Posts Tagged ‘airway’

Memasuki seminggu menjelang Lebaran ini arus lalu lintas sudah pasti ramai. Banyak pihak terlibat demi kelancarannya, seperti pihak kepolisian, perhubungan, kesehatan, termasuk juga terlibat penyedia jasa layanan service kendaraan bermotor. Yang diantisipasi adalah ketidaknyamanan di sepanjang perjalanan, seperti macet, gangguan terhadap kendaraan dan gangguan terhadap pengguna jalan. Tapi yang lebih penting dari itu sebetulnya adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan tentu juga para korban dari kecelakaan itu sendiri.  Jika anda menjadi salah satu orang yang terlibat di dalamnya, ada baiknya juga mengetahui beberapa tatacara menolong diri sendiri dan atau orang lain. Sebelum menolong orang lain, pastikan dulu bahwa diri anda dalam kondisi baik dan merasa sanggup menolong korban pada batas-batas tertentu.

Pertama-tama tempatkan dahulu korban pada tempat yang aman dan lapang untuk bisa memberikan pertolongan lebih lanjut. Hati-hati memindahkan korban dari posisi awalnya. Tidak masalah kalau korban bisa berjalan sendiri, tapi kalau ia mengalami nyeri saat bergerak, terhimpit atau terjepit atau bahkan dalam keadaan tidak sadar, dibutuhkan beberapa perhatian. Akan lebih baik jika ada 2 atau lebih penolong lainnya. Pertahankan posisi alat gerak yang dirasakan nyeri karena mungkin itu berarti si korban mengalami patah tulang. Sebisa mungkin juga pertahankan posisi leher (baca; tulang leher) dan punggung / tulang belakang saat mengangkat terutama untuk korban yang tidak sadar.

Di saat korban sudah ditempatkan di lokasi yang aman, sekalipun masih di sekitar tempat kejadian, ada 3 hal penting yang harus anda perhatikan! Ini akan menyangkut keselamatan korban dan prioritas pertolongan yang akan kita berikan.

Pertama, adalah jalan nafas (airway). Yakinkan si korban tidak mengalami hambatan jalan nafas. Itu bisa diketahui dari bunyi nafasnya, bisa seperti orang ngorok, berkumur atau bahkan gelisah, kulit kebiruan dan tidak terdeteksi atau tidak terasa sama sekali adanya udara yang mengalir dari hidung atau mulutnya. Yang bisa anda lakukan adalah menyingkirkan kalau ada benda asing, cairan muntahan, darah atau lendir di sekitar mulut dan hidungnya. Setelah itu, bisa juga anda memperbaiki posisi jalan nafas dengan cara mengangkat dagu atau rahang penderita (chin lift atau jaw thrust maneuver) dengan tetap mempertahankan posisi leher sehingga tanda tanda hambatan jalan nafas tadi tidak didapat lagi. Tentu hal di atas akan ditemukan pada pasien tidak sadar dan dapat dilakukan jika si korban sudah terbebas dari helm yang digunakannya. Anda bisa mengabaikan pertolongan pertama ini kalau pasien bisa diajak bicara atau bahkan ia bisa berteriak teriak kesakitan.

Perhatian kedua, difokuskan pada masalah pernafasan (breathing). Menunjukkan ada masalah kalau anda temukan korban dalam kedaan sesak nafas, nafasnya pendek, cepat dan berat. Sebetulnya kelainan ini bersumber pada dada, ruangannya atau langsung berasal dari perlukaan di paru-paru. Anda mungkin tidak bisa berbuat banyak di tempat kejadian. Dengan melonggarkan pakaian, atau hal lain yang menghambat gerakan dada, menutup luka terbuka di sekitar dada serta menempatkan korban -jika dalam keadaan sadar- dalam posisi duduk, akan dapat membantu gangguan pernafasan yang dialaminya. Ini menjadi prioritas kedua bagi tim medis nantinya dalam membantu korban di tempat yang fasilitasnya sudah memadai.

Akan adanya perdarahan, menjadi prioritas pertolongan berikutnya. Jadi setelah upaya atau perhatian terhadap jalan nafas dan pernafasan barulah anda mengatasi perdarahan (circulation) yang terjadi dengan cara menutup luka sebagai sumber keluarnya darah tersebut. Sedapat mungkin gunakan bahan yang bersih, seperti sapu tangan, kain bersih ataupun bagian dari pakaian anda atau si korban.

Dengan dijalankan tahapan tersebut, yang bisa saja dilakukan secara simultan, paling tidak dapat menunda atau pun mencegah korban dari kematian. Dan begitu juga jika hal-hal tersebut tidak dialami korban, bisa dikatakan trauma yang dialaminya tidak akan mematikan korban di tempat kejadian. Masih ada kesempatan bagi korban atau anda sebagai penolong untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Semoga jalan mudik anda tidak terganggu…