Karena terus terang saya dan istri deg-deg an menunggu hasil pembacaan dari dokter onkologi kami. Mohon penjelasannya
    Terima kasih.
    Steve

  218. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 20 October 2009 at 8:00 pm

    @Arie :
    Proteinuria yang baru selevel itu selain disebabkan bisa karena obat-obatan, bisa juga karena infeksi, kelelahan, mengkonsumsi protein yg berlebihan dll. Dan pada kasus yang lebih berat barulah kita berfikir soal kelainan ginjal atau mungkin terjadi trauma atau infeksi yg serius. Sebenernya kalo ada kecurigaan ke arah yang lebih serius perlu diadakan pemeriksaan ulang urin bisa sampai 3 kali, sehingga betul didapatkan ‘true protoinuria’ dan diagnostik lebih lanjut akan memerlukan pemeriksaan lab yg lebih spesifik lagi…
    Akan lebih pas kalau Ari berkonsultasi ke Internist untuk tahu mendetail tentang ini. Tapi dari penilaian saya scr fisik kok rasanya tidak ada tuh hal2 serius yang mencurigakan…:)

  219. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 20 October 2009 at 8:07 pm

    @ari :
    Perdarahan akan lebih deras kalau mengalami kelelahan..? Ini sepertinya kasus yang spesifik, dan memerlukan keterangan lebih lanjut dan pemeriksaan langsung. Saya tidak bisa berkomentar banyak tentang hal ini. Sebaiknya ke dokter Gastroenterologist (ahli penyakit saluran cerna)..

  220. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 20 October 2009 at 8:18 pm

    @steve :
    Ilmu tentang imologi dan histokimia ini saya tidak memahami secara baik. Setahu saya pemeriksaan ini sudah mengarah sampai ke bagian sel serta reaksi inti sel -yg di dalamnya terdapat gen penentu sifat dan karakteristik penyakit / kelainan yang dialami sel itu sendiri- terhadap bahan pemeriksaan kimia. Tapi paling tidak dari keterangan di atas ada didapatkan suatu -’hiperplasia’ sesuatu gangguan pertumbuhan sel yang masih bisa dikatakan ringan. Makanya perlu dan disarankan untuk dilakukan pemeriksaan ulang (review) kembali.
    Semoga saja apa yang didapat dari pemeriksaan awal yg menjelaskan adanya limphoma maligna merupakan penilaian yg keliru…

  221. Comments  Arie   |  Wednesday, 21 October 2009 at 1:35 pm

    Many thank’s Doc for the advise….
    Saya lagi berpikir untuk mencoba check up ke Internist untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
    Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang menghawatirkan pada ginjal saya…
    Tetapi dengan kadar protein (+2) itu belum terlalu tinggi ya Dok?

    Again, thank’s for your advise..

  222. Comments  aries   |  Thursday, 22 October 2009 at 9:37 pm

    Yth. Dr. Eka

    Terlebih dahulu saya berterimakasih dapat membaca artikel di blog Dr.Eka yang sudah banyak memberikan advis kepada penderita khususnya yang berhubungan dengan surgeon.
    Perkenalkan nama saya Aries umur 52 tahun
    Saya ada keluhan pembengkakan sejak 2 – 3 bulan yang lalu di bahu kanan dekat pangkal leher awalnya kecil sekarang sudah sebesar telur puyuh dan ada yang baru muncul berukuran kecil.Tapi pembengkakan tsb.tidak terasa sakit meskipun ditekan-tekan dan tidak ada rasa nyeri sama sekali.

    Kira-kira sebulan yll (Awal Sep 2009) saya disarankan untuk konsultasi ke Dr. Bedah dan oleh Dr. tsb. saya disarankan untuk CT Scan di RSPP .
    Hasil CTScan leher dan thorax sbb :
    LEKER :
    -Tampak nodule hipodens (22,3HU) multiple berbentuk bulat oval,berbatas tegas,dindingnya mengangkat kontras a.l.ukuran +/- 2cmx3cm dan +/- 2.32cmx 1.99cm yang tampak menyatu, diregio jugular dan supraclavicular dextra hingga posterior,disertai kesuraman jaringan lemak disekitarnya. Kelenjar-kelanjar getah bening leher lainnya tak membesar.Kelenjar parotis bilateral tak tampak kelainan, bentuk ukuran dan struktur normal.Tak tampak pembesaran, massa maupun kalsifikasi.
    - Kelanjar salivatorius submandibularis dan sublingualis tak nyata kelainan.
    - Struktur otot-otot dan pembuluh darah di regio leher bilateral tak tampak kelainan. Tyroid bilateral kontur, bentuk dan ukuran normal.Densitas homogen. Tak tampak massa kistik/soild/kalsifikasi.
    -Sepanjang yang dapat dievaluasi oropharynx, laryngotracheal tak terlihat kelainan. Tampak deviasi/penyempitan trakea.
    THORAX :
    - pada window paru, tampak corakan bronkovaskular normal dikedua paru.Tak tampak perselubungan, infiltrat, nodul, fibrosis, kalsifikasi maupun lesi lesi patologis yang lain. Pada window mediastinum tampak jantung normal, tak membesar, tak terlihat penebalan perikardium maupuun efusi perikardial. Kaliber Aorta asendens,arkus aortae dan aourta desendens masih normal. Tak tampak pembesaran KGB mediastinum/massa mediastinum.Hilus bilateral tak tampak kelainan.
    - trachea dan carina baik, terbuka. Main bronchus bilateral terbuka.Esophagus tak tampak kelainan. Tak tampak pembesaran KGB axilla bilateral. Tak tampak penebalan pieura/efusi pleura. Kutis, subkutis leher dada dan otot otot dinding dada tak terlihat kelainan.Tulang-tulang intak. Hepar bagian atas bersih tak tampak lesi lokal.
    Kesan :
    - Nodule multile KGB regio jugular dan supraclavicular hingga posterior tampak menginfiltrasi jaringan lemak sekitarnya, suspek maligna (Lymphoma?)
    - Tak tampak kelainan CT Scan Paru Mediatinum.

    Menurut Dr.Bedah, saya disarankan untuk Biopsi. Namun saya belum berani melakukan Biopsi tsb. karena dari beberapa artikel yang saya baca , ada efek negatif kalau tidak segera dituntaskan/dioperasi karena merangsang pertumbuhan kanker, dan saya juga belum siap mental.

    Untuk saat ini saya coba berobat dengan meminum sejenis Herbal Teh Celup (sejenis Mahkota Dewa)

    Mohon advis Dr.
    1. Apakah langkah saya untuk berobat dengan meminum obat Teh Herbal tersebut adalah tindakan yang benar, karena dari beberapa Blog atau website banyak yang menganjurkan untuk berobat secara alami (herbal) dan tidak perlu dioperasi. Apa benar??
    2. Apakah dari Hasil CT Scan tersebut dapat dilihat kondisi penyakit saya ini berbahaya atau tidak (ringan) dan apa harus tetap dilakukan Biopsi atau harus dilakukan operasi.

    Terimakasih atas advis Dr. semoga Tuhan YME membalas jasa baik Dr.

  223. Comments  kusmawan   |  Friday, 23 October 2009 at 2:33 pm

    @aries :
    Mengingat usia dan perkembangan benjolan tersebut (yang bertambah besar dan bertumbuh) dalam waktu yang relatif singkat 2-3 bulan, memang patut untuk diantisipasi kemungkinan suatu pembesaran yg mengarah ke ganas. Suatu keganasan kelenjar limfe -seperti apa yang juga dikawatirkan dari bacaan ct scan-nya- akan diperjelas lagi dengan misalnya ada gejala lemas dan penurunan berat badan yang bermakna atau mengalami panas badan dengan penyebab yang tidak jelas. Dan untuk mengetahui apakah memang pembesaran itu hanya suatu benjolan yg jinak atau mengarah ke keganasan, syarat mutlaknya mesti dilakukan pemeriksaan biopsi. Tentu melakukan pemeriksaan ini sduah ada perhitungannya, jangan sampai oleh tindakan biopsi membuat sesuatu keganasan makin tidak terkendali. Cara yang efisien dan efektif untuk kasus ini adalah dengan biopsi jarum, yang hanya memerlukan suntikan saja, tanpa pembedahan terbuka.
    Pemeriksaan ct scan bisa melihat keterlibatan kelenjar lainnya di bagian dalam dan juga untuk mengetahui batas anatomis tumor dengan sekitarnya. Jika pembesaran itu berasal dari jaringan lunak, bisa pula diduga sesuatu tumor ganas. Tapi tetap gong unt menyatakan ganas atau tidak adalah dari hasil biopsi…
    Pengobatan herbal, saya tidak bisa berkomentar karena memang tidak mengetahuinya persis. Tapi dari pengalaman tidak sedikit pasien yg telah mengetahui dirinya terkena kanker dan coba bertahan dgn pengobatan alternatif datang kembali dengan stadium yang sudah lebih lanjut.
    Saran saya, tidak ada salahnya untuk jalankan biopsi dengan jarum (FNA), toh juga tidak sesulit persiapan operasi. Setelah itu, kita (pasien + dokter) akan lebih pasti mengarahkan therapi-nya ke mana. Jika pun toh itu suatu lymphoma malina (keganasan dari kelenjar limfe), dengan pengobatan akan masih memberi harapan. Dan memang bukan pembedahan sebagai therapinya…

  224. Comments  sudana   |  Saturday, 24 October 2009 at 8:01 pm

    Bpk. dokter,
    Saya ingin minta tolong untuk mendapat nasehat atas hal yg saya jelaskan di bawah ini,

    Umur saya 65 thn, sudah kira2 1,5 bulan, pinggang belakang sebelah kanan, lokasinya sedikit di atas pantat ada rasa pegal/kesemutan tiap kali saya berdiri tegak diam dalam waktu kira2 5 menit.
    Rasa pegal itu terasa sampai ke betis bagian atas, dibelakang lutut, rasanya seprti ada otot yg tertarik, bilamana saya duduk lagi ,dalam waktu kira2 10 menit rasa pegal itu bisa hilang sendiri.
    Dengan rasa pegal itu bila dipakai jalan kaki, dalam waktu tidak lama juga bisa hilang sendiri.
    Dalam keadaan duduk rasa pegal ini tidak ada, bila saya berdiri, terus dipakai jalan kaki, sampai 1 jam saya jalan kaki, rasa pegal ini tidak muncul.

    Sebenarnya rasa pegal ini juga sudah berkurang, sebelumnya bila rasa pegal ini timbul, rasa otot tertarik ini selain di betis atas, juga terasa di bagian belakang leher sebelah kanan, sekarang yg di leher ini rasa tertarik sudah tidak ada. Dulu waktu dalam keadaan tidur (terutama tidur tengkurap) rasa pegal/tertarik otot ini juga muncul sehingga badan terasa cape semua.
    Dengan tidur dalam posisi miring, rasa pegal ini tidak ada. (sekarang tidur sudah tidak terganggu rasa pegal)

    Untuk menghilangkan rasa pegel yang masih tersisa ini, apakah dengan latihan gerakan tubuh tertentu pada kaki atau bagian tubuh lainnya, bisa membantu menyembuhkan?

    Mohon nasehat/penjelasan dokter atas gangguan di atas, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas perhatiannya

  225. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 27 October 2009 at 7:16 am

    @sudana :
    Bpk. Sudana yth… Memang semakin usia kelenturan otot-otot kita juga semakin berkurang. Dari cerita bpk di atas, sejauh ini belum saya temukan hal spesifik yang mengarah ke penyakit tertentu berkaitan dengan keluhan itu. Kecuali kemungkinan besar merupakan semacam kekakuan atau kelelahan sebagian otot yang dipicu oleh suatu aktifitas sebelumnya, entah disadari atau tidak, pada gerakan atau kontraksi dinamis maupun statis otot yang bersangkutan. Pada kondisi seperti ini, mengistirahatkan otot yang mengalami kelelahan tersebut amat diperlukan. Bisa jadi membutuhkan waktu 1 hingga 2 minggu sebelum pulih kembali.
    Saran saya, beraktifitaslah secara nyaman, jangan memaksakan gerakan atau posisi tubuh tertentu yang menimbulkan rasa nyeri di beberapa otot yang sedang cidera (kelelahan) tersebut. Massage untuk memperbaiki sirkulasi atau peradaran darah sekitar otot itu masih dibolehkan. Bedakan dengan mengurut bagian otot yg nyeri sehingga terasa lebih nyeri lagi. Ini yang keliru dan menjadi salah persepsi banyak orang…

  226. Comments  Arie   |  Wednesday, 28 October 2009 at 4:35 pm

    Sebelum saya konsul langsung ke prakteknya Dokter (katanya Dokter ga ada di Bali minggu ini..), saya pengen konsul disini dulu sekalian buat ngeramein Blog-nya Dokter, he..he…
    Seperti yang udah saya sampaikan via SMS kemarin Dok, pergelangan tangan kanan saya yang sekitar 1,5 bulan yang lalu abis op ganglion sekarang sering terasa pegal dan nyeri Dok. Bahkan menjalar ke ruas jari telunjuk dan jari tengah.
    Selain itu, benjolan baru yang pernah Dokter perkirakan itu “anak” dari benjolan yang sudah diangkat sampai sekarang masih ada Dok.
    Rasa nyeri ini seringkali timbul setelah saya beraktifitas dengan komputer atau setelah mengangkat barang yang berat Dok.
    Apa itu hanya efek post op atau memang tumbuh ganglion yang baru? Apabila memang seperti itu mengapa tumbuhnya bisa secepat itu ya Dok? Padahal dulu seingat saya Dokter pernah bilang kalau setelah Op kemungkinan untuk tumbuh lagi itu sangat kecil..
    Thank’s before for the advise Doc…

  227. Comments  arman   |  Thursday, 29 October 2009 at 10:43 am

    Dokter yang budiman, saya mau konsul perihal sakit saya, baru saja saya operasi hernia, menurut medis berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali normal beraktivitas seperti biasa, dan aktivitas atau olah raga apa saja yang dilarang bagi orang yang pernah menjalani operasi hernia, apakah nyetir sepeda motor laki2 beresiko memicu timbulnya hernia? Sebab saya trauma setelah operasi hernia, mudah2an tidak terulang lagi pada yg satunya,( apa saya tidak boleh lagi naik nyetir motor laki2?) dgn cara apa hernia dpt dicegah, apa dengan olah raga khusus untuk memperkuat otot dinding perut, apa ada makanan penunjang lainnya? apa bisa kambuh hasil operasi hernia, berapa besar kemungkinannya? demikian surat ini, atas perhatian dokter yang baik saya ucapkan terima kasih.

  228. Comments  kusmawan   |  Sunday, 01 November 2009 at 7:52 am

    @Arie :
    Memang penebalan di daerah bekas operasi terasa seperti kemeng atau mungkin tampak seperti ada ganglion lain yang baru muncul. Ini akan lebih terasa jika tangan, khususnya pergelangan tangan tetap dibawa beraktifitas. Seperti juga yg pernah saya sampaikan, nanti saat kontrol kita lakukan test saja dengan cara menyedot atau mengaspirasi bagian yang dirasa membesar itu..
    Okey Arik, saya tunggu di praktek minggu depan ini..!

  229. Comments  kusmawan   |  Sunday, 01 November 2009 at 8:01 am

    @arman :
    Setelah seminggu pasca operasi untuk aktifitas ringan sudah bisa. Setelah 2 bulan, untuk olah raga apapun tidak ada pembatasan. Nyetir sepeda motor apapun tidak memicu timbulnya hernia. Resiko terjadinya hernia pada aktifitas berat yg menggunakan otot perut. Makanan tidak berpengaruh terhadap kejadian hernia. Kekambuhan bekas operasi bisa saja terjadi, tapi kemungkinannya kecil tergantung teknis operasi, penggunaan bahan penguat saat operasi dan aktifitas berat pada perut serta pada keadaan usia yg uzur, penyakit prostat dan batuk kronis juga menjadi resiko untuk munculnya hernia..

  230. Comments  Dena   |  Sunday, 08 November 2009 at 2:49 pm

    Assalamu’alaikum dokter…
    saya mau nanya, di punggung ayah saya ada benjolan kira2 hampir sebesar telur, kira2 apa mungkin itu bisa menjadi kanker dok?, apa bisa dicegah agar tidak menjadi ganas?, atau mungkin nggak kalau benjolan itu menyusut sendiri?, makasih dokter, saya mengharapkan jawaban dari dokter….

  231. Comments  AJUN PURWANTO   |  Tuesday, 10 November 2009 at 2:08 pm

    Menurut dokter saya punya vistel, yaitu aa tonjolan kecil di dubur mengeluarkan nanah ttapi tidak sakit adakah cara penyembuhannya selain dengan operasi dan apakah berbahaya kalau dibiarkan

  232. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 11 November 2009 at 4:08 pm

    @Dena :
    Benjolan sejenis itu biasanya sesuatu tumor jinak. Cirinya antara lain; benjolan mudah diraba, batas jelas, tidak nyeri kecuali meradang dan batas bawahnya tidak dicurigai dari bagian organ yang lebih dalam. Lebih sering merupakan gumpalan lemak. Suatu tumor jinak tidak mungkin akan berobah menjadi ganas. Jinaka atau ganas ini sesuatu yang memiliki asal yang berbeda. Kecil kemungkinan menyusut. Dan sebaiknya diangkat, selain bertujuan menghilangkan benjolan itu juga memastikan apa itu memang benar hanya satu tumor jinak saja…

    @AJUN PURWANTO :
    Yang tidak mengenakkan kalau fistel itu mengalami radang dan berkembang menjadi abses. Tingkat kekumatan fistel ini (kumat, jika basah dan bernanah) tergantung dari kondisi di sekitar dubur, pola bab, aktifitas fisik dan diketahui juga ada pengaruh psikis. Kalau saja lebih lama terjadi pengeringan, tidak sedang memproduksi cairan, mungkin tidak perlu terburu-buru operasi. Saran saja, jaga pola bab yang baik dengan mengkonsumsi banyak makanan berserat, tidak beraktifitas pada posisi yg statis dan tidak stress……

  233. Comments  AJUN PURWANTO   |  Thursday, 12 November 2009 at 2:26 pm

    Dok saya mau tanya lagi. memang pekerjaan saya banyak duduknya karena di depan komputer .vistel yang saya derita dulu memang sempat kering dan mengecil tetapi sudah satu bulan ini kembali mengeluarkan cairan/ nanah tidak sakit memang. untuk sementara ini saya olesi pake Bioplasenton dan minum obat biotik. efektifkah hal tersebut dok?

  234. Comments  AJUN PURWANTO   |  Thursday, 12 November 2009 at 2:34 pm

    Kalau vistel saya ini dioperasi, jenis operasinya termasuk operasi ringan, sedang atau berat dok dan kira-kira mahal tidak biayanya

  235. Comments  AJUN PURWANTO   |  Thursday, 12 November 2009 at 2:40 pm

    Dok saya mau tanya lagi. memang pekerjaan saya banyak duduknya karena di depan komputer .vistel yang saya derita dulu memang sempat kering dan mengecil tetapi sudah satu bulan ini kembali mengeluarkan cairan/ nanah tidak sakit memang. untuk sementara ini saya olesi pake Bioplasenton dan minum obat anti biotik. efektifkah hal tersebut dok?

  236. Comments  wadi   |  Thursday, 12 November 2009 at 3:29 pm

    yth pak dokter; jawaban dokter untuk pak ajun adalah yang saya alami akhir akhir ini; yang saya hendak tanya berapa estimasi biaya untuk dapat melakukan operasi fistula perianal ini…

    terima kasih. wadi

  237. Comments  kusmawan   |  Friday, 13 November 2009 at 9:51 am

    @AJUN PURWANTO :
    Sebaiknya kalau mengalami kekumatan, mintakan dokter untuk menangani dan memberikan resep. Jenis antibiotik apa yang tepat untuk itu dan apakah dibutuhkan obat2 lain untuk menunjang penyembuhannya. Untuk upaya sementara di rumah, cukup diberikan antiseptik atau betadine saja, entah dioles ataupun dikompres, tergantung produksi cairan yang keluar dari fistel tersebut..
    Untuk pembiayaan, tidak persis sama pada tiap rumah sakit. Di tempat kerja saya, operasi ini tergolong operasi sedang hingga berat dengan kisaran pembiayaan 3 sampai 7 juta, hanya untuk tindakan operasinya saja, diluar pembiayaan perawatan dan obat2 selama perawatan di ruangan rawat inap.

    @wadi :
    Jawabannya sudah saya tulis spt di atas…

  238. Comments  doni   |  Sunday, 15 November 2009 at 2:51 am

    Yth Pak Dokter, saya mau nanya berapa lama fistula (lubang pada kiri kanan langit) pasca operasi palato bisa tertutup sempurna?
    teruma kasih, GBU

  239. Comments  kusmawan   |  Sunday, 15 November 2009 at 7:11 am

    @doni :
    Tergantung lobang yang terbentuk sebagai komplikasi operasi itu. Jika hanya beberapa milimeter mungkin masih bisa diharapkan menutup dan bisa ditunggu hingga tiga bulan pasca operasi. Tapi jika lobang atau celah yang terbentuk cukup lebar atau masih tetap ada di atas tiga bulan, kecil kemungkinannya untuk menutup spontan tanpa dilakukan pembedahan revisi kembali..

  240. Comments  AJUN PURWANTO   |  Tuesday, 17 November 2009 at 12:28 pm

    Dok fistula ang ada pada dubur saya sebenarnya tidak banyak mengeluarkan nanah. namun saya khawatir kemudian hari akan bertambah. Selain faktor duduk yang tidak boleh terlalu lama dan stres berkepanjangan,makanan -makanan apa saja yang harus dipantang untuk penyakit fistula agar tidak semakin parah dan makanan apa yang sebaiknya dimakan untuk mempercepat atau paling tidak dapat menghambat perkembangannya ?

  241. Comments  AJUN PURWANTO   |  Tuesday, 17 November 2009 at 12:35 pm

    Apakah fistula dapat mempengaruhi organ tubuh yang lain dan atau mempengaruhi daya tahan tubuh, seperti mudah capai kepala mudah pusing dan lain2

  242. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 17 November 2009 at 6:29 pm

    @AJUN PURWANTO :
    Bergaya hidup sehat dan hindari makanan rendah serat yang membuat faeces jadi keras dan bab tak lancar… Untuk menunjang penyembuhan tentu lebih banyak mengkonsumsi makanan berprotein selain yang bergizi lainnya…
    Fistula tidak berpengaruh langsung pada daya tahan tubuh..

  243. Comments  AJUN PURWANTO   |  Wednesday, 18 November 2009 at 9:31 am

    As.wr.wb. Kalau untuk mengurangi sukur kalao bisa menghilangkan gatal-gatal pada fistula dengan cara apa dok ? wass.wr.wb

  244. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 18 November 2009 at 10:31 am

    @AJUN PURWANTO :
    KEluhan gatal itu bisa oleh karena proses iritasi, alergi bisa karena infeksi atau bisa juga merupakan proses penyembuhan. Konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan obat topikal (cream) yg tepat unt itu..

  245. Comments  Arie   |  Wednesday, 18 November 2009 at 12:35 pm

    Halo Dok,

    Sory nei nimbrung lagi…
    Saya mau konsul tentang perut saya yang sering nyeri. Tepatnya di sekitar bawah tulang rusuk bagian kiri. Rasanya seperti diremas-remas. Nyerinya muncul saat saya malakukan aktifitas seperti olahraga, jalan-jalan terlalu jauh, dan pada saat duduk aktifitas di kantor.Dan yang paling terasa nyeri saat setelah makan dan saat ada kontraksi perut saat mau BAB. Ini saya alami udah sekitar 6 bulan (jadi sebelum Op hemoroid itu sebenernya udah ada keluhan ini). Tapi dulu masih jarang saya rasakan. Akhir-akhir ini koq tambah sering dan setiap malam nyeri itu juga timbul Dok.
    Kira-kira ada apa ya Dok dengan perut kiri bawah saya ini…?

    Thank’s before for your advise Doctor…

    Kind Regards,
    Arie

  246. Comments  kusmawan   |  Thursday, 19 November 2009 at 3:51 am

    @Arie :
    Hai Rik… Agak sulit memperkirakan secara pasti kelainan atau gangguan apa yang mendasari keluhan seperti itu… Saya mencoba menganalisa dari lokasi, sifat nyeri dan keluhan yg menyertainya. Dari lokasi di areal itu selain kita berpikir otot2 dan lapisan dinding perut lainnya, di bagain ruang perut di situ terletak lien atau limpa, sedikit ke bagian tengah ada lambung dan di belakangnya merupakan lekukan usus besar (colon) sebelum bermuara ke bawah. Jauh ke bawah dari struktur itu, di bagian belakang laisan rongga perut ada ginjal kiri beserta salurannya. Kemungkinan besar sumbernya dari salah satu organ tersebut. Tapi kalo bisa saya duga, lantaran juga ada keluhan soal makan serta bab, kemungkinan lebih terfokus lagi gangguannya terletak pada usus besar atau lambung (?). Dari sifat nyerinya emang cocok dengan kelainan pada organ berongga, sedangkan soal rasa seperti ditarik atau berkontraksi ketika usus sedang aktif, tidakkah ini suatu hambatan pada saluran cerna, bisa karena perlengketan, jeratan atau yang lain. Masih perlu analisa, pemeriksaan lebih lanjut Rik…!
    Dari pengalaman, agak sukar menemukan secara pasti melalui pemeriksaan penunjang untuk menerangkan gangguan gerakan usus ini. Kecuali kalau sudah terjadi obstruksi yang membuat saluran di bagian hulunya berdilatasi (kembung)…

  247. Comments  Arie   |  Thursday, 19 November 2009 at 4:04 pm

    Rasa nyeri itu tepat dibawah tulang rusuk kiri (kira-kira selebar 3 jari ke bawah). Dan kadang-kadang memang diserta rasa kembung Dok…Dan pada saat nyeri timbul, apabila daerah itu ditekan atau diregangkan , malah semakin terasa ketarik Dok.
    Mengenai hambatan pada saluran cerna, bisa karena perlengketan, jeratan atau yang lain, apa itu berbahaya Dok?
    Koq kedengerannya lumayan scary ya…
    So, what should I do Doc?

    Yours,
    Arie

  248. Comments  kusmawan   |  Friday, 20 November 2009 at 9:21 am

    @Arie :
    Dibilang bahaya, sebetulnya tidak. Mungkin lebih tepatnya ‘relatif’. Problem yang utama rasa tidak nyaman aja… Yg perlu tindak lebih lanjut kalo menimbulkan efek obstruksi atau sumbatan pada aliran dan pergerakan pd organ yg bersalura itu…
    Kasusnya Arie kan belum pasti ke arah itu?!

  249. Comments  Arie   |  Friday, 20 November 2009 at 9:49 am

    Mudah-mudahan ga sampai ke arah situ deh Dok…
    Maksud saya tindakan/pengobatan apa yang sebaiknya saya lakukan mengingat rasa nyeri itu lumayan mengganggu Dok? Apalagi saat malam hari, sering kambuh, terlebih apabila posisi tidur miring ke kiri.

  250. Comments  taufik kurahman   |  Saturday, 21 November 2009 at 9:47 am

    selamat pagi pak. pada kesempatan ini saya ingin menanyakan status penyakit yang saya derita menurut diagnosa dokter ahli bedah di pekanbaru.
    beberapa minggu yg lalu saya menderita nyeri saat berjalan. tapi setelah saya coba memakan antibiotik rasa nyeri tiu hilang, lantas bagian buah pelir saya ada bengkak di sebelah kanan. kenudian saya coba utk memeriksanya ke dokter umum. saya disarankan utk ke dokter spesialis bedah krn anggapan dokter umum tersebut saya menderita gejala hernia. kemudian saya memeriksakan penyakit yg saya derita pada dokter tersebut dan saya dinyatakan tidak mengidap penyakit hernia tapi hanya peradangan.
    kemudian saya diberikan obat anti biotik dgn merek avelox 400 mg dan dansera. menurut analisa dokter tersebut saya menderita penyakit orchitis dextra. perlu diketahui selama ini saya tidak pernah menderita penyakit kelamin. apakah sebenarnya penyakit yang saya derita ini pak, bagaimana pencegahannya? terima kasih banyak atas jawabban dari bapak.

  251. Comments  kusmawan   |  Saturday, 21 November 2009 at 1:00 pm

    @taufik kurahman :
    Orchitis merupakan peradangan pada buah pelir. Disebabkan bisa karena penyebaran dari infeksi saluran kemih yang diderita sebelumnya dan bisa pula oleh karena virus. Oleh penyebab yang terakhir ini memang penderita tidak diawali dengan gangguan kencing tapi dari pengalaman saya kebanyakan bermula dari kondisi badan yang lemah, misalnya istirahat kurang atau porsi kerja yang berlebihan.
    Yang terpenting penanganannya selain obat (bukan penyakit yg butuh operasi) adalah istirahat yang total. Semakin dibawa berdiri lama apalagi berjalan-jalan akan membuat penyembuhannya makin lama… dan sekalipun nantinya terasa sudah membaik -bisa sampai 2 minggu- bengkak pada pelir mengempesnya lebih lambat dan perlu waktu. Jangan nantinya mengira sakitnya belum sembuh hanya berpatokan pada kondisi scrotum yg belum berukuran normal kembali…

  252. Comments  Arie   |  Saturday, 21 November 2009 at 2:47 pm

    Menyambung pertanyaan diatas (#249 which had not been replied), 2 hari yang lalu saya udah sempet ke Klinik SHHC n menurut dr. Wiwik sementara dicurigai ke arah Gastritis. Obat yang diberi Ultilox 3×1, Ranitidin 2×1 n Scopamin diminum bila perlu. Tapi sampai sekarang nyeri itu tidak ada perubahan Dok. Malah setelah minum obat itu perut jadi terasa begah. Malah sekarang sehabis makan selalu tambah nyeri. Do I need to perform USG for this Doc?
    Need your advice please…

    Yours,
    Arie

  253. Comments  kusmawan   |  Sunday, 22 November 2009 at 10:55 pm

    @Arie :
    Kalo ga ada perobahan, mintakan untuk dirujuk ke Internist. Nanti melalui sp. Peny. Dalam kemungkinan besar ada pertimbangan untuk usg.. Ikuti aja prosedur agar tetap bisa di-cover ama insurance..

  254. Comments  arry   |  Monday, 23 November 2009 at 2:16 am

    dok, jempol ibu saya kalo di tekuk ada suara “klik”, trus pergelangan tangannya juga sakit kalo dipakai gerakan tertentu, udah di kasih obat anti nyeri sama salep faldene, tapi belum sembuh, apakah ini termasuk trigger finger?? terus saya mesti bawa ke dokter apa/ spesialis apa yg tepat untuk penyakit ini, trima kasih.
    apabila nanti kata dokternya harus di operasi, apakah jari/ tangan dapat normal kembali untuk beraktifitas?? dan apakah ada efek samping pasca operasi???

  255. Comments  kusmawan   |  Monday, 23 November 2009 at 7:27 am

    @arry :
    Ya, kalau tidak ada penyebab lainnya kemungkinan ibu adik menderita trigger finger atau ‘carpal tunnel syndrome’. Coba periksakan ke dokter bedah, yang lebih tepat lagi bedah orthopedi. Penanganannya bertahap, mungkin bisa diberi suntikan, sebelum diputuskan untuk dibedah. Sangat kecil kemungkinan efek samping bedah tersebut karena bisa dikerjakan dengan pembiusan lokal. Mungkin efek negatifnya, karena memerlukan biaya operasi…

  256. Comments  Kadek   |  Monday, 30 November 2009 at 4:48 pm

    Salam kenal dr. Eka,

    Pertanyaan saya ini sebenernya tidak berhubungan dengan dunia bedah.
    Begini Dok, istri saya setahun terakhir ini sering sakit sehingga harus sering mengkonsumsi obat-obatan.
    Akhir-akhir ini istri saya sering mengeluh tidak nyaman di perutnya dan juga di
    daerah pinggangnya. Saya takut ginjalnya bermasalah akibat seringnya mengkonsumsi obat-obatan.
    Pertanyaan saya, apakah benar konsumsi obat-obatan terlalu sering bisa berpengaruh buruk pada giinjal?
    Adakah terapi untuk membersihkan toksin-toksin/ \pengaruh buruk obat-obatan dari tubuh Dok?

    Jawaban dari Dokter sangat saya harapkan…

    Terima Kasih..

  257. Comments  kusmawan   |  Monday, 30 November 2009 at 11:20 pm

    @Kadek :
    Untuk itu perlu dipastikan dulu keadaan ginjal dengan test fungsi ginjal dan pemeriksaan usg. Memang betul, kebanyakan obat akan merusak ginjal, dan kebetulan istri mengeluh jg tidak nyaman di pinggang. Jadi pemeriksaan itulah yg diperlukan. Untuk tahap awal yang pasti bisa dikerjakan adalah dengan mengurangi bila perlu menyetop dulu penggunaan obat2 scr berlebihan. Selain itu perbanyaklah minum air putih…
    Untuk lebih lanjut bisa berkonsultasi ke dokter neprologi…

  258. Comments  Kadek   |  Tuesday, 01 December 2009 at 11:38 am

    Suksma Dok atas advisenya…

    Dokter noprologi ada di Bali ya Dok?
    Di RS mana ?

    Rahajeng….

  259. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 01 December 2009 at 1:45 pm

    @Kadek :
    Prof. Dr. Kt. Suwitra, Sp.PD praktek di jl. Hasanudin Denpasar. Beliau yang paling senior, disamping ada juga neprolog yang lain…

  260. Comments  lia   |  Wednesday, 02 December 2009 at 3:29 pm

    Dok.. mau tanya saya punya anak laki-laki berusia 4,5 tahun, berat badan 30kg, tinggi 120cm. Sudah hampir 1 tahun ini di bagian testisnya membesar sebelah. Dan anehnya penisnya juga masuk ke dalam yang terlihat cuma bagian kulitnya aja. Tapi kalau tidur penisnya bisa keluar seperti biasa. Dulu pernah saya pijitkan 3 kali, karena saya takut kalau di bawah ke Dokter nantinya akan di operasi. Tapi testianya malah membesar, akhirnya saya periksakan ke dokter ternyata anak saya terkena hydrocele & dokter nyarankan untuk operasi dan dlm waktu dekat ini akan saya laksanan saran dari dokter tersebut.yang mau saya tanyakan:
    1. berbahayakah penyakit hydrocele itu
    2. apakah nantinya bisa sembuh total stlh di operasi atau bisa kambuh lagi
    3. apakah berdampak dg reproduksinya nanti saat dewasanya.

  261. Comments  kusmawan   |  Thursday, 03 December 2009 at 9:39 am

    @lia :
    Hydrocele yang lama tidak tertangani justru akan mengganggu struktur lain di sekitarnya, termasuk testis dan beberapa bagian lain, yang sangat berperan pada fertilitas seseorang.
    Setahu saya sangat kecil kemungkinannya kambuh kembali dan operasinya relatif tidaklah terlalu rumit.
    Sekali lagi, justru dengan tidak dioperasi akan bisa membawa pengaruh buruk pada reproduksi.

  262. Comments  eva   |  Friday, 04 December 2009 at 5:09 am

    dok…mau tanya, saya saat ini usia 35 baru melahirkan anak ke 2, caesar 3 bln yang lalu. dgn kelahiran anak 1 berjarak 4 tahun. Menurut dokter yang menangani kelahiran anak ke 2, dinding rahim saya sudah tipis, dan sempat ditawari untuk steril, tp saya masih ragu, karena suami saya masih menginginkan anak ke 3 (berharap laki-laki krn 2 anak saya saat ini perempuan). Apakah beresiko apabila saya hamil lagi ? Padahal dalam waktu dekat ini saya akan menjalani operasi hernia yang muncul di perut dekat jahitan bekas operasi.

  263. Comments  vie   |  Friday, 04 December 2009 at 1:03 pm

    dok.. saya mau tanya, saat ini usia saya 25 tahun. sudah hampir 5 bulan ini saya mengalami kekakuan kedua ibu jari tangan. hal itu bermula ketika saya hamil 8 bulan. saat itu keluhan yang saya rasa hilang timbul begitu saja, tapi begitu saya melahirkan, sakitnya meningkat terutama setiap kali saya bangun tidur. saya pernah memeriksakan diri ke dokter ahli syaraf dan didiagnosis terkena rematik shg diberi obat rematik dan dianjurkan untuk melakukan fisioterapi 3 kali seminggu. terafis yang menangani saya menyatakan saya menderita de quervain syndrom bukan rematik seperti diagnosa dokter. agar lebih yakin saya dianjurkan untuk uji lab dan hasilnya memang RA saya negatif. sebulan lebih saya melakukan terapi dengan menggunakan microradar dan ultra sound (tanpa minum obat) tapi tidak ada hasilnya. apakah ada cara lain untuk memulihkan keadaan saya seperti semula? sudah dua minggu ini saya berhenti melakukan terapi, seminggu ini saya sudah mulai bekerja kembali. selama tiga tahun ini pekerjaan sehari-hari saya adalah mengetik dengan komputer selama hampir 7 jam sehari. apakah pekerjaan saya itu pemicu sakit yang saya derita?

  264. Comments  lina   |  Friday, 04 December 2009 at 8:23 pm

    saya sudah 6bulan lamanya tidak bisa berjalan karena bagian pantat terasa berat untuk diangkat,kalau untuk digerakan bisa .menurut hasil ronsen pada tulang punggung bagian thorax PA terdapat collaps corpus VTh 8,dimana bagian punggung saya ada sedikit benjolan pada bagian atas dan pada bagian bawah (diatas pantat),selain itu saya juga punya masalah pada bagian lambung suka kenyang walaupun makan baru diisi sedikit saja ..dan perut saya jika dipegang kadang-kadang suka keras….terapi urut sudah saya lakukan tapi tidak ada kemajuan….saya berumur 24tahun…tolong bantu saya pak terimaksih atas bantuannya

  265. Comments  lia   |  Saturday, 05 December 2009 at 5:02 pm

    Dok ini saya lia lagi. Terima kasih karena sudah menjawab pertanyaan saya yang kmrn. Kemarin anak saya baru saja menjalankan operasi hydrocelnya ternyata saat di operasi ditemukan ada bakat henianya tapi sdh diperbaiki dokternya. Sekarang yang saya tanyakan:
    1. Kenapa kok kantong testisnya msh besar sebelah meskipun tidak sebesar sblm di operasi apa nanti
    bisa normal kembali
    2. Kok penisnya msh tetap masuk kedalam tapi skrg lumayan msh terlihat kepalanya meski sedikit,
    bagaimana mengatasi ini
    3. Smp kapan anak saya boleh ber aktifitas karena anak saya termasuk anak super aktif
    4. Apa tidak masalah kalau anak saya tidurnya banyak tingkah karena baru saja kmrn dioperasi.
    Karena anak saya setelah dioperasi tidurnya sudah hadap ke kanan ke kiri, tiap dilarang malah
    kakinya ditendang-tendangkan.
    Terima kasih sebelumnya, jawaban dari dokter saya tunggu.

  266. Comments  kusmawan   |  Sunday, 06 December 2009 at 6:43 am

    @eva :
    Apakah anak pertama juga dilahirkan secara sectio? Tapi jika pun demikian secara umum masih memungkinkan untuk dilakukan sectio lagi yang ketiga kalinya. Asala tidak ada kelainan di rahim ibu, menurut saya tidaklah perlu khawatir. Dan operasi hernia yang telah direncanakan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan ke-bolehtidakan-nya untuk hamil kembali..

    @vie :
    Semua itu sudah saya bahas di catatan blog ini mengenai ‘Nyeri berkepanjangan pd pergelangan tangan’. Benar, itu suatu de quarvein syndrom atau trigger finger. Jika obat tidak bisa menyelesaikannya, operasi akan bisa menjadi solusi.

    @lia :
    1. Itu karena pembengkakan pasca operasi. Seharusnya dpt kembali normal dalam 2-3 minggu.
    2. Ukuran penis tidak ada hubungannya dengan operasi yg telah dijalankan.
    3. Aktifitas tdk menjadi penghalang. Setelah sampai di rumah sdh boleh, asal tdk terlalu aktif.
    4. Itu artinya dia tidak mengalami nyeri sama sekali di luka opnya. Sangat wajar. Tdk masalah.

  267. Comments  vie   |  Monday, 07 December 2009 at 11:47 am

    bagaimana prosedur operasinya? berapa lama pemulihan pasca operasi? hal-hal yang harus dihindari agar tidak kambuh lagi?

  268. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 09 December 2009 at 8:45 pm

    @vie :
    OPerasi dengan bius lokal, tidak perlu persiapan. torehan di sekitar jari atau pergelangan panjangnya tidak lebih dari 4cm. Pemulihan 3-4 hari, yang perlu dibatasi lebih banyak pada aktifitas saja..

  269. Comments  Kadek   |  Saturday, 12 December 2009 at 11:22 am

    Halo dr. Eka

    sudah 3 bulan ini saya sering bersin-bersin dan pilek di pagi hari. dan sekarang, sekitar 1 bulan ini berlanjut menjadi batuk-batuk yang parah terutama di malam hari.
    Kata dokter THT sih saya kemungkinan ada alergi, dan disuruh tes alergi di salah satu klinik di Bali ini.
    Pertanyaan saya, ke dokter spesialis apa saya mesti berkonsultasi dengan masalah alergi seperti saya ini Dok?
    Kalo di Bali spesialis yang senior n qualified praktek dimana Dok?

    Suksma

  270. Comments  mono   |  Saturday, 12 December 2009 at 2:19 pm

    hallo Dok saya mo nanya kok saya kalo BaB pasti netes darah seperti lg di infus turunnya
    ada ngak pengaruh ama lever tapi tidak diare saya terima kasih

  271. Comments  kusmawan   |  Sunday, 13 December 2009 at 6:11 am

    @Kadek :
    Setahu saya pakar masalah imonologi adalah Prof. Dr. Sukardika. Praktek di Klinik SOS Jal. Gatot Kaca Denpasar..

    @mono :
    Kalo darahnya merah segar, tidak ada hubungannya dengan kelainan liver..

  272. Comments  ad aj   |  Wednesday, 16 December 2009 at 3:01 am

    dok operasi ap yang bisa mengencangkan kulit perut? berapa biayanya?
    umur sy 23 badan sy gak gemuk…….
    dtunggu balasannya…… txu

  273. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 16 December 2009 at 1:29 pm

    @ad aj :
    Ada beberapa cara tuh.. Coba aja di-search di situs2 bedah estetik atau bedah kosmetik. Ada yang denngan eksisi langsung, ada dengan lipolisis system, ada dengan liposuction. Masalah harga, relatif! Yang jelas hingga puluhan juta.
    Tapi menurut saya pribadi, jauh yang lebih penting dari itu adalah upaya secara natural saja. Dengan diit serta sport yang benar tentu akan dapat membakar lemak dengan sendirinya… (jangan lupa, operasi bisa membawa komplikasi).

  274. Comments  chubby   |  Thursday, 17 December 2009 at 12:00 am

    dok, saya mau nnya, apakah ada kmungkinan gagal operasi lesung pipit?
    kira” brapa harga nya? dan adakah rekomendasi tmpat terbaik untuk membuat lesung pipit ?

  275. Comments  kusmawan   |  Thursday, 17 December 2009 at 2:30 am

    @chubby :
    Apapun operasinya, kemungkinan gagal pasti ada. Pertanyaannya, berapa persen kemungkinan itu.. Sangat tergantung dari kasus dan pengalaman dokter yg menanganinya. Saya tinggal di Bali, tidak cukup tahu tentang tempat terbaik untuk menangani kasus ini di kota lain.
    Jika chubby punya account di fb coba saja di-add teman bedah plastik saya, dr. Irena Sakura Rini atau dr. Dharma Maluegha untuk bisa berkonsultasi…

  276. Comments  Sartogi   |  Wednesday, 23 December 2009 at 10:08 am

    Hello dok.

    Istri saya terkena tb paru, awalnya ada benjolan di bawah leher kiri dan kanan dan akhirnya pecah dan keluar nanah kental, sekarang sudah mengecil. Yang saya khawatirkan ada benjolan di dinding dada kanan atas dan kiri atas yg terdeteksi ct scan thorak spt soft tissue mass, sudah di cek kedokter ternyata ber isi nanah. Apakah bisa disedot dok? dan apakah harus bius total?. Bagaimana mengembalikan berat badan istri yg turun drastis?

    Trims Dok,

    Sartogi Banyumas Jateng

  277. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 23 December 2009 at 7:47 pm

    @Sartogi :
    Hampir sebagian besar penderita yang sudah ketahuan TB, tidak memerlukan pembedahan. Infeksi TB hanya bisa diobati dengan pengobatan anti TB dan harus dijalankan dengan desiplin hingga tuntas. OPerasi biopsi diperlukan jika diagnose TB masih belum pasti. Tapi kalau sudah pasti, sekalipun ada benjolan yang bernanah (disebut nanah steril & tdk berbau), tidak perlu untuk disedot atau bahkan dioperasi. Benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya jika kuman TB pada organ primernya telah tuntas. Dan selama kuman TB masih menginfeksi seseorang, berat badannya akan cenderung menurun. Sehingga unt meningkatkan berat badan si istri, berantas dulu penyakit TBC-nya. Datanglah ke dokter yang membidangi penyakit ini. Atau jika biaya menjadi kendala, saat ini pemerintah sudah menyediakan obat gratis untuk menanggulangi TBC. Hubungi Puskesmas terdekat…

  278. Comments  Vivie   |  Thursday, 24 December 2009 at 3:44 pm

    Halo Dokter. Saya sedikit lega membaca artikel anda bahwa tidak semua penyakit harus dibedah. Saya ada sedikit keluhan. Di paha dalam sebelah kiri saya ada seperti daging tumbuh. Awalnya saya kira kutil, jadi saya tidak terlalu peduli karena saya pikir nantinya akan hilang dengan sendirinya. Sekarang dagingnya bertambah besar, sekitar diameter 0,5 cm. kalau dilihat2 posisi daging itu antara seperti mau lepas, dan daging penghubung itu lah yang terasa agak nyeri jika tersentuh. Setelah berkonsultasi dengan seorang teman, dokter umum, dia menyarankan saya untuk berkonsultasi kepada dokter bedah. Yang ingin sya tanyakan, adakah cara lain yang bisa ditempuh selain operasi untuk menghilangkan daging tumbuh tersebut? Dan, jika operasi adalah satu – satunya jalan, apakah saya harus dibius secara menyeluruh atau cukup dengan bius lokal? Apakah harus diopname untuk melakukan operasi tersebut?

    Sekali lagi, terima kasih banyak atas penjelasan dari dokter.

  279. Comments  kusmawan   |  Saturday, 26 December 2009 at 12:20 pm

    @Vivie :
    Saya bisa membayangkan kelainan itu.. nama medisnya ‘papiloma’, semacam benjolan yang bertangkai. Ada bagian kecil yang masih menempel di kulit yang justru bagian itu mengandung pembuluh darah yang menghidupi daging di bagian ujungnya shg ada kecenderungannya tumbuh membesar.
    Walaupun penanganannya dengan bedah, tapi dapat dikerjakan dengan sangat sederhana. Merupakan bedah sangat ringan, dibius lokal sedikit di sekitar bagian yang menempel (tangkai) pd kulit itu, potong dan kemudian bisa dijahit atau tidak. Dapat dikerjakan di ruang praktek. Tidak harus di kamar operasi dan bahkan tidak perlu rawat inap…

  280. Comments  Sartogi   |  Sunday, 27 December 2009 at 5:41 pm

    Saya Hanya bisa Ucapkan Terima Kasih, atas saran Dokter yang meringankan beban hati saya. sekali lagi Terima Kasih.

    Ttd.

    Sartogi,

  281. Comments  widhya   |  Wednesday, 30 December 2009 at 12:57 pm

    Salam dr. Kusmawan, saya mau tanya seputar faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perdarahan hebat setelah operasi meskipun pada saat sebelum operasi, pasien sudah ditest pembekuan darahnya normal (BT, PT dan APTT)?
    Terima kasih..

  282. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 30 December 2009 at 10:32 pm

    @widhya :
    Perdarahan hebat pasca operasi hampir bisa dipastikan karena adanya cedera pembuluh darah. Robek atau terputusnya pembuluh darah ini sesuai jenis (vena atau arteri) dan besarnya pembuluh darah akan sebanding dengan banyaknya perdarahan yang terjadi. Cidera yang mengenai arteri besar, bisa akan mengakibatkan penderita shock karena kehabisan darah.
    Ada mungkin kejadian sampai selesainya operasi, cedera pembuluh darah yang terjadi tidak nampak oleh karena tersumbat sementara oleh gumpalan atau bekuan darahnya. Namun setelah beberapa jam berikutnya barulah tampak luka operasi tersebut jadi basah oleh darah… Penanganannya tergantung produksi darah yang keluar.

  283. Comments  kusmawan   |  Thursday, 31 December 2009 at 8:26 am

    @widhya :
    Jika faal hemostasis darah baik tapi terjadi perdarahan ‘hebat’, hampir bisa dipastikan penyebab tersering karena cedera pembuluh darah, robek atau terputus. Banyaknya darah yang keluar tergantung dari jenis pembuluh darah yang bocor tersebut (arteri atau vena) dan tergantung juga besar atau diameter pembuluh darahnya.
    Penyebab lain yang mengakibatkan perdarahan yang relatif tidak sampai mengganggu sirkulasi tubuh pasien saat operasi, misalnya seperti adanya peradangan di sekitar lapangan operasi, permeabelitas dinding pembuluh darah yang terganggu pada keadaan hipoalbumin -kurang protein-, infeksi -spt pada kasus demam berdarah-, pada penyakit deabet dll.

  284. Comments  ozie   |  Friday, 08 January 2010 at 12:28 pm

    DOk….kalo kasus gynecomastia….
    Siapa yg berhak menangani untuk pembedahan ?
    APakah dengan liposuction yg ditangani oleh dokter spesialis kulit, atau dengan dokter bedah umum/bedah plastik?
    Bila ditangani oleh dokter bedah plastik…apa perbedaan dengan penanganan oleh dokter bedah umum?

    Terima Kasih dok

  285. Comments  kusmawan   |  Friday, 08 January 2010 at 1:38 pm

    @ozie :
    Ditangani oleh dokter bedah plastik atau bedah umum sama saja. Karena setiap pembedahan mempunyai standard prosedur yang sama. Dan kedua sub profesi itu mempunyai kewenangan atau kompetensi yang sama. Tinggal yang mana dik Ozie lebih percaya… Tentu penilaiannya berdasarkan skill, jam terbang, pembiayaan atau bahkan sikap berkomunikasi dokter yang bersangkutan..
    Kalo bisa saya sarankan hindari cara liposuction, disamping beresiko, juga tidak mendapatkan eksisi dengan safety margin yang baik thd jaringan yg diangkat.

  286. Comments  mita   |  Sunday, 10 January 2010 at 10:59 pm

    apa kabar doc,

    begini dok,saya berumur 27thn dan saya melahirkan anak pertama saya secara caesar 5th yang lalu,,saya dan suami berencana untuk punya anak lagi.sudah 1 tahun belakangan ini kami berusaha tapi belum ada hasil..sedangkan saya selama ini tidak pernah mengkonsumsi pil KB atw yg sejenis..pada bulan april 2009 kami mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki kanan saya terkilir..ketika saya pergi ketukang urut/pijat untuk mengembalikan kondisi kaki saya dia mengatakan klo urat syaraf dikaki saya yang cedera itu berhubungan dengan urat saraf ke perut /rahim sehingga kemungkinan tidak bisa memiliki anak lagi. yang ingin saya tanyakan apakah benar yang dikatakan tukang pijat itu klo urat saraf dikaki berhubungan dengan perut,dan cedera yang saya alami membuat saya tidak bisa punya anak lagi?? perkataannya itu selalu menghantui saya sebab sampai sekarang pun belum ada tanda2 saya hamil lg.untuk itu saya sagat membutuhkan jawaban dr dokter.terimakasih sebelumnya ats jawabannya dokter,,saya sangat membutuhkannya.teimakasih

  287. Comments  ozie   |  Monday, 11 January 2010 at 6:01 pm

    @kusmawan :

    Biasanya kalo kasus gynecomastia ini apakah memerlukan bius total dan perawatan di rs sampai berhari2…
    Atau mungkin hanya termasuk bedah kecil/bedah ringan?

    Terima Kasih Dokter atas penjelasannya

  288. Comments  kusmawan   |  Monday, 11 January 2010 at 6:39 pm

    @ozie :
    Menggunakan bius total. Jadi bukan operasi ringan, tapi bisa saja tanpa harus dirawat di rs pasca operasinya.

  289. Comments  kusmawan   |  Monday, 11 January 2010 at 8:31 pm

    @mita :
    Dari Ilmu Kedokteran tidak ada hubungan sama sekali saraf di kaki dengan kemampuan seorang ibu untuk hamil. Baik dari anatomis maupun fisiologis tdk ada hubungan antara rahim dan kaki.
    Biasanya kasus seperti ini diawali dengan infeksi pada saluran indung telur yg tidak dirasakan sebelumnya sehingga mengalami pembuntuan. Hal ini mengakibatkan hambatan pada proses pembuahan, bertemunya sel telur dan sperma.
    Saran saya, periksakan diri ke dokter kandungan. Masih ada kok kesempatan ibu Mita untuk memiliki anak lagi. Buktinya, sebelumnya ibu masih bisa hamil, kan..?

  290. Comments  mita   |  Monday, 11 January 2010 at 11:12 pm

    terimakasih dokter,,saya sangat lega membaca penjelasan dari dokter,,namun jika berkenan saya mau bertanya ke dokter apabila ternyata setelah saya periksa ke dokter kandungan yang terjadi mmg infeksi pada saluran indung telur apa yang harus saya lakukan? bisakah dengan mengkonsumsi obat tertentu untuk mengobatinya atau ada cara lain dokter??

  291. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 12 January 2010 at 10:22 am

    @mita :
    Tentu pada tahap awal ibu akan diberikan obat-obatan termasuk antibiotika untuk mengatasinya. Jika upaya itu belum berhasil kemungkinan akan membutuhkan tindakan medis dengan cara menyemprotkan cairan ke saluran dimaksud dengan teknik tertentu. Segeralah berkonsultasi ke dokter kandungan, sebelum masalahnya menjadi semakin parah…

  292. Comments  Gufrial   |  Saturday, 16 January 2010 at 12:47 pm

    Dokter, saya mengeluhkan nyeri pada tulang pinggang. Rasa nyeri sangat mengganggu. Setiap tulang pinggang bergerak maka akan terasa sakit. Selain itu saya merasa bahwa hal ini juga berpengaruh pada otot paha dan betis saya. Otot tersebut terasa seperti tertarik terutama apabila ketika posisi badan di tekuk ke depan ( seperti rukuk dalam shalat ).Jika saya harus memeriksakan diri ke spesialis apa yang tepat saya lakukan. Selain itu saya mohon penjelasan dokter mengenai apa nama penyakit yang saya derita ? Saya ucapkan terima kasih atas penjelasan dokter. Terima kasih.

  293. Comments  kusmawan   |  Saturday, 16 January 2010 at 7:49 pm

    @Gufrial :
    Sebaiknya anda berkonsultasi dengan seorang dokter saraf atau dokter spesialis bedah saraf. Kemungkinan anda terkena HNP. Bisa dibaca pada salah satu artikel di blog ini. Atau mungkin saja yang lebih ringan, misalnya terkena peradangan saraf yang melayani otot yang menyusuri dari punggung, belakang paha hingga ke kaki…

  294. Comments  nelvi   |  Tuesday, 19 January 2010 at 2:42 pm

    selmt siang pak dok….”
    saya mw minta solusi..,sya pas bangun tdur perut terasa sakit di bagian bawh kanan….”kmudian pda saat mw BAB keluar darah banyak kyak muncrat2 pak….,”! seharian pengen BAB cuman takut karna darahnya keluar trus bukan kotranya…….”
    pak dokter saya butuh solusi dri pak dok pnyebabnya dan bgaimana mengobatinya….??
    trimakasih sebelumnya pak dokter.

  295. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 19 January 2010 at 2:48 pm

    @nelvi :
    Minum aja yang banyak dulu… Jangan lagi mengkonsumsi makanan yang rendah serat dan terlalu berasa -terutama pedas-. Kalo mo bab keluarin aja, toh memang kao ada perdarahan, pasti bakalan numpuk di liang usus besar dekat anus. Amati hingga esok, dengan tidak terlalu lemas hingga kurang darah. Jika berlanjut, bisa kontak lagi ke sini…

  296. Comments  yuanita   |  Sunday, 24 January 2010 at 8:04 pm

    Slmt malam, dr.Eka
    2 hari lalu keponakan perempuan saya terkena pecahan kaca di pipi kanan, memanjang vertikal agak serong dari samping ujung mata kanan sampai pipi bawah sejajar mulut,dijahit 18 jahitan. Dikasih obat amoxilin syrup 3 x sehari 1 sendok teh, umurnya 8.5thn.
    Apa ada obat salep/minum utk menghilangkan atau menyamarkan bekas luka tsb? Jika dibedah plastik, apa harus tunggu sampai luka menutup, minimal umur berapa boleh bedah plastik?
    Mohon penjelasannya, Dokter.
    terimakasih banyak.

  297. Comments  ari fiyanto   |  Monday, 25 January 2010 at 4:16 am

    dok , saya pernah mengalami berak darah yg di sertai lendir, bau nya amis. setelah 6 bulan, saya mengalami sakit perut dan bab saya tidak rutin. apa saya terkena inveksi amuba?
    tolong di beri solusi dok :)

  298. Comments  ari   |  Monday, 25 January 2010 at 4:26 am

    selamat pagi dr. eka , saya pernah mengalami bab darah yg di sertai lendir, bau nya amis. setelah 6 bulan kemudian, bab saya tidak rutin dok. akhir akhir ini saya sering sakit perut. apa saya terkena inveksi amuba d i pencer naan saya ? bagai mana cara pengobatannya dok?
    terima kasih dok :)

  299. Comments  kusmawan   |  Monday, 25 January 2010 at 8:54 am

    @yuanita :
    Sebetulnya yang baik, sejak penanganan pertama itu sudah mesti diperhitungkan aspek estetiknya. Apalagi luka tajam terkena pecahan kaca, yang relatif bentuk dan pinggiran lukanya masih rapi. Biasanya untuk jenis luka begini, dipakai benang yang halus unt meminimalisir bekas yag mungkin nanti muncul. Pengobatan untuk menghilangkan bekas denga cream tertentu, baru bisa dijalankan kalo lukanya sudah sembuh betul. Paling cepet 2 minggu pasca operasi.
    Saran saya, kalao pengerjaannya sudah cukup bagus, sebaiknya tunggu dulu hingga 2 minggu lagi. Tapi kalo keliahatannya jahitannya tidak rapi -mungkin bukan dikerjakan oleh seorang ahli bedah- bisa saja sejak dini sudah dimintai pendapat ke dokter bedah plastik.
    Kabar baiknya, jika ada luka di wajah, bekas yang ditimbulkan nantinya jauh lebih kelihatan pada orang dewasa dibandingkan pasien itu adalah seorang anak2..

    @ari fiyanto :
    Waktu kejadian semula, mungkin Ari kena infeksi amoeba itu.. Tapi kalau hanya bab yang tidak teratur, tanpa adanya diaera dan feces yang berlendir, saya yakini gejala itu kok tidak sesuai dengan tanda seorang terinfeksi amoeba ya….

    @ari :
    Jawaban sama seperti yg di atas…

  300. Comments  dian   |  Monday, 25 January 2010 at 10:08 pm

    Dear Dokter Eka,
    Ibu saya umur 55 tahun, dibagian punggung atas terdapat benjolan yang kata orang jawa uci uci. beliau takut sekali sampai minta harus di rongsen dan dioperasi. Pertanyaan saya:
    1. Apakah uci uci bisa berubah menjadi tumor ganas ?
    2. Apakah beresiko tinggi terhadap kematian atau cacat fisik ? seperti misalnya bila terkena jaringan urat menyebabkan ketidaknyamanan bergerak ?
    Terima kasih, salam.

  301. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 26 January 2010 at 10:45 am

    @dian :
    Tidak ada suatu tumor berobah dari jinak menjadi ganas.
    Sebenarnya saya sendiri tidak paham apa itu istilah uci-uci, tapi saya bisa membayangkan dari apa yang disampaikan beberapa pasien di ruang praktek. Bisa saya katakan benjolan itu tidak berbahaya, tidak juga mengancam cacat fisik bahkan kematian. Yang ada efek negatifnya cuma merasa tidak nyaman, rada nyeri dan dari sisi estetik tidak sedap dipandang mata…

  302. Comments  jullie   |  Wednesday, 27 January 2010 at 9:51 am

    Dok, di leher saya yg sebelah kanan ada benjolan, tidak sakit dan ikutb bergerak saat menelan.
    saya sudah periksa lab (TSH, T3 dan T4) hasilnya semua norma. patologi hasilnya tidak ditemukan sel ganas. dan ditulis Thyroid lobus.
    apakah ada obat untuk menghilangkan benjolan ini? jika tidak, apakah saya harus operasi? kalau memang harus, apakah bisa ditunda mengingat saya masih takut operasi. lantas apa efek/resiko jika operasi?
    jawaban dokter sangat saya harapkan.

    terima kasih.

  303. Comments  tini   |  Friday, 29 January 2010 at 10:51 am

    slamat siang dok,,,,
    saya saat ini ad sedikit keluhan, dua hari yg lalu saya BAB awalnya normal tidak terlalu keras, tp stlah itu agak susah keluarnya, pas saya ngeden nya di kerasin keluar darah segar, tp tidak terlalu sakit, keesokan nya saya BAB lubang anus terasa sakit tp tidak keluar darah dok, sebelum nya hal ini sudah pernah terjadi sekitar 3 bulan yang lalu dan keluar nya hanya satu hari itu saja, pertama kali saya BAB berdarah kira-kira pertengahan Tahun lalu, jadi dua hari yang lalu itu kali ketiga saya BAB isi keluar darah, yang ingin saya tanyakan, keluarnya darah itu disebabkan oleh ap? karena saya blm memeriksakannya ke dokter, apakah berbahaya bagi tubuh saya? terinakasih sebelumnya ya Dok…

  304. Comments  ofi   |  Friday, 29 January 2010 at 3:18 pm

    sore dok,,,, di pungung tangan kiri saya terdapat benjolan. saya periksakan ke dokter bedah katanya Ganglion dan harus dioperasi.Namun saya tidak punya biaya untuk operasi,,,, pernah disedot namun sekitar 1 bulan malah tumbah lagi dan tambah besar, sekarang sebesar bola bekel. saya mau tanya, apakah benjolan itu bisa semakin besar jika tidak dioperasi? sekarang semakin sering terasa nyeri, apakah ada obat untuk mengurangi rasa nyeri itu?pernah di pijat, tapi benjolannya tetap ada….. mohon penjelasaanya, terima ksih…

  305. Comments  zibran   |  Saturday, 30 January 2010 at 10:15 am

    siang dok saya pria 30 thn saya mengalami pembekakan pada buah zakar saya,dan pembekakan ini sudah cukup lama kurang lebih 5 thn,dan sebagai efek dari pembekakan pelir ini, ketika saya berhubungan dgn istri saya,air mani saya tidak ada yang keluar,yang kelur hanya cairan bening.mohon petunjuknya dok

  306. Comments  kusmawan   |  Saturday, 30 January 2010 at 1:01 pm

    @jullie :
    Obat untuk mengecilkan tidak ada. Berbeda dengan pembesaran oleh karena hypertyroid. Saran, sebaiknya operasi untuk mengetahui secara lebihjelas dengan memeriksakan kembali kelenjar/lobus thyroid yang diangkat nanti. Walaupun sampai saat ini kita sangat curiga itu tidak ganas. Waktu operasinya tidak perlu cepat2 karena memang bukan kasus emergency. Resiko operasi, cederanya saraf yang mengatur pergerakan pita suara, suara jadi parau. Kasus itu jarang terjadi jika pengambilannya sudah berdasarkan standar yg benar. Efek lain, ya.. bekas torehan di leher..:)

    @tini :
    Jika berdarah sekali sekali saja, tidak berbahaya. Jelas itu karena wasir. Maka jaga makanannya, usahakan kotorannya tidak keras dan bisa untuk bab teratur setiap hari…

    @ofi :
    Memang, ganglion sebaiknya diselesaikan dengan operasi karena alasan seperti itu. Sering kumat kembali! Operasinya pun jika tidak bersih sampai di akarnya bisa muncul di kemudian hari. Bahkan saya biasa mengambil operasi ini dengan bius total. Didiamkan, tidak berbahaya tp mengganggu. Ada rasa nyeri, pegal, tentu semakin besar dan mengganggu penglihatan.

    @zibran :
    Saran saya, langsung periksa ke dokter. Masalah pada pelir yang telah kronis bisa menimbulkan kemandulan. Periksakan diri lebih serius..!

  307. Comments  kurniawan   |  Monday, 01 February 2010 at 9:48 pm

    siang dok, akhir-akhir ini tidur saya tidak nyenyak, selalu terbangun dini hari & kemudian sulit untuk tidur lagi, gelisah dan keluar keringat dingin jika mencoba tidur kembali, ada sedikit rasa tidak enak di bagian bawah perut sebelah kiri. siang harinya kadang merasa tidak enak badan,selalui keringetan klo badan lagi ga enak (kya panas gitu) tpi setelah di cek suhu tubuh berkisar antara 36,3-36,8C. 1 minggu Sebelumnya memang saya banyak makan makanan pedas & asam, apakah ini gejala penyakit maag / lambung ? atau penyakit liver? saya coba tekan2 bagian tubuh tidak ada yang sakit, tapi gejala yang paling terasa setiap terbangun di malam hari selalu merasa lapar.

  308. Comments  jullie   |  Tuesday, 02 February 2010 at 12:28 pm

    Sesuai saran dokter, awal bulan depan sy akan operasi (benjolan di leher). akan tetapi kondisi sy saat ini sedang hamil (bulan depan 2 bulan). apakah operasi tidak berdampak pada kandungan saya?
    terima kasih dok,

  309. Comments  kusmawan   |  Tuesday, 02 February 2010 at 6:44 pm

    @kurniawan :
    Dengan keterangan seperti itu, sepertinya cenderung bukan merupakan gangguan yang berhubungan dengan penyakit bedah. Pedas, asam, terlalu banyak lemak dll adalah makanan yang bisa berpengaruh langsung pada salurannya terutama di lambung. Sedangkan keluhan di lambung lebih banyak dirasakan di perut bagian atas sedikit arah kiri…

    @jullie :
    Pembesaran thyroid dengan kehamilan bisa saling berpengaruh. Sebaiknya sebelum memutuskan setuju operasi, bisa cari second opinion dulu. Bisa berkonsultasi di sejawat saya yang dokter bedah onkologi (ahli bedah tumor). Di http://www.suaradokter.com/

  310. Comments  ofi   |  Thursday, 04 February 2010 at 2:37 pm

    selamat sore dok…..terima kasih jawabannya kemarin,,,,, ganglion saya secara tiba-tiba pecah sendiri , tapi di daerah sekitar ganglion itu sekarang agak bengkak-bengkak. Saya mau tanya dok, apakah berbahaya kalau pecah di dalam(dibawah kulit)? sekarang ini cuman saya kasih balsem…… mohon penjelasaanya…

  311. Comments  kusmawan   |  Thursday, 04 February 2010 at 8:33 pm

    @ofi :
    Bisa dikatakan tidak berbahaya, kecuali terasa sedikit nyeri dan bengkak. Dan kemungkinan besar dapat muncul kembali walaupun tidak bisa ditentukan kapan…

  312. Comments  edoardo   |  Wednesday, 10 February 2010 at 12:04 am

    halo dokter, senang bisa berjumpa di Blog ini, …
    abang saya mempunyai benjolan di bawah tenggorokan sebelah kiri, sekarang ia berusia 26 tahun, sedangkan benjolan ini mulai nampak pada tahun 2003, saya berniat untuk membawa abang saya untuk di operasi pada salah satu rumah sakit di Jogjakarta,
    yang ingin saya tanyakan, apakah aman kalau di lakukan Operasi, ?
    Terima kasih sebelumnya, ….

  313. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 10 February 2010 at 7:59 am

    @edoardo :
    Sebelum dokter memutuskan operasi, harusnya dinilai dulu pembesaran itu. Asalnya dari mana, jelas tidak batas-batasnya, apa saja struktur penting di sekitar tumor tersebut dan yang paling menentukan juga adalah bagiamana kandungan sel2 dalam tumor tsb. Apakah termasuk tumor jinak atau ganas.
    Jika saja ini merupakan tumor jinak dengan batas2 yang masih bisa dijangkau, pembedahannya tidak masalah !

  314. Comments  edoardo   |  Wednesday, 10 February 2010 at 8:51 am

    terima kasih dok, berarti harus ada konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah sebelum di lakukan pembedahan ?

  315. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 10 February 2010 at 12:08 pm

    @edoardo :
    Ya. Pemeriksaan dan konsultasi..

  316. Comments  Mike   |  Thursday, 11 February 2010 at 10:29 pm

    malem dok, saya pria 19 thn, mau tanya nih dok

    1. dah bbrp bulan ini testis sebelah kanan saya nyeri dok, kalo dipegang nyerinya bertambah, terkadang bagian bawah perut kanan juga ikut nyeri, knp ya dok? harus ke dokter spesialis kah?

    2. dok saya obesitas, tapi tidak keterlaluan [mungkin], tinggi 170 berat 96kg, nah kalo saya liat orang obesitas lainnya, terkadang bagian dada akan ada timbunan lemak. Tetapi bentuk bagian dada saya tidak seperti orang obesitas yang lain, dada saya seperti menonjol gitu dok…saya takutnya terkena gynecomastia…

    tolong dijawab sedetailnya ya dok, terima kasih.

  317. Comments  kusmawan   |  Friday, 12 February 2010 at 3:49 am

    @Mike :
    Belum bisa saya pastikan ke arah mana gangguan itu. Jika keluhan nyeri di sana ada beberapa kemungkinannya. Bisa berasal dari dinding perut bagian bawah, bisa penekanan terhadap pembuluh darah, bisa karena peradangan dan bisa karena yang lain… Saran saya, coba datangi dulu dokter spesialis bedah.
    Bisa itu gynecomastia. Agak sulit memang membedakan dengan kegemukan. Jadi sekalian saja ke dokter bedah itu sampaikan juga keluhan ini…

  318. Comments  annie   |  Saturday, 13 February 2010 at 11:44 pm

    DH : Pak Dokter,
    Leher saya nyeri kalau menoleh ke sebelah kanan. Tahun lalu saya sudah pernah periksakan ke Dokter Internist & pernah didiagnose mengalami bengkak pada kelenjar getah bening & diberikan salep Feldene. Beberapa waktu kemudian, nyeri leher tsb kambuh lagi & oleh Dokter Internist diberikan obat Toradol & Myonal. Kemudian dianjurkan untuk dirontgen, ternyata diagnosenya tulang mengalami pengapuran & dianjurkan untuk fisioterapi selama 5 hari berturut2, dan rasa nyerinya belum hilang juga & diberikan salep Counterpain PXM.
    Namun nyeri tsb masih terasa sampai sekarang kemudian saya periksakan ke Bag. Rehabilitasi Medis di RS & dianjurkan untuk diRontgen lagi & Fisioterapi setiap hari (tapi baru 2x & menurut terapisnya, saya menderita syaraf kejepit di leher), dan hasil Rontgennya sbb :
    KEDUDUKAN CERVICAL SPINE TIDAK TAMPAK LISTHESIS, TIDAK TAMPAK KOMPRESI CORPUS.
    PEDICLE INTACT, CELAH DISCUS AGAK MENYEMPIT DI C5-6; SUSPECT HNP.
    SPUR RINGAN DI C5-6; TANDA2 O.A
    Kemudian hasil rontgennya saya periksakan lagi ke Dokter Bedah Orthopedi di RS lain & oleh Dokter tsb dianjurkan untuk disuntik.
    Mohon penjelasan atas hasil Rontgen tsb, & apakah penyebabnya? &
    Apakah ada efek samping kalau disuntik?
    Mohon informasi kemanakah saya harus berobat, apakah ke Dokter Bedah Orthopedi atau ke Dokter Bedah syaraf?
    Terima kasih atas informasinya Pak Dokter.

  319. Comments  kusmawan   |  Sunday, 14 February 2010 at 9:24 pm

    @annie :
    Asumsi saya kalo memang benar kelainan itu menjadi penyebab utama nyeri, bukan hal2 yang lebih simple seperti ketegangan otot, peradangan soft tissue dll. Maka perlu betul2 dikaji dulu ketepatan diagnosa yang baru dikatakan suspect (curiga).
    Mungkin yang didapat itu dari hasil CT Scan, tapi untuk melihat kedudukan persarafan di areal itu setahu sy lebih tajam dengan MRI. Kalo memang belum, mungkin perlu untuk konfirmasi diagnosa dengan tambahan pemeriksaan ini..
    Jelas kalo HNP, gejala yang mengganggu adalah rasa nyeri. Pada masa sekarang dapat ditangani dengan suntikan (tentu harus dikerjakan oleh yang berpengalaman) atau dengan pembedahan minimal invasif yang tidak memerlukan torehan panjang di permukaan tubuh.
    Bisa saja dikerjakan oleh kedua subbedah tsb -bedah orthopedi (khusus bidang spine) ataupun bedah saraf- yang penting carilah informasi dokter mana yang berpengalaman untuk mengerjakan kelainan ini. Karena mengakses posisi di tulang leher membutuhkan kecermatan tinggi.

  320. Comments  Retno   |  Tuesday, 16 February 2010 at 3:18 pm

    Dear Pak Dokter

    Saya mau berkonsultasi masalah pinggang bagian belakang saya, setelah saya terjatuh pinggang bagian saya sering sakit dan tidak bisa buat berdiri tegak. saya sudah kedokter syaraf dan dironsen hasilnya tidak ada tulang yang bergeser dan retak. tetapi setiap kali melakukan aktifitas yang membutuhkan fisik seperti olahraga dia akan kambuh dan menyebabkan sakit yang bukan main. saya terjatuh pertama kira2 sudah 6 tahun yang lalu tetapi beberapa tahun belakangan saya sering sakit mohon petunjuknya untuk proses selanjutnya

  321. Comments  kusmawan   |  Wednesday, 17 February 2010 at 5:58 am

    @Retno :
    Memang biasanya nyeri yang bukan main dirasakan itu bersumber dari gangguan pada saraf secara langsung. Dan kebanyakan gangguan pada saraf tersebut kalo bukan karena peradangan bisa juga karena proses jepitan pada perjalanannya. Jika tidak saja terlalu parah, masih bisa untuk ditanggulangi dengan tidak perlu dilakukan pembedahan. Teruskan saja therapi yang diberikan dokter dan yang paling penting tidak dulu melakukan aktifitas fisik terlalu berlebihan seperti berolahraga atau tindakan lainnya..

  322. Comments  erlina   |  Thursday, 18 February 2010 at 12:46 pm

    Yth Pak Dokter,

    Saya ibu 2 anak usia saya 34thn,terus terang sy ini kena penyakit thyroid,dlm waktu dkt ini saya berencana akan operasi,yg ingin sy tanyakan apa resiko setelah operasi thyroid ini,apa setelah operasi ini,penyakit thyroid sy akan benar2 hilang? Mohon jawabannya ya Dok,krn informasi dr Anda sangat sy butuhkan.Terima Kasih (lina)

    NB:Dok,tolong jawabanya lansung ke email sy saja.Tks…

  323. Comments  kusmawan   |  Friday, 19 February 2010 at 12:37 pm

    @erlina :
    Sebelum operasi, mesti dilakukan biopsi dulu, untuk menentukan gambaran sel2 yang terkandung di dalamnya. Tidak semua penyakit thyroid mesti dioperasi. Jika itu hanya karena infeksi saja, mungkin masih bisa diobati dengan tanpa bedah.
    Pekerjaan apapun pasti memiliki resiko, cuma perlu diketahui kejadiaannya, apa termasuk sangat jarang, jarang atau sering, biasa disebut insiden terjadinya resiko. Pada kasus yang jarang (angka tepatnya saya lupa) resiko pembedahan ini antara lain; perdarahan dan cedera saraf yang berpengaruh pada suara si penderita.
    Jika pembesaran thyroid berasal dari tumor jinak, tidak semua kelenjar itu harus diangkat. Karena kelenjar thyroid masih kita butuhkan dalam menjaga keseimbangan aktifitas kita sehari-hari..

  324. Comments  ANDHIKA POETRA   |  Friday, 19 February 2010 at 3:07 pm

    dok, saya mohon konsultasinya…………………
    pada usia saya yang ke-16, saya sudah pernah dioperasi varicocale……………..
    namun, hingga saat ini usia saya sudah hampir 19thun, kantung pelir saya sebelah kiri tetap lebih besar dari yang kanan dan masih nampak ad urat2 yang menggumpal…………..dan mohon maaf sebelumnya, apabila saya ber-onani air mani yg saya hasilkan hanya sedikit sekali……………………..
    mohon petunjuk’a………..

  325. Comments  erlina   |  Friday, 19 February 2010 at 3:45 pm

    Selamat Siang Dok,
    Maaf saya mau tanya lagi Dok,Kmrn pagi saya sdh ke dokter Bedah,dan dokter bedah saya ini menganjurkan saya harus di operasi(thyroid)hasil lab saya FT4(1.12)TSH(0.37)FT3(3.4)dan sy sdh USG disitu ditulis”Struma multi nodosa bilateral” maksudnya apa Dok?apa penyakit saya ini tdk bisa di obati selain hrs di operasi?saya juga pernah baca di situs Dok,Thyroid ini ada dgn cara di scaning&bisa sembuh,apa benar Dok tanpa hrs di operasi thyroid bisa sembuh?terus terang Dok,sy takut kalau hrs di operasi.Mohon jawabnya Dok Terima Kasih.

  326. Comments  kusmawan   |  Saturday, 20 February 2010 at 3:40 pm

    @ANDHIKA POETRA :
    Posisi pelir normalnya memang tidak sama betul. Terkadang ini mengesankan pelirnya besar sebelah. Saya belum yakin adik mempunyai masalah dengan ini. Mengenai air mani yang sedikit, pada waktunya nanti akan lebih baik untuk diperisakan di lab agar lebih menenangkan adik. Ada yang namannya pemeriksaan analisa sperma… Akan dapat dinilai kwalitas dan kwantitas sperma yang terkandung dalam air mani adik…

    @erlina :
    Multi nodul bilateral, artinya ada banyak benjolan di kedua sisi (lobus kanan kiri) kelenjar thyroid itu… Sepertinya nilai yang menunjukkan fungsi thyroid tersebut masih dalam batas normal. Sekali pun demikian dengan penampakan klinis dan hasil USG tsb, saya pun mengambil keputusan untuk mengoperasi kasus seperti ini. Akan lebih lengkap gambaran penyakitnya, kalau sebelum operasi dapat diperiksa dulu kandungan sel2nya (dengan biopsi jarum). Meskipun juga melalui operasi nanti benjolan atau kelenjar throid yang diangkat tersebut pasti akan diperiksakan juga ke lab patologi…
    Scanning, bisa sembuh? Mungkin maksudnya di-radiotherapy pada kasus keganasan kelenjar ini dengan cara thyroid ablasi. Itu pun setelah dilakukan pembedahan. Jadi memang untuk pembesaran kelenjar thyroid yang kadang kala bisa mengarah ke keganasan, pembedahan merupakan pilihan therapi yang utama..

  327. Comments  Mei Lan   |  Monday, 22 February 2010 at 11:10 am

    Dok, sy terkena Thyroid dgn benjolan di sebelah kiri leher saya dan sudah di periksakan ke lab & biopsi jarum dgn hasil thyroidnya semacam foam padat dan tidak ganas. Yang saya mau tanyakan apakah mayoritas operasi Thyroid selalu berhasil tanpa efek samping? dan apakah dengan meminum obat Thyrax bertahun-tahun dapat menyebabkan penyakit ginjal / liver? Terimakasih dok.

  328. Comments  nizam   |  Monday, 22 February 2010 at 1:31 pm

    Selamat siang dok,
    saya ingin menanyakan tentang istri saya dok. 4 bulan yang lalu istri saya melahirkan putra kami yg ke-3 secara caesar (yg pertama dan kedua juga caesar). Dua hari belakangan ini beliau merasakan nyeri di perut bagian bawah sebelah kanan tp bukan di tempat bekas operasinya dok. Nyeri yg dirasakannya sama dengan waktu habis operasi kemaren dok. Trus perasaannya seperti mau pipis terus dok. Perlu dokter ketahui juga, operasi yg terakhir juga sekaligus memotong saluran indung telur supaya gak hamil lagi dok. Kira2 apa yg menyebabkan nyeri-nya ya dok. Apakah luka operasi yg di bagian dalam meradang kembali dok? Tindakan apa yg harus sayaambil dok? Trima kasih atas jawabannya ya dok..

  329. Comments  eka-kusmawan   |  Saturday, 27 February 2010 at 9:30 am

    @Mei Lan:
    Sebelumnya maaf.. baru sempet mereply.. Ya betul, mayoritas pembedahan itu berhasil tanpa efek samping. Efek samping yang serius kurang dari 0,5% kejadian… Dan minum obat thyrax yang terus menerus tidak akan merusak liver hanya 1-2 butir sehari…

    @nizam:
    Perkiraan saya, kalopun nyeri itu dihubungkan dengan operasi, lebih berat hal itu akibat pengaruh dari operasi yang sudah sampai 3 kali itu dari pada operasi dengan cuma mengikat indung telur-nya. Operasi yang lebih dari sekali pada organ sekitar dalam perut memiliki resiko perlengketan antara satu organ dengan organ lainnya dan dengan dinding bagian dalam perut -bisa dibayangkan seperti luka yg telah menyembuh kemudian muncul bekas-.
    Yang terbaik, tanyakan ke dokter yang merawat istri Anda, karena beliaulah yang paling mengetahui kondisi istri saat operasi itu. Tidak menutup kemungkinan gejala ini sama sekali tidak ada hubungan dengan operasi kemarin…

  330. Comments  gen   |  Saturday, 27 February 2010 at 6:54 pm

    perut saya sebelah kanan selalu berisi dengan angin dan rasanya nyeri bagaikan ada yang menjepit dan menekan kebawah, apakah yang sedang saya alami ini dok? THx.

  331. Comments  kusmawan   |  Saturday, 27 February 2010 at 7:24 pm

    @gen:
    Belum jelas benar arahnya ke mana gangguan itu… Perlu pemeriksaan fisik untuk menduganya. Dugaan itu selain dari lokasi nyeri, perlu juga diidentifikasi penyebaran nyerinya, saatnya muncul, ada tidak gangguan di pencernaan, ada tidak gangguan bak dan yang terpenting dokter akan perlu beberapa test pemeriksaan fisik… Dan untuk memperjelas lagi dipastikan diperlukan juga beberapa pemeriksaan penunjang…!

  332. Comments  erna   |  Tuesday, 02 March 2010 at 11:57 pm

    malam dok, mau nanya suami saya habis operasi psng pen di jari kaki yg patah. oleh dokter pen itu kelihatan jadi bisa dicabut tanpa operasi. suami saya takut merasakan sakit. jadi meminta untuk di bius lokal. menurut dokter gmn, apakah ada cara bius lain misalnya bagian kaki saja.trimakasih

  333. Comments  eka-kusmawan   |  Wednesday, 03 March 2010 at 12:02 am

    @erna:
    Sebetulnya mencabut wire itu tidak sesakit yang dibayangkan. Mungkin serem untuk dibayangkan apalagi dilihat, tapi percayalah dengan hanya melakukan tindakan yang hanya beberapa detik itu tidak akan membuat suami mbak jadi shock… Kalaupun ingin dibius, cukup dengan pembiusan lokal saja.

  334. Comments  ina   |  Thursday, 04 March 2010 at 3:42 pm

    sya bulan okt 2009 jalani operasi usus buntu yg sudah perforasi. di bedah di perut bagian kanan sepanjang 8 cm dan diatasnya dipasang drain. setelah 3 hari sya terkena infeksi berat yang membuat saya diperpanjang opnamenya sampai 3 minggu. jahitannya dibuka dan dibersihkan 2x sehari, selama diopname saya disunti terfacef 2x sehari dan gentamisin 2x sehari, setelah 3 minggu luka saya dijahit. Setelah 3 bulan di bekas luka muncul abses membengkaknya melebar, sya diinsisi dan diopname (lagi) selama 2 minggu dengan disuntik taxegram 2x sehari dan gentamicyn 2 x sehari (tanpa kuman saya dikultur) sya sangat kecewa dgn hal ini karena saya seperti kelinci percobaan saja. ganti2 obat seenaknya tanpa mengetahui kuman apa yang menyebabkan infeksi. setelah itu luka insisi saya tidak menutup2 selama 1 bulan padahal luka yg terbuka hanya 1 cm dan tidak dalamhanya di permukaan. Lalu dokter bedahnya memberi saya bermacam-macam obat antibiotik untu sya minum, ada cefat, baquinior, terakhir dia sudah pusing langsung menyuruh saya operasi ulang? saya pun menjadi takut setelah berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam temannya bapak dia menganjurkan untuk jangan menutup lukanya tetapi dibiarkan terbuka tapi tetap dijaga kebersihannya. Puji Tuhan setelah 1 minggu tanpa obat-obatan luka saya menutup sempurna. Tapi yg menjadi masalah sekarang saya sering menjadi mual dan kembung, dan sepertinya terlalu banyak gas dalam perut. kalo terlalu lama menggendong anak saya yg masih bayi maka bekas jahitannya terasa nyeri. Apakah semua hal yang saya rasakan sekarang karena pengaruh dari infeksi? ataukah masih ada kuman dalam tubuh saya? Makasih atas jawabanya pak dokter.

  335. Comments  eka-kusmawan   |  Thursday, 04 March 2010 at 5:58 pm

    @ina:
    (sudah saya jawab di halaman lainnya)…
    Saya dapat merasakan penderitaan mba Ina… memang pemberian antibiotika pada infeksi yang serius dan nyata didapatkan pus atau nanahnya sebaiknya berdasarkan hasil kultur.
    Masalah gas dan mual di perut, besar dugaan saya karena pengaruh obat2 yang diminum sebelumnya.. Jika tidak ada perbaikan dengan mengatur diit untuk lambung, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter internist khusus mengenai dugaan gangguan di lambung tsb. Dan tentang nyeri yang dirasakan di sekitar luka jahitan, masih tergolong wajar dan nantinya berangsur akan berkurang. Sehingga untuk nyeri ini sedapat mungkin tidak juga harus diintervensi dengan obat2an yang sedikit tidak dapat pula membebani lambung.
    Asal tidak ada gejala panas atau tanda peradangan di sekitar bekas luka operasi, mbak jangan terlampau khawatir ada kuman tersisa dalam tubuh mbak. Kalaupun ada, oleh daya pertahanan tubuh kita, kuman patogen ini pasti akan dilawan dan dimatikan oleh tubuh kita sendiri….

  336. Comments  dhany   |  Friday, 05 March 2010 at 10:33 am

    pagi dok, ini saya mau nanya. Sudah seminggu ini saya mengalami gangguan di pencernaan saya. Setiap kali habis makan perut terasa mules yg sulit ditahan. Saya BAB dua kali sehari, pagi sama sore/malam. BAB bercampur dengan darah berwarna gelap. Kira2 saya sakit apa ya dok? Apa perlu operasi? Sebagai tambahan, setelah BAB kondisi saya normal lagi seperti tidak terjadi apa2, nafsu makan normal, tidak merasa mual, ya yg mengganggu cuma rasa mules itu tadi. Sekian.

  337. Comments  Fauzan   |  Friday, 05 March 2010 at 10:43 am

    Assalamualaikum wr. wb.
    Dok,kakek saya mengalami hernia di bagian perut dan 3bulan yang lalu sudah operasi. akan tetapi luka di bagian perut setelah di operasi tak kunjung kering sampai sekarang. dalam 3hari ini tiap malam badannya juga demam. Apa ada therapy khusus dok buat kakek saya agar cepat sembuh? Terus apa ada dok obat pengering luka itu?
    Kakek saya bisa sembuh kan dok?
    Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih banyak dok.
    Wassalamualaikum wr. wb.

  338. Comments  eka-kusmawan   |  Friday, 05 March 2010 at 11:38 am

    @dhany:
    Saya lebih concern ama pernyataan darah yang berwarna gelap. Jika ini sudah dirasakan sejak lama dan keluhannya relatif sering, jangan dianggap suatu yang biasa saja…. Setidaknya ada sumber perdarahan dari pencernaan bagian atas. Bisa jadi rasa mules itu juga disebabkan karena gumpalan darah atau proses perdarahan yang terjadi di bagian dalam alat cerna.
    Saran saya; berkonsultasilah ke internist, kemungkinan akan diperlukan pemeriksaan endoscopy untuk mencari penyebab ini…

    @Fauzan:
    Umumnya perlukaan yang dialami penderita yang sudah berumur memang bermasalah pada kesembuhannya. Faktor utamanya karena kandungan protein tubuh yang telah menurun. Tapi untuk kasus ini dasar penyebab tidak terlepas dari operasi yang dijalankan sebelumnya, menyangkut tekniknya, kemungkinan komplikasi, penyakit lain yg menyertainya dll. Cobalah lebih dekat berkonsultasi dengan dokter bedah yang menangani kakek dan untuk kesembuhan luka, yang paling pasti harus dilakukan berikan makanan dengan komposisi protein yang lebih pada saat seperti ini. Tentu itu selain obat2an yang bs berbagai macam jenisnya tergantung keadaan luka…

  339. Comments  erna   |  Saturday, 06 March 2010 at 9:02 pm

    malam dok… apakah ada cara lain selain bius lokal untuk cabut pen di jari kaki suami saya dok. kalau bius lokal berarti sama dgn tindakan operasi bayarnya juga mahal. kira-kira ada alternatif lain ya dok. trimakasih

  340. Comments  eka-kusmawan   |  Saturday, 06 March 2010 at 10:36 pm

    @ema:
    Sebetulnya tindakan tersebut tidak tergolong operasi, mungkin tepatnya tindakan medis ringan yang bisa saja dikerjakan di poliklinik. Tidak perlu ke kamar operasi dan memang tidak perlu biaya mahal. Jalan lain, minum saja obat pengurang rasa nyeri sekitar setengah jam sebelum pencabutan itu dikerjakan…

  341. Comments  Ahmad   |  Sunday, 07 March 2010 at 6:04 am

    saya pria usia 22th, skitar 1 minggu lalu saya BAB bercampur darah dan darah-Nya itu segar ada sedikit gumpalan-Nya gitu dok,saya gak tau knp sebab-Nya ! memang kadang saya suka menahan-nahan makan (rasa Lapar),apakah itu berpengaruh dok ?,truz apa yang harus saya lakukan ?,kira-kira itu berbahaya gak dok klo tidak ditangani sejak dini ???

    Terima kasih sebeLum-Nya

  342. Comments  eka-kusmawan   |  Sunday, 07 March 2010 at 8:11 am

    @Ahmad:
    Suka menahan lapar memang bisa merusak lambung. Salah satu kerusakan lambung adalah berupa perlukaan dindingnya yang kemudian menimbulkan perdarahan. Darah di dalam lambung bisa diketahui melalui faeces atau gumpulan saat bab.
    Yang penting sekarang jangan lagi menunda rasa lapar, lambung juga memerlukan bahan makanan untuk dicernanya. Lebih banyak memakan makanan berserat seperti buah dan sayur…

  343. Comments  reniwicaksono   |  Monday, 08 March 2010 at 7:32 am

    Dokter, saya mempunyai anak yg terdeteksi Phimosis, usia anak saya baru 2 tahun dan masih konsumsi asi, dan biasanya dimasa tidurnya dia 2-3x minta asi dan atau air putih. Pertanyaan saya, apakah 1. ada dokter anak yg sp juga spc. urologi yang dokter kenal di surabaya, 2. bagaimana saya mempembuat anak saya berpuasa 8 jam sebelum tindakan operasi & khitan dgn kondisi tersebut, 3. bagaimana treatment saya pasca operasi yang dilakukan terhadap anak saya nanti, adakah hal-hal khusus yang harus saya perhatikan?

  344. Comments  eka-kusmawan   |  Monday, 08 March 2010 at 10:22 am

    @reniwicaksono:
    Sebetulnya hanya untuk melakukan pembedahan sircumsisi (sunat) tidak harus dikerjakan oleh dokter bedah urologi anak. dokter bedah umum masih kompeten, selain bedah anak atau bedah urologi.
    Memang jauh lebih save dengan general anasthesi. Dan dari pengalaman yang saya kerjakan di sini, saya biasa mengambil operasi itu pagi, dengan si anak tidak perlu sengaja untuk puasa. Kita anggap bahwa malam saat dia tidur, puasa sudah jalan sehingga hanya mungkin saat bangun pagi itu yang sedikit ribet untuk tidak memberikan susu. Tapi -atas rekomen dokter bius juga- untuk minum air putih hanya 1 atau 2 teguk tidak masalah. Jadi kalau dikerjakan jam 7 pagi, paling akhir minum susu jam 2 subuh sudah tidak masalah..
    Perawatan pasca sirkumsisi mungkin tiap dokter bedah agak beda. Kalo yang saya kerjakan, tidak perlu ditutup, mandi juga boleh. Yang perlu saat si kecil tidur, dikombinasi antara dikompres deng air dingin campur sedikit betadine dan diberikan salep antibiotika yg tipis saja. Jauh membuat si anak tidak merasa beban dan terganggu untuk bergerak. Problem bagi si anak bukannya nyeri, tapi geli bila kesentuh penutup / celana dan kadang anak takut melihat penisnya sendiri yang pada tahap awal akan terlihat sedikit bengkak…
    Saya tidak mengenal scr jauh teman sejawat di sana. Untuk sp. bdah anak, ada dr. Pur atau dr. Adrian.. Di Surabaya tidak kekurangan dokter bedah…:)

  345. Comments  erny   |  Monday, 08 March 2010 at 1:11 pm

    Dok, saya barusan operasi caesar untuk kista di indung telur kiri dan kanan, saya ada tanya ke beberapa org yg caesar kista, or caesar lahiran, tapi umumnya mereka 1 minggu ud ok, dan tidak terlalu masalah dengan nyeri lagi. tapi saya 2 minggu baru feel better, sekarang posisi saya ud 3 mg. udah bisa aktivitas, tapi saat berjalan, saya tetap merasakan sesuatu di bagian perut, dan masih bisa merasakan nyeri, padahal orang lain 1 minggu udah ga sakit lagi, saya jadi bertanya2 apa yang salah dalam diri saya, sehingga terasa lebih lama pulih di banding orang lain.

  346. Comments  eka-kusmawan   |  Monday, 08 March 2010 at 2:05 pm

    @emy:
    Agak berbeda dirasakan dari kebanyak orang lain, mungkin saja kasusnya juga berbeda. Tidak mesti sama kasus kista indung telur pada satu pasien dengan lainnya. Bisa saja misalnya lebih besar, ada pada kedua sisi, melengket dng jaringan sekitarnya, kandungan cairan di dalamnya berbeda dll. Umumnya, kesulitan saat operasi -karena ketemunya di dalam jg complicated- sdikit tidak mempengaruhi pula keluhan2 yang muncul pasca operasinya. Itu yang palng mungkin mendasari disamping oleh karena infeksi, teknik pembedahannya, pelemasan otot pasca operasi yang kurang optimal dll.
    Paling baik untuk mencari tahu kenapa jadi begitu, minta penjelasan langsung pada dokter kandungan yang menangan mba Emi… Jika bukan saja oleh karena pengaruh infeksi atau komplikasi berat lainnya, semoga saja, seperti umumnya terjadi, nyeri itu berangsur berkurang..

  347. Comments  Anonymous   |  Monday, 08 March 2010 at 10:49 pm

    malam dokter.., alhamdulillah tadi siang pen sdh dicabut. terima kasih atas penjelasan dokter. memang sakity tidak se seram yang kami bayangkan. sekali lagi kami ucapkan terima kasih karena sdh membukla wawasan kami yg memang sama sekali tdk th dan mengerti. semoga dokter slalu sehat dan senantiasa bisa membantu org lain, amin. sukses ya dok

  348. Comments  ina   |  Tuesday, 09 March 2010 at 9:50 am

    terima kasih banyak pak dokter atas jawabannya. sya sudah berkonsultasi dengan internist, katanya saya disuruh jangan stress dan menjaga pola makan yang baik.

Leave a Reply





 

Selamat Datang dan Terimakasih atas Kunjungan Anda di SpesialisBedah.com -- Pertanyaan ataupun komentar Anda akan sesegera mungkin saya tanggapi

Surgeon[log] is using WP-Gravatar